Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Anak

Hankook menyalurkan 8 ekor sapi dengan total berat 3,3 ton, serta 6 ekor kambing dengan total berat 245 kilogram

DEPOKPOS – Pola asuh orang tua salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Pola asuh ini mencakup berbagai aspek seperti perkembangan fisik, emosional, sosial, dan intelektual anak. Setiap pola asuh memiliki karakteristik tersendiri yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku anak hingga mereka dewasa. Apakah pola asuh orang tua di era sekarang sudah lebih baik?

Pola asuh orang tua modern telah berubah dengan adopsi pendekatan yang lebih demokratis dan komunikatif, berbeda dari pendekatan generasi sebelumnya. Orang tua sekarang lebih memperhatikan kebutuhan individu anak, termasuk kesehatan mental, dan mengutamakan komunikasi terbuka. Transformasi ini bertujuan menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung perkembangan anak, memanfaatkan pengetahuan dan sumber daya modern untuk hubungan yang lebih seimbang dan pengertian bersama antara orang tua dan anak.

Menurut Lili Garliah dkk Tahun 2005, Pola asuh adalah cara orangtua berinteraksi dengan anak secara penuh, meliputi proses pemeliharaan, perlindungan dan pengajaran serta pendidikan bagi anak. Pola asuh juga merupakan bentuk kepemimpinan orangtua terhadap anak. Hal ini berhubungan dengan bagaimana orangtua memberikan pengaruh yang kuat kepada anaknya.

BACA JUGA:  Tantangan dan Implikasi Ruang Digital

Muallifah menyatakan bahwa pola asuh adalah bagaimana orangtua mengontrol, membimbing, dan mendampingi anak-anaknya untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka menuju proses pendewasaan (Muallifah, Psycho Islamic Smart Parenting, (Yogyakarta: Diva Press, 2009).

Nurharyati (dalam Tutik, 2020:501) menerangkan bahwa pola asuh ialah bentuk
hubungan antara orang tua dengan anak, dengan membimbing nilai atau norma dengan memberikan kasih sayang serta perhatian sehingga sikap atau perilaku anak menjadi panutan bagi anak.

Menurut beberapa ahli, seperti Singgih D. Gunarsa dan Sam Vaknin, pola asuh melibatkan interaksi antara orang tua dan anak yang bertujuan untuk mengubah perilaku, pengetahuan, dan nilai-nilai anak agar mereka tumbuh menjadi individu yang mandiri, sehat, dan berorientasi sukses.

Perkembangan emosional anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang diterapkan oleh orang tua. Pola asuh yang baik dan tepat dapat membantu anak mengembangkan kepribadian yang sehat dan stabil, sementara pola asuh yang buruk dapat membuat anak rentan terhadap stres dan perilaku negatif.

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang mendukung dan penuh kasih sayang cenderung memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan mampu mengatasi berbagai masalah dengan baik. Sebaliknya, anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang otoriter atau permisif berlebihan mungkin mengalami kesulitan dalam mengelola emosi mereka dan berinteraksi dengan orang lain.

BACA JUGA:  Konsep Kebahagiaan dalam Tasawuf: Tinjauan Literatur Psikologis

Berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa, pola asuh merupakan cara orang tua berinteraksi dengan anak yang mencakup pemeliharaan, perlindungan, pengajaran, pendidikan, serta kepemimpinan yang bertujuan mempengaruhi perkembangan anak secara menyeluruh. Hal ini melibatkan kontrol, bimbingan, dan pendampingan untuk mendukung anak dalam mencapai tugas-tugas perkembangan menuju kedewasaan. Interaksi ini dilakukan dengan kasih sayang dan perhatian, sehingga perilaku dan sikap anak terbentuk sesuai dengan nilai dan norma yang diberikan oleh orang tua, membantu mereka tumbuh menjadi individu mandiri, sehat, dan berorientasi sukses.

Chyntia Naurah, Universitas Pamulang

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di Majalah Ekonomi? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818