JAKARTA – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali dibeli oleh Morgan Stanley & Co. International Plc pada Jumat (21/8) lalu. Perusahaan investasi tersebut membeli jutaan saham GOTO di bawah harga Rp50.
Mengutip Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (26/8), Morgan Stanley melakukan pembelian dengan status kepemilikan langsung secara bertahap, yaitu sebanyak 3.138.522.500 dan 657.341.400 lembar saham biasa.
Morgan Stanley membeli jutaan saham GOTO di harga Rp23 yang diakumulasi mencapai kisaran Rp87,3 miliar untuk memborong saham tersebut.
Melalui aksi korporasi tersebut, Morgan Stanley memperkuat kepemilikan saham menjadi 59.368.333.838 dari 55.572.469.938 lembar saham. Dengan demikian, hak suara Morgan Stanley tercatat sebesar 5,1563 persen.
Sementara itu, harga saham GOTO saat ini tercatat bertahan di level Rp50 per lembar hingga jelang penutupan perdagangan hari ini. Diketahui, pergerakan saham perseroan tercatat stagnan sejak tiga bulan perdagangan terakhir.
Sepanjang tahun 2026, GOTO juga mencatat aksi jual bersih investor asing atau net foreign sell sebesar Rp2,02 triliun.
Sebelumnya penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan daftar 10 saham Indonesia yang dikeluarkan dari indeks global, salah satunya GOTO. Keputusan tersebut berlaku efektif mulai penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.
Dalam pengumuman MSCI, penghapusan GOTO dari indeks dilakukan berdasarkan hasil tinjauan MSCI Indonesia Investable Market Index yang mengacu pada harga saham perseroan. MSCI menilai adanya potensi masalah dari likuiditas saham GOTO yang dianggap sangat rendah.
Menurut penyedia indeks global itu, rendahnya likuiditas saham GOTO terjadi karena harga yang diperdagangkan pada level Rp50 per saham sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026.
“Perlakuan ini diterapkan karena adanya potensi masalah replikabilitas indeks yang terkait dengan likuiditasnya yang sangat rendah, yang disebabkan oleh perdagangan pada harga minimum yang dapat diperdagangkan sebesar Rp50 di Bursa Efek Indonesia sejak penutupan pasar pada 13 Mei 2026,” tulis MSCI dalam pengumumannya, Kamis (13/8).





