<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PPIJ &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/ppij/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Sep 2025 02:14:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>PPIJ &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PPIJ Gelar JIEF 2025, Angkat Tema Berakar Iman, Bertumbuh Inovasi</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/ppij-gelar-jief-2025-angkat-tema-berakar-iman-bertumbuh-inovasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 02:14:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[PPIJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=90688</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA – Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) menggelar Jakarta Islamic Education Fair (JIEF)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> – Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) menggelar Jakarta Islamic Education Fair (JIEF) 2025 pada 2–3 September di Convention Hall Jakarta Islamic Centre, Koja, Jakarta Utara. Acara bertema “Pendidikan Berakar Iman, Bertumbuh Inovasi” ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana.</p>
<p>Dalam sambutannya, Kepala Pusat PPIJ KH Muhyiddin Ishaq menegaskan pentingnya pendidikan agama sebagai benteng pencegahan kerusuhan sosial. Ia menilai Pameran Pendidikan Islam yang digelar Divisi Pengkajian dan Pendidikan PPIJ menjadi momentum mendorong prioritas pada pembinaan iman dan akhlak.</p>
<p>“Supaya peristiwa (kerusuhan) seperti kemarin tidak terjadi lagi,” ujar Kiai Muhyiddin, Selasa (2/9/2025).</p>
<p>Kiai Muhyiddin juga menyoroti kontribusi pesantren dan madrasah yang telah lama mencerdaskan bangsa, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Namun, ia menyayangkan masih adanya perlakuan tidak adil terhadap lembaga pendidikan keagamaan serta kesenjangan anggaran dengan sekolah negeri.</p>
<p>Karena itu, ia meminta agar melalui forum JIEF 2025 dapat dirumuskan langkah agar pendidikan keagamaan tidak dipandang sebelah mata baik oleh pemerintah pusat maupun daerah.</p>
<p>Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan PPIJ, H. Rasyidi H.Y, menjelaskan JIEF 2025 diramaikan berbagai kegiatan, mulai dari pameran pendidikan, seminar nasional, workshop, kompetisi robotic, bazaar kuliner Islami, hingga pentas seni dakwah.</p>
<p>Sejumlah lembaga pendidikan turut serta, di antaranya Madrasah Istiqlal, Pesantren Sulaimaniyah, Universitas Mercu Buana, Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta, Universitas Sahid, Universitas Al Azhar Indonesia, Universitas Islam Jakarta dan lain sebagainya.</p>
<p>Tokoh pendidikan yang hadir antara lain Ir. Moch. Abduh, Ms.Ed., Ph.D (Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan), Prof. Dr. Ir. Andi Adriansyah, M.Eng (Rektor Universitas Mercu Buana), dan Dr. H. Adib, M.Ag (Kepala Kanwil Kemenag DKI).</p>
<p>Selain itu, hadir pula Deva Rachman, istri almarhum Syekh Ali Jaber, pendongeng Kak Nia, grup nasyid VocaFarabi, Teater ITACI, serta Sanggar Tari 36 yang menampilkan karya seni Islami.</p>
<p>Acara ini terbuka untuk umum dan digelar tanpa dipungut biaya.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/nasionalnews.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250902-WA0271.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Momentum Nuzulul Qur&#8217;an, PPIJ Luncurkan Dua Inovasi Terbaru</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/momentum-nuzulul-quran-ppij-luncurkan-dua-inovasi-terbaru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2025 02:38:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Islamic center]]></category>
		<category><![CDATA[JIC]]></category>
		<category><![CDATA[PPIJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=79265</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) atau dikenal dengan Jakarta Islamic Centre...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) atau dikenal dengan Jakarta Islamic Centre menggelar peringatan Nuzulul Quran 1446 Hijriah yang mengusung tema &#8216;Malam Penuh Iman Dengan Al-Quran&#8217;.</p>
<p>Panitia peringatan Nuzulul Quran mengatakan, tema tersebut sengaja diangkat sebagai pengingat bahwa Al-Quran adalah wahyu illahi yang harus diimani dan dijadikan sumber ajaran serta pedoman hidup bagi kehidupan manusia.</p>
<p>&#8220;Karena di dalamnya terdapat keterangan baik yang tersirat maupun yang tersurat yang menetapkan aturan-aturan serta petunjuk yang dapat diterapkan pada sendi-sendi kehidupan manusia,&#8221; kata DR Agus Handoko, M.Phill, Ahad (16/3/2025)</p>
<p>&#8220;Al-quran sebagai mukzijat Nabi Muhammad sampai akhir zaman adalah sumber kekuatan yang mampu merubah peradaban dunia, karenanya peran pusat pengkajian dan pengembangan islam menjadi signifikan untuk terus menerus menjadikan kultur membaca tumbuh di tengah-tengah masyarakat,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ustaz Agus berharap peringatan Nuzulul Quran bukan hanya kegiatan seremonial saja, akan tetapi dirinya berharap kegiatan yang digagasnya ini menumbuhkan semangat masyarakat untuk membumikan Al-Quran denga istiqomah membaca dan mengamalkannya.</p>
<p>Sementara itu Kasubdiv Informasi dan Komunikasi PPIJ, Ustaz Paimun Karim mengatakan, dalam rangka mengambil momentum malam istimewa Nuzulul Quran, PPIJ meluncurkan dua produk inovasi yaitu Aplikasi Mobile Takhrij Hadis Durattun Nasihin dengan teknologi Artificial intelligence (AI) dan air minum JIC Water.</p>
<p>&#8220;Mengambil momentum malam Nuzulul Quran ini, kami meluncurkan dua inovasi terbaru dari kami yaitu Aplikasi Mobile Takhrij Hadis Durattun Nasihin dengan teknologi Artificial intelligence (AI) dan air minum kemasan yang kita beri nama JIC Water,&#8221; terangnya.</p>
<p>&#8220;Semoga aplikasi mobile ini bisa mempermudah masyarakat, terutama kaum muslimin dalam menambah khazanah keilmuannya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Peringatan Nuzulul Quran ini menghadirkan Imam Tarawih asal Yaman, Syekh Muhammad Tahbib Abu Khalid dan penceramah KH Muhammad Tamrin, MM (Komisi E DPRD DKI Jakarta). Acara yang berlansung di Gedung Convention Hall Jakarta Islamic Centre ini dibuka dengan rangkaian acara yang di antaranya, Simakan Al-Quran, Khotmil Quran, Musabaqoh Tilawatil Quran Tuna Netra, dan acara ditutup dengan pembagian doorprize kepada jamaah yang hadir.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/islamic-center.or.id/wp-content/uploads/2025/03/nuzulul-quran1-e1742135519785.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Dakwah, PPIJ Gelar Islamic Digital Fest</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/perkuat-dakwah-ppij-gelar-islamic-digital-fest/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Dec 2024 01:34:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Digital Fest]]></category>
		<category><![CDATA[PPIJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=78812</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) atau Jakarta Islamic Centre (JIC) kembali...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahekonomi.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) atau Jakarta Islamic Centre (JIC) kembali menggelar event Islamic Digital Fest. Tahun 2024, tahun ketiga pelaksanaan Islamic Digital Fest.</p>
<p>Islamic Digital Fest 2024 mengambil tema “Empowering Mosque through Digitalization&#8221;, berlangsung selama dua hari, 14-15 Desember 2024 di Sunlake Waterfront Resort, Sunter, Jakarta Utara.</p>
<p>Kepala Pusat PPIJ, KH Didi Supandi menegaskan pentingnya penguasaan teknologi digital bagi sarana dakwah. Teknologi digital hari ini, sudah menjadi bagian penting kehidupan manusia saat.</p>
<p>“Perkembangan dunia digital merupakan peluang besar untuk memperluas dakwah dan menyebarkan nilai-nilai Islami,” katanya saat sambutan di pembukaan Islamic Digital Fest 2024, Jakarta (14/12/2024).</p>
<p>Teknologi juga membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek, seperti cara berkomunikasi, belajar, dan menyebarkan informasi.</p>
<p>Penyelenggaraan Islamic Digital Fest 2024, salah satu upaya PPIJ memberikan inspirasi, edukasi dan wawasan terkait dunia digital kepada masyarakat.</p>
<p>“Khususnya kepada para pengurus masjid dan Islamic Center di Indonesia,” katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Kiai Didi menceritakan berbagai aspek capaian PPIJ yang telah berdiri selama 21 tahun. Capaian pertama, ungkap Kiai Didi, Perpustakaan PPIJ telah meraih akreditasi A sangat memuaskan dari Perpustakaan Nasional pada 2024.</p>
<p>“Pada 23 November yang lalu Perpustakaan PPIJ juga meraih juara pertama pada lomba perpustakaan masjid seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama,” tambahnya.</p>
<p>Capaian kedua, sambung Kiai Didi, pada aspek manajemen dan tata kelola organisasi PPIJ telah memperoleh sertifikat ISO 9001: 2015 pada November lalu. “Kita terus meng-upgrade aspek manajemen,” ucapnya.</p>
<p>Sementara dari aspek riset, PPIJ telah melahirkan jurnal Al-Madinah. Jurnal ini fokus mengkaji pembangunan masyarakat muslim perkotaan. Keseriusan PPIJ mengembangkan riset, mensyaratkan reviewer jurnal Al-Madinah memiliki akreditasi Sinta 2.</p>
<p>“Al-Madinah itu artinya peradaban, kita ingin JIC menjadi pusat peradaban Islam Indonesia, bahkan dunia,” cetus Kiai Didi.</p>
<p>Aspek perluasan jejaring kerja sama. PPIJ menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Diantara, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Maliki Malang, UNJ, UNM, Universitas Brawijaya Malang, dan Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya.</p>
<p>“Untuk luar negeri, JIC menjalin kerja sama dengan Universitas Qarawiyi Maroko dan Universitas Zaituniah Tunisia,” tutur Kiai Didi.</p>
<p>Diharapkan dikemudian hari, jelas Kiai Didi, PPIJ juga bisa mengirim mahasiswa berprestasi untuk dikuliahkan di luar negeri. “Kita bisa memberi beasiswa untuk S-2 atau S-3,” katanya.</p>
<p>Lebih dari itu, Kiai Didi juga mengungkap capaian dari Aspek ekonomi kreatif. PPIJ telah memiliki produk air mineral kemasan dan roti. Sementara untuk aspek media sosial. PPIJ telah mengembangkan dakwah melalui berbagai platform media sosial. Seperti Tiktok, Instagram, dan Youtube.</p>
<p>Kegiatan Islamic Digital Fest ini melibatkan peserta dari perwakilan pengurus masjid dan Islamic Center di 17 provinsi se-Indonesia.</p>
<p>Rencananya, peserta akan mengikuti berbagai rangkaian acara, seperti seminar, silaturahmi media, coaching clinic, Expo Karya Digital, ‘peluncuran JIC Go Digital’ dan Sistem Penanganan Stunting Berbasis Masjid.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2024/12/14/0e8f13c4-c610-4511-a807-da64eacc469e.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PPIJ Launching JICare</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/gelar-santunan-yatim-dan-dhuafa-ppij-launching-jicare/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Sep 2024 00:07:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[PPIJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74694</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Menggelar Santunan Yatim dan Dhuafa yang mengusung tema &#8220;Berjuta Senyum Kebahagiaan Untuk Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Menggelar Santunan Yatim dan Dhuafa yang mengusung tema &#8220;Berjuta Senyum Kebahagiaan Untuk Indonesia Merdeka&#8221;, Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) memberikan santunan kepada 500 anak yatim dan dhuafa se-DKI Jakarta, acara yang bertempat di Convention Hall Jakarta Islamic Centre ini sekaligus melaunching web JICare.id.</p>
<p>Mewakili Kepala Pusat PPIJ Hanny Fitriah mengatakan, santunan yatim adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terkhusus masyarakat yang ada di wilayah DKI Jakarta.</p>
<p>Hanny yang juga Kepala Subdivisi Ziswaf PPIJ ini menjelaskan bahwa agenda santunan kali ini diselenggarakan pada bulan Agustus dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-79.</p>
<p>&#8220;Arti kemerdekaan Indonesia bagi anak yatim adalah juga kemerdekaan dari stigmanya selama ini orang yang dianggap lemah karena tidak memiliki orang tua, merdeka dari tidak optimis, anak yatim harus kuat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Kita harus optimis, harus tegak berdiri untuk meraih masa depan yang gemilang dan Allah yang nanti akan memberikan jalanNya,&#8221; tambah Hanny.</p>
<p>Sementara itu perwakilan PJ Ketua PKK DKI Jakarta Dian Siti Nuraini merasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan santunan yatim dan dhuafa yang dilaksanakan oleh Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ).</p>
<p>&#8220;Saya berterimakasih dan merasa bersyukur kepada segenap pengurus PPIJ yang sudah berupaya dan sudah memberikan kepada anak-anak kita semua,&#8221; kata Dian di Convention Hall Jakarta Islamic Centre.</p>
<p>&#8220;Kalian adalah anak-anak hebat, kalian tidak sendirian, kita disini bersama pengurus PPIJ insyaAllah akan terus memberikan perhatian kepada kalian,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>&#8220;Kalian tinggal belajar, kalian tinggal berbakti kepada orang tua yang selama ini mendampingi, sampai kalian menjadi orang-orang hebat,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Untuk memudahkan para dermawan berpartisipasi dalam kegiatan sosial sekaligus memudahkan dalam menyalurakan zakat, infaq, dan shodaqoh Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta, menyediakan web jicare.id.</p>
<p>Layanan JICare meliputi, infaq pengadaan karpet masjid JIC, zakat penghasilan, prasarana masjid, khitanan anak sholeh, santunan yatim dan dhuafa, beasiswa sekolah, dan infaq umum.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/islamic-center.or.id/wp-content/uploads/2024/08/DSC01376-696x465.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>PPIJ Gelar Up Grading Pemuda Islam, Kembangkan Potensi Pemuda</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/ppij-gelar-up-grading-pemuda-islam-kembangkan-potensi-pemuda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Aug 2024 03:25:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[PPIJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74574</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Membuka acara Up Grading Pemuda Islam, mewakili Kepala Pusat PPIJ, Kepala Divisi Sosial,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Membuka acara Up Grading Pemuda Islam, mewakili Kepala Pusat PPIJ, Kepala Divisi Sosial, Budaya dan Ekonomi Syariah, Dr. Edi Sukardi mengatakan, kunci sukses pemuda adalah harus memiliki empat poin dasar, di antaranya, berfikir kritis, komunikatif, kolaboratif, dan kreatif.</p>
<p>Kiai Edi juga menegaskan bahwa sikap kritis dan membangun kreativitas sumbernya harus pada Al-Quran</p>
<p>&#8220;Sehebat-hebatnya manusia mendesain tidak akan bisa mengalahkan ilmunya Allah. Kata Allah tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit,&#8221; terang Kiai Edi di Villa Mutiara Bogor Jawa Barat, Rabu (28/8/2024).</p>
<p>&#8220;Sedikit saja, manusia sudah luar biasa ilmunya, bisa membuat Artificial Intelligence (AI), bahkan sekarang sudah lebih canggih lagi, AI sudah menggunakan perasaan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di hadapan para peserta Up Grading Pemuda Islam yang yang terdiri dari pelajar dan perwakilan pemuda dari berbagai ormas Islam, Kiai Edi menekankan agar para pemuda harus terus mengembangkan potensi dan menambah kualitas diri. Karena Kiai Edi menilai tantangan ke depan para pemuda hari ini akan jauh lebih berat.</p>
<p>Sementara itu ketua panitia Up Grading Pemuda Islam mengatakan, acara yang digagasnya ini bertujuan untuk memompa semangat para pemuda Islam untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi negara dan agama.</p>
<p>&#8220;Kami berusaha memberikan motivasi kepada teman-teman untuk terus berkarya dan berdaya guna, karena pemuda Islam memiliki peran penting dalam membangun masyarakat, negara, dan peradaban,&#8221; terang Andrian.</p>
<p>&#8220;Peran pemuda sangat diharapkan untuk generasi sekarang dan generasi mendatang, karena merekalah kelak yang akan memimpin,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sangat pentingnya pemuda dalam membangun peradaban, Pusat Pengkajian Jakarta dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) melibatkan para pemuda dan Gen Z dalam beberapa kegiatannya di antaranya Dialog Pemuda Asean, peringatan Isra Miraj, Tahun Baru Islam, Pelatihan Bahasa Asing dan Diklat Falakiyah.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gebyar Difabel PPIJ, Berkarya Berikan Kontribusi dan Inspirasi</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/gebyar-difabel-ppij-berkarya-berikan-kontribusi-dan-inspirasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jul 2024 13:12:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[PPIJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=71975</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) mengadakan kegiatan Gebyar Difabel, pada 10-11...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) mengadakan kegiatan Gebyar Difabel, pada 10-11 Juli 2024. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian acara Hut ke-497 DKI Jakarta tersebut bertema “Mata Hati Kedua, Menembus Batas Cakrawala”. Pembukaan Gebyar Difabel digelar pada Rabu (10/7/2024) di Convention Hall JIC (Jakarta Islamic Center).</p>
<p>Ragam kegiatan mengisi Gebyar Difabel itu. Di antaranya adalah expo produk difabel dan bazar kuliner, hafidz difabel award, talk show, workshop dan training pemberdayaan kaum difabel, nobar bioskop berbisik, pentas ekspresi seni, membatik, aneka lomba, pergelaran musikalisasi puisi, dan launching café difabis JIC.</p>
<p>Sementara itu Kepala Divisi Sosial, Budaya dan Ekonomi Syariah DKI Jakarta, Dr Edi Sukardi, mengatakan, gelaran Gebyar Difabel ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan PPIJ terhadap Pemprov DKI Jakarta. Hal itu sekaligus menunjukkan perhatian Pemprov DKI Jakarta yang begitu tinggi terhadap para penyintas difabel.</p>
<p>“Kami sebagai kepanjangan tangan dari Pemprov DKI Jakarta, Provinsi yang meraih penghargaan sebagai Provinsi Ramah Disabilitas. Untuk itu, PPIJ senantiasa men-support dan melakukan upaya-upaya untuk membuat program-program yang beriringan dengan Pemerintah DKI Jakarta dan dalam hal ini adalah digelarnya acara Gebyar Difabel,” urai Kiai Edi dalam sambutannya.</p>
<p>Istilah “difabel” pertama kali dicetuskan dalam konferensi disabilitas di Singapura. Istilah itu lantas menggantikan istilah “disabilitas”. Hal itu dituturkan Kepala Pusat PPIJ, Dr. Didi Supandi, MA.</p>
<p>“Difabel itu diambil dari kata differently abled yang diartikan perbedaan kebisaan atau kemampuan. Jadi, semua orang itu memiliki kemampuan ataupun keterampilan yang berbeda-beda,” kata Didi.</p>
<p>Didi melanjutkan, namun kendati kemampuan atau keterampilannya berbeda, tidak ada alangan untuk tetap berkarya. “Istilah differently abled, kemampuan yang berbeda-beda, itu tidak mengurangi teman-teman di sini untuk berkarya, memberikan konstribusi, dan memberikan inspirasi,” tambahnya.</p>
<p>Pria yang biasa dipanggil Kiai Didi itu lebih lanjut mengatakan, Islam sangat mengapresiasi dan memuliakan kaum disabilitas. Bahkan, menurut dia, Islam tidak menggolongkan kaum difabel ini ke dalam kelompok mustadh&#8217;afin, orang-orang yang lemah.</p>
<p>“Surah Abasa adalah bentuk apresiasi Islam terhadap kaum difabel, yang mana Rasulullah ditegur oleh Allah SWT karena Rasulullah saat itu agak berpaling ketika menerima kedatangan sahabat tuna netra, Abdullah bin Umi Maktum,” jelas Kiai Didi.</p>
<p>Bahkan kata Kiai Didi, mengutip Surat Al-Hujurat ayat 13, Islam melarang keras menghina, memandang sebelah mata kepada saudara kita kaum difabel. “Al Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13 menyatakan bahwa, kemuliaan anak manusia itu bukan pada fisiknya, bukan pada warna kulitnya, bukan suku atau bangsanya, akan tetapi pada ketakwaannya,” ucap Kiai Didi yang juga alumni International Islamic University Malaysia itu.</p>
<p>Sementara itu, mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Herman, S.Ag, M.Si dari Biro Dikmental DKI Jakarta, di dalam sambutan yang sekaligus membuka acara Gebyar Difabel itu, menyatakan, ia mengapresiasi digelarnya kegiatan Gebyar Difabel oleh PPIJ. “Atas nama pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saya mengapresiasi acara yang luar biasa ini. Mudah-mudahan acara seperti ini setiap tahun bisa diadakan,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut Herman mengatakan, dirinya mendapat inspirasi dari kegiatan “Gebyar Difabel” yang baru pertama kali digelar oleh PPIJ itu. Dirinya merasa terharu mendengar pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh seorang disabilitas netra yang begitu menjiwai dan merdu.</p>
<p>“Saya berfikir ini tidak ada salahnya kalau kita bina dan untuk memotivasi kita adakan MTQ khusus difabel tingkat Provinsi,” ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/res.cloudinary.com/do6bpzgvl/images/c_scale,w_456,h_253,dpr_2/f_webp,q_auto/v1720676617/Screenshot_20240711-123940_copy_720x399/Screenshot_20240711-123940_copy_720x399.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Hut Jakarta ke-497, PPIJ Gelar Pelatihan Guru Sekolah dan Pesantren</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/hut-jakarta-ke-497-ppij-gelar-pelatihan-guru-sekolah-dan-pesantren/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jun 2024 02:06:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[PPIJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=70475</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Dalam rangka menyemarakan Hut DKI Jakarta ke-497, Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Dalam rangka menyemarakan Hut DKI Jakarta ke-497, Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) mempersembahkan berbagai rangkaian kegiatan acara yang di antaranya adalah Pelatihan Guru Sekolah dan Pesantren yang mengusung tema Menjadi Amanah dan Berprestasi.</p>
<p>Kepala PPIJ, Dr KH Didi Supandi, Lc, MA mengatakan, kegiatan yang diikuti oleh para guru se-Jabodetabek ini, adalah sebagai bentuk perhatian PPIJ untuk terus berkonstribusi dalam membangun masyarakat melalui peningkatan kualitas guru sekolah dan pesantren baik wawasan dan integritasnya.</p>
<p>Akan tetapi Kiai Didi menegaskan bahwa yang utama dari wawasan dan integritas adalah komitmen.</p>
<p>&#8220;Dengan komitmen kita sebagai umat Islam, komitmen kita sebagai pengajar, yaitu meyakini dari hadits barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya,&#8221; ujar Kiai Didi Dalam sambutannya, Selasa (25/6/2024).</p>
<p>&#8220;InsyaAlloh kita akan menuai kebaikan yang sangat luar biasa sekali berupa kemajuan peradaban Islam pada abad ke-15,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Sementara itu Kasubdiv Pendidikan dan Pelatihan PPIJ Ustaz Arief Rahman Hakim, M.Ag, menjelaskan pelatihan yang digagasnya ini, dalam rangka menumbuhkan kembali peran guru sebagaimana mestinya.</p>
<p>Karena menurutnya, guru tidak sekedar mengajar, namun memiliki fungsi sebagai pendidik, yang menurutnya peran tersebut sudah menjadi sesuatu yang sudah langka.</p>
<p>&#8220;Perasaan, sikap, fikiran, ucapan, dan prilaku para guru akan menjadi contoh di kehidupan keseharian para siswa terlebih dalam proses pembelajaran,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ustaz Arief berharap para guru yang hadir dalam pelatihan ini dapat menjadi guru yang amanah, guru yang berprestasi, dan guru yang melek teknologi.</p>
<p>&#8220;Guru amanah yaitu, menjalankan profesi guru dengan penuh pengabdian karena Allah dan mampu memberikan keteladanan, serta mendidik siswa, santri sepenuh hati,&#8221; terangnya.</p>
<p>&#8220;Guru berprestasi, menjadi guru peradaban Islam, berupaya mendorong siswa, santri agar berprestasi akademik, akidah yang kokoh, akhlak yang mulia dan penuh hormat kepada orangtua,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&#8220;Dan guru guru melek teknologi yaitu mampu beradaptasi dengan revolusi industry 4.0, dan society 5.0 agar bisa mengimbangi kemajuan teknologi yang pesat,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Acara yang bertempat di hotel The Tavia Heritage Jakarta ini menghadirkan tiga narasumber yang berkompenten di antaranya, Prof Dr Hamid Fahmi Zarkasyi, M.Phil, Prof Dr Dadang Kahmad, M.Si, Prof Dr Lily Surraya Eka Putri.</p>
<p>Kegiatan yang dimotori Divisi Pendidikan dan Pengkajian PPIJ ini dihadiri oleh, KH. M. Nasir Zein, MA (Kadiv Pengkajian dan Pendidikan PPIJ), H. Herman, S.Ag. M.Si. (Ketua sub kelompok kegiatan mental spiritual Biro Dikmental), Ustaz Moh Zein, M.Si (Kadiv Komunikasi dan Penyiaran PPIJ), Ir Sukri Kardjono (Kadiv Umum PPIJ).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/islamic-center.or.id/wp-content/uploads/2024/06/DSC00436-scaled-e1719315621747.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>PPIJ Kolaborasikan Syariat dan Higienitas dalam Pelatihan Penyembelihan Kurban Metode HACCP</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/ppij-kolaborasikan-syariat-dan-higienitas-dalam-pelatihan-penyembelihan-kurban-metode-haccp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jun 2024 09:43:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[PPIJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=69627</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta menggelar pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Syar&#8217;i...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta menggelar pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Syar&#8217;i dan Higienis, Selasa (12/6/2024). Acara yang dihadiri oleh perwakilan sejumlah ormas Islam, masjid, dan musholah se DKI Jakarta ini, menghadirkan tiga narasumber yang expert di bidangnya di antaranya, Dr Rahmawan Octavianto (fiqih kurban), drh Rismiati (dinas KPKP DKI Jakarta), dan Ustaz Misbahul Anwar (Juru Sembelih Halal).</p>
<p>Mewakili Kepala Pusat PPIJ, DR KH Didi Supandi, MA, Ustaz Mohammad Zein, M.Si membuka kegiatan pelatihan yang akan berlangsung hingga 13 Juni 2024 ini. Kepala Divisi Komunikasi dan Penyiaran PPIJ ini mengatakan bahwa PPIJ menganggap kegiatan ini sangat penting, karena menurutnya masih banyak di luar sana yang menyembelih hewan tanpa mengikuti standar syariat yang ditetapkan. Ustaz Zein lebih lanjut mengatakan bahwa program pelatihan sembelih halal yang digelar PPIJ ini adalah program yang mengkolaborasikan antara syariat dan standar kehigienisan.</p>
<p>&#8220;Kita kolaborasikan antara syariat dan sistem pengelolaan yang higienis, yaitu sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HCCP),&#8221; terangnya.</p>
<p>Ustaz Zein menilai Sistem HACCP memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah dapat mengatasi beberapa keterbatasan dari pendekatan tradisional terhadap pengawasan keamanan pangan.</p>
<p>&#8220;Sistem ini juga memiliki potensi untuk mengidentifikasi semua bahaya-bahaya yang mungkin muncul, walaupun belum pernah ada sebelumnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Senada dengan Ustaz Zein, Kepala Subdiv Pelatihan dan Pendidikan PPIJ mengatakan kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam penyelenggaraan kurban yang higienis dan sesuai syariat.</p>
<p>“Sekaligus untuk memperkenalkan dan memperkuat posisi PPIJ sebagai salah satu sentra penyelenggaraan kurban di DKI Jakarta,” terang Ustadz Arief Rahman Hakim kepada islamic-centre, di Ruang Foodcourt JIC, Selasa (12/6).</p>
<p>Mewujudkan misi Jakarta Islamic Centre yang salah satunya sebagai pusat pengembangan sumberdaya muslim, setiap tahunnya melaksanakan pelatihan sembelih halal dengan menggunakan sistem HCCP yang bertujuan Pertama, membentuk kader kesehatan hewan kurban di setiap kelompok masyarakat (RT, RW, masjid atau unit-unit pemotongan hewan); kedua, mempersiapkan kader dengan bekal pengetahuan dan keterampilan teknik dan cara pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara umum (dasar); ketiga, membantu menyeleksi dan menyiapkan hewan kurban yang layak untuk dipotong dari sisi kesehatan hewan; keempat, membantu menyeleksi dan menyiapkan daging hewan kurban yang aman, sehat dan layak untuk dibagikan dan dikonsumsi masyarakat; kelima, menanamkan kesadaran kepada masyarakat bahwa kesehatan hewan dan bahan pangan asal hewan (khususnya daging) sangat penting artinya bagi kesehatan manusia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/islamic-center.or.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240612-WA0018-696x392.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
