Dunia  

Paus Leo: Saya Tak Takut Pemerintahan Trump

DEPOKPOS – Pemimpin tertinggi umat Katolik, Paus Leo XIV, menegaskan dirinya tidak takut baik kepada Presiden Donald Trump maupun pemerintahannya dan akan terus menyerukan perdamaian.

Penegasan Paus Leo keluar setelah Presiden Amerika Trump sewot seusai dikritik soal perang ke Iran.

Berbicara di dalam pesawat menuju Aljazair dan memulai kunjungannya ke negara Afrika Senin (13/4), Paus Leo XIV menuturkan dia hanya menyuarakan pesan Yesus Kristus dan injil kepada umat Katolik.

“Saya tidak takut terhadap pemerintahan Trump, ataupun untuk menyuarakan pesan Injil dengan lantang, itulah yang saya yakini menjadi tugas saya,” ujar pemimpin umat Katolik itu seperti dikutip New York Times.

Saat ditanya langsung mengenai kritikan pedas Trump terhadapnya di Truth Social, Paus Leo menjawab singkat: “Ironis, bahkan dari nama platformnya saja. Tidak perlu saya tambahkan lagi.”

Di dalam pesawat kepausan, Leo mengatakan ia “tidak berniat berdebat” dengan Trump, seraya menegaskan bahwa dirinya “bukan seorang politisi”.

Di awal-awal perang AS-Iran pecah, Paus Leo XIV juga sempat menyampaikan homili atau khotbah Minggu Palma di Vatikan bahwa Yesus tidak mendengarkan doa-doa orang yang sedang berperang.

Pemimpin tertinggi umat Katolik itu menyebut Yesus tidak dapat digunakan untuk membenarkan perang apa pun.

“Inilah tuhan kita, Yesus Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang,” kata paus pertama asal Amerika Serikat kepada umat Katolik di St. Peter’s Square, Vatikan, Minggu (29/3) dikutip Reuters.

Pada Sabtu (11/4), Paus Leo XIV secara terbuka mendesak para pemimpin dunia untuk mengakhiri kekerasan dan menyerukan perdamaian di tengah serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu ke Iran memicu perang di Timur Tengah hingga hari ini.

Melalui kicauannya di Truth Social, Trump mengunggah pernyataan membalas pesan-pesan Paus Leo XIV kepada umatnya yang seolah menyindirnya soal perang AS terhadap Iran.

Trump mengaku bukan penggemar berat Paus Leo XIV dan bahkan menilai sang paus sebagai orang yang lemah serta “bermain-main” dengan negara yang memiliki senjata nuklir.