JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) Farid Azhar Nasution meyakini bahwa ketika semua aspek sistem syariah dijalankan, maka semua akan aman dan ini menjadi ekosistem yang akan terus tumbuh.
“Kalau semua aspek syariah dijalankan, maka Pak Dicky Kartikoyono (dari OJK) tidak kerja, karena sudah aman,” kata Farid di Jakarta, Kamis, pada acara Expo Keuangan dan Seminar Syariah (Eksis) 2026 yang diselenggarakan OJK.
Menurut dia, Indonesia yang jumlah umat Islam terbesar di dunia memiliki potensi besar terhadap pertumbuhan ekonomi maupun sistem keuangan syariah.
Untuk itu kata Farid, potensi yang ada harus digarap secara maksimal agar tidak hanya menjadi potensi, namun bisa sebagai ekosistem baru yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Dari data yang ada, lanjut Farid, untuk perbankan syariah di Indonesia masih belum tergarap maksimal dan secara global menempati urutan ketujuh dunia.
“Jadi kami ini sungguh-sungguh, karena kita yakin bahwa ini adalah salah satu potensi yang harus dimaksimalkan sebaik mungkin yang pada akhirnya adalah untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya Farid mengatakan bahwa LPS sejak 2025 telah memisahkan pengelolaan dan pembukaan antara sistem keuangan konvensional dan syariah untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Farid menegaskan bahwa LPS juga memastikan semua uang nasabah yang berada di perbankan baik konvensional maupun syariah memiliki nilai setara, sehingga masyarakat diharapkan memiliki rasa aman.
“LPS tidak hanya mengatur, tetapi juga menjalankan sendiri untuk menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat terkait ekosistem syariah,” katanya.




