DEPOKPOS – Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) melaksanakan program Kuliah Kerja Sosial (KKS) di Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pada 14 Januari hingga 16 Februari 2026. Program ini mengusung tema “Pengembangan Desa Ciburayut melalui Optimalisasi Sektor Pendidikan dan Perbankan Syariah.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berupaya memberikan kontribusi nyata sesuai bidang keilmuannya.
Fokus Penguatan Pendidikan dan Literasi Syariah
Berdasarkan hasil observasi awal, Desa Ciburayut memiliki potensi sosial dan keagamaan yang kuat, namun masih menghadapi tantangan pada sektor pendidikan dan literasi keuangan syariah. Oleh karena itu, mahasiswa KKS Kelompok 6 merancang berbagai program edukatif.
Kegiatan pendidikan difokuskan pada proses belajar mengajar di SDN Selaawi 01 dan TPQ setempat. Mahasiswa mengajar berbagai mata pelajaran seperti Matematika, IPAS, PPKN, Bahasa Indonesia, hingga Pendidikan Agama. Selain itu, diselenggarakan pula kelas mufrodat (Bahasa Arab) untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab siswa.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga mengadakan perlombaan Islami dalam rangka memperingati Isra Mi’raj serta turut berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan desa seperti peringatan Nisfu Sya’ban.
Talkshow Perbankan Syariah dan Pemberdayaan Ekonomi
Sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, mahasiswa menyelenggarakan talkshow perbankan syariah pada 5 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai sistem keuangan berbasis syariah, prinsip bagi hasil, serta peluang
pembiayaan bagi pelaku usaha mikro.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi. Program ini diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi keuangan syariah sekaligus membuka akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip Islam.
Inovasi Lingkungan: Rocket Stove Minim Asap
Selain bidang pendidikan dan ekonomi, mahasiswa juga menghadirkan inovasi teknologi sederhana berupa pembuatan alat pembakaran sampah minim asap (Rocket Stove). Proses pembuatan dilakukan pada 9–11 Februari 2026 dan diresmikan pada 14 Februari 2026.
Rocket Stove ini dirancang untuk membantu masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus mengurangi asap pembakaran. Program ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan dan kesadaran lingkungan di desa.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan secara terstruktur, mulai dari pembukaan pada 15 Januari 2026 hingga penutupan pada 16 Februari 2026. Program ini mendapat dukungan penuh dari perangkat desa, pihak sekolah, dan masyarakat setempat.
Kegiatan KKS ini dinilai berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa, memperkuat literasi keuangan syariah, serta menumbuhkan kesadaran akan kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program.
Mahasiswa berharap program-program yang telah dirintis, seperti kelas tambahan, pembelajaran bahasa Arab, dan pemanfaatan Rocket Stove, dapat terus dilanjutkan oleh pihak desa dan sekolah. Selain itu, pelaksanaan KKS di masa mendatang diharapkan dapat menjangkau aspek kebutuhan masyarakat yang lebih luas melalui perencanaan yang semakin matang.
Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan edukatif-partisipatif, program KKS UHAMKA di Desa Ciburayut menjadi lentera pengabdian yang membawa harapan bagi pembangunan desa yang lebih maju, religius, dan berdaya saing.