Tari Topeng Betawi: Tradisi Seni Teater Pertunjukkan Masyarakat Betawi

Tari Topeng Betawi adalah seni pertunjukkan masyarakat Betawi pinggir yang mengandung unsur tari, musik, vokal, sastra dan seni rupa

Oleh : Murodi al-Batawi

Tari Topeng Betawi adalah seni pertunjukkan masyarakat Betawi pinggir yang mengandung unsur tari, musik, vokal, sastra dan seni rupa. Dalam beberapa pertunjukkan Tari Topeng hampir sama dengan pertunjukkan Lenong Betawi.

Kalau pertunjukkan Lenong Betawi, selalu diawali dengan musik gambang kromong diikuti dengan suara penyanyi pemain Lenong. Sementara pertunjukkan Tari Topeng Betawi diawali dengan musik kliningan dan pemain yang menari dengan menggunakan Topeng, ia menari mengikuti irama musik yang dimainkan.

Setelah itu, baru ada pertunjukkan permainan dengan scenario yang dibuat oleh penulis naskah dan dikembangkan lewat improvisasi para pemain Tari Topeng. Cara seperti ini hampir sama dengan pertunjukkan permainan Lenong Betawi.

Tari Topeng: Sejarah dan perkembangannya

Kesenian Tari Topeng Betawi merupakan hasil kreasi para seniman Betawi pinggir, Betawi Ora. Penciptanya adalah Mak Kinong dan Kong Djioen pada tahun 1930-an. Mereka terinspirasi dari kesenian tari Cirebon. Pada awalnya, para penari Topeng tampil berkeliling kampung dan bermain di tengah lapangan disinari oleh lampu minyak tanah.

BACA JUGA:  5 Tradisi Orang Betawi Sebelum Ramadan

Seni tari ini terus mengalami perkembangan setelah diundang oleh orang yang punya hajat, seperti perkawinan dan sunatan. Para penari tidak lagi menari di lapangan tengah malam, tapi sudah menggunakan panggung dan lampu petromax, yang kemudiaan berganti dengan lampu listrik, setelah listrik mulai digunakan oleh masyarakat.

Dalam pertunjukkan Tari Topeng, para penari menggunakan dua topeng, minimal. Topeng warna Putih dan Topeng warna Merah. Topeng warna putih melambangkan kesucian dengan topeng tersenyum atau ajer. Sedang topeng warna merah simbol kegagahan dan keperkasaan. Para penari harus kuat fisik, terutama kaki. Karena kaki dijadikan tumpuan untuk menahan badan dan badan harus gendes, gemulai.

Para penari Topeng dan masyarakat Betawi Pinggir saat itu menganggap bahwa Tari Topeng memiliki kekuatan Magis. Karena itu, sebelum pertunjukkan, mereka melakukan meditasi dengan cara membakar kemenyan dan lain sebagainya. Bahkan banyak juga masyarakat Betawi pinggir beranggapan, Tari Topeng dapat mengusir musibah dan menghalau kejahatan.

Di antara Group Tari Topeng yang cukup terkenal pada masanya adalah Topeng Setyawarga. Mereka mentas dari satu kampung ke kampung lainnya di daerah Betawi. Hanya perkembangan Topeng Betawi tidak sepesat Lenong Betawi. Kalau Lenong Betawi hampir tersebar ke seluruh Jabodetabek, sedang Tari Betawi hanya ada di daerah Cisalak, Cimanggis, Depok dan Bekasi.{Odie}

BACA JUGA:  Mitigasi Korban Bencana Alam di Indonesia

Pamulang, 19 April 2024
Murodi al-Batawi

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di Majalah Ekonomi? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818