Solar Naik, Suku Cadang Melonjak, Pengusaha Truk Mulai Kewalahan

Solar Naik, Suku Cadang Melonjak, Pengusaha Truk Mulai Kewalahan

JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengakui semakin tingginya harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya diesel, turut berdampak terhadap lonjakan biaya operasional logistik kendaraan.

Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan mengatakan,tekanan biaya tersebut menyasar kepada lonjakan harga suku cadang, oli, hingga ban, yang juga terdampak perang Timur Tengah hingga mencapai kisaran 20-50%.

“Kenaikan harga BBM memang berdampak terhadap biaya spare part, oli, dan ban yang selama ini berkontribusi 15% dari operasional,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Hanya saja, Gemilang mengatakan kenaikan beban biaya tersebut tidak dibarengi dengan lonjakan biaya BBM khusus untuk operasional kendaraan yang selama ini masih menggunakan BBM bersubsidi seperti solar.

Sebagai catatan, sejak perang memanas, harga BBM nonsubsidi di Indonesia memang tercatat mengalami kenaikan signifikan, khususnya diesel.

Kenaikan pertama kali terjadi pada April lalu. Untuk SPBU Pertamina, harga Dexlite dipatok menjadi Rp23.600/liter, naik Rp9.400 dibandingkan dengan harga sebelumnya Rp14.200/liter. Sementara, Pertamina Dex dipatok Rp23.900 per liter, naik Rp9.400 dibandingkan dengan harga sebelumnya Rp14.500 per liter.

Per 1 Mei ini, harga BBM diesel milik SPBU BP, BP Ultimate Diesel kini dibanderol Rp25.560/liter, mengalami kenaikan sebesar Rp10.940 dibandingkan bulan sebelumnya yang masih seharga Rp14.620/liter.

Selain itu, Vivo juga mengumumkan kenaikan harga pada BB dieselnya, Diesel Primus yang kini dibanderol Rp30.890/liter atau naik Rp16.280 dari harga per 1 April 2026 sebesar Rp14.610/liter.