<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Psikologi &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/psikologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Jun 2024 01:41:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>Psikologi &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Antara Psikologi Tasawuf dan Kecerdasan Emosional</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/antara-psikologi-tasawuf-dan-kecerdasan-emosional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jun 2024 01:41:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Emosional]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=70570</guid>

					<description><![CDATA[Apa kunci keberhasilan Kecerdasan Emosional dalam meningkatkan kesejahteraan hidup? Apakah psikologi tasawuf dapat menjawabnya?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Apa kunci keberhasilan Kecerdasan Emosional dalam meningkatkan kesejahteraan hidup? Apakah psikologi tasawuf dapat menjawabnya?</p>
<p>Sebagian dari kita sering kali kesulitan dalam mengelola emosi serta perasaan yang terdapat dalam diri kita,mengapa hal itu bisa terjadi?</p>
<p>Dikarenakan kecerdasan emosional yang terdapat di setiap individu berbeda, kecerdasan emosional sangat berpengaruh pada kesejahteraan hidup dan meningkatkan kualitas hidup individu, namun, dengan cara apa kita bisa mendapatkan kecerdasan emosional yang tinggi?</p>
<p>Apakah ada cara yang dapat diikuti selama ini? Artikel ini akan mengulas secara menyeluruh tentang peran penting kecerdasan emosional dalam meningkatkan kesejahteraan hidup serta potensi psikologi tasawuf sebagai cara untuk menemukan solusi dan masalah.</p>
<p>Kecerdasan emosional (EQ) sendiri merupakan suatu kecakapan individu yang dapat dilihat dari kecepatan dan ketepatan mengelola kemampuan dirinya dalam bertindak.</p>
<p>Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak dan rencana seketika untuk mengatasi suatu masalah, kecerdasan emosional merujuk kepada kemampuan mengenali perasaan kita sendiri serta kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain.</p>
<p>Lalu kecerdasan emosional memiliki 5 dimensi yang diungkapkan oleh goleman seorang ahli psikologi untuk teori terkait kecerdasan emosional yaitu, diantaranya adalah kesadaran diri, dimana kesadaran diri merupakan penyadaran dan pemahaman perasaan yang sedang terjadi pada diri dan menjadikannya sebagai panduan untuk mengambil keputusan.</p>
<p>Lalu pengaturan diri, adalah kemampuan mengelola emosi yang mampu berpengaruh positif terhadap tugas dan tanggung jawab yang diembannya.</p>
<p>Kemudian motivasi, adalah memunculkan semangat terdalam untuk dijadikan alat dan senjata meraih cita-cita yang diinginkan, mendorong pengambilan inisiatif, dan bertahan dari keterpurukan dan frustasi akibat kegagalan, selanjutnya bangkit melangkah dengan semangat baru.</p>
<p>Lalu empati, yakni kemampuan memahami perasaan orang lain, mengerti cara pandang orang lain, membangun relasi yang saling percaya, dan mampu beradaptasi serta bersinergi dengan berbagai karakter manusia.</p>
<p>Dan yang terakhir adalah keterampilan sosial, merupakan kemampuan mengelola situasi emosional pada saat berhubungan dengan orang lain, mampu membaca kondisi dengan cermat terhadap jaringan sosial, berinteraksi secara baik di tengah masyarakat.</p>
<p>Pada diskusi ini, melibatkan hubungan antara tasawuf dan psikologi. Beberapa ilmuwan muslim dalam literatur Islam membahas kejiwaan, seperti Al-Ghazali, yang terkenal sebagai ahli tasawuf dan filsafat.</p>
<p>Dalam agama Islam, ilmu tasawuf dipelajari sebagai ilmu kejiwaan, yang disebut sebagai &#8220;Tazkiyah nafs&#8221;, atau pembersihan jiwa. Tasawuf berasal dari kata &#8220;suf&#8221;, yang berarti kesederhanaan, &#8220;suffah&#8221;, yang berarti orang yang sering berada di serambi masjid, &#8220;shafa&#8221;, yang berarti bersih atau suci, dan &#8220;saufi.&#8221;</p>
<p>Dengan demikian, tujuan belajar tasawuf adalah untuk membersihkan jiwa dengan menggabungkan berbagai konsep islami yang berasal dari Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Pembersihan jiwa, yang mencakup mendekatkan diri dengan Allah SWT, seseorang yang sudah terbiasa bertawakal dan mendekatkan diri dengan Allah senantiasa dapat mengelola perasaan serta emosi dengan baik.</p>
<p>Dengan demikian, pertanyaan mendasar muncul apa kunci keberhasilan kecerdasan Emosional dalam meningkatkan kesejahteraan hidup? Apakah psikologi tasawuf dapat membantu menjawab dalam mencapai tingkatan tersebut?</p>
<p>Dengan menggabungkan dua kajian ilmu tersebut dapat diketahui bahwa tasawuf pada psikologi dapat menemukan upaya apa yang dapat dilakukan untuk mencapai tingkatan kecerdasan emosional, sehingga hal tersebut dapat mencapai kesejahteraan hidup yang baik dengan aspek-aspek yang terdapat di kecerdasan emosional lalu digabungkan dengan pendekatan psikologi tasawuf untuk meningkatkan kecerdasan emosional melalui pengembangan spiritualitas dan karakter yaitu dengan, Tazkiyah Nafs yaitu pembersihan dari hal-hal negatif dalam diri.</p>
<p>Pendekatan diri dengan Allah SWT melalui ibadah dapat mengembangkan kesejahteraan hidup,karena senantiasa hidup dipenuhi rasa tenang akan dukungan dan cinta oleh Allah ,salah satu ibadah yang dapat dilakukan adalah dengan berdzikir dapat melatih ketenangan pikiran dan meningkatkan fokus seseorang.</p>
<p>Hal ini terbukti dengan seseorang yang rutin berdzikir lebih tenang saat menghadapi suatu hal yang menimpa dirinya di berbagai situasi dengan ini dapat membantu seseorang mencapai kesejahteraan hidup.</p>
<p>Lalu selain berdzikir terdapat metode sholawat,sholawat merupakan ungkapan salam dan doa kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai pujian, penghormatan, dan permohonan rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad SAW, keluarganya, dan para sahabatnya.</p>
<p>Contohnya Sholawat Nariyah diyakini dapat mendatangkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Membaca sholawat ini secara rutin dapat membantu menenangkan jiwa, meningkatkan fokus, dan mengontrol emosi.</p>
<p><em>Keshia Savinka iftinan dan Siti Haliza Noer Sofyan</em><br />
<em>Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Kualitas Hidup melalui Pendekatan Psikologi Positif dan Tasawuf</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/meningkatkan-kualitas-hidup-melalui-pendekatan-psikologi-positif-dan-tasawuf/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jun 2024 04:10:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=70367</guid>

					<description><![CDATA[Fitrohtul Mahmudah, Zahratul Aulia Nurlatifah
Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Modernitas dan teknologi membawa gaya hidup yang sering kali membahayakan kesehatan mental manusia.</p>
<p>Manusia modern cenderung kehilangan makna hidup, mengalami keterasingan, dan gangguan kejiwaan seperti kecemasan dan depresi. Dengan adanya berbagai masalah tersebut, dapat mempengaruhi kualitas hidup individu.</p>
<p>Menurut data dari Numbeo yang dilansir oleh CNBC Indonesia, indeks kualitas hidup di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu terendah ke-11 di dunia tepatnya berada di posisi 74 dari 84 negara.</p>
<p>Hal ini menunjukkan pentingnya upaya peningkatan kualitas hidup di Indonesia. Dalam hal ini psikologi positif memiliki relevansi yang kuat dalam peningkatan kualitas hidup.</p>
<p>Psikologi positif menekankan pemanfaatan kekuatan individu untuk menghadapi tantangan, yang dapat membawa pengalaman hidup yang bermakna dan kebahagiaan sejati. Tujuannya adalah mengaktualisasikan perubahan positif dalam diri setiap individu, tidak hanya memperbaiki kelemahan, tetapi juga mengembangkan kualitas diri dan memperbaiki ketidakseimbangan masa lalu.</p>
<p>Psikologi Positif juga memaparkan bahwa kehidupan yang bermakna dapat dicapai dengan meninggalkan ego individu dan mendedikasikan diri untuk kemanusiaan.</p>
<p>Artinya, kehidupan yang bermakna tercipta melalui kontribusi positif dan bermanfaat bagi orang lain, menjadi bagian dari komunitas atau gerakan yang lebih besar, dan merasakan bahwa hidup memiliki tujuan yang lebih tinggi dan abadi.</p>
<p>Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencapai kualitas hidup, yaitu:</p>
<p><em><strong>Subjective Well-Being (SWB)</strong></em><br />
Melakukan evaluasi diri terhadap kepuasan hidup, pengalaman emosi positif serta rendahnya emosi negatif.</p>
<p><strong>Model PERMA</strong><br />
Model yang diusulkan oleh Seligman, seorang psikolog Amerika. Cara yang dapat dilakukan dalam mencapai kualitas hidup adalah memperhatikan emosi yang positif, keterlibatan, hubungan yang baik, makna, dan pencapaian dalam hidup.</p>
<p><strong>Kekuatan dan Kebaikan</strong><br />
Mengembangkan kekuatan dan karakter kebaikan (character strength) dalam diri, seperti optimis, kepemimpinan, gairah, dan lainnya.</p>
<p><strong>Tujuan Hidup dan Motivasi</strong><br />
Menetapkan tujuan hidup yang realistis dan relevan dengan nilai maupun minat serta memiliki motivasi untuk mencapainya.</p>
<p><strong>Pendidikan dan Berkelanjutan</strong><br />
Selalu melibatkan diri dalam proses pembelajaran secara berkelanjutan dan terus-menerus mengembangkan minat baru dalam hidup.</p>
<p><strong>Keseimbangan</strong><br />
Menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dengan menyediakan waktu untuk rekreasi, hubungan sosial, dan aktivitas yang memberi makna.</p>
<p>Mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, penting untuk mengintegrasikan aspek keagamaan dalam upaya tersebut.</p>
<p>Tasawuf menawarkan solusi dengan mengingatkan manusia pada dimensi spiritual dan kedekatan dengan Tuhan, yang diharapkan dapat menyeimbangkan kehidupan jasmani dan rohani.</p>
<p>Tasawuf sebagai salah satu bidang studi Islam yang berfokus pada pembersihan aspek rohani manusia yang menghasilkan akhlak mulia.</p>
<p>Melalui tasawuf, individu dapat belajar cara-cara pembersihan diri dan mengamalkannya dengan benar.</p>
<p>Pengetahuan ini diharapkan membuat individu mampu mengendalikan diri dalam interaksi sosial dan dalam menjalankan berbagai aktivitas yang menuntut kejujuran, keikhlasan, tanggung jawab, dan kepercayaan.</p>
<p>Seperti disiplin ilmu lainnya, psikologi dapat digunakan untuk mengkaji fenomena keberagamaan masyarakat, termasuk masyarakat Muslim.</p>
<p>Pendekatan psikologi dalam studi Islam mengkaji hubungan antara agama dan jiwa manusia, yang tercermin dalam perilaku dan interaksi manusia dengan agama Islam.</p>
<p>Sementara itu, tasawuf merupakan cabang keilmuan dalam Islam yang fokus pada dimensi spiritual untuk mencapai kesempurnaan manusia yang menekankan pada keseimbangan antara jiwa dan tubuh serta akhlak yang baik.</p>
<p>Sehingga, keduanya memiliki kesamaan dalam hal konsepsi tentang potensi dasar dan perkembangan jiwa manusia. Lantas, bagaimana cara meningkatkan kualitas hidup dengan menerapkan pendekatan tasawuf?</p>
<p>Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan mental dalam rangka mengoptimalisasikan kualitas hidup dengan pendekatan tasawuf.</p>
<ul>
<li>Membersihkan hati dari hal yang buruk, seperti kebencian, iri, dengki dan mendekatkan diri pada Allah SWT dengan menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas sehari-hari.</li>
<li>Menerapkan metode tahlili dengan menghilang sifat negatif dan mengamalkan sifat positif, seperti kesabaran, kasih sayang, ketulusan, dan lainnya.</li>
<li>Mempraktikkan amal shaleh dalam setiap aspek kehidupan dengan melakukan ibadah wajib maupun sunnah serta menjauhkan diri dari laranganNya.</li>
</ul>
<p>Untuk meningkatkan kualitas hidup di Indonesia, diperlukan pendekatan yang mengintegrasikan pendekatan psikologi positif dan tasawuf dalam upaya meningkatkan kualitas hidup di Indonesia merupakan langkah yang strategis dan relevan mengingat konteks budaya dan keagamaan yang dominan.</p>
<p>Psikologi positif menyediakan kerangka kerja yang berbasis ilmiah untuk mengoptimalkan potensi individu dan mencapai kesejahteraan emosional.</p>
<p>Sementara itu, tasawuf memberikan dimensi spiritual yang esensial untuk pembersihan diri dan pengembangan akhlak mulia, yang dapat mengisi kekosongan makna hidup yang sering dialami manusia modern.</p>
<p>Dengan menyelaraskan dua pendekatan ini, masyarakat Indonesia dapat meraih keseimbangan yang harmonis antara kesehatan mental dan spiritual, sehingga mampu menghadapi tantangan hidup dengan lebih bijaksana dan penuh makna.</p>
<p>Langkah-langkah praktis yang mencakup pengembangan kekuatan karakter, menetapkan tujuan hidup, serta mengintegrasikan dimensi spiritual dalam keseharian, diharapkan dapat membentuk individu yang lebih tangguh, seimbang, dan bahagia.</p>
<p>Upaya ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup individu, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.</p>
<p><em>Fitrohtul Mahmudah, Zahratul Aulia Nurlatifah</em><br />
<em>Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/www.mtsn7banyuwangi.sch.id/wp-content/uploads/2017/07/sufi.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kenali Perbedaan Introvert dan Ekstrovert: Kunci untuk Menghargai Kepribadian yang Berbeda</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/kenali-perbedaan-introvert-dan-ekstrovert-kunci-untuk-menghargai-kepribadian-yang-berbeda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 09:31:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Ekstrovert]]></category>
		<category><![CDATA[Introvert]]></category>
		<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68670</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Ketika kita berbicara tentang kepribadian, dua istilah yang sering muncul adalah introvert dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Ketika kita berbicara tentang kepribadian, dua istilah yang sering muncul adalah introvert dan ekstrovert. Meskipun keduanya memiliki pengalaman sosial yang berbeda, keduanya sama-sama berharga dan penting dalam masyarakat.</p>
<p>Berikut ini penjelasan singkat tentang kedua kepribadian ini:</p>
<p><strong>Introvert</strong></p>
<p>Introvert adalah orang yang cenderung lebih suka menghabiskan waktu sendirian atau dalam kelompok kecil.</p>
<p>Mereka biasanya lebih memilih untuk berpikir secara mendalam sebelum berbicara atau bertindak, dan energi mereka cenderung terkuras setelah berinteraksi sosial yang intens.</p>
<p>Introvert tidak selalu pemalu atau tidak ramah, tetapi mereka lebih memilih waktu sendiri untuk meresapi dan memproses informasi.</p>
<p><strong>Ekstrovert</strong></p>
<p>Ekstrovert adalah orang yang cenderung lebih suka berinteraksi dengan orang lain dan menghabiskan waktu di lingkungan sosial yang ramai.</p>
<p>Mereka merasa energik dan terstimulasi ketika berada di tengah-tengah keramaian, dan seringkali mengambil inisiatif untuk memulai percakapan atau kegiatan sosial lainnya.</p>
<p>Ekstrovert cenderung berpikir secara verbal dan berpindah dari satu ide ke ide lain dengan cepat.</p>
<p><strong>Pentingnya Memahami Introvert dan Ekstrovert</strong></p>
<p>Memahami perbedaan antara introvert dan ekstrovert penting karena membantu kita menghargai keragaman manusia dalam hal kepribadian. Kedua tipe kepribadian ini memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing, dan tidak ada yang lebih baik daripada yang lain.</p>
<p>Dengan memahami preferensi dan kebutuhan individu, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung bagi semua orang. Penting untuk diingat bahwa setiap orang adalah unik, dan tidak ada dua orang yang persis sama, bahkan jika mereka memiliki kepribadian yang sama.</p>
<p>Sebagai masyarakat, kita harus menghargai perbedaan-perbedaan ini dan menciptakan ruang yang inklusif bagi semua orang, baik itu introvert atau ekstrovert. Dengan menerima dan menghormati kepribadian yang berbeda, kita dapat membangun hubungan yang lebih baik dan memperkaya pengalaman sosial kita.</p>
<p>Introvert dan ekstrovert adalah dua jenis kepribadian yang penting dalam masyarakat. Meskipun berbeda dalam cara mereka berinteraksi dengan dunia sekitar, keduanya memiliki nilai yang sama dalam keragaman manusia.</p>
<p>Dengan memahami dan menghargai perbedaan ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi semua orang untuk tumbuh dan berkembang.</p>
<p>Penulis: Selly Fitri Yanti</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcTIDX5RKuCnKUFQwcOfm_H5RpewaXOZqOZdJtGl_n0c8A&#038;s&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
