JAKARTA – PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, terus menjalankan penguatan bisnis secara bertahap melalui penerapan tata kelola yang prudent dan berkelanjutan. Perkembangan tersebut dinilai turut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan kepercayaan publik terhadap industri asuransi secara lebih luas.
Kepala Departemen Pengawasan dan Jasa Asuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Soemarjono, menilai pencapaian IFG Life merupakan bagian dari keberhasilan dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi. Menurutnya, kepercayaan merupakan fondasi utama dalam bisnis asuransi karena produk yang ditawarkan pada dasarnya adalah perlindungan atas risiko yang belum terjadi.
“Industri asuransi itu unik, yaitu menjual sesuatu yang tidak terlihat hari ini, untuk sesuatu yang belum terjadi, kepada orang yang tidak ingin itu terjadi. Orang membayar premi, dan di situlah keunikan industri asuransi jiwa,” ujar Soemarjono dalam acara Kompas.com Talks di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Soemarjono menekankan bahwa baik IFG Life maupun perusahaan asuransi lainnya perlu terus menjaga tata kelola yang baik dalam menjalankan bisnis. Menurutnya, ketika kepercayaan masyarakat terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh satu perusahaan, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi terhadap industri secara keseluruhan.
Ia menambahkan, meningkatnya kepercayaan publik terhadap IFG Life dan industri asuransi secara umum akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Dengan industri asuransi yang sehat, masyarakat dapat memperoleh perlindungan yang optimal ketika menghadapi berbagai risiko kehidupan.
“Jaga perusahaan agar tetap sehat dan kelola secara profesional, efektif, dan efisien,” ujarnya.
Soemarjono juga menegaskan bahwa OJK akan terus mendorong penguatan tata kelola perusahaan di sektor asuransi. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan regulator bukan untuk memperlemah industri, melainkan untuk memastikan perusahaan dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
“OJK akan terus meminta inovasi produk. Kami ingin industri ini tumbuh. Pengawasan yang kami lakukan bukan untuk memperlemah, tetapi untuk memperkuat demi pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Soemarjono.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Keuangan Merangkap Plt. Direktur Utama IFG Life, Ryan Diastana Firman, menyampaikan bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi utama dalam industri asuransi. Karena itu, IFG Life terus menempatkan tata kelola, transparansi, serta pemenuhan kewajiban kepada nasabah sebagai prioritas utama dalam menjalankan bisnis.
“Bagi kami, kepercayaan tidak dibangun melalui komunikasi semata, tetapi melalui konsistensi dalam memenuhi janji perlindungan kepada nasabah. Karena itu, IFG Life terus berfokus pada penguatan tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko yang prudent, serta kepastian layanan dan pembayaran klaim yang tepat waktu sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada pemegang polis,” ujar Ryan.
Ryan menambahkan, keberlanjutan bisnis asuransi sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan perlindungan nasabah. Menurutnya, kinerja bisnis yang sehat harus berjalan seiring dengan komitmen jangka panjang untuk menjaga amanah masyarakat.
“Kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan hanya dapat dicapai ketika perusahaan mampu menjaga kepercayaan nasabah secara konsisten. Oleh karena itu, IFG Life akan terus menghadirkan layanan perlindungan yang relevan, transparan, dan dapat diandalkan di setiap tahap kehidupan,” tutup Ryan.