Indeks

Khotbah Idul Adha di Labuan Bajo, UBN Tekankan Pentingnya Dialog Iman Orang Tua dan Anak

Khotbah Idul Adha di Labuan Bajo, UBN Tekankan Pentingnya Dialog Iman Orang Tua dan Anak

LABUAN BAJO – Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengingatkan pentingnya peran seorang ayah sebagai nakhoda spiritual yang mengarahkan keluarga menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan khotbah Idul Adha 10 Zulhijah 1447 Hijriah di hadapan ribuan jamaah di Waterfront Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (27/5/2026).

Dalam khotbah bertajuk “Komunikasi Iman Anak dan Orang Tua”, UBN membedah nilai-nilai luhur dan hikmah yang terkandung dalam Alquran Surah As-Saffat ayat 100 hingga 111. Ayat-ayat tersebut mengisahkan keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam membangun komunikasi berbasis keimanan.

UBN menegaskan, komunikasi antara orang tua dan anak tidak cukup hanya dibangun dengan perintah dan larangan, melainkan harus disertai penjelasan yang menyentuh hati dan menanamkan keimanan.

“Berbicara dari hati ke hati tentang shalat anaknya, tentang akhlak anaknya, dan cinta anaknya kepada Allah. Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa ayah harus menjadi guru iman bagi anaknya, ibu menjadi madrasah hati bagi anaknya, dan rumah menjadi tempat pertama anak mendengar nama Allah dengan cinta,” tutur Pimpinan Perkumpulan AQL itu.

UBN kemudian menyoroti dialog Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail saat menerima perintah Allah untuk menyembelih putranya.

“Ibrahim berkata, ‘Fanzhur maza tara,’ maka pikirkanlah wahai anakku, apa pendapatmu? Padahal beliau seorang nabi dan perintah itu datang dari Allah, tetapi beliau tetap mengajak anaknya berdialog,” kata UBN.

Menurut dia, Nabi Ibrahim tidak memaksa dengan kasar, tidak mematikan akal maupun menghancurkan perasaan anaknya, melainkan mengajak Ismail masuk ke dalam ketaatan dengan kesadaran dan cinta kepada Allah.

“Inilah pelajaran besar untuk orang tua. Anak yang taat karena takut dimarahi belum tentu kuat ketika jauh dari orang tuanya. Tetapi anak yang taat karena paham, karena cinta, dan karena iman, akan tetap kuat walaupun orang tuanya tidak melihatnya,” ujarnya.

UBN juga mengingatkan para orang tua agar membesarkan anak dengan penjelasan, bukan sekadar larangan.

“Jangan hanya berkata ‘tidak boleh’, tetapi jelaskan, ‘Nak, Allah tidak suka ini.’ Jangan hanya berkata ‘harus shalat’, tapi jelaskan bahwa shalat adalah cara kita pulang kepada Allah,” kata Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu.

Di hadapan lebih dari 6.000 jamaah yang memadati lokasi, UBN turut mengulas jawaban Nabi Ismail kepada ayahnya. “Qala ya abatif‘al ma tu’mar, satajiduni insya Allahu minas shabirin. Ismail menjawab, ‘Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’,” ucapnya.

UBN menilai jawaban itu menunjukkan adab seorang anak kepada orang tua. Menurutnya, Nabi Ismail memahami bahwa ayahnya tidak sedang mengikuti hawa nafsu, melainkan menjalankan perintah Allah.

“Ismail tidak berkata, ‘Lakukan apa yang ayah mau,’ tetapi ‘Lakukan apa yang diperintahkan Allah kepadamu.’ Artinya, Ismail tahu ayahnya sedang taat kepada Allah,” ujarnya.

Ia pun berpesan kepada para orang tua agar menjadi sosok yang menghadirkan nilai-nilai ilahiah dalam setiap nasihat dan keputusan kepada anak-anaknya.

“Maka wahai para ayah, jadilah ayah yang ketika memberi perintah, anak merasakan bahwa itu bukan ego ayah, tetapi amanah Allah. Wahai para ibu, jadilah ibu yang ketika memberi nasihat, anak merasakan itu bukan ledakan emosi, tetapi kasih sayang karena Allah,” katanya.

Kepada para generasi muda, khususnya di Labuan Bajo dan Manggarai Barat, UBN mengingatkan pentingnya menghormati orang tua serta menjaga akhlak kepada keluarga.

“Jangan malu menjadi anak yang shalih, jangan malu mencium tangan ayah dan ibu, jangan malu meminta maaf, jangan malu berkata, ‘Mama, Bapak, doakan saya,’” tutur ulama alumnus Universitas Islam Madinah, Arab Saudi itu.

Pelaksanaan salat Id yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 08.00 WITA berjalan khidmat dan lancar. Antusiasme jamaah untuk mendengarkan khotbah UBN terlihat sangat tinggi. Jika biasanya sebagian jamaah mulai berangsur pulang saat khotbah kedua, kali ini mereka memilih bertahan di lokasi hingga seluruh rangkaian acara selesai.

Agenda syiar di salah satu kawasan wisata premium Indonesia itu diselenggarakan atas kerja sama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Labuan Bajo dengan dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai lembaga masyarakat setempat.

Rangkaian perayaan Iduladha di wilayah Manggarai Barat kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan 100 ekor sapi kurban. Program tebar kurban yang menyasar masyarakat di wilayah daratan hingga kepulauan itu merupakan hasil kolaborasi internasional antara AQL Qurban Care dan Hayrat Yardim Turkiye.*

Exit mobile version