Tren Sukuk Sebagai Pilar Ekonomi Syariah

Implikasi Terhadap Stabilitas Makroekonomi Syariah

Sukuk, atau obligasi syariah, telah menjadi salah satu instrumen keuangan utama yang mengalami tren pertumbuhan pesat dalam ekonomi syariah global

DEPOKPOS – Dalam beberapa tahun terakhir, sukuk telah memainkan peran utama dalam menyokong pertumbuhan ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

Dengan adanya pertumbuhan sukuk yang signifikan dalam ekonomi syariah global mencerminkan bahwa terjadi peningkatan minat oleh investor global terhadap investasi syariah serta berhasil menarik perhatian para pengamat pasar keuangan.

Artikel ini akan mengeksplorasi tren sukuk sebagai pilar ekonomi syariah dan implikasinya terhadap stabilitas makroekonomi syariah.

Pertumbuhan Fenomenal Sukuk: Tren yang meningkat

Data dari Islamic Financial Services Board (IFSB) menunjukkan bahwa nilai total sukuk yang diterbitkan telah mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2023 saja, total nilai sukuk yang diterbitkan mencapai lebih dari $200 miliar, menandai terjadinya pertumbuhan yang fenomenal dalam instrumen keuangan ini.

Malaysia dan Uni Emirat Arab masing-masing menyumbang lebih dari 60% dari total nilai sukuk yang diterbitkan.

Selain itu, terdapat juga peningkatan signifikan dalam penerbitan sukuk di negara-negara lain seperti Indonesia, Pakistan, dan Turki.

Peran Sukuk dalam Perekonomian Syariah

Sukuk tidak hanya menjadi instrumen investasi, tetapi juga pilar ekonomi syariah yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pertumbuhan pasar sukuk telah membawa dampak positif dalam meningkatkan akses keuangan, memobilisasi investasi, dan mendukung pembangunan infrastruktur di negara-negara dengan prinsip syariah.

Menurut Islamic Financial Services Board (IFSB), sukuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan di negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Dengan memberikan akses kepada pemerintah dan perusahaan untuk mendapatkan modal, sukuk membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah secara keseluruhan.

Implikasi Terhadap Stabilitas Makroekonomi Syariah

Perkembangan sukuk memiliki dampak yang signifikan terhadap stabilitas makroekonomi syariah.

Dengan memberikan akses yang lebih luas kepada sumber pembiayaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, sukuk membantu mengurangi ketergantungan pada sektor perbankan konvensional, yang cenderung rentan terhadap krisis keuangan global.

Selain itu, diversifikasi sumber pembiayaan melalui sukuk juga dapat memperkuat ketahanan sistem keuangan syariah terhadap guncangan eksternal dan memitigasi risiko sistemik yang mungkin timbul.

Di sisi lain, sukuk juga memainkan peran penting dalam meningkatkan inklusi keuangan di negara-negara dengan populasi yang mayoritas Muslim.

Dengan menyediakan alternatif investasi yang sesuai dengan prinsip syariah, sukuk membuka pintu bagi individu dan entitas bisnis yang sebelumnya tidak terlayani oleh pasar keuangan konvensional.

Hal ini membantu memperkuat fondasi ekonomi syariah secara keseluruhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Data yang Mendukung Pertumbuhan Sukuk

Menurut laporan terbaru dari Refinitiv Islamic Finance, total nilai sukuk yang diterbitkan pada tahun 2023 meningkat sebesar 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Malaysia dan Uni Emirat Arab masing-masing menyumbang lebih dari 60% dari total nilai sukuk yang diterbitkan.

Selain itu, terdapat juga peningkatan signifikan dalam penerbitan sukuk di negara-negara lain seperti Indonesia, Pakistan, dan Turki.

Tren sukuk sebagai pilar ekonomi syariah memiliki implikasi yang signifikan terhadap stabilitas makroekonomi syariah secara keseluruhan.

Dengan pertumbuhan yang terus meningkat, sukuk telah membuktikan diri sebagai instrumen keuangan yang efektif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

Sebagai bagian integral dari sistem keuangan syariah global, sukuk terus menjadi fokus utama bagi para pelaku pasar dan pembuat kebijakan dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi syariah yang inklusif dan stabil.

Artikel ini dikirim oleh: ningtyasnindy@apps.ipb.ac.id