<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SMK Lingga Kencana &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/smk-lingga-kencana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 May 2024 02:49:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>SMK Lingga Kencana &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Puluhan Korban Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana Masih Dirawat Intensif</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/puluhan-korban-kecelakaan-bus-smk-lingga-kencana-masih-dirawat-intensif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2024 02:49:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Lingga Kencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68730</guid>

					<description><![CDATA[Puluhan korban kecelakaan bus SMK Lingga Kencana di Kabupaten Subang, Jawa Barat masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dan Rumah Sakit Bhayangkara Brimob (RSBB)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Puluhan korban kecelakaan bus SMK Lingga Kencana di Kabupaten Subang, Jawa Barat masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas <a href="https://majalahekonomi.com/indonesia-menuju-pusat-ekonomi-syariah-global-peluang-dan-tantangan/">Indonesia</a> (RSUI) dan Rumah Sakit Bhayangkara Brimob (RSBB).</p>
<p>Seluruh korban sudah mendapatkan perawatan medis sesuai kebutuhannya.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a>, Mary Liziawati mengatakan, total korban sebelumnya yang mendapatkan perawatan berjumlah 26 orang.</p>
<p>Diantaranya tujuh orang mendapatkan perawatan di RSUI dan 19 orang di RSBB.</p>
<p>&#8220;Hingga saat ini masih ada 19 orang yang menjalani perawatan, yaitu tujuh orang dalam perawatan intensif di RSUI dan 12 orang dalam perawatan di RSBB,&#8221; tuturnya, Selasa (14/05/24).</p>
<p>Mary menyebutkan, tujuh orang yang dirawat di RSBB sudah dipulangkan secara bertahap kemarin.</p>
<p>Sebab kondisinya sudah memungkinkan untuk melakukan rawat jalan.</p>
<p>Dikatakan Mary, tujuh korban yang berada di RSUI sudah dilakukan tindakan medis dan operasi.</p>
<p>Saat ini, mereka masih dalam perawatan di ruang intensive care unit (ICU).</p>
<p>Sedangkan untuk korban kecelakaan yang dirawat di RSBB sebagian besar mengalami cedera patah tulang.</p>
<p>&#8220;Seluruhnya sudah dilakukan tindakan medis berupa operasi, semoga pengobatan berjalan lancar dan korban segera pulih kembali,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/penampakan-bus-dan-korban-kecelakaan-subang.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kemenag Depok Perketat Aturan Study Tour</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/kemenag-depok-perketat-aturan-study-tour/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2024 04:12:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag Depok]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Lingga Kencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68695</guid>

					<description><![CDATA[Hal ini dilakukan guna memastikan kegiatan tersebut tidak berujung duka seperti yang menimpa rombongan SMK Lingga Kencana]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Kementerian Agama (Kemenag) Kota <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a> memperketat pelaksanaan kegiatan study tour yang dilakukan oleh pihak sekolah.</p>
<p>Hal ini dilakukan guna memastikan kegiatan tersebut tidak berujung duka seperti yang menimpa rombongan SMK Lingga Kencana Depok yang mengalami kecelakaan di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (11/5/24) lalu.</p>
<p>Terbaru Kemenag Kota Depok mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor B-146/KK.10.22/1/HM.00/05/2024 tentang izin pelaksanaan kegiatan study tour.</p>
<p>Surat tersebut dikeluarkan pada 12 Mei 2024 untuk seluruh Ketua/Kepala Lembaga Raudhatul Athfal (RA)/Madrasah, Pondok Pesantren dan seluruh <a href="https://majalahekonomi.com/organisasi-masa-kini-masalah-risiko-dan-solusi/">Organisasi</a> Mitra (Ormit) di lingkungan Kantor Kemenag Depok.</p>
<p><img decoding="async" class="size-full aligncenter" src="https://berita.depok.go.id/storage/entries/22407/2l0vlExWGIS8LPFsavYDAkIf6dKx2VxqtlwIioMV.webp" /></p>
<p>Kepala Kantor Kemenag Depok, Enjat Mujiat mengatakan, berdasarkan peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional <a href="https://majalahekonomi.com/bank-mandiri-bagikan-santunan-pendidikan-ke-2-600-anak-yatim/">Pendidikan</a> Pasal 19 ayat (1), dengan ini disampaikan beberapa hal.</p>
<p>Pertama, bagi Lembaga Pendidikan di bawah naungan Kantor Kemenag Depok yang akan melaksanakan kegiatan study tour keluar kota agar mengajukan surat permohonan izin pelaksanaan kegiatan dimaksud yang ditujukan kepada Kepala Kantor Kemenag Depok.</p>
<p>&#8220;Kedua, surat permohonan izin dimaksud agar di ajukan paling lambat satu bulan sebelum kegiatan dilaksanakan dengan dilengkapi, surat izin ketua yayasan atau lembaga pendidikan yang bersangkutan. Daftar lengkap nama-nama peserta dan panitia yang akan mengikuti kegiatan,&#8221; ujarnya kepada berita.depok.go.id, Selasa (14/05/24).</p>
<p>Lalu, jadwal keberangkatan dan kepulangan ke tempat tujuan, surat izin dari kepolisian.</p>
<p>Surat keterangan kendaraan layak pakai dan layak jalan dari perusahaan penyedia jasa angkutan bus atau kendaraan pribadi serta surat keterangan sehat dari dokter bagi supir.</p>
<p>&#8220;Ketiga, agar ketentuan ini dilaksankan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh Lembaga Pendidikan dilingkungan Kantor Kemenag Kota Depok yang ingin melaksanakan kegiatan study tour ke luar kota,&#8221; tutupnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/infobandungkota.com/wp-content/uploads/2021/11/9598CA39-7B92-4EC2-82BD-69F10B39DF62.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kemenhub: Masyarakat Bisa Cek Kelaikan Jalan Bus Lewat Aplikasi MitraDarat</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/kemenhub-masyarakat-bisa-cek-kelaikan-jalan-bus-lewat-aplikasi-mitradarat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 01:58:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Lingga Kencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68631</guid>

					<description><![CDATA[Masyarakat pengguna bus terlebih dulu mengecek kelaikan jalan transportasi tersebut di aplikasi MitraDarat demi memastikan keamanan dan keselamatan selama perjalanan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Masyarakat pengguna bus bisa terlebih dulu mengecek kelaikan jalan transportasi tersebut di aplikasi MitraDarat demi memastikan keamanan dan keselamatan selama perjalanan</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bisa mencabut izin trayek Perusahaan Otobus (PO) yang mengalami kecelakaan di Subang apabila menemukan adanya pelanggaran.</p>
<p>Bus pariwisata yang membawa rombongan pelajar SMK Lingga Kencana <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a> tersebut mengalami kecelakaan di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat pada Sabtu (11/5) petang.</p>
<p>“Kalau PO (Perusahaan Otobus), bus AKAP, sama pariwisata saya bisa intervensi. Saya lihat apa masalahnya kemarin itu, masalahnya di titik mana baru saya intervensi. Sanksinya apakah dicabut atau gimana,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno seperti dilansir Antara.</p>
<p>Hendro menyampaikan Kementerian Perhubungan memiliki kewenangan untuk mengintervensi terhadap Perusahaan Otobus terkait pencabutan izin.</p>
<p>Namun, untuk kejadian bus pariwisata Trans Putera Fajar yang mengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok, yang mengalami kecelakaan di Subang, Hendro mengaku masih akan melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut dari sisi teknis.</p>
<p>“Kalau memang dia (PO) tidak menjalankan sesuai dengan ketentuannya, kenakalan dari pengusaha ya kita harus sanksi lah,” ucap Hendro.</p>
<p>Selain kepada PO, Hendro juga menegaskan akan menyelidiki terhadap pihak yang melakukan pengujian kendaraan bermotor (PKB) atau KIR kendaraan secara berkala terhadap bus tersebut.</p>
<p>Dia menegaskan pula apabila ditemukan adanya kelalaian dari pihak penguji, maka juga akan mendapat sanksi berupa pencabutan sertifikasi uji kompetensi.</p>
<p>“Kalau memang hasilnya dari pendalaman saya ternyata (pengujian) KIR-nya tidak berjalan dengan baik sesuai dengan aturan ya sertifikasinya saya cabut dan sanksi pasti ada bagi pelaksana yang di tingkat dua gitu,” tegas Hendro.</p>
<p>Hendro juga tak menampik bahwa masih ada pengusaha bus dan bahkan penguji yang tidak menaati aturan terutama terkait uji KIR kendaraan. Namun, dia menegaskan untuk meningkatkan kepatuhan dengan aturan yang berlaku demi mencegah kecelakaan lalu lintas di masa depan.</p>
<p>“Saya berusaha membenahi dengan aturan-aturan gitu, dan sanksi-sanksi berapa kemarin petugas KIR di Sumatera Selatan juga saya sidang etik, saya cabut KIR kompetensinya karena tidak menjalankan dengan baik,” tambah Hendro.</p>
<p>Hendro juga meminta kepada seluruh masyarakat pengguna transportasi bus agar berani mengritik dan menolak terhadap kendaraan yang hendak ditumpangi jika tidak memiliki izin kelaikan jalan.</p>
<p>Oleh karena itu, Hendro mengimbau masyarakat pengguna bus untuk terlebih dulu mengecek kelaikan jalan transportasi tersebut di <a href="https://majalahekonomi.com/moo-apps-inovasi-mahasiswa-uper-raih-juara-di-hackathon-taiwan/">aplikasi</a> MitraDarat demi memastikan keamanan dan keselamatan selama perjalanan.</p>
<p>“Kami mengeluarkan KIR itu hasilnya dengan elektronik, jadi semua orang bisa mengecek sebenarnya,” ucap Hendro.</p>
<p>Sebelumnya, sebuah bus pariwisata yang ditumpangi rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan diduga akibat rem blong, di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (11/5) petang.</p>
<p>Data terkini sementara korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus terguling di Jalan Raya Kampung Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang tersebut berjumlah 11 orang dan empat orang mengalami luka berat harus dirawat di rumah sakit di daerah Subang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/penampakan-bus-dan-korban-kecelakaan-subang.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kemenhub Bentuk Tim Investigasi Kecelakaan Bus Rombongan Pelajar SMK Lingga Kencana</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/kemenhub-bentuk-tim-investigasi-kecelakaan-bus-rombongan-pelajar-smk-lingga-kencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2024 11:39:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Lingga Kencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68621</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menurunkan tim khusus untuk mendalami penyebab...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menurunkan tim khusus untuk mendalami penyebab kecelakaan bus pariwisata yang ditumpangi rombongan pelajar SMK Lingga Kencana <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a>, di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (11/5) petang.</p>
<p>“Saya lagi investigasi, saya lagi suruh tim untuk mengecek. Saya menurunkan tim investigasi dari Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat (Jenderal) Perhubungan Darat ke lokasi untuk mengetahui apa sih masalahnya,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno seperti dilansir Antara, Minggu.</p>
<p>Hendro menyampaikan pihaknya menerjunkan tim khusus untuk bersinergi dengan aparat kepolisian dalam melakukan investigasi penyebab kecelakaan tersebut dari sisi teknis.</p>
<p>Sementara itu, untuk masalah hukum menurut Hendro, merupakan ranah dari aparat penegak hukum yakni kepolisian setempat.</p>
<p>“Saya kan masalah teknis kendaraannya saja, masalah hukumnya itu kan dari aparat kepolisian,” ujar Hendro.</p>
<p>Dia menyebutkan sebanyak empat orang dari tim khusus yang dibentuk Kementerian Perhubungan untuk bersinergi dengan pihak kepolisian dalam melalukan investasi atas insiden nahas tersebut.</p>
<p>“(Yang diturunkan di lokasi) ada empat orang. Intinya saya cek nanti (penyebab kecelakaan secara teknis),” ucap Hendro.</p>
<p>Kementerian Perhubungan juga meminta kepada Perusahaan Otobus (PO) agar rutin melakukan uji kelaikan jalan kendaraan bus demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat dalam perjalanan.</p>
<p>Menurut Hendro, pengujian kendaraan bermotor (PKB) atau KIR kendaraan secara berkala sangat penting dilakukan demi mencegah atau memitigasi potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas selama perjalanan.</p>
<p>“Saya juga mengimbau kepada pengusaha bus ikuti ketentuan, kalau memang harus melakukan uji KIR, maka ya uji KIR,” tegas Hendro.</p>
<p>Selain itu, Hendro juga meminta kepada seluruh masyarakat pengguna transportasi bus agar berani kritik terhadap kendaraan yang hendak ditumpangi jika tidak memiliki izin kelaikan jalan.</p>
<p>Masyarakat pengguna bus diminta untuk terlebih dulu mengecek kelaikan jalan transportasi tersebut di <a href="https://majalahekonomi.com/moo-apps-inovasi-mahasiswa-uper-raih-juara-di-hackathon-taiwan/">aplikasi</a> MitraDarat demi memastikan keamanan dan keselamatan selama perjalanan.</p>
<p>“Cek betul kendaraannya laik jalan atau tidak, kalau memang tidak laik jalan minta ganti bus yang lain. Dan bagi pengemudi, kalau tidak menguasai <a href="https://majalahekonomi.com/pelita-air-resmi-buka-penerbangan-rute-jakarta-medan/">medan</a> di mana tujuannya, iya jangan mengemudi,” kata Hendro.</p>
<p>Hendro juga menyampaikan turut prihatin dan berduka cita atas kecelakaan Bus Trans Putera Fajar di Ciater, Subang, Jawa Barat. Ia sangat prihatin atas insiden tersebut, padahal sebelumnya pemeriksaan kelaikan operasi pada bus telah dilakukan pada saat angkutan mudik Lebaran 2024.</p>
<p>Sebelumnya, sebuah bus pariwisata yang ditumpangi rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan diduga akibat rem blong, di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (11/5) petang.</p>
<p>Data terkini sementara korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus terguling di Jalan Raya Kampung Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang tersebut berjumlah 11 orang dan empat orang mengalami luka berat harus dirawat di rumah sakit di daerah Subang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/cdn.rri.co.id/berita/Pusat_Pemberitaan/o/1715435302074-WhatsApp_Image_2024-05-11_at_20.19.15/a3i98b59znvl088.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Korban Kecelakaan Bus Dimakamkan di TPUI Parung Bingung, Pasir Putih dan Rawa Denok</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/korban-kecelakaan-bus-dimakamkan-di-tpui-parung-bingung-pasir-putih-dan-rawa-denok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2024 11:26:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Lingga Kencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68618</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono turut mengiringi prosesi pemakaman enam korban...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Wakil Wali Kota <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a>, Imam Budi Hartono turut mengiringi prosesi pemakaman enam korban kecelakaan bus SMK Lingga Kencana di Taman pemakaman Umat Islam (TPUI) Parung Bingung, Minggu (12/05/24).</p>
<p>Keenam jenazah yang dimakamkan di TPUI ini adalah Suprayogi, Intan Fauziah, Mahesya Putra, Intan Rahmawati, Dimas Aditya, dan Robiatul Adawiyah.</p>
<p>Kedatangan Wakil Wali Kota Depok tersebut sebagai bentuk simpati dan rasa duka kepada keluarga korban kecelakaan bus SMK Lingga Kencana.</p>
<p>Tampak Bang Imam, sapaannya mengikuti proses pemakaman dengan hikmat sampai dengan selesai.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah saya bisa menyempatkan hadir ke pemakaman,&#8221; katanya.</p>
<p>Dikatakannya, selain di TPUI Parung Bingung, proses pemakaman bagi korban meninggal juga dilakukan di pemakaman Pasir Putih dan juga Pemakaman Kampung Rawa Denok.</p>
<p>&#8220;Kami menyediakan beberapa titik pemakaman sesuai dengan domisili para korban tinggal,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat untuk turut mendoakan para korban yang meninggal dunia dan yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Kepada masyarakat mohon mendoakan anak-anak kita yang mengalami musibah ini,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/berita.depok.go.id/storage/posts//EZ3gObNCmUUDahVZoFrarWINjk0WC5TVpHaaUE7m.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Bus yang Bawa Pelajar SMK Lingga Kencana Depok Berstatus AKDP dan Telat Uji Kir</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/bus-yang-bawa-pelajar-smk-lingga-kencana-depok-berstatus-akdp-dan-telat-uji-kir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2024 11:21:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Lingga Kencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68615</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Bus Trans Putera Fajar yang kecelakaan saat membawa rombongan pelajar SMK Lingga Kencana...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Bus Trans Putera Fajar yang kecelakaan saat membawa rombongan pelajar SMK Lingga Kencana <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a> dan terguling di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, saat perjalanan dari arah Bandung pada Sabtu 11 Mei 2024 itu ternyata masih berstatus kendaraan angkutan umum antarkota dalam provinsi (AKDP).</p>
<p>Selain itu diketahui masa berlaku uji kir bus dengan nomor polisi AD 7524 OG yang merupakan plat nomor Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, itu juga sudah kedaluwarsa.</p>
<p>Fakta terkait status bus yang mengalami kecelakaan terguling di Ciater Subang tersebut diutarakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri, Waluyo.</p>
<p>&#8220;Kaitannya dengan kewenangan kami kan uji kir. Dari dokumen kami, uji kir ini berakhir Desember 2023, tapi statusnya itu masih AKDP,&#8221; kata Waluyo di Wonogiri, Minggu 12 Mei 2024, dikutip dari ANTARA.</p>
<p>Berdasarkan data tersebut, tegas Waluyo, bus dengan nama Trans Putera Fajar yang mengalami kecelakaan terguling menabrak mobil dan 3 sepeda motor di kawasan Ciater Subang saat membawa rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok itu dinyatakan terlambat uji kir.</p>
<p>“Seharusnya uji kir dilakukan secara berkala setiap enam bulan sekali, meliputi uji umum, yakni kelaikan beroperasi dan uji administrasi kendaraan,” ungkapnya.</p>
<p>Dalam kasus kecelakaan yang mengakibatkan 11 korban meninggal dunia ini, lanjut Waluyo, pihaknya sudah menyerahkan dokumen terakhir uji kir bus tersebut ke Dinas Perhubungan Kabupaten Subang.</p>
<p>&#8220;Jadi sekarang sudah diambil alih oleh sana. Sesuai data yang sekarang ada, uji kir sudah terlambat dan belum diujikan lagi,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu dia menambahkan bahwa sesuai dengan dokumen bus tersebut, awalnya bus Trans Putera Fajar itu bernama Jaya Guna HG.</p>
<p>&#8220;Semua sudah dikonfirmasi, sifatnya bus itu sudah dilepas. Kalau kemudian terjadi seperti ini kan di luar kendali kami,&#8221; terangnya.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/cms.disway.id/uploads/359f8abec3ce0a3cc2ff4aa51eff4c4a.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Polisi Tak Temukan Jejak Rem di Lokasi Kecelakaan Bus Rombongan SMK Lingga Kencana</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/polisi-tak-temukan-jejak-rem-di-lokasi-kecelakaan-bus-rombongan-smk-lingga-kencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2024 03:53:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Lingga Kencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68606</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan bus di Subang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan bus di Subang pada Sabtu (11/5) malam.</p>
<p>Petugas olah TKP dari kepolisian menyebut tidak menemukan bekas rem bus rombongan SMK Lingga Kencana <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a>.</p>
<p>Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Subang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan, Minggu (12/5) pagi.</p>
<p>Kecelakaan bus di Subang terjadi di Jalan Raya Kampung Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Sabtu (11/5) malam.</p>
<p>Wadirlantas Polda Jabar AKBP Edwin Affandi berkata pelaksanaan olah TKP berlangsung satu jam.</p>
<p>&#8220;Kemudian dugaan awal penyebab terjadinya kecelakaan karena tidak berfungsinya sistem rem karena di TKP tidak sama sekali kami temukan bekas rem atau jejak rem dari bus,&#8221; kata Edwin seperti diberitakan Antara.</p>
<p>Dalam olah TKP, polisi menandai beberapa titik sesuai keterangan para saksi dan tanda-tanda saat kecelakaan terjadi. Titik-titik ini kemudian ditandai dengan cat putih.</p>
<p>Pihaknya pun melakukan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan arus dari arah Bandung dan Subang pukul 07.00-08.30 WIB.</p>
<p>&#8220;Untuk pelaksanaan olah TKP sendiri kami melaksanakan pengalihan lintas sepenggal,&#8221; ucap Edwin.</p>
<p>Usai olah TKP, polisi melakukan rekonstruksi visualisasi kecelakaan lalu lintas berdasarkan bukti yang ada di TKP.</p>
<p>Sebelumnya, sejumlah saksi dimintai keterangan terkait kecelakaan bus di Subang.</p>
<p>&#8220;Tidak kurang dari 10 saksi yang sudah kami minta keterangan terkait dengan kondisi ini tentunya akan terus bertambah Untuk mendapatkan fakta-fakta di lapangan yang lebih baik,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/penampakan-bus-dan-korban-kecelakaan-subang.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Daftar Lengkap Korban Tewas dan Terluka Kecelakaan Bus Rombongan SMK Lingga Kencana Depok</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/daftar-lengkap-korban-tewas-dan-terluka-kecelakaan-bus-rombongan-smk-lingga-kencana-depok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2024 01:34:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan Maut]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Lingga Kencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68603</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Tragedi menyedihkan dialami rombongan SMK Lingga Kencana Depok telah menyita perhatian publik usai...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Tragedi menyedihkan dialami rombongan SMK Lingga Kencana <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a> telah menyita perhatian publik usai mengalami kecelakaan di Subang, pada Sabtu, 11 Mei 2024.</p>
<p>Data yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan yang dialami rombongan bus SMK Lingga Kencana Depok ini menyebabkan 11 orang tewas. Sementara 46 korban lainnya luka-luka.</p>
<p>Pemkot Depok bersama Polres Metro Depok juga telah mengerahkan sebanyak 42 ambulans untuk membantu proses evakuasi.</p>
<p><strong>Daftar korban meninggal dunia:</strong></p>
<p>1. Ade Nabila (P)<br />
2. Mahesa (L)<br />
3. Desy Yulianti (P)<br />
4. Arya nova (L)<br />
5. Dimas Aditya (L)<br />
6. Robbiatul (P)<br />
7. Ahmad Fauzi (L)<br />
8. Intan rahmawati (P)<br />
9. Supra Yogi (Guru) 65 Thn<br />
10. Tiara (P)<br />
11. Intan Fauziah (P)</p>
<p><strong>Berikut daftar nama korban luka-luka:</strong></p>
<p>1. Vivi audia<br />
2. Dea Safitri<br />
3. Ega rahmadani<br />
4. Johan aridwi<br />
5. Abdul hamim<br />
6. Syaiful fahri<br />
7. Zikri muzaki<br />
8. Muhammad Rafly<br />
9. M. Dwi prasetyo<br />
10. Zulfikar Razman<br />
11. Muhammad Amiluhdin<br />
12. Haikal Firmansyah.<br />
13. A. Fauzi<br />
14. Damar<br />
15. Fachri Fahrurozi<br />
16. Fauziah<br />
17. Gerard Ramadas<br />
18. Johan Ari Dwi<br />
19. Monica Rahayu<br />
20. M. Haikal<br />
21. M. Edy Gunawan<br />
22. M. Fahmi<br />
23. Nadia<br />
24. Nico Riski<br />
25. Rindu<br />
26. Reviana<br />
27. Rizki<br />
28. Triana w<br />
29. Dzulfikar<br />
30. Angling dharma<br />
31. Devi lestari<br />
32. Dewa Pandu<br />
33. Fauzi A<br />
34. Kurnia A<br />
35. M. Faturohma<br />
36. M. Rizky a<br />
37. Meta p<br />
38. M. Yulias<br />
39. M. Fafly<br />
40. M. Syebeni<br />
41. Rani O<br />
42. Novia Anis<br />
43. Roby Kurniawan<br />
44. Suci R<br />
45. Syahrul<br />
46. Yafernas</p>
<p>Korban patah tulang (ortopedi) di bawa ke RS Brimob Bhayangkara Kelapa Dua Depok.<br />
Korban luka berat di rawat di RSUI dan RSUD Depok.<br />
Korban Meninggal dunia langsung di bawa ke RSUD Depok.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/www.tintahijau.com/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240511-WA0168.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Rem Blong jadi Sebab Kecelakaan Bus Rombongan SMK Lingga Kencana Depok</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/rem-blong-jadi-sebab-kecelakaan-bus-rombongan-smk-lingga-kencana-depok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2024 01:21:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan Bus]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Lingga Kencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68600</guid>

					<description><![CDATA[Sopir bus itu bahkan sempat memperbaiki remnya selama istirahat makan sebelum kejadian]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Kecelakaan maut menimpa rombongan pelajar SMK Lingga Kencana <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a> saat bus pariwisata yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Kecamatan Ciater Subang, Jawa Barat pada Sabtu 11 Mei 2024.</p>
<p>Kecelakaan itu menewaskan 11 orang, termasuk sembilan pelajar, seorang guru, dan satu pemotor warga setempat. Keterangan dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa kecelakaan tragis itu diduga dipicu oleh rem blong.</p>
<p>Bus pariwisata Trans Putera Fajar, dengan nomor polisi AD 7524 OG, diduga mengalami masalah rem saat melaju di jalan menurun.</p>
<p>Sopir bus itu bahkan sempat memperbaiki remnya selama istirahat makan sebelum kejadian.</p>
<p>Ketika melintasi turunan di kawasan tersebut, bus oleng ke kanan dan menabrak kendaraan Feroza yang datang dari arah berlawanan.</p>
<p>Keadaan semakin memburuk ketika bus terguling dan menabrak tiga sepeda motor yang terparkir di tepi jalan.</p>
<p>Kecelakaan itu berakhir ketika bus menabrak tiang di depan Masjid <a href="https://majalahekonomi.com/trump-hentikan-seluruh-bantuan-luar-negeri-as-kecuali-untuk-israel/">As</a> Sa-dah, setelah sebelumnya sempat menabrak beberapa kendaraan.</p>
<p>Kapolda Jawa Barat, Irjen Akhmad Wiyagus, mengunjungi lokasi kecelakaan dan menyatakan bahwa pihaknya akan menerjunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Evakuasi korban dilakukan di RSUD Kota Subang dengan <a href="https://majalahekonomi.com/lebih-dari-2-juta-penerima-manfaat-rumah-zakat-terbantu-sepanjang-2024/">bantuan</a> 42 ambulans dari Pemkot Depok dan Polres Metro Depok.</p>
<p>Tim evakuasi dari Polres Metro Depok dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Metro Depok Kompol Multazam Lisendra. Mereka langsung membawa korban meninggal dunia ke Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) SMK Lingga Kencana.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/www.suarasurabaya.net/wp-content/uploads/2024/05/a3i98b59znvl088-1-840x493.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kecelakaan Bus di Subang Menjadi  &#8220;Perpisahan&#8221; Menyedihkan</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/kecelakaan-bus-di-subang-menjadi-perpisahan-menyedihkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2024 00:10:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Lingga Kencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68612</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Kecelakaan Bus di Subang menjadi perpisahan yang tragis dan menyedihkan bagi para siswa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Kecelakaan Bus di Subang menjadi perpisahan yang tragis dan menyedihkan bagi para siswa SMK Lingga Kencana pada Sabtu (11/5/2024).</p>
<p>Bus Putera Fajar bernopol AD 7524 OG tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu malam (11/5) sekitar pukul 18.30 WIB. Bus nahas ini membawa sebagian rombongan SMK Lingga Kencana asal <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a>, dimana keseluruhannya terdapat sekitar 120 peserta dan terbagi ke dalam 3 bus. Namun hanya bus pertama yang mengalami kecelakaan dan terguling di turunan Ciater.</p>
<p>Menurut informasi awal yang bisa didapatkan, terungkap beberapa catatan krusial dari bus yang konon hanya dimiliki oleh perorangan dan bukan P.O (Perusahaan Otomotif) ini, yakni penyebab utama kecelakaan disebut-sebut alasan klasik &#8220;rem blong&#8221; yang membuatnya oleng ketika dilakukan pengereman.</p>
<p>Bus tersebut selanjutnya menabrak mobil Daihatsu, beberapa motor dan harus berakhir di antara tiang listrik dan papan billboard tepi jalan antara Bandung dan Depok.</p>
<p>Hasil pengamatan sementara dari petugas kepolisian menyatakan tidak terdapat bekas-bekas pengereman. Padahal kontur jalan menurun dan sewajarnya harus ada penurunan kecepatan yang signifikan.</p>
<p>Sebagaimana sudah sering dilakukan, hasil analisis lengkap dan terinci nantinya akan didapatkan setelah dilakukan olah TKP menggunakan TAA (Traffic Accident Analysis) menggunakan perangkat berbasis LIDAR/ Light Detection and Ranging.</p>
<p>Cara ini dapat membuat Citra Video analisis 3D berbasis pindaian sinar laser ke berbagai arah di lokasi kejadian.</p>
<p>Hasil TAA ini memang akurat dan bisa diandalkan untuk mencari prima causa penyebab awal kejadian memilukan ini setelah digabungkan dengan hasil penyelidikan lainnya. Misalnya wawancara dengan saksi-saksi korban selamat, termasuk sopir yang alhamdulillah selamat meski harus dirawat di RSUD Subang.</p>
<p>Disebut-sebut bus yang sering digunakan untuk carter pariwisata ini menggunakan basis sasis bus keluaran tahun 2006 alias sudah berusia 18 tahun dan tampak dikaroseri baru untuk membuatnya &#8220;tampak modern&#8221; dan menarik penampilannya.</p>
<p>Meski diisi sesuai kapasitasnya, yakni 57 orang, namun bus yang sudah berusia di atas 10 bahkan 15 tahun ini memang seharusnya dilakukan perawatan lebih ketat karena digunakan utk bisnis pelayanan masyarakat umum.</p>
<p>Disinilah perlu dipertanyakan bagaimana kelengkapan syarat Uji Kir kendaraan yang penggunaannya bukan untuk pribadi, apalagi disewakan secara berbayar kepada pihak lain.</p>
<p>Bus Putera Fajar ini mengalami kecelakaan justru setelah istirahat dan makan di sebuah rumah makan bernama Bang Jun Ciater usai menyelenggarakan acara &#8220;perpisahan&#8221; di daerah <a href="https://majalahekonomi.com/8-rekomendasi-tempat-wisata-di-bogor-selain-puncak/">wisata</a> Lembang.</p>
<p>Sementara itu, menurut saksi mata di lokasi kejadian, sebelum menabrak mobil dan motor-motor, tampak bus meluncur cepat di malam hari dengan hanya menggunakan penerangan Lampu hazard dan bukan lampu utama sebagaimana seharusnya.</p>
<p>Ini dapat diperkirakan bahwa ada kemungkinan bus mengalami mati mesin sebelumnya, sehingga praktis fungsi booster dan master rem abnormal.</p>
<p>Dikutip dari wawancara eksklusif KompasTV yang disiarkan langsung (live) dari RSUD Subang Minggu pagi barusan, pengemudi bus bernama Sadira mengakui bahwa sebelumnya bus sempat mengalami penyetelan ulang posisi pijakan rem ketika berhenti di kawasan wisata Tangkuban Perahu.</p>
<p>Konon katanya setelan rem sebelumnya terlalu dalam dan kurang nyaman. Sesudah disetel lebih tinggi tersebut normal-normal saja.</p>
<p>Sampai kejadian setelah istirahat sehabis makan di Warung Bang Jun yang membuatnya harus banting stir ke kanan untuk memberhentikan laju bus yang sudah tidak terkendali.</p>
<p>Kesimpulannya, tentu rombongan SMK kemarin sama sekali tidak berharap acara &#8220;perpisahan&#8221; yang menjadi tema acara awal menjadi perpisahan yang sesungguhnya kepada 11 Korban meninggal akibat kecelakaan fatal ini.</p>
<p>Memang takdir hidup dan mati seseorang berada di Sang Pencipta kita, Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, namun tidak seyogyanyalah bilamana kita tidak mempersiapkan perjalanan sebaik dan seaman mungkin.</p>
<p>Termasuk mempertanyakannya kepada pemilik atau penanggungjawab kendaraan bilamana menggunakan transportasi umum. (Herlina)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
