Dunia  

Warga Gaza Kelaparan, Israel Tolak Bantuan UNRWA

Sekjen PBB menekankan pentingnya bantuan kemanusiaan untuk mengurangi penderitaan warga di wilayah tersebut

Sekjen PBB menekankan pentingnya bantuan kemanusiaan untuk mengurangi penderitaan warga di wilayah tersebut

GAZA, PALESTINA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyesalkan keputusan Israel yang menghalangi Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memberikan bantuan penting ke Gaza, kata wakil juru bicara PBB Farhan Haq, Senin.

“Sekretaris Jenderal (Guterres) menyesalkan keputusan Israel yang menolak pengiriman bantuan penting dari UNRWA ke utara Gaza, di mana tujuh dari setiap 10 orang berada di ambang kelaparan,” kata Haq dalam sebuah konferensi pers.

Sembari menyerukan agar keputusan Israel itu segera dibatalkan, Guterres menekankan pentingnya bantuan kemanusiaan untuk mengurangi penderitaan warga di wilayah tersebut.

“Sekretaris Jenderal menggarisbawahi bahwa UNRWA ada dan akan tetap menjadi pusat pengiriman bantuan di Gaza, menyediakan makanan, tempat tinggal dan perlindungan bagi orang-orang yang membutuhkan,” kata Haq.

Haq lebih lanjut mengatakan bahwa Guterres menegaskan kembali kewajiban Israel untuk mengizinkan dan memfasilitasi “aliran bantuan kemanusiaan yang cepat dan tanpa hambatan ke dalam dan melintasi Gaza.”

BACA JUGA:  Update Korban Perang Palestina-Israel

Israel pada akhir pekan telah memberi tahu Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini bahwa pihaknya tidak lagi menyetujui masuknya konvoi bantuan makanan UNRWA ke wilayah utara.

“Ini keterlaluan dan disengaja untuk menghalangi bantuan penting selama bencana kelaparan yang disebabkan ulah manusia,” kata Lazzarini menyampaikan peringatan melalui platform media sosial X.

Israel menuduh 12 dari 30 ribu pegawai UNRWA terlibat dalam serangan lintas batas pada 7 Oktober 2023 yang dilakukan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

Beberapa negara Barat, termasuk Amerika Serikat, menangguhkan pendanaan mereka ke badan pengungsi PBB tersebut sembari menunggu penyelidikan atas tuduhan Israel tersebut.

Namun, Uni Eropa, Kanada dan Swedia kemudian mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan pendanaan untuk UNRWA karena Israel belum menunjukkan bukti apapun secara terbuka untuk mendukung tuduhan tersebut.

UNRWA dibentuk oleh Majelis Umum PBB lebih dari 70 tahun lalu untuk membantu warga Palestina yang terpaksa mengungsi dari tanah mereka.

Badan tersebut memberikan bantuan penting bagi jutaan pengungsi Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon, Suriah, dan wilayah lain di mana sejumlah besar warga Palestina yang terdaftar tinggal.

BACA JUGA:  Joe Biden Dikepung Puluhan Ribu Demonstran Pro Palestina

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Jerman Steffen Hebestreit memperingatkan Israel untuk tidak melakukan serangan militer darat di Rafah, Gaza selatan, namun tidak seperti Amerika Serikat, dia mengesampingkan kemungkinan konsekuensi politik bagi Tel Aviv jika mereka memutuskan untuk menyerbu kota tersebut.

Sumber: Anadolu

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di Majalah Ekonomi? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818