JAKARTA – UPZDK Permata Bank Syariah mempertegas komitmennya dalam memberdayakan masyarakat pelosok Indonesia dengan menjadi Mitra Utama pendukung program Dakwah Pedalaman inisiasi Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Sinergi ini diwujudkan melalui pemberian beasiswa, pengiriman 132 dai muda, hingga pembangunan infrastruktur dasar di daerah tertinggal.
Langkah konkret tersebut mengemuka dalam acara Pelepasan 132 Dai dan Tasyakur 55 Tahun Dakwah Pedalaman DDII yang digelar di Jakarta, Sabtu (15/8/2026). Ratusan dai ini akan diterjunkan langsung untuk mendampingi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar.
Tim UPZDK Permata Bank Syariah, Hadi Wijaya, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bentuk kepedulian nyata perusahaan terhadap pemerataan literasi dan kesejahteraan masyarakat di titik-titik terluar.
“Kami dari UPZDK Permata Bank Syariah insyaallah akan terus mendukung kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di pedalaman. Kami mendoakan para dai dan daiyah senantiasa istiqamah dan semangat menegakkan agama Allah, serta memberikan literasi keagamaan yang mencerdaskan bangsa,” ujar Hadi. Ia juga turut mendoakan kelancaran program tersebut, “Insyaallah sehat selalu dan berkah untuk kita semua, barakallahu fiikum.”
Kemitraan strategis antara UPZDK Permata Bank Syariah dan Dewan Dakwah terus berkembang secara berkelanjutan. Sepanjang tahun 2024, 2025 , dan insyaallah 2026 kemitraan strategis dengan UPZDK Permata Bank Syariah memberikan keberlangsungan beasiswa bagi para dai dakwah pedalaman dan mendirikan tiga bangunan masjid. Tahun ini, bantuan sosial dakwah diperluas dengan menyalurkan sembilan panel surya dan membangun sembilan sumur air bersih yang tersebar di sembilan titik di seluruh Nusantara.
Ketua Umum Dewan Dakwah, Dr. Adian Husaini, mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap gerakan yang dirintis oleh Mohammad Natsir sejak 1967 ini.
“Dakwah tidak hanya menyampaikan nilai keagamaan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata melalui kepedulian, pelayanan, dan pendampingan masyarakat,” tegas Dr. Adian.
Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Kehadiran para dai di lapangan terbukti berkontribusi signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pada sektor pendidikan (SDG 4), ekosistem pendidikan Dewan Dakwah tercatat telah membebaskan lebih dari 117.979 warga dari buta aksara Al-Qur’an.
Di sektor kesehatan (SDG 3), para dai bertugas sebagai fasilitator program Nur Health Connection, sebuah layanan telemedicine bertenaga surya yang menghubungkan warga pedalaman dengan dokter jaga di Jakarta. Sementara untuk akses sanitasi (SDG 6), kolaborasi bersama LAZNAS Dewan Dakwah telah menelurkan 395 sumur dan 30 fasilitas MCK layak pakai.
Sebagai informasi, 132 dai yang diterjunkan ini merupakan sarjana lulusan STID Mohammad Natsir. Sebelum hidup berdampingan dengan masyarakat pedalaman selama dua tahun ke depan, mereka telah ditempa melalui dua tahun pendidikan asrama dan dua tahun pengabdian aktif di masjid-masjid. Pada momen HUT ke-81 RI, pelepasan dai ini sekaligus menjadi ikhtiar nyata mengisi kemerdekaan lewat pemerataan layanan sosial.






