<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UPER Arsip - MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/uper/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com/tag/uper/</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Feb 2026 11:55:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>UPER Arsip - MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com/tag/uper/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mahasiswa UPER Tembus Top 5 Google Student Ambassador</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/mahasiswa-uper-tembus-top-5-google-student-ambassador/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 11:55:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=97130</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Februari 2026 &#8211; Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan akademik terus meningkat....</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/mahasiswa-uper-tembus-top-5-google-student-ambassador/">Mahasiswa UPER Tembus Top 5 Google Student Ambassador</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, 26 Februari 2026</strong> &#8211; Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan akademik terus meningkat. Survei YouGov (2025) menunjukkan bahwa 71 persen mahasiswa telah menggunakan AI untuk membantu tugas atau aktivitas belajar, meningkat dari 64 persen pada survei tahun sebelumnya. Namun, tingginya adopsi tersebut juga diiringi sejumlah kekhawatiran. Masih di survei yang sama, faktor utama yang membuat mahasiswa ragu menggunakan AI adalah risiko dituduh melakukan kecurangan (53%) serta potensi hasil keliru atau hallucinations dari sistem AI (51%).</p>
<p>Temuan tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama bukan lagi pada akses teknologi, melainkan pada literasi, verifikasi, dan integritas dalam penggunaannya. Di tengah dinamika ini, Iman Dwi Satrio, mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Pertamina (UPER) angkatan 2024, menghadirkan pendekatan yang berbeda. Iman memposisikan AI bukan sebagai jalan pintas, melainkan sebagai learning partner yang membantu memahami konsep secara lebih terstruktur dan reflektif.</p>
<p>“Sebagai lulusan SMK, saya sempat merasa tertinggal pada awal perkuliahan. Di situlah saya mulai memanfaatkan AI sebagai partner belajar untuk memahami konsep-konsep sulit. Namun, penggunaannya harus bijak. Saya menggunakannya untuk merangkum materi, mencari alternatif penjelasan, atau mensimulasikan kode, bukan menyalin jawaban. Setiap hasil tetap saya verifikasi agar tidak terjebak informasi keliru atau hallucination, sehingga proses berpikir dan integritas akademik tetap terjaga,” ungkap Iman (26/2).</p>
<p>Dalam proses belajarnya, Iman memanfaatkan ekosistem AI untuk merangkum materi, memetakan konsep, hingga menganalisis topik perkuliahan yang kompleks. Iman menekankan bahwa setiap output dari sistem generatif tetap harus diverifikasi melalui referensi akademik yang kredibel dan dipahami logika berpikirnya. Pendekatan ini memastikan AI berfungsi sebagai penguat pemahaman, bukan sumber ketergantungan atau kesalahan informasi.</p>
<p>Komitmen terhadap pemanfaatan AI yang etis dan berdampak tersebut mengantarkan Iman meraih posisi Top 5 Google Student Ambassador Tier Trailblazer, tingkat tertinggi dalam program tersebut. Dari sekitar 12.000 pendaftar dan 800 ambassador terpilih, hanya lima mahasiswa yang mencapai kategori ini.</p>
<p>“Dari 800 Google Student Ambassador yang terpilih, hanya lima orang yang mencapai Tier Trailblazer. Google dan Dicoding menitikberatkan penilaian dalam tantangan yang diberikan yaitu pada kualitas dan kedalaman materi yang disampaikan tersebut mampu mengubah cara mahasiswa belajar,” ujar Iman.</p>
<p>Iman menjelaskan bahwa materi yang dibawakannya berfokus pada pengenalan lingkungan pembelajaran berbasis AI dari Google yang mendorong mahasiswa belajar secara lebih mandiri, kritis, dan bertanggung jawab. Pendekatan ini dilakukan melalui penyelenggaraan kegiatan demonstrasi penggunaan fitur AI Google yang dihadiri lebih dari 100 mahasiswa UPER, mentorship berbasis konten digital di platform media sosial TikTok.</p>
<p>Sebagai GSA Tier Trailblazer, Iman memperoleh kesempatan berdiskusi langsung dengan jajaran pimpinan Google Indonesia serta Dicoding, serta mengikuti lokakarya kepemimpinan dan sertifikasi Google Cloud Generative AI Leader. Ke depan, Iman merancang komunitas #TeamGoogle UPER sebagai wadah belajar talenta digital dan memperkuat budaya peer-to-peer mentoring di lingkungan kampus.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., turut merespon positif capaian Iman dalam kancah nasional. Menurutnya prestasi mahasiswa turut sejalan dengan tujuan pembelajaran yang dirancang di Universitas Pertamina untuk menyiapkan talenta unggul di era digital.</p>
<p>“Universitas Pertamina tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga lingkungan yang membentuk pemimpin masa depan yang berintegritas, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal ini diwujudkan, salah satunya, melalui peminatan Artificial Intelligence pada Program Studi Ilmu Komputer yang menekankan pemanfaatan teknologi secara bijak dan memberikan manfaat nyata,” tutup Prof. Wawan.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/mahasiswa-uper-tembus-top-5-google-student-ambassador/">Mahasiswa UPER Tembus Top 5 Google Student Ambassador</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/nuansapublik.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260227-WA0026-1536x1025.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Gak Perlu Pusing Hitung Jejak Karbon, Kini Pengguna Transportasi Umum Bisa Cek Otomatis Lewat SanPay Karya Mahasiswa UPER!</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/gak-perlu-pusing-hitung-jejak-karbon-kini-pengguna-transportasi-umum-bisa-cek-otomatis-lewat-sanpay-karya-mahasiswa-uper/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 04:39:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=91577</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA — Di tengah kebutuhan publik akan alat pemantau emisi yang praktis, mahasiswa Universitas Pertamina...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/gak-perlu-pusing-hitung-jejak-karbon-kini-pengguna-transportasi-umum-bisa-cek-otomatis-lewat-sanpay-karya-mahasiswa-uper/">Gak Perlu Pusing Hitung Jejak Karbon, Kini Pengguna Transportasi Umum Bisa Cek Otomatis Lewat SanPay Karya Mahasiswa UPER!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> — Di tengah kebutuhan publik akan alat pemantau emisi yang praktis, mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) mengembangkan kartu pembayaran yang mampu menghitung jejak karbon setiap transaksi secara instan. Inovasi ini menjadi semakin relevan mengingat temuan United Nations (2023) yang menunjukkan bahwa individu di kota besar rata-rata menghasilkan 20–30 kilogram CO₂ per hari, atau setara 7–10 ton CO₂ per tahun—angka yang sebagian besar berasal dari pola konsumsi sehari-hari.</p>
<p>Ialah Sandi Pamungkas, mahasiswa Program Studi Ekonomi UPER, yang menciptakan SanPay— platform pembayaran hijau yang mendorong masyarakat kota berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan melalui setiap transaksi. Berkolaborasi dengan Singapore Management University, ia mengintegrasikan teknologi carbon-tracking yang mampu mengestimasi jejak karbon dari tiap pembelian secara otomatis, sehingga pengguna dapat melihat hubungan langsung antara pola konsumsi dan emisi yang mereka hasilkan.</p>
<p>“AI Carbon Calculation Engine memungkinkan SanPay menaksir jejak emisi dari setiap transaksi secara real time. Sistem ini menggabungkan kategori belanja dan faktor emisi produk, sehingga pengguna bisa melihat dampak lingkungan dari pola konsumsi mereka dengan lebih jelas. Pengembangan sistem ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran masyarakat terhadap emisi harian yang mereka hasilkan—padahal perubahan perilaku kecil dapat memberikan dampak besar ketika dilakukan secara kolektif,” ujar Sandi.</p>
<p>Penggunaan SanPay dilakukan melalui kartu transaksi yang terhubung dengan metode pembayaran digital seperti e-wallet dan kartu debit. Saat pengguna melakukan aktivitas harian—mulai dari berbelanja, membeli makanan, hingga melakukan perjalanan—setiap transaksi akan tercatat dan diproses oleh sistem. Nominal dan kategori belanja tersebut kemudian dikalkulasi oleh mesin berbasis AI untuk mengestimasi jejak karbonnya. Hasil perhitungan itu selanjutnya dikonversi menjadi poin keberlanjutan (Green Carbon) sebagai bentuk apresiasi atas penerapan gaya hidup ramah lingkungan.</p>
<p>SanPay kini memasuki tahap uji coba dan sudah digunakan untuk pembayaran transportasi umum di Jakarta, termasuk MRT. Setiap perjalanan menghasilkan 15 poin keberlanjutan yang dapat ditukar menjadi saldo Rp1.000 setelah mencapai 100 poin. Poin ini berasal dari kalkulasi jejak karbon harian pengguna, yang kemudian dikonversi menjadi kredit karbon. Dengan estimasi bahwa satu ton karbon dapat bernilai 5 hingga 15 dolar, SanPay berpotensi menghasilkan keuntungan signifikan—dengan seribu pengguna saja, nilai kredit karbon yang dihasilkan bisa mencapai sekitar 109 ribu dolar.</p>
<p>“Penukaran poin ini adalah bentuk apresiasi bagi pengguna yang menerapkan mobilitas rendah emisi. Setiap transaksi otomatis dihitung jejak karbonnya dan dikonversi menjadi kredit karbon yang berpotensi dijual di pasar karbon sukarela, sehingga pengguna tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga berkontribusi pada ekonomi hijau,” ujar Sandi.</p>
<p>Berkolaborasi dengan perusahaan telekomunikasi global, Ericsson, SanPay tengah memasuki tahap pengembangan teknologi yang mencakup peningkatan kinerja sistem, penyempurnaan pemodelan data, dan perluasan fitur agar dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi harian yang lebih beragam, termasuk pembelian di supermarket. Dukungan ini juga diwujudkan melalui pengembangan laman resmi SanPay di https://sandipmks.github.io/SanPay/</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., mengapresiasi inovasi tersebut yang dinilai sejalan dengan komitmen UPER dalam pengembangan teknologi berkelanjutan serta penguatan performa kampus pada THE Impact Rankings yang menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs.</p>
<p>“Keberhasilan ini juga mencerminkan konsep pembelajaran yang diterapkan dalam kurikulum Universitas Pertamina, termasuk peminatan energy and economic sustainability di Prodi Ekonomi UPER, yang mendorong mahasiswa menghasilkan solusi yang relevan bagi tantangan keberlanjutan,” ujar Prof. Wawan.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/gak-perlu-pusing-hitung-jejak-karbon-kini-pengguna-transportasi-umum-bisa-cek-otomatis-lewat-sanpay-karya-mahasiswa-uper/">Gak Perlu Pusing Hitung Jejak Karbon, Kini Pengguna Transportasi Umum Bisa Cek Otomatis Lewat SanPay Karya Mahasiswa UPER!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/static.republika.co.id/uploads/member/images/news/251115110934-825.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Olah Sampah Mandiri, UPER Hadirkan Komposter Putar di Desa Barengkok</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/olah-sampah-mandiri-uper-hadirkan-komposter-putar-di-desa-barengkok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 02:46:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=90667</guid>

					<description><![CDATA[<p>Inovasi komposter putar dari tim Universitas Pertamina menjadi solusi sederhana namun berdampak besar bagi pengelolaan sampah organik rumah tangga</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/olah-sampah-mandiri-uper-hadirkan-komposter-putar-di-desa-barengkok/">Olah Sampah Mandiri, UPER Hadirkan Komposter Putar di Desa Barengkok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Inovasi komposter putar dari tim Universitas Pertamina menjadi solusi sederhana namun berdampak besar bagi pengelolaan sampah organik rumah tangga</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://majalahekonomi.com/"><b>MAJALAH EKONOMI </b></a>&#8211; Sampah rumah tangga masih menjadi tantangan besar dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia. Sekitar 62 persen dari total 70 juta ton sampah nasional per tahun merupakan sampah organik yang sebagian besar belum terkelola dengan baik. Di Kabupaten Bogor, timbulan sampah bahkan mencapai 2.766 ton per hari (2024), mencerminkan tingginya beban pengelolaan.</p>
<p>Melihat permasalahan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) menggagas program &#8220;Gerakan Kompos Mandiri Desa Barengkok&#8221; di kabupaten Bogor sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Melalui program ini, tim melakukan sosialisasi pemilihan sampah organik dan anorganik serta memperkenalkan inovasi “Komposter Putar”, yaitu alat pengolahan sampah organik yang mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos.</p>
<p>“Desa Barengkok dipilih karena warganya memiliki potensi besar untuk terlibat dalam gerakan peduli lingkungan, namun masih terbatas akses terhadap teknologi pengelolaan sampah yang praktis. Komposter ini kami rancang secara sederhana dan ergonomis agar dapat digunakan oleh semua kalangan, termasuk ibu rumah tangga dan lansia. Dengan alat ini, warga diharapkan mampu mengelola sampah organik secara mandiri langsung dari rumah,” ujar Adhitya Ryan, Ketua Tim PkM Gerakan Kompos Mandiri.</p>
<p>Inovasi komposter putar dari tim Universitas Pertamina menjadi solusi sederhana namun berdampak besar bagi pengelolaan sampah organik rumah tangga. Alat ini dirancang menggunakan bahan lokal yang mudah diperoleh, terdiri dari tong berporos yang dipasang di atas rangka besi kokoh, lengkap dengan tuas pemutar di samping untuk memudahkan proses pencampuran.</p>
<p>Dibandingkan komposter statis, komposter putar menawarkan sejumlah keunggulan. Selain mempercepat proses pengomposan, alat ini juga lebih bersih dan nyaman digunakan. Desainnya yang tertutup rapat mampu mengurangi bau tidak sedap serta mencegah masuknya serangga, menjadikannya ideal untuk penggunaan di lingkungan padat penduduk. Proses pencampuran bahan pun menjadi lebih praktis berkat sistem rotasi, tanpa perlu membalik kompos secara manual. Cukup masukkan sampah organik seperti sisa makanan, daun kering, atau limbah dapur, lalu tambahkan bahan seperti sekam padi atau serbuk gergaji untuk menjaga keseimbangan nutrisi. Dalam waktu singkat, pupuk kompos siap digunakan untuk kebun rumah, pertanian warga, bahkan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan.</p>
<p>“Komposter putar mampu menghasilkan pupuk kompos dalam waktu singkat, hanya sekitar 2 hingga 4 minggu—jauh lebih cepat dibandingkan komposter statis yang umumnya membutuhkan 2 hingga 3 bulan. Percepatan ini terjadi karena sistem putar memungkinkan pencampuran bahan organik yang lebih merata dan sirkulasi udara yang optimal, sehingga proses dekomposisi berlangsung lebih efisien,” tambah Ryan.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menyatakan bahwa program ini sejalan dengan komitmen universitas dalam mengembangkan 11 Center of Excellence (CoE) di bidang energi, lingkungan, dan keberlanjutan. Program ini juga mencerminkan semangat kolaborasi lintas disiplin antara dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi.</p>
<p>“Inovasi seperti komposter putar menjadi contoh nyata bagaimana hasil riset dan pembelajaran lintas bidang dapat diterapkan langsung di masyarakat untuk mendorong kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Prof. Wawan. ed</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/olah-sampah-mandiri-uper-hadirkan-komposter-putar-di-desa-barengkok/">Olah Sampah Mandiri, UPER Hadirkan Komposter Putar di Desa Barengkok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/nkrisatu.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0014-678x381.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Sulap Lumpur Lapindo Jadi Air Bersih, Mahasiswa Universitas Pertamina Hadirkan “Lambo Jernih” Ramah Lingkungan</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/sulap-lumpur-lapindo-jadi-air-bersih-mahasiswa-universitas-pertamina-hadirkan-lambo-jernih-ramah-lingkungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 06:44:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=90635</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAJALAH EKONOMI — Semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, pada 2006—yang dikenal sebagai Lumpur Lapindo—meninggalkan...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/sulap-lumpur-lapindo-jadi-air-bersih-mahasiswa-universitas-pertamina-hadirkan-lambo-jernih-ramah-lingkungan/">Sulap Lumpur Lapindo Jadi Air Bersih, Mahasiswa Universitas Pertamina Hadirkan “Lambo Jernih” Ramah Lingkungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahekonomi.com/"><strong>MAJALAH EKONOMI </strong></a>— Semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, pada 2006—yang dikenal sebagai Lumpur Lapindo—meninggalkan dampak berkepanjangan: permukiman dan infrastruktur terendam, lahan produktif hilang, hingga relokasi ribuan warga. Hingga kini, jutaan meter kubik material lumpur masih menumpuk dan menjadi tantangan pengelolaan pascabencana. Selain kerugian sosial-ekonomi, residu lumpur dan perubahan kualitas lingkungan turut menimbulkan kekhawatiran terhadap mutu air dan tanah di kawasan terdampak.</p>
<p>Riset BPS (2024) dan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur mencatat sebagian besar air tanah di Sidoarjo mengandung besi (Fe) dan mangan (Mn) melebihi baku mutu, yang berisiko pada kesehatan kulit, organ vital, dan perkembangan kognitif. Sementara itu, WRI (2023) memproyeksikan Indonesia akan menghadapi kelangkaan air bersih pada 2050 dengan status medium water stress, diperparah oleh pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, kemarau, dan pencemaran. Kondisi ini menuntut hadirnya teknologi penyaring air yang efektif sekaligus mampu memanfaatkan limbah pascabencana seperti Lumpur Lapindo.</p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina (UPER) mengembangkan Lambo Jernih, purwarupa filter air berbahan dasar Lumpur Lapindo yang mampu menyisihkan logam berat dari air. Inovasi ini digagas oleh M. Afrizal Ichwanul Ulum, M. Adli Danica, M. Karunia Vivaldi, dan Achmad Fauzi.</p>
<p>Lumpur Lapindo terlebih dahulu diolah agar efektif menyaring logam berat melalui aktivasi kimia menggunakan larutan NaOH untuk membuka pori-pori material dan aktivasi fisik melalui kalsinasi atau pemanasan suhu tinggi untuk membersihkan zat pengotor. Hasil uji laboratorium menunjukkan media ini mampu mengurangi kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air. Lambo Jernih tersusun dari lapisan karbon aktif, serbuk keramik, lumpur teraktivasi, dan kerikil, dirancang tanpa listrik, tanpa bahan kimia tambahan, serta mudah dirawat.</p>
<p>“Sejak bencana Lumpur Lapindo, jutaan meter kubik material tersisa tanpa pemanfaatan optimal dan menjadi pencemar lingkungan. Riset kami menemukan bahwa lumpur ini berpotensi sebagai media penyaring air dan logam berat. Dengan harga sekitar Rp687.500 per unit dan biaya perawatan hanya Rp1 juta untuk 5–10 tahun, teknologi ini menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus terjangkau bagi masyarakat,” ujar Afrizal.</p>
<p>Saat ini, purwarupa Lambo Jernih telah dikembangkan dan akan segera diuji coba pada masyarakat di wilayah Sidoarjo, baik untuk penggunaan rumah tangga maupun komunal. Dengan target awal 250 pengguna aktif, Afrizal berharap teknologi ini dapat menjadi solusi atas kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan air rumah tangga yang tercemar.</p>
<p>Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 6: Air Bersih dan Sanitasi, Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU, menyampaikan apresiasi atas karya mahasiswa ini.</p>
<p>“Pembelajaran di UPER dirancang dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan. UPER juga berhasil meraih peringkat ke-25 nasional dalam THE Impact Rankings, pemeringkatan perguruan tinggi yang menilai komitmen pada pendidikan berkelanjutan. Lambo Jernih menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan global air bersih, sekaligus memperkuat capaian tertinggi UPER di SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi,” tutur Prof. Wawan.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/sulap-lumpur-lapindo-jadi-air-bersih-mahasiswa-universitas-pertamina-hadirkan-lambo-jernih-ramah-lingkungan/">Sulap Lumpur Lapindo Jadi Air Bersih, Mahasiswa Universitas Pertamina Hadirkan “Lambo Jernih” Ramah Lingkungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/kejarnews.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG_20250819_120612.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dukung Net Zero Emissions, Universitas Pertamina Resmikan Sustainability Center</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/dukung-net-zero-emissions-universitas-pertamina-resmikan-sustainability-center/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2025 23:33:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=90604</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA  &#8211; Universitas Pertamina (UPER) meresmikan Sustainability Center Universitas Pertamina (SUPER) pada Senin (11/8/2025), bertepatan...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/dukung-net-zero-emissions-universitas-pertamina-resmikan-sustainability-center/">Dukung Net Zero Emissions, Universitas Pertamina Resmikan Sustainability Center</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahekonomi.com/"><strong>JAKARTA </strong> </a>&#8211; Universitas Pertamina (UPER) meresmikan Sustainability Center Universitas Pertamina (SUPER) pada Senin (11/8/2025), bertepatan dengan peluncuran Peta Jalan Net Zero Emissions (NZE) Pertamina.</p>
<p>Kehadiran SUPER ini akan berperan sebagai pusat kajian dan inovasi yang akan mendukung percepatan pencapaian Net Zero Emissions 2060, melalui kolaborasi akademik–industri–pemerintah untuk menutup kesenjangan keterampilan melalui riset terapan, kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, dan proyek lapangan.</p>
<p>Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menegaskan komitmen perusahaan tidak hanya pada ketahanan energi, tetapi juga pada pasokan energi yang aman, bersih, dan terjangkau. “Sebagaimana kepolisian memiliki akademinya, Pertamina memiliki Universitas Pertamina untuk mencetak talenta berkualitas yang mendukung tujuan tersebut,” ujarnya.</p>
<p>Dukungan juga disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, yang hadir dalam acara tersebut. “Melalui Universitas Pertamina akan lahir generasi pemimpin energi berwawasan global, terampil dalam keberlanjutan, dan inovatif,” kata Rachmat.</p>
<p>Sejak beroperasi pada Januari 2024, SUPER mencatat capaian bertaraf internasional. Inisiatif strategisnya meliputi pengembangan bahan bakar rendah karbon (biodiesel B40), perumusan kebijakan dan model bisnis carbon capture and storage (CCS), serta riset dan pengembangan di bidang keberlanjutan. Terbaru, SUPER terlibat dalam penyusunan peta jalan dekarbonisasi dan pencapaian SDGs Pertamina Grup, serta menjadi bagian dari SDG Hub Bappenas dalam perumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045. Capaian ini diperkuat oleh kehadiran senior fellow yang terdiri dari para profesional, akademisi, dan pakar internasional yang saling berkolaborasi merumuskan strategi keberlanjutan untuk mewujudkan Asta Cita pembangunan nasional yang berdaya saing dan berwawasan masa depan.</p>
<h3>Mencetak Talenta Hijau Kelas Dunia</h3>
<p>Berbagai proyeksi menunjukkan kebutuhan keterampilan keberlanjutan (green skills) akan melonjak di hampir semua sektor. Laporan LinkedIn Global Green Skills Report 2023 menunjukkan baru sekitar satu dari delapan pekerja yang memiliki setidaknya satu green skill, sementara permintaan industri tumbuh lebih cepat. Kesenjangan ini menegaskan urgensi peningkatan kompetensi—yang dijawab SUPER melalui riset terapan, pengembangan kebijakan, dan program penyiapan talenta yang selaras dengan kebutuhan industri. Integrasinya dengan Program Magister Sustainability UPER memastikan pengembangan talenta berjalan terpadu, mulai dari riset hingga implementasi.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menyebut SUPER dirancang sebagai penggerak agenda keberlanjutan sekaligus talent pipeline lintas sektor. Ia menegaskan, “SUPER memadukan tiga fungsi pusat keberlanjutan, yaitu data inventory hub untuk pendokumentasian dan rekomendasi perbaikan berbasis SDGs, pusat riset pada isu keberlanjutan prioritas, serta pengintegrasi Tridarma—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—dalam isu multidisiplin.”</p>
<h4>Dukungan Jejaring Global</h4>
<p>Keunggulan SUPER diperkuat oleh jejaring kolaborasi global dengan Yale University (AS), Bergen University (Norwegia), Kyushu University (Jepang), Tongji University (Tiongkok), dan University of Auckland (Selandia Baru). Selain mendapatkan penguatan teori, mahasiswa juga berkesempatan meraih sertifikasi internasional, seperti ISO 14064 (carbon counting) dan ISO 50001 (energy audit).</p>
<p>“Keberlanjutan mencakup dimensi teknologi, kebijakan, dan berbagai aspek lain yang harus saling mendukung untuk menjamin tercapainya tujuan jangka panjang. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki fokus pada isu ini, UPER berkomitmen mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mewujudkannya. Setiap kegiatan harus dilaksanakan secara optimal dan efisien agar memberikan dampak nyata,” ujar Rektor UPER, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/dukung-net-zero-emissions-universitas-pertamina-resmikan-sustainability-center/">Dukung Net Zero Emissions, Universitas Pertamina Resmikan Sustainability Center</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/suarabuana.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250813-WA0075-1068x711.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Menjemput Mimpi dari Ujung Negeri: Kisah Sandi Pamungkas, Mahasiswa Asal Natuna yang Tembus Ajang Nasional</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/menjemput-mimpi-dari-ujung-negeri-kisah-sandi-pamungkas-mahasiswa-asal-natuna-yang-tembus-ajang-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 02:45:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=90578</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sandi bukan berasal dari keluarga berada. Ayahnya seorang anggota TNI yang kerap berpindah tugas, ibunya...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/menjemput-mimpi-dari-ujung-negeri-kisah-sandi-pamungkas-mahasiswa-asal-natuna-yang-tembus-ajang-nasional/">Menjemput Mimpi dari Ujung Negeri: Kisah Sandi Pamungkas, Mahasiswa Asal Natuna yang Tembus Ajang Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Sandi bukan berasal dari keluarga berada. Ayahnya seorang anggota TNI yang kerap berpindah tugas, ibunya seorang ibu rumah tangga</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://majalahekonomi.com/"><b>MAJALAH EKONOMI </b></a>&#8211; Di sudut utara Indonesia, di antara pulau-pulau kecil yang terhampar di Laut Natuna Utara, seorang anak muda tumbuh dengan mimpi yang jauh lebih besar dari batas cakrawala tempat tinggalnya. Namanya Sandi Pamungkas, putra daerah dari Natuna, Kepulauan Riau, yang kini mengangkat nama Universitas Pertamina (UPER) di panggung nasional sebagai Mahasiswa Berprestasi.</p>
<p>Dalam langkah sunyi yang berakar dari wilayah 3T—terdepan, terluar, dan tertinggal—Sandi justru menyalakan semangat yang tak padam untuk membuktikan bahwa tempat lahir tak menentukan batas cita-cita.<br />
“Saya tidak ingin Natuna hanya dikenal karena letaknya yang jauh. Saya ingin Natuna dikenal lewat prestasi anak-anak mudanya,” ujar Sandi.</p>
<h3>Tumbuh dari Tanah Terpinggirkan, Berpijak pada Tekad Besar</h3>
<p>Sandi bukan berasal dari keluarga berada. Ayahnya seorang anggota TNI yang kerap berpindah tugas, ibunya seorang ibu rumah tangga. Namun justru dari situ ia belajar tentang tanggung jawab, ketekunan, dan ketabahan.</p>
<p>Sejak duduk di bangku sekolah menengah, ia sudah jatuh hati pada dunia teknologi. Sandi melihat langsung bagaimana keterbatasan akses di daerah asalnya tak hanya menjadi hambatan, tetapi juga peluang besar bagi mereka yang mampu membawa solusi. “Saya ingin menciptakan teknologi yang berguna bagi orang banyak, bukan sekadar ikut tren,” katanya.</p>
<p>Berbekal nilai akademik cemerlang dan segudang kegiatan sekolah, Sandi berhasil meraih Beasiswa Generasi Juara TNI AD. Beasiswa itu membawanya ke UPER, jauh dari tanah kelahiran, namun dekat dengan impian yang selama ini ia tanam. “Beasiswa ini bukan akhir dari perjuangan, tapi awal dari komitmen saya untuk terus berkontribusi,” ucapnya.</p>
<h4>Moo Apps, dan 500 Prestasi Lainnya</h4>
<p>Selama kuliah di Program Studi Ekonomi, Sandi tak hanya fokus belajar. Ia aktif di berbagai kompetisi nasional dan internasional. Total, ia sudah meraih lebih dari 500 penghargaan, termasuk 100 di tingkat internasional.<br />
Salah satu karya yang membawanya dikenal dunia adalah Moo Apps—aplikasi pemantau kesehatan hewan ternak yang kini digunakan di berbagai wilayah di Indonesia, dan tengah dikembangkan bersama Kementerian Perekonomian Digital Taiwan.</p>
<p>“Moo Apps lahir dari keresahan saya melihat peternak kecil yang kerap merugi karena hewan sakit. Saya ingin mereka punya alat bantu berbasis teknologi yang mudah dipakai.”</p>
<h4>“Safety-Eye”: Dari Kampus untuk Keselamatan Kerja Migas</h4>
<p>Kini, Sandi tengah bersiap mengikuti Seleksi Mahasiswa Berprestasi Nasional 2025. Ia mewakili UPER dan LLDIKTI Wilayah III setelah meraih juara dua tingkat wilayah. Dalam ajang tersebut, ia membawa gagasan sistem keselamatan kerja berbasis AI untuk industri migas bernama Safety-Eye.</p>
<p>Berdasarkan data Kementerian ESDM (2024), sektor migas memiliki tingkat kecelakaan kerja 2,5 kali lebih tinggi dibanding sektor lainnya. Safety-Eye hadir sebagai solusi: sistem berbasis kamera cerdas dan sensor untuk mendeteksi kelelahan, suhu tubuh, serta penggunaan alat pelindung diri secara otomatis.</p>
<h5>Dukungan Kampus dan Dosen Pembimbing</h5>
<p>Menurut KaProdi Ekonomi, Dr. Feriansyah, S.E., M.Si., Sandi merupakan mahasiswa yang tidak hanya konsisten dalam capaian akademik, tetapi juga tekun, mandiri, dan visioner dalam mengembangkan ide-ide solutif yang bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p>“Sandi bukan hanya bekerja keras, tapi juga bekerja cerdas. Ia mampu melihat celah persoalan dan merancang solusi konkret berbasis teknologi. Saya bangga membimbingnya karena dia tidak hanya membawa nama baik dirinya, tapi juga daerah asal dan almamater,” tutur Feri.</p>
<p><strong>Menembus Batas, Menyalakan Harapan</strong></p>
<p>Kisah Sandi adalah bukti nyata bahwa tekad, inovasi, dan pendidikan dapat menembus batas-batas geografis dan sosial. Ia membawa semangat perubahan bagi tanah kelahirannya, sekaligus mengharumkan nama UPER di kancah nasional dan internasional. Kini, dari Natuna untuk Indonesia, Sandi Pamungkas menunjukkan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu jauh jika keberanian dan kerja keras ikut melangkah.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, MS., IPU., turut mengapresiasi pencapaian ini.</p>
<p>“Sandi adalah bukti bahwa mahasiswa dari daerah 3T pun bisa bersaing di tingkat nasional. Ia merepresentasikan semangat UPER untuk melahirkan inovator muda yang berdampak bagi masyarakat dan bangsa.”</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/menjemput-mimpi-dari-ujung-negeri-kisah-sandi-pamungkas-mahasiswa-asal-natuna-yang-tembus-ajang-nasional/">Menjemput Mimpi dari Ujung Negeri: Kisah Sandi Pamungkas, Mahasiswa Asal Natuna yang Tembus Ajang Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/www.waspada.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250728-WA0035-700x400.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Jadi Kampus Pertama di Jakarta yang Terapkan Johkasou, Ini Cara UPER Kelola Limbah Secara Cerdas</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/jadi-kampus-pertama-di-jakarta-yang-terapkan-johkasou-ini-cara-uper-kelola-limbah-secara-cerdas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 04:18:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90317</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Dikenal sebagai negara dengan sistem pengelolaan limbah terbaik, Jepang tak hanya menerapkan regulasi...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/jadi-kampus-pertama-di-jakarta-yang-terapkan-johkasou-ini-cara-uper-kelola-limbah-secara-cerdas/">Jadi Kampus Pertama di Jakarta yang Terapkan Johkasou, Ini Cara UPER Kelola Limbah Secara Cerdas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Dikenal sebagai negara dengan sistem pengelolaan limbah terbaik, Jepang tak hanya menerapkan regulasi ketat, tetapi juga mengembangkan teknologi canggih seperti Johkasou—sistem pengolahan air limbah domestik yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengurai pencemar. Lebih dari 8 juta unit Johkasou telah dipasang di seluruh Jepang (Japan Ministry of the Environment, 2022), menjadikannya solusi sanitasi yang efisien, hemat energi, dan cocok untuk kawasan tanpa infrastruktur sentralisasi.</p>
<p>Di Indonesia, pengelolaan air limbah domestik masih menjadi tantangan besar. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa hanya sekitar 11,8 persen rumah tangga di Indonesia yang memiliki akses ke sistem pengolahan limbah domestik yang layak. Sisanya masih menggunakan metode konvensional seperti tangki septik yang berisiko mencemari air tanah dan lingkungan sekitar. Permasalahan ini juga terjadi di kawasan pendidikan, termasuk kampus, yang memiliki aktivitas padat dan menghasilkan limbah dalam jumlah signifikan setiap harinya.</p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, Universitas Pertamina (UPER) menjadi kampus pertama di Jakarta yang menerapkan teknologi Johkasou untuk pengolahan air limbah domestik. Inisiatif ini diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan PT Daiki Axis Indonesia, anak perusahaan dari Daiki Axis Co., Ltd. Jepang, yang menyediakan sistem Sewage Treatment Plant (STP) berbasis Johkasou sebagai bagian dari hibah.</p>
<p>“Melalui kerja sama antara Daiki-Axis dan Universitas Pertamina, kami tidak hanya memperkenalkan teknologi pengolahan air modern seperti &#8216;Johkasou&#8217;, tetapi juga menanamkan kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan bagi generasi muda Indonesia, demi masa depan air yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Hiroshi Ogame, Chairman Daiki Axis Co., Ltd., dalam seremoni penandatanganan hibah di Jakarta, Selasa (1/7/2025).</p>
<p>Sistem Johkasou bekerja seperti “perut buatan” yang secara bertahap membersihkan air limbah dari rumah tangga atau gedung. Pertama, air limbah dipisahkan dari kotoran padat agar bagian yang lebih cair bisa masuk ke tahap berikutnya. Setelah itu, air dialirkan ke ruang khusus berisi bakteri baik yang bertugas “memakan” kotoran mikroskopis, seperti sisa sabun, limbah organik, dan nutrien berlebih. Untuk membantu proses ini, sistem akan meniupkan udara segar (oksigen) menggunakan blower, menciptakan kondisi ideal bagi bakteri untuk bekerja secara optimal.</p>
<p>Air yang sudah diproses kemudian dipisahkan secara gravitasi dan mengalami proses klorinasi untuk membunuh mikroorganisme penyebab penyakit. Setelah itu, air diperiksa kualitasnya di titik sampling untuk memastikan telah memenuhi standar baku mutu. Bila dinyatakan layak, air ini akan dikeluarkan sebagai efluen yang jernih, tidak berbau, dan aman bagi lingkungan, sesuai dengan PermenLHK No. P.68 Tahun 2016. Menariknya, sistem Johkasou mampu menghilangkan hingga 90 persen kandungan polutan, tanpa membutuhkan lahan yang luas. Inilah yang membuatnya sangat cocok digunakan di kawasan padat seperti kampus, sekolah, rumah sakit, maupun permukiman kota.</p>
<p>Selain sebagai solusi teknis, sistem Johkasou juga akan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan penelitian oleh mahasiswa Universitas Pertamina, terutama dari program studi teknik lingkungan. Dengan pendekatan transdisipliner, mahasiswa dapat memahami secara langsung bagaimana teknologi ramah lingkungan bekerja dalam konteks nyata.</p>
<p>“Pembangunan STP ini adalah wujud komitmen kami dalam mewujudkan kampus berkelanjutan yang tidak hanya mengedepankan pendidikan dan riset, tetapi juga keberlanjutan lingkungan,” ujar Prof. Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., Rektor Universitas Pertamina.</p>
<p>Selain itu, kerja sama ini juga membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih luas antara dunia industri dan perguruan tinggi, termasuk program magang mahasiswa di kantor Daiki Axis di Indonesia dan Jepang, serta perekrutan alumni UPER sebagai tenaga profesional. Kolaborasi ini memperkuat posisi Universitas Pertamina sebagai kampus energi yang tidak hanya menekankan inovasi teknologi, tetapi juga tanggung jawab sosial dan keberlanjutan.<br />
Ingin jadi bagian dari kampus yang peduli lingkungan dan mendorong inovasi berkelanjutan? Kunjungi pmb.universitaspertamina.ac.id untuk informasi lengkap mengenai program studi dan jalur pendaftaran.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/jadi-kampus-pertama-di-jakarta-yang-terapkan-johkasou-ini-cara-uper-kelola-limbah-secara-cerdas/">Jadi Kampus Pertama di Jakarta yang Terapkan Johkasou, Ini Cara UPER Kelola Limbah Secara Cerdas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/www.ruangenergi.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot-2025-07-07-094220.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dukung Smart Grid Nasional, Siemens Hibahkan Software Kelistrikan ke Universitas Pertamina</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/dukung-smart-grid-nasional-siemens-hibahkan-software-kelistrikan-ke-universitas-pertamina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 04:13:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90314</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, pemerataan akses listrik masih menjadi tantangan besar....</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/dukung-smart-grid-nasional-siemens-hibahkan-software-kelistrikan-ke-universitas-pertamina/">Dukung Smart Grid Nasional, Siemens Hibahkan Software Kelistrikan ke Universitas Pertamina</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA </b>&#8211; Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, pemerataan akses listrik masih menjadi tantangan besar. Laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2024 menyebutkan bahwa sekitar 20 persen wilayah di Indonesia masih mengalami keterbatasan akses listrik. Padahal, permintaan energi terus tumbuh dengan rata-rata kenaikan 5,3 persen setiap tahun sejak 2018 (BPS, 2024).</p>
<p>Untuk menjawab tantangan ini, transformasi sektor kelistrikan menjadi sangat mendesak. Salah satu solusi utama yang kini tengah dikembangkan adalah jaringan listrik cerdas (smart grid), teknologi yang memungkinkan efisiensi tinggi, integrasi energi terbarukan, serta sistem pemantauan dan pengendalian yang berbasis digital. Environmental and Energy Study Institute (2025) mencatat, smart grid dapat meningkatkan efisiensi energi hingga 80 persen.</p>
<p>Namun, transformasi ini tidak dapat berjalan tanpa dukungan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Menyadari hal tersebut, PT Siemens Indonesia menggandeng sejumlah universitas seperti Universitas Pertamina (UPER) melalui Program Studi Teknik Elektro untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi industri.</p>
<p>Dalam rangkaian acara Siemens Tech Summit 2025 yang diselenggarakan di Jakarta dan dihadiri lebih dari 600 pelaku industri dan pemangku kepentingan, Siemens secara resmi menyerahkan hibah perangkat lunak PSS® SINCAL Platform kepada UPER. Perangkat lunak ini merupakan alat simulasi sistem tenaga listrik yang kerap digunakan oleh profesional global dalam merancang, menganalisis, dan mengoptimalkan jaringan distribusi listrik.</p>
<p>Presiden Direktur Siemens Indonesia, Surya Fitri, menyatakan bahwa hibah ini adalah bagian dari visi jangka panjang Siemens dalam memperkuat kolaborasi antara industri dan pendidikan tinggi.</p>
<p>“Kami percaya kolaborasi dengan universitas seperti UPER adalah investasi masa depan. Dengan mendekatkan teknologi industri kepada kampus, khususnya pada program studi yang relevan seperti Teknik Elektro, kita menciptakan generasi yang tidak hanya siap kerja, tapi juga siap memimpin perubahan menuju sistem energi yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Surya.</p>
<p>Sebanyak 25 lisensi perangkat lunak PSS SINCAL diberikan untuk digunakan dalam proses pembelajaran, penelitian, hingga pengembangan laboratorium teknik elektro di kampus.</p>
<h3>Teknologi Industri Masuk ke Ruang Kelas</h3>
<p>Dukungan Siemens ini akan diintegrasikan langsung ke dalam sejumlah mata kuliah inti di Program Studi Teknik Elektro UPER, seperti Analisis Sistem Tenaga, Energi Terbarukan, Proteksi Sistem Tenaga, dan Kualitas Daya Listrik. Mahasiswa akan dilatih untuk memahami skenario dunia nyata, seperti integrasi pembangkit energi surya ke dalam jaringan, manajemen beban, serta analisis stabilitas sistem kelistrikan.</p>
<p>“Dengan hadirnya perangkat lunak ini, mahasiswa dapat melakukan simulasi langsung terhadap skenario kelistrikan yang kompleks. Ini akan meningkatkan kompetensi mereka, sekaligus memperkuat posisi laboratorium Teknik Elektro sebagai sarana pendidikan yang unggul,” ungkap Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., Rektor Universitas Pertamina.</p>
<p>Agar implementasi berjalan optimal, UPER bersama Siemens tengah menyusun langkah teknis yang meliputi pembentukan tim kerja, instalasi dan konfigurasi perangkat lunak, serta integrasi sistem dengan infrastruktur komputasi yang ada di kampus. Siemens juga akan menggelar pelatihan intensif bagi para dosen dan asisten laboratorium agar mampu memanfaatkan seluruh fitur software secara maksimal.</p>
<p>“Setelah proses perakitan tersebut berjalan, Siemens juga akan memberikan pelatihan secara mendalam kepada para dosen dan asisten laboratorium dalam penggunaan seluruh fitur perangkat lunak. Hal ini akan memperkuat fasilitas laboratorium teknik elektro untuk menjadi sarana pendidikan yang unggul,” tambah Dr. Eng. Muhammad Abdillah, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Elektro.</p>
<p>Ingin menjadi bagian dari ahli pengembangan energi di masa depan? Universitas Pertamina sebagai kampus energi dan teknologi kini tengah membuka jalur pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur SNBT, Rapor dan Ujian Masuk.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/dukung-smart-grid-nasional-siemens-hibahkan-software-kelistrikan-ke-universitas-pertamina/">Dukung Smart Grid Nasional, Siemens Hibahkan Software Kelistrikan ke Universitas Pertamina</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/penadepok.com/wp-content/uploads/2025/07/972ee795-a218-4909-b50d-d0926269c667-e1751857216885.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Masihkah Teknik Perminyakan Menjanjikan? Ini Prospek Karier dan Gajinya!</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/masihkah-teknik-perminyakan-menjanjikan-ini-prospek-karier-dan-gajinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2025 04:24:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=79331</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAJALAH EKONOMI &#8211; Meskipun transisi ke energi bersih terus didorong, tantangan investasi dan biaya produksi...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/masihkah-teknik-perminyakan-menjanjikan-ini-prospek-karier-dan-gajinya/">Masihkah Teknik Perminyakan Menjanjikan? Ini Prospek Karier dan Gajinya!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahekonomi.com/"><strong>MAJALAH EKONOMI</strong></a> &#8211; Meskipun transisi ke energi bersih terus didorong, tantangan investasi dan biaya produksi membuat realisasi EBT hingga akhir 2024 baru mencapai 14,68%, jauh dari target 23% pada 2025. Akibatnya, energi fosil diperkirakan tetap dominan hingga 2050, dengan konsumsi migas Indonesia mencapai 8,69 juta BOEPD.</p>
<p>Pada tahun 2024, 67% konsumsi gas bumi digunakan untuk kebutuhan domestik, menunjukkan bahwa mayoritas produksi gas masih digunakan untuk mendukung berbagai sektor industri dalam negeri. Hal ini membuktikan bahwa industri migas tetap menjadi tulang punggung ekonomi, sehingga lulusan Teknik Perminyakan memiliki prospek kerja yang stabil dan menjanjikan.</p>
<p><strong>1. Sektor Hulu (Eksplorasi &amp; Produksi Migas)</strong><br />
Peluang besar untuk bekerja di perusahaan nasional seperti Pertamina, serta perusahaan multinasional seperti Chevron, ExxonMobil, dan Total Energies. Profesi di sektor ini meliputi Drilling Engineer (Insinyur Pengeboran), Reservoir Engineer (Insinyur Reservoir), Production Engineer (Insinyur Produksi).<br />
Gaji awal: Rp10 – 20 juta/bulan, tergantung pengalaman dan perusahaan.</p>
<p><strong>2. Sektor Hilir (Pengolahan &amp; Distribusi)</strong><br />
Bekerja di kilang minyak, pemrosesan gas bumi, dan distribusi energi, termasuk di perusahaan seperti Pertamina, Chandra Asri, dan PGN. Posisi yang tersedia meliputi Process Engineer (Insinyur Proses), Pipeline Engineer (Insinyur Pipa).<br />
Gaji awal: Rp8 – 18 juta/bulan, dengan kenaikan signifikan berdasarkan pengalaman.</p>
<p><strong>3. Jasa Migas &amp; Teknologi Energi</strong><br />
Bekerja di perusahaan jasa migas seperti Schlumberger, Halliburton, dan Baker Hughes, yang menyediakan teknologi pengeboran, logging, dan pemeliharaan sumur minyak. Profesi yang tersedia antara lain Field Engineer (Insinyur Lapangan), Petroleum Data Analyst (Analis Data Migas).<br />
Gaji awal: Rp12 – 25 juta/bulan, terutama bagi yang bekerja di perusahaan multinasional.</p>
<p><strong>4. Energi Panas Bumi &amp; Transisi Energi</strong><br />
Keahlian Teknik Perminyakan juga dibutuhkan dalam industri panas bumi (geotermal) dan proyek Carbon Capture &amp; Storage (CCS) untuk mendukung energi bersih. Perusahaan seperti Star Energy dan Supreme Energy membuka peluang di bidang Geothermal Engineer (Insinyur Panas Bumi) dan Energy Transition Specialist (Spesialis Transisi Energi).<br />
Gaji awal: Rp10 – 22 juta/bulan.</p>
<p><strong>5. Akademisi &amp; Riset Energi</strong><br />
Lulusan yang tertarik dalam penelitian dan pengembangan energi dapat bekerja di institusi akademik, pusat riset energi, atau lembaga pemerintahan. Posisi ini meliputi Dosen Teknik Perminyakan dan Peneliti di Lembaga Energi.<br />
Gaji awal: Rp6 – 15 juta/bulan, tergantung institusi dan jenjang pendidikan.</p>
<h3>Kompetensi Penting di Industri Migas</h3>
<p>Untuk sukses di industri migas, lulusan Teknik Perminyakan perlu menguasai keterampilan berikut:</p>
<p><strong>Teknologi Eksplorasi &amp; Produksi</strong><br />
Pemahaman mendalam tentang pengeboran, perawatan sumur, dan optimasi produksi.</p>
<p><strong>Analisis Data &amp; Pemecahan Masalah</strong><br />
Menganalisis reservoir, meningkatkan efisiensi ekstraksi, dan mengatasi tantangan operasional.</p>
<p><strong>Adaptasi terhadap Teknologi Baru</strong><br />
Menguasai inovasi seperti digitalisasi migas, AI, dan big data untuk efisiensi industri energi.</p>
<h3>Mengenal Teknik Perminyakan di Universitas Pertamina</h3>
<p>Bagi kamu yang ingin berkarir di industri energi, Universitas Pertamina (UPER) menawarkan Program Studi Teknik Perminyakan yang dirancang sesuai kebutuhan industri migas saat ini dan masa depan.</p>
<ul>
<li>Peminatan Utama Teknik Perminyakan UPER</li>
<li>Teknik Pengeboran – Desain sumur, operasi pengeboran, dan teknik kerja ulang sumur.</li>
<li>Produksi &amp; Manajemen Migas – Optimasi produksi dan pengelolaan fasilitas energi.</li>
<li>Teknik Reservoir – Evaluasi formasi, karakterisasi reservoir, dan simulasi perolehan migas.</li>
<li>Minyak Digital &amp; Big Data – Pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi produksi energi.</li>
</ul>
<p>Sebagai kampus yang didirikan oleh PT Pertamina (Persero), UPER membekali mahasiswa dengan pemahaman eksplorasi dan produksi migas serta wawasan keberlanjutan, energi bersih, dan inovasi industri. Dengan jaringan industri yang luas dan kurikulum berbasis teknologi, UPER menjadi pilihan tepat bagi calon profesional energi masa depan.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/masihkah-teknik-perminyakan-menjanjikan-ini-prospek-karier-dan-gajinya/">Masihkah Teknik Perminyakan Menjanjikan? Ini Prospek Karier dan Gajinya!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/asset.kompas.com/crops/HnIu_N8XzgUvobe6jpPfK25QRLk=/192x128:1728x1152/1200x800/data/photo/2023/11/10/654dd2bf731e5.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Moo Apps, Inovasi Mahasiswa UPER Raih Juara di Hackathon Taiwan</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/moo-apps-inovasi-mahasiswa-uper-raih-juara-di-hackathon-taiwan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2025 05:44:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Moo Aps]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=78982</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sandi Pamungkas, mahasiswa Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina (UPER), menginisiasi Moo Apps</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/moo-apps-inovasi-mahasiswa-uper-raih-juara-di-hackathon-taiwan/">Moo Apps, Inovasi Mahasiswa UPER Raih Juara di Hackathon Taiwan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Sandi Pamungkas, mahasiswa Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina (UPER), menginisiasi Moo Apps</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://majalahekonomi.com/"><strong>MAJALAH EKONOMI</strong></a> &#8211; Neraca pangan nasional tahun 2024 mencatat kebutuhan konsumsi daging sapi di Indonesia mencapai 724,2 ribu ton. Namun, total produksi daging sapi dalam negeri hanya sebesar 432,9 ribu ton, sehingga terjadi defisit sebesar 291,3 ribu ton. Pasalnya pemasok utama daging sapi dalam negeri didominasi peternakan berskala kecil (BPS, 2024). Padahal swasembada pangan menjadi salah satu misi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo.</p>
<p>Merespon tantangan itu, Sandi Pamungkas, mahasiswa Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina (UPER), menginisiasi Moo Apps, sebuah inovasi teknologi yang dirancang sebagai alat pemantau kesehatan hewan ternak terintegrasi dengan aplikasi ponsel.</p>
<p>“Moo Apps dirancang untuk memungkinkan peternak memantau kesehatan sapi secara real-time. Dengan fitur seperti deteksi suhu tubuh, detak jantung, peredaran darah, dan aktivitas gerak hewan. Teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit, tetapi juga mendukung praktik peternakan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Sandi.</p>
<p>Keterbatasan produksi daging sapi juga disebabkan rendahnya kualitas ternak dan manajemen pemeliharaan yang kurang optimal. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (2024), hal ini tercermin dari lonjakan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).</p>
<p>Salah satunya di Jawa Tengah, yang merupakan wilayah dengan produksi sapi potong terbanyak, mencapai 1,26 juta ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.026 ekor sapi terinfeksi PMK. Situasi ini merugikan peternak dan berdampak negatif terhadap jumlah produksi daging sapi dalam negeri.</p>
<p>Memaksimalkan manfaat bagi peternak, Moo Apps juga dilengkapi dengan fitur konsultasi langsung dengan dokter hewan dan marketplace yang menghubungkan rumah potong hewan dengan pemasok daging, membantu peternak memasarkan hasil ternaknya lebih luas. Saat ini, aplikasi tersebut telah bermitra dengan 80 pedagang dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta produksi daging sapi dalam negeri.</p>
<p>Berkat inovasinya, Sandi meraih juara pertama dalam Presidential Hackathon International Track 2024 di Taiwan. Sebuah kompetisi yang mendukung inovasi teknologi untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Pada ajang tersebut, Sandi berhasil mengalahkan 77 peserta dari berbagai negara dengan mengangkat tema “Digital dan Ramah Lingkungan: Infrastruktur Publik Generasi Berikutnya”. Atas pencapaian tersebut, Sandi menerima hadiah uang tunai sebesar 5.000 USD.</p>
<p>Sandi merupakan mahasiswa berprestasi dengan ketertarikan pada inovasi teknologi dan pengembangan solusi berbasis keberlanjutan. Ia telah meraih berbagai penghargaan, termasuk 1st Astranauts by PT. Astra International Tbk, 1st Wirausaha Muda Syariah by Otoritas Jaksa Keuangan (OJK) dan prestasi lainnya. Ketertarikannya pada isu ketahanan pangan dan efisiensi di sektor peternakan mendorongnya mengembangkan Moo Apps sebagai solusi praktis yang dapat mendukung peternak dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil ternak.</p>
<p>Selain hadiah uang tunai, Sandi memperoleh kesempatan berkolaborasi dengan pemerintah Taiwan dalam pengembangan lebih lanjut Moo Apps. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat proses komersialisasi dengan penyempurnaan fitur, seperti peningkatan akurasi sensor dan optimalisasi sistem berbasis AI.</p>
<p>Selain itu, Sandi mengaplikasikan teknologi panel surya pada alat sensor Moo Apps untuk kebutuhan pengisian daya, memungkinkan alat ini beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan pada sumber listrik eksternal. Inovasi ini tidak hanya mengurangi biaya operasional peternak, tetapi juga mendukung konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi terbarukan secara optimal.</p>
<p>Keberhasilan Sandi dalam ajang internasional tersebut mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU. Menurut Prof. Wawan, kesuksesan yang diraih Sandi merupakan cerminan kemampuan mahasiswa dalam memahami tantangan sosial yang mampu diselaraskan dengan proses pembelajaran secara mendalam.</p>
<p>“Prestasi Sandi dengan Moo Apps di tingkat internasional membuktikan keberhasilan mahasiswa Universitas Pertamina dalam mengaplikasikan pembelajaran ke inovasi berdampak nyata. Sebagai perguruan tinggi berorientasi teknologi dan energi, UPER berkomitmen mengembangkan inovasi berkelanjutan bagi mahasiswa, termasuk melalui peminatan Energy Economics &amp; Sustainability, agar lebih siap menghadapi tantangan global,” tutup Prof. Wawan.</p>
<p>Sebagai informasi, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tengah membuka peluang untuk berkuliah di UPER. Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat mengakses informasi selengkapnya melalui situs resmi Universitas Pertamina.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/moo-apps-inovasi-mahasiswa-uper-raih-juara-di-hackathon-taiwan/">Moo Apps, Inovasi Mahasiswa UPER Raih Juara di Hackathon Taiwan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/beritajabar.id/wp-content/uploads/2025/01/aar19.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
