Lion Air Siapkan 9 Penerbangan Umroh Per Pekan

Lion Air Siapkan 9 Penerbangan Umroh Per Pekan

MAJALAH EKONOMI – Lion Group menyiapkan peningkatan layanan penerbangan umrah menjadi sembilan kali per pekan seiring tingginya permintaan masyarakat terhadap perjalanan ibadah pascamusim haji tahun ini.

“Kami optimistis permintaan untuk perjalanan umrah selalu meningkat. Yang sebelumnya kami frekuensinya enam kali seminggu, sekarang kami mempersiapkan sembilan kali seminggu,” kata Corporate Communications Strategic Lion Group Danang Mandala Prihantoro dalam Press Conference BookCabin Travel Fair di Jakarta, Selasa.

Kebijakan tersebut disampaikan bertepatan dengan penyelenggaraan BookCabin Travel Fair yang menjadi sarana perusahaan menawarkan kemudahan perjalanan bagi masyarakat melalui jaringan penerbangan yang semakin luas.

Dia mengatakan permintaan perjalanan udara secara umum masih menunjukkan tren positif meski industri memasuki periode rendah penumpang atau low season.

Menurut dia kebutuhan perjalanan untuk wisata, libur sekolah, kepentingan bisnis, hingga perjalanan ibadah tetap menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat menggunakan transportasi udara.

Karena itu, Lion Group melalui BookCabin menghadirkan berbagai solusi perjalanan agar masyarakat tetap dapat bepergian dengan biaya yang sesuai kebutuhan dan anggaran masing-masing.

Khusus pada segmen perjalanan ibadah, Danang menilai prospek umrah masih sangat menjanjikan karena didorong kebutuhan masyarakat yang relatif stabil dan terus bertumbuh setiap tahun.

Optimisme tersebut juga diperkuat oleh tingginya permintaan dari mitra biro perjalanan dan agen tur yang secara aktif menyiapkan berbagai paket umrah pascapenyelenggaraan ibadah haji.

Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, Lion Air saat ini mengoperasikan rata-rata sembilan penerbangan menuju Jeddah setiap pekan atau meningkat dibandingkan frekuensi sebelumnya yang hanya enam kali seminggu.

Peningkatan frekuensi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap pertumbuhan pasar sekaligus memperluas akses masyarakat dari berbagai daerah menuju Arab Saudi melalui jaringan penerbangan maskapai itu.

Danang menjelaskan konsep layanan yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada penumpang asal Jakarta, tetapi juga menghubungkan kota-kota lain dengan penerbangan menuju Jeddah melalui Jakarta.

Dia menjelaskan masyarakat dari berbagai daerah seperti Pangkalan Bun dapat menggunakan penerbangan Batik Air menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan Lion Air menuju Jeddah secara terhubung.

Skema konektivitas serupa juga tersedia bagi calon jamaah dari berbagai daerah lain seperti Pontianak, Ketapang, Palangkaraya, Solo, Semarang, Yogyakarta, Lampung, hingga Bengkulu.

Menurut Danang, strategi tersebut memungkinkan pasar umrah yang dilayani Lion Group menjadi lebih luas karena tidak hanya bergantung pada permintaan dari Jakarta semata.

Dalam operasionalnya, Lion Air mengandalkan armada Airbus A330-300 dan Airbus A330-900 Neo yang memiliki kapasitas hingga 433 kursi dalam satu penerbangan.

Dengan kapasitas tersebut, sembilan penerbangan setiap pekan mampu menyediakan ribuan kursi bagi masyarakat yang ingin melaksanakan perjalanan ibadah menuju Tanah Suci.

Lion Group juga terus berkoordinasi dengan mitra biro perjalanan untuk menyesuaikan kebutuhan paket umrah, mulai dari program sembilan hari, 12 hari, hingga 13 hari sesuai permintaan jamaah.

“Lion Air dan Lion Group serta BookCabin optimistis permintaan pasar khusus umrah, kepentingan ibadah itu akan terus tumbuh dan meningkat,” kata Danang.

Adapun BookCabin Travel Fair 2026 menawarkan aneka layanan perjalanan di satu tempat, mulai dari paket perjalanan, tiket penerbangan, sampai layanan akomodasi. Pameran perjalanan ini dilaksanakan di empat kota, yakni Makassar (29–31 Mei), Jakarta (5–7 Juni), Surabaya (12–14 Juni), dan Medan (19–21 Juni).