Terjebak di Lingkungan Kerja Toxic, Apa yang harus di lakukan?

Tidak semua orang bisa memutuskan untuk resign atau pindah ke tempat kerja yang lain ketika tahu jika lingkungan tempat ia bekerja adalah lingkungan toxic

Terjebak di Lingkungan Kerja Toxic, Apa yang harus di lakukan?

MAJALAH EKONOMI – Tidak semua hal di tempat kerja menyenangkan. Sebenarnya, sejumlah persoalan dan drama menghantui karyawan sehari-hari.

Masuk akal jika hal ini akan melelahkan tubuh, hati, dan kecerdasan. Contohnya beragam; hal ini termasuk penindasan di tempat kerja, rekan kerja dan pemberi kerja yang toxic, dan senioritas.

Dampaknya, kesehatan mental para staf pasti akan terganggu. Situasi yang membahayakan dan merugikan kesehatan mental seseorang biasa disebut sebagai “lingkungan Toxic”.

Dampaknya terhadap bisnis atau organisasi akan negatif jika hal ini terjadi di lingkungan perkantoran. Memang benar, kegagalan untuk segera mengatasi hal ini akan mengakibatkan kebangkrutan dan kehancuran perusahaan.

Tentu saja setiap karyawan ingin bekerja di tempat kerja yang suportif, nyaman, dan sehat. Meski begitu, tidak semua tempat kerja bisa seperti itu.

Oleh karena itu, untuk mengatasi lingkungan kerja yang berbahaya, kita perlu memahami karakteristiknya.

Diantaranya adalah tidak adanya bantuan dari rekan kerja. Meski begitu, salah satu hal yang bisa membantu kita bertahan adalah dukungan dari rekan kerja.

BACA JUGA:  Dampak Buruk Bermain Judi Online: Bahaya yang Perlu Diperhatikan

Selain itu, tidak akan pernah terlihat jelas apa yang dimaksud dengan “budaya perusahaan” di tempat kerja yang toxic. Selain itu, mereka jarang berkomunikasi dan cita-cita serta gagasan mereka tidak jelas.

Stres dan kesulitan tidur adalah dua masalah kesehatan fisik yang mungkin dialami karyawan di lingkungan kerja yang toxic. Kondisi mental seseorang, misalnya depresi, juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang kurang mendukung.

Tidak semua orang bisa memutuskan untuk resign atau pindah ke tempat kerja yang lain ketika tahu jika lingkungan tempat ia bekerja adalah lingkungan toxic. Jika kamu salah satunya, yaitu orang yang memilih bertahan di lingkungan kerja yang toxic kamu bisa melakukan hal-hal berikut ini untuk tetap bertahan.

Meskipun sulit, setidaknya kamu bisa menjaga kesehatan mentalmu dan bertahan untuk bisa tetap bekerja.

Berusaha untuk menunjukkan kemampuanmu dengan maksimal 

Hal pertama adalah kamu harus berusaha semaksimal mungkin untuk menunjukkan kemampuan terbaikmu dalam hal pekerjaan. Jika kita maksimal dalam mengerjakan suatu pekerjaan, maka kamu bisa mencintai pekerjaan yang kamu lakukan. Hal ini bisa membuat kamu melupakan lingkungan kerjamu yang toxic.

BACA JUGA:  Pengaruh Gadget bagi Anak Usia Dini

Karena kamu bekerja untuk mencari nafkah. Jadi abaikan saja lingkungan kerja yang menurutmu toxic, fokus saja pada pekerjaan yang kamu kerjakan.

Menyibukan diri dengan mengembangkan skill

Daripada kamu memikirkan rekan kerja yang toxic, mending waktumu itu kamu gunakan untuk mengembangkan skill yang dibutuhkan.Seperti  yang kita tahu  perkembangan teknologi telah berkembang begitu cepat, tentu banyak skill baru yang bisa kamu pelajari dan kamu kembangkan. Hal tersebut tentu untuk mendukung pekerjaanmu di tempat kerja.

Menyibukkan diri dengan hal-hal positif akan memberikan efek positif juga bagi tubuh dan mentalmu. Karena untuk menghadapi lingkungan yang toxic, itu membutuhkan energi ekstra. Untuk itu kamu perlu melakukan hal-hal yang positif agar kesehatan mentalmu tetap terjaga.

Dapatkan diri Anda termotivasi

Kamu dapat menyemangati diri sendiri dengan berbagai cara untuk menjauhkan diri dari lingkungan kerja yang toxic, seperti dengan menonton film inspiratif atau menulis catatan kecil yang berisi kata-kata penyemangat. Lakukan apa pun yang diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup kamu di lingkungan yang tidak bersahabat.

BACA JUGA:  Pengaruh Pajak atas Penghasilan Pribadi Terhadap Perilaku Wajib Pajak

Istirahat

Luangkan waktu untuk melarikan diri dari tempat kerja yang tidak bersahabat dan pekerjaan kamu. Beristirahat sejenak mungkin membantu otak kamu meremajakan sehingga berfungsi sebaik mungkin saat kamu kembali. Istirahat sejenak dari pekerjaan cenderung meningkatkan semangat , yang dapat membantu kamu merasa lebih produktif ketika harus melanjutkan tugas rutin.

Restiawati, Mahasiswa Universitas Pamulang

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di Majalah Ekonomi? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818