<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sampah &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/sampah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Sep 2024 03:25:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>Sampah &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DLHK Depok Angkut Sampah di Pasar Kemiri, Masih Sisa 400 Ton</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/dlhk-depok-angkut-sampah-di-pasar-kemiri-masih-sisa-400-ton/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 03:25:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=75214</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), mengangkut 240...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), mengangkut 240 ton sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Kemiri.</p>
<p>Pengangkutan sampah tersebut dilakukan DLHK Depok sesuai dengan jadwalnya di TPS Pasar Kemiri.</p>
<p>Kepala DLHK Depok Abdul Rahman, menyampaikan, langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan pengelolaan sampah di seluruh TPS Kota Depok.</p>
<p>&#8220;Hingga pukul 10.00 WIB, kami telah mengangkut sekitar 120 ton sampah di TPS Pasar Kemiri. Masih ada sekitar 300-400 ton yang harus diangkut, dan kami berupaya menyelesaikan pengangkutan dalam waktu dekat,&#8221; jelas Abdul Rahman saat proses pengangkutan sampah di TPS Pasar Kemiri, Senin (09/09/24).</p>
<p>DLHK Depok mengerahkan 6 tronton dan 19 dump truck untuk mengangkut sampah tersebut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Pengangkutan ini diharapkan dapat mencapai 240 ton sampah pada akhir hari.</p>
<p>Abdul Rahman menambahkan, DLHK sudah memiliki jadwal rutin untuk pengangkutan sampah di TPS besar lainnya, seperti TPS RW 19, Jalan Jawa, dan Pasar Cisalak. Namun, timbunan sampah harian memerlukan pengangkutan tambahan untuk mengantisipasi penumpukan.</p>
<p>&#8220;Dalam dua pekan ke depan, kami berharap pengangkutan sampah di TPS Pasar Kemiri bisa selesai,&#8221; sambungnya.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, akses ke TPA Cipayung juga sudah diperbaiki, sehingga pengangkutan sampah berjalan lebih lancar dengan penambahan jalur dan pelebaran area landfill,&#8221; tutupnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2024/08/21/pasar-kemiri-muka-di-kota-depok-tertutupi-gunungan-sampah-sumber-viral-video-media-sosial.jpeg?w=800&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Depok Bentuk Tim Khusus Percepat Penanganan Sampah</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/pemkot-depok-bentuk-tim-khusus-percepat-penanganan-sampah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Aug 2024 01:12:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74459</guid>

					<description><![CDATA[Satgas Penanganan Persampahan Tingkat Kota Depok yang melibatkan semua Perangkat Daerah]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong> </a>&#8211; Percepat penanganan sampah, Pemerintah Kota (Depok) melakukan rapat koordinasi (rakor) Penanganan Persampahan di Ruang Edelweis, Lantai 5 Balai Kota Depok, Selasa (27/08/24).</p>
<p>Dalam rapat tersebut, dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Persampahan Tingkat Kota Depok yang melibatkan semua Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemkot Depok, baik di hulu ataupun di hilir. Yang diketuai oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Dadang Wihana.</p>
<p>Selain PD, Pemkot Depok juga akan melibatkan seluruh stakeholder lainnya, termasuk masyarakat.</p>
<p>&#8220;Tentunya agar sampah yang diproduksi oleh warga dapat dikelola di tingkat RW dengan arahan dari kelurahan dan kecamatan,&#8221; tutur Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Depok, Nina Suzana, usai rakor.</p>
<p>Nantinya satgas ini, lanjut Nina, akan mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah persampahan. Kemudian, satgas juga akan memetakan masalah dan mencarikan solusi atas permasalahan yang berbeda-beda di tiap wilayahnya.</p>
<p>&#8220;Jadi masing-masing kelurahan atau RW tidak harus sama penyelesaiannya. Intinya sampah yang dihasilkan masyarakat bisa dikelola dan bernilai,&#8221; terangnya.</p>
<p>&#8220;Sehingga sampah yang disetor ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung sudah berkurang, tinggal residunya saja,&#8221; kata Nina Suzana.</p>
<p>Setiap PD sudah dibagi menjadi penanggung jawab di tiap kecamatan.</p>
<p>&#8220;Di samping menjadi kepala dinas, tetapi juga punya tanggung jawab terkait penamganan sampah,&#8221; ujar Nina Suzana.</p>
<p>Dirinya menambahkan, selain penanganan sampah di hilir, penanganan sampah di hulu juga harus dilakukan secara simultan. Jika ini bisa dilakukan dengan baik akan mengurangi beban TPA Cipayung.</p>
<p>&#8220;Kita berharap kalau di hulunya penanganan kita lakukan, di hilirnya beban TPA kita akan berkurang,&#8221; ucap dia.</p>
<p>Nina Suzana menambahkan, satgas juga akan melakukan penertiban TPA-TPA liar. Sebab, terindikasi ada sampah dari Depok dan luar Depok yang dibuang di TPA liar.</p>
<p>&#8220;Di TPA liar ada indikasi sampah dari Depok dan luar Depok, ini yang kita tertibkan. Kita hanya menerima sampah dari Depok,&#8221; jelas dia</p>
<p>&#8220;Termasuk juga di TPA Cipayung ada indikasi armada-armada yang dari luar Depok. Ini yang mau kita tertibkan,&#8221; tutup Nina Suzana.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/mediaindonesia.com/cdn-cgi/image/width=800,quality=80,format=webp/https://asset.mediaindonesia.com/news/2023/07/7cbbf85e5d201cebc0d0d57fa1ac01ad.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Depok dan Kementerian PUPR Bakal Bangun TPST Kapasitas 300 Ton Sampah di Cipayung</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/pemkot-depok-dan-kementerian-pupr-bakal-bangun-tpst-kapasitas-300-ton-sampah-di-cipayung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Aug 2024 01:47:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=73897</guid>

					<description><![CDATA["Lahan sudah siapkan sekitar 1,8 hektar untuk pembangunan TPST itu,"]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong> </a>&#8211; Pemerintah Kota Depok dan Kementerian PUPR membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di area UPTD Pengelolaan Sampah Terpadu di Cipayung dengan kapasitas 300 ton sampah per hari untuk dijadikan bahan bakar atau Refused Derived Fuel (RDF).</p>
<p>&#8220;Lahan sudah siapkan sekitar 1,8 hektar untuk pembangunan TPST itu,&#8221; kata Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Terpadu Kelas A Depok, Ferry Dewantoro, di Depok, Senin.</p>
<p>Ferry mengatakan TPST itu direncanakan tahun ini sudah mulai dibangun dan sudah mulai beroperasi di tahun 2025.</p>
<p>Pembangunan TPST tersebut bekerja sama dengan Kementerian PUPR berbarengan dengan beberapa daerah lain.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan kontrak TPST harus sudah beroperasi di tahun 2025,&#8221; kata Ferry.</p>
<p>Ferry mengatakan TPST ini tempat pengolahan sampah dengan kapasitas 300 ton per hari yang diolah menjadi bahan bakar.</p>
<p>Bahkan bakar itu nanti disalurkan ke pabrik-pabrik yang membutuhkan.</p>
<p>&#8220;Kouta 300 ton per hari ini bisa mengurangi beban sampah yang dibuang ke UPTD Pengelolaan Sampah Cipayung yang tiap hari bisa mencapai 800 sampai 1.000 ton,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ferry menambahkan pengelolaan operasional TPST akan dilakukan oleh DLHK Depok. Namun beberapa bulan ada pendampingan dari pihak Kementerian PUPR.</p>
<p>&#8220;Awal ada pendampingan dari PUPR. Nanti selanjutnya DLHK Depok yang mengolah TPST,&#8221; kata Ferry.</p>
<p>Sementara itu pengolahan sampah juga dilakukan dengan mengoptimalkan unit pengolahan sampah (UPS) se-Depok.</p>
<p>&#8220;Kalau UPS yang ada sekarang lebih ke optimalisasi saja, seperti peningkatan kapasitas pengolahan dan penambahan teknologi lainnya yang ramah lingkungan,&#8221; kata Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kota Depok Ardan.</p>
<p>Ardan mengatakan optimalisasi UPS ini dilakukan untuk membantu dan meringankan beban TPA Cipayung yang sudah melebihi kapasitas.</p>
<p>&#8220;UPS dioptimalkan untuk bisa mereduksi sampah yang masuk ke TPA,&#8221; kata Ardan.</p>
<p>Selain itu ia menambahkan DLHK Depok juga mulai melakukan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.</p>
<p>&#8220;Program dana kelurahan di antaranya pengelola sampah organik dengan budidaya ulat maggot,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/img.inews.co.id/media/822/files/inews_new/2023/07/14/tumpukan_sampah_di_kota_depok_foto_mpi.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Minimalisir Produksi Sampah, Ini 6 Cara Sederhana Kurangi Limbah Makanan</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/minimalisir-produksi-sampah-ini-6-cara-sederhana-kurangi-limbah-makanan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Aug 2024 01:15:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=73882</guid>

					<description><![CDATA[Sebuah buku yang berjudul ‘Waste-Free Kitchen Handbook’, menjelaskan cara praktis guna mengurangi sampah makanan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Sebuah buku yang berjudul<em> ‘Waste-Free Kitchen Handbook’</em>, menjelaskan cara praktis guna mengurangi sampah makanan.</p>
<p>Melansir laman Daily Meal, konsumen merupakan pihak yang paling bertanggungjawab atas menumpuknya sampah makanan. Pihak lain yang juga bertanggungjawab selain konsumen adalah jaringan supermarket, serta restoran.</p>
<p>Di luar itu, penulis buku tersebut, Dana Gunders menyimpulkan, jika konsumen bisa menghemat pembuangan sampah, terutama makanan, maka bukan tidak mungkin angka sampah makanan bisa ditekan.</p>
<p>“Saya terobsesi dengan sampah makanan, oleh karena itu saya menulis buku ini,” kata Gunders.</p>
<p>Lebih lanjut, menurut Gunders, kesalahan bukan pada teknik menyimpan makanan, melainkan keserakahan manusia. “Harus kita akui, kita kerap berbelanja terlalu banyak makanan, menyimpannya lama dan akhirnya kita buang karena kedaluarsa,” ujar dia.</p>
<p>Lalu, bagaimana cara mengurangi sampah makanan?</p>
<h3>Rencana</h3>
<p>Langkah awal, menurut Gunders, adalah perencanaan yang matang. Akankah Anda masak setiap hari atau berniat makan di luar? Gunders mengatakan, sebaiknya hanya belanja ketika Anda ingin masak dengan jumlah secukupnya. Jika ingin menyimpan untuk stok, pastikan Anda mengetahui seberapa lama makanan tersebut akan tersimpan dan sesuaikan dengan tanggal kedaluarsa.</p>
<h3>Rutin</h3>
<p>Sering-seringlah membersihkan lemari es dan lemari makanan. Dengan demikian, Anda tahu bahan mana yang harus diprioritaskan untuk dikonsumsi atau dibeli. Jika Anda pergi ke supermarket tanpa mengecek makanan, bisa jadi, Anda membeli lebih banyak barang yang sama, dan kemungkinan besar akan menjadi sampah.</p>
<h3>Kreatif</h3>
<p>Bagi para penggemar kreasi kuliner, menciptakan menu kreatif dari bahan-bahan terbatas dalam lemari es bisa jadi pencapaian tersendiri. Tidak ada salahnya ‘berkonsultasi’ dengan internet guna mencari resep inovatif baru.</p>
<h4>Tanggal Kedaluarsa</h4>
<p>Tak perlu takut dengan tanggal kedaluarsa. Jika memang sudah lewat jauh dari tanggalnya, makanan tersebut memang bisa jadi racun. Namun, jika yang tertera di kemasan adalah ‘best before’ dan kemasan belum dibuka, maka makanan sebenarnya masih aman dikonsumsi.</p>
<h4>Beku</h4>
<p>Makanan akan tahan lebih lama jika dibekukan. Oleh karena itu, jika Anda akan bepergian dalam waktu lama, ada baiknya membekukan semua makanan basah agar tetap bisa digunakan.</p>
<h4>Kompos</h4>
<p>Jika sudah terlambat, jalan satu-satunya memang membuang makanan. Tapi, bukan sembarangan membuang. ‘Buang’ disini berarti membuat sisa makanan menjadi pupuk kompos yang bisa digunakan kembali untuk menyuburkan tanah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/news.unair.ac.id/wp-content/uploads/2022/03/Foto-by-Alinea-ID.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Bisnis Sampah, Wilda Yanti Raih ASEAN Women Entrepeneur Network</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/bisnis-sampah-wilda-yanti-raih-asean-women-entrepeneur-network/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jul 2024 02:41:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN Women Entrepeneur Network]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Wilda Yanti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72920</guid>

					<description><![CDATA[Wilda Yanti dikenal sebagai “Ratu Sampah” yang berhasil menjadikan sampah juga sebagai berkah rejeki]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Wilda Yanti dikenal sebagai “Ratu Sampah” yang berhasil menjadikan sampah juga sebagai berkah rejeki</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Founder dan CEO PT. Xaviera Global Synergy &#8211; CYBER WAST, Wilda Yanti meraih penghargaam AWEN AWARD atau ASEAN A Women Entrepreneur Network atas kiprahnya selama ini dalam ikut menangani permasalahan sampah di Indonesia. Penghargaan akan diberikan dalam suatu acara di Pnomphen, Kamboja, tanggal 31 Juli &#8211; 3 Agustus 2024.</p>
<p>Wilda Yanti mengungkapkan hal itu dalan keterangannya, Minggu (28/07/2024) sebelum berangkat ke Kamboja. Selama ini, ia aktif adalam kegiatan yang fokus dalam Edukasi dan pengelolaan sampah disumber dengan tujuan meminimalisir sampah ke TPA atau Tempat Pembuangan Akhir.</p>
<p>Selain sebagai pendiri dan CEO PT. Xaviera Global Synergy &#8211; CYBER WASTE, Wilda Yanti tergabung di Organisasi IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia &#8211; di WKU 5 Bidang Lingkungan Hidup) di bawah Pimpinan Ketua Umum Ibu Nita Yudi. Kemudian di Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI ) Sebagai Ketua Umum.</p>
<p>Atas pencapaiannya hingga meraih pengharagaan AWEN AWARD, Wilda Yanti mengatakan ini sebuah kebahagian bisa di apresiasi sebagai Social Entrepreneur di bidang Waste Management (Kewirausahaan Sosial pengelolaan sampah) sejajar dengan pengusaha -pengusaha bisnis konvensional lainnya.</p>
<p>Dalam kaitan kiprahnya ikut membantu solusi persoalan sampah, Wilda Yanti mengatakan, dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sangat besar dalam mendukung dan membina kegiatan bersama dipengelolaan sampah.</p>
<p>“Berkat dukungan KLHK kegiatan kami di kewirausahaan sosial pengelolaan sampah bertumbuh, berkembang dan maju. Langkah KLHK dalam percepatan solusi sampah dan merangkul Praktisi pengelolaan sampah dan multistakholder perlu di apresiasi,” ujar Wilda.</p>
<p>Wilda Yanti dikenal sebagai “Ratu Sampah” yang berhasil menjadikan sampah juga sebagai berkah rejeki. Dia memutuskan keluar dari perusahaan internasional untuk membangun perusahaan bisnis sampah, membuat kebanyakan orang menganggap Wilda Yanti aneh. Meninggalkan jabatannya sebagai direktur di perusahaan asing, ibu 3 putra itu memulai dengan mengais sampah-sampah yang dibuang rumah tangga.</p>
<p>Pengelolaan ini berdasarkan social enterprise, membina kelompok-kelompok bank sampah. Biasanya kelompok bank sampah ini tidak mempunyai modal untuk memulai usaha. Kami memberikan modal jika bank sampah itu berkembang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/foto.kontan.co.id/vrBeW2Euft6BW-vuYmj1Ov2z4pY=/640x360/smart/2024/07/28/1171611246p.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kampus Diajak Berkontribusi Atasi Masalah Sampah di Kota Besar</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/kampus-diajak-berkontribusi-atasi-masalah-sampah-di-kota-besar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2024 00:57:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72764</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Sebanyak 86 akademisi dari lima negara mengunjungi pusat pengolahan sampah dan penyimpanan bibit...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Sebanyak 86 akademisi dari lima negara mengunjungi pusat pengolahan sampah dan penyimpanan bibit padi dan tanaman hortikultura, Selasa (23/7) di kompleks Pusat Inovasi Agroteknologi yang terletak di Berbah, Kalitirto Sleman.</p>
<p>Kelima negara tersebut berasal dari Indonesia, Filipina, Taiwan, Thailand, dan Meksiko. Kunjungan ini dalam rangka memperkenalkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program kampus hijau dan capaian target tujuan pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) UGM, Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., mengatakan kunjungan dari para akademisi ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan ‘Regional Workshop on UI GreenMetric World University Rankings for Universities in Asia-Pacific. “Kunjungan ini untuk melihat best practice tata kelola kampus berbasis penerapan nilai-nilai keberlanjutan,” kata Indra.</p>
<p>Indra menyebutkan para peserta sangat terkesan dengan kegiatan pengolahan sampah yang dilakukan oleh UGM terkait pengolahan sampah plastik dan pengolahan sampah organik. “Ternyata mereka terkesan di luar negeri tidak banyak,” katanya.</p>
<p>Melalui kunjungan ini,kata Indra, bisa meningkatkan komitmen kampus dalam program kampus hijau dan tujuan pembangunan berkelanjutan sampin untuk mendorong reputasi pemeringkatan universitas dari UI Greenmetric. “Kita ingin meningkatkan awareness soal pembangunan kampus hijau. Jika selama ini kita hanya memberi laporan saja dalam penilaian tersebut namun kali ini kita mengajak mereka meninjau langsung,” paparnya.</p>
<p>Prof. Francis Leo M. Loberanes dari Central Bicol State University of Agriculture, Filipina, salah satu peserta mengatakan dirinya sangat tertarik pada pengelolaan sampahdi UGM. “Karena di UI Greenmetrics, ada soal pengelolaan sampah. Karena sampah in adalah masalah universal, jadi bagaimana kontribusi kampus menangani sampah, terutama sampah yang berasal dari kota,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, hampir seluruh kota di dunia memiliki masalah sampah sehingga setiap kampus perlu memberikan kontribusi, setidaknya mampu mengolah sampah sendiri. “Dari sampah kita sendiri. Jika kita bisa mengolah atau mengelola sampah sendiri, maka kita bisa sebarkan kabar baik ini ke masyarakat,” katanya.</p>
<p>Loberanos menyampaikan bahwa Filipina memang saat ini tidak memiliki persoalan dengan sampah seperti yang dihadapi kota besar di Indonesia, namun baginya tapi tetap saja akan ada waktu persoalan ini akan juga terjadi. “Tetap akan ada dan efeknya itu adalah produk sampah yang harus kita kurangi. Tentu saja pengelolaan sampah adalah salah satu yang menjadi solusinya,” katanya.</p>
<p><em>Penulis: Gusti Grehenson</em><br />
<em>Foto: Donnie</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/ugm.ac.id/wp-content/uploads/2024/07/sampah-765x510.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>TPPAS Lulut Nambo Bakal Dibuka Juni 2024, Sampah Depok Aman!</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/tppas-lulut-nambo-bakal-dibuka-juni-2024-sampah-depok-aman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2024 11:31:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[TPPAS Lulut Nambo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68881</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Warga Depok bisa sedikit bernafas lega, pasalnya Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Warga Depok bisa sedikit bernafas lega, pasalnya Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, bakal segera dibuka pada Juni 2024 Ini.</p>
<p>Seperti diketahui, Depok mengalami kirisis sampah beberapa hari terakhir dampak dari overload-nya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.</p>
<p>Persoalan sampah ini tampaknya sebentar lagi akan teratasi dengan akan segera beroperasinya Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.</p>
<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman, mengatakan TPPAS Lulut Nambo rencananya akan beroperasi bulan Juni 2024 mendatang.</p>
<p>&#8220;Saat ini minimal total kapasitasnya di TPPAS sebesar 50 ton, tetapi masih kita upayakan untuk lebih besar,&#8221; kata Herman saat memantau langsung uji coba TPPAS Lulut Nambo, (17/5/2024).</p>
<p>&#8220;TTPAS ini harus diakselerasi untuk mengantisipasi pengelolaan sampah di beberapa kabupaten/kota seperti Kota Tangerang Selatan, Kota Depok, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan akselerasi ini, dia berharap bulan Juni 2024 TPPAS Lulut Nambo mulai operasional.</p>
<p>&#8220;Mari kita bahu-membahu untuk menyukseskan berjalannya TPPAS Lulut Nambo ini,&#8221; ucap Herman.</p>
<p>Saat ini TPPAS Nambo sedang dilakukan uji coba untuk memastikan kesiapan dan mengetahui kendala sehingga siap beroperasi tepat waktu.</p>
<p>&#8220;Hari ini kita mulai uji coba terakhir, kurang lebih 50 ton sampah kami kelola untuk jadi Biomass dan RDF,&#8221; bebernya.</p>
<p>Hasil pengolahan (output) sampah ini bisa diserap untuk kebutuhan perusahaan. Salah satunya adalah PT. Indocement.</p>
<p>&#8220;Kita usahakan hasil dari pengelolaan sampah ini harganya bisa bagus agar dapat menjamin keberlangsungan TPPAS ini. Ini bentuk kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam pengelolaan sampah,&#8221; tutur Herman</p>
<p>Herman berharap TPPAS ini bisa berjalan sukses untuk kepentingan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Ini sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat, salah satunya dengan mengelola sampah,&#8221; tandas Herman.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/inilahonline.com/wp-content/uploads/2019/11/TPPAS-Lulut-Nambo-1.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Sampah di Depok Sempat Menumpuk, Truk Sampah Sudah Bisa Kembali Masuk TPA Cipayung</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/sampah-di-depok-sempat-menumpuk-truk-sampah-sudah-bisa-kembali-masuk-tpa-cipayung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2024 02:08:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Cipayung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68848</guid>

					<description><![CDATA[Pengangkutan dan penurunan sampah sudah berjalan normal kembali]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok sempat ditutup selama dua hari 13-14 Mei 2024 imbas penanganan longsoran sampah di jalan opersional TPA, kini sudah dibuka kembali. Pengangkutan dan penurunan sampah sudah berjalan normal kembali.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah pagi ini sudah mulai bisa buang lagi, memang yang kita perbaiki itu penumpukan sampah dibibir manuver (tempat penurunan sampah),&#8221; tutur Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman, Rabu (15/05/24).</p>
<p>Dia menjelaskan, dengan penataan yang dilakukan selama dua hari kemarin, tersedia tempat untuk menampung sampah selama setahun ke depan. Namun, pihaknya juga akan melakukan evaluasi ketersediaan tempat penampungan selama tiga bulan sekali.</p>
<p>&#8220;Sekarang kondisinya sudah datar diatas, sehingga sampah sudah bisa masuk,&#8221; terang Abdul Rahman.</p>
<p>Selain itu, untuk menghindari truk sampah yang mengular di hari pertama pembukaan kembali TPA Cipayung, pihaknya telah mengatur jadwal pengangkutan sampah berdasarkan wilayah.</p>
<p>&#8220;Kita lakukan rekayasa pengaturan masuknya truk sampah dengan memberikan jam-jam khusus untuk setiap wilayah,&#8221; kata dia.</p>
<p>Selain upaya sementara tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok juga terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pembuangan sampah ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo.</p>
<p>&#8220;Ini sudah masuk dalam strategi pengolahan sampah hingga 2030. Termasuk juga, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) dengan kapasitas 300 ton yang lokasinya ada di TPA sekarang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Saat ini sedang proses lelang di Kementerian PUPR, dengan harapan 2025 sudah mulai beroperasi,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/img.inews.co.id/media/1200/files/inews_new/2020/12/08/ratusan_truk_sampah_mengular.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
