ISRAEL – Militer Israel membenarkan keaslian foto yang menunjukkan seorang tentaranya di Lebanon selatan menghancurkan patung Yesus dengan palu godam.
Kejadian tersebut berlangsung saat tentara Israel terus mencaplok sejumlah titik di Lebanon Selatan.
IDF memastikan akan mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Semula, IDF tak langsung mengonfirmasi insiden tersebut. Juru bicara IDF Nadav Shoshani mengatakan pihaknya sedang memeriksa keasilian foto tersebut.
“Jika benar ini adalah foto asli dan baru diambil, tindakan tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai Israel Defense Forces maupun perilaku yang diharapkan dari prajurit IDF. Insiden ini akan diselidiki secara menyeluruh dan mendalam, dan jika diperlukan, langkah-langkah akan diambil sesuai hasil penyelidikan,” ujarnya dikutip AFP, Minggu (19/4).
Foto itu tampaknya menunjukkan seorang tentara Israel menggunakan palu godam menghantam kepala patung Yesus yang disalibkan. Tentara Israel itu menghancurkan patung Yesus tersebut setelah jatuh dari salib.
Laporan media Arab menyebut patung itu berada di desa Kristen Debl di Lebanon selatan, dekat perbatasan dengan Israel
Pemerintah kota Debl mengatakan kepada AFP bahwa patung tersebut memang berada di desa itu, namun belum dapat memastikan apakah benar mengalami kerusakan.
Setelah peninjauan awal terhadap foto tersebut, militer Israel menyatakan bahwa “telah dipastikan foto itu memperlihatkan seorang prajurit IDF yang sedang bertugas di Lebanon selatan.”
“IDF memandang insiden ini dengan sangat serius dan menegaskan bahwa perilaku prajurit tersebut sama sekali tidak sejalan dengan nilai-nilai yang diharapkan dari anggota pasukan,” kata militer Israel seperti dikutip Times of Israel.
Insiden itu kini diselidiki oleh Komando Utara dan sedang ditangani “melalui jalur komando”, tambah IDF. Militer Israel menyatakan bahwa “langkah-langkah yang sesuai akan diambil terhadap mereka yang terlibat berdasarkan hasil penyelidikan.”
Komando Utara juga akan membantu komunitas Kristen setempat untuk mengembalikan patung tersebut ke tempat semula, menurut pernyataan militer Israel.
