<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WHO &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/who/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Aug 2024 06:15:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>WHO &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>WHO Sebut Virus Cacar Monyet Dapat Dihentikan</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/who-sebut-virus-cacar-monyet-dapat-dihentikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 06:15:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Cacar Monyet]]></category>
		<category><![CDATA[Monkeypox Virus]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74214</guid>

					<description><![CDATA[ebih dari 100.000 kasus Mpox yang terkonfirmasi telah dilaporkan kepada WHO sejak wabah global dimulai]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Lebih dari 100.000 kasus Mpox yang terkonfirmasi telah dilaporkan kepada WHO sejak wabah global dimulai</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Sekretaris Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat (23/8) mengatakan bahwa virus cacar monyet atau Monkeypox (Mpox) yang baru dapat dihentikan dan dikendalikan.</p>
<p>&#8220;Wabah Mpox yang baru ini dapat dikendalikan dan dihentikan,&#8221; kata Tedros.</p>
<p>&#8220;Untuk melakukannya diperlukan tindakan bersama antara lembaga internasional dan mitra nasional dan lokal, masyarakat sipil, peneliti dan produsen, serta Anda, negara anggota kami,&#8221; tambahnya dalam sebuah pengarahan kepada anggota WHO, organisasi kesehatan PBB.</p>
<p>Menyatakan bahwa lebih dari 100.000 kasus Mpox yang terkonfirmasi telah dilaporkan kepada WHO sejak wabah global dimulai pada 2022.</p>
<p>Dia juga melaporkan peningkatan kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya di Afrika.</p>
<p>&#8220;Penularan sekarang berpusat di Republik Demokratik Kongo, dengan 90 persen dari kasus yang dilaporkan pada tahun 2024. Telah ada lebih dari 16.000 dugaan kasus, termasuk 575 kematian, pada tahun ini saja,&#8221; katanya.</p>
<p>Tedros telah mengemukakan bagaimana virus itu dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.</p>
<p>Pada bulan lalu, kasus strain virus Clade 1b dilaporkan tidak hanya dari Burundi, Kenya, Rwanda, dan Uganda, yang berbatasan dengan Kongo, tetapi juga dari Thailand dan Swedia, di mana kasus sebelumnya belum pernah dilaporkan.</p>
<p>Tedros mencatat bahwa WHO dan mitranya telah mengembangkan Rencana Strategis Kesiapsiagaan dan Respons Global untuk Virus Mpox guna menghentikan wabah melalui upaya global, regional, dan nasional yang terkoordinasi.</p>
<p>&#8220;Rencana itu berfokus pada penerapan strategi pengawasan dan respons yang komprehensif; memajukan penelitian dan akses yang adil terhadap langkah-langkah medis; meminimalkan penularan zoonosis; dan memberdayakan komunitas untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan dan pengendalian wabah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tedros mengatakan bahwa WHO telah bekerja dengan berbagai mitra internasional, regional, nasional, dan lokal untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap virus itu dan meningkatkan koordinasi dalam respon sejumlah wilayah kunci.</p>
<p>Dia mencatat bahwa Kantor Regional WHO untuk Afrika akan memimpin bersama koordinasi upaya respon Mpox di wilayah Afrika, bekerja sama dengan CDC Afrika yang berbasis di Ethiopia, di mana kebutuhan akan respon itu paling besar.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcTN_19HxFkILQXh6gAHB8hWfkjc3Fl44UF2Wg&#038;s&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Ada Flu Burung Baru, WHO Umumkan Korban Wafat Pertama</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/ada-flu-burung-baru-who-umumkan-korban-wafat-pertama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 00:46:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Flu Burung]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=69370</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (5/6) mengumumkan bahwa seorang penduduk Meksiko menjadi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (5/6) mengumumkan bahwa seorang penduduk Meksiko menjadi orang pertama di dunia yang meninggal karena jenis flu burung yang sebelumnya tidak terdeteksi pada manusia.</p>
<p>Strain H5N2 dari flu burung telah tercatat menyerang unggas di seluruh dunia, tetapi hingga kini belum ada laporan kasus penularan atau kematian pada manusia.</p>
<p>Pria berusia 59 tahun, penduduk Negara Bagian Meksiko di bagian tengah negara itu, disebut telah jatuh sakit pada April.</p>
<p>Menurut WHO, pria tersebut memiliki sejumlah kondisi medis yang mendasarinya dan harus terbaring di tempat tidur selama tiga pekan sebelum mengalami gejala akut.</p>
<p>Pada 17 April, pria tersebut melaporkan demam, sesak napas, diare, mual, dan rasa tidak enak badan.</p>
<p>Pada 24 April, dia mencari pertolongan medis dan segera dirawat di rumah sakit Institut Nasional Penyakit Pernafasan (INER) dan meninggal pada hari yang sama.</p>
<p>Menyusul kematiannya, otoritas kesehatan INER kemudian mulai melakukan uji sampel yang diambil dari pria tersebut.</p>
<p>Pada 8 Mei, Pusat Laboratorium Biologi Molekuler Penyakit Berkembang untuk Penelitian Penyakit Menular menunjukkan bahwa sampel tersebut positif influenza A (H5N2).</p>
<p>Pada 22 Mei, Institut Diagnosis dan Referensi Epidemiologi mengonfirmasi jenis virus tersebut.</p>
<p>Sejauh ini, otoritas kesehatan belum mengetahui asal penularan, karena pria tersebut tidak memiliki riwayat terpapar unggas atau hewan lain.</p>
<p>Investigasi epidemiologi dilakukan setelah 17 kontak diidentifikasi dan dipantau di rumah sakit tempat pasien meninggal dan 12 kontak tambahan diidentifikasi di dekat tempat tinggal pasien, dengan semua hasil tes negatif SARS-Cov-2 dan influenza.</p>
<p>Meskipun tidak ada lagi kasus flu burung yang dilaporkan, hasil seluruh sampel serologis masih menunggu keputusan.</p>
<p>Berbagai wabah H5N2 telah dilaporkan pada unggas di Meksiko, termasuk wabah yang terdeteksi di halaman belakang peternakan unggas di negara bagian Michoacan, yang berbatasan dengan Negara Bagian Meksiko di mana pria tersebut tinggal.</p>
<p>Selain itu, terdapat dua wabah flu burung dengan patogenisitas rendah (LPAI) A(H5N2) dilaporkan terjadi di dua kota di Negara Bagian Meksiko.</p>
<p>Namun, belum dapat dipastikan apakah kasus pada manusia ini ada kaitannya dengan wabah yang melanda unggas yang terjadi baru-baru ini.</p>
<p>Sumber: Anadolu</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/sudutpandang.id/wp-content/uploads/2024/06/Flu-burung-Sudutpandang.id_.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>WHO Sebut Tak Ada Lagi Pasokan Bahan Bakar di Gaza</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/who-sebut-tak-ada-lagi-pasokan-bahan-bakar-di-gaza/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2024 10:44:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68924</guid>

					<description><![CDATA[Saat lembaga-lembaga PBB memperingatkan peningkatan risiko kelaparan di Gaza, penyeberangan Karm Abu Salem dan Erez dari Israel juga ditutup]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/tag/gaza"><strong>GAZA</strong></a>, <a href="https://www.depokpos.com/tag/palestina"><strong>PALESTINA</strong></a> &#8211; Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (17/5) mengatakan pihaknya tidak menerima pasokan medis di Jalur Gaza selama 10 hari lantaran Israel terus melakukan serangan genosida di wilayah tersebut.</p>
<p>Penutupan akses yang dilakukan Israel terhadap penyeberangan Rafah ke Gaza menyebabkan &#8220;situasi yang sulit&#8221;, kata juru bicara WHO, Tarik Jasarevic.</p>
<p>“Pasokan medis terakhir yang kami peroleh di Gaza yakni sebelum 6 Mei,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pasukan pendudukan Israel mulai melakukan invasi ke Kota Rafah pada 7 Mei yang bertujuan untuk memperluas serangan Zionis di wilayah yang terkepung itu.</p>
<p>Dengan pergerakan itu, mereka menutup perbatasan Rafah ke Mesir yang sangat penting bagi pasokan kemanusiaan.</p>
<p>Saat lembaga-lembaga PBB memperingatkan peningkatan risiko kelaparan di Gaza, penyeberangan Karm Abu Salem dan Erez dari Israel juga ditutup.</p>
<p>Menurut Jasarevic, kekhawatiran terbesar adalah kebutuhan bahan bakar supaya klinik dan rumah sakit tetap beroperasi. Fasilitas kesehatan di Gaza membutuhkan hingga 1,8 juta liter bahan bakar setiap bulan agar tetap beroperasi.</p>
<p>Jubir WHO itu menyebutkan bahwa hanya 159.000 liter bahan bakar yang masuk ke Kota Rafah sejak perbatasan penyeberangan ditutup.</p>
<p>“Jumlah ini jelas tidak cukup,” ujarnya, Dia menyoroti nasib 13 dari 36 rumah sakit di seluruh wilayah Palestina yang kini beroperasi “sebagian”.</p>
<p>“Rumah sakit yang masih beroperasi kehabisan bahan bakar dan kondisi itu membahayakan banyak nyawa,” kata Jasarevic. “Operasi militer saat ini di Rafah mengancam banyak nyawa”.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2023/10/31/Perang-Gaza.jpg.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
