<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PPDB Depok &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/ppdb-depok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Jul 2024 06:18:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>PPDB Depok &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lulusan SMP di Depok 34 Ribu Siswa, Daya Tampung SMA/SMK Negeri cuma 4.800</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/lulusan-smp-di-depok-43-ribu-siswa-daya-tampung-sma-smk-negeri-cuma-4-800/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jul 2024 06:18:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Zonasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72223</guid>

					<description><![CDATA[IBH  meminta jajarannya mengkaji pembangunan sekolah baru di wilayah yang belum terjangkau]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Data di Dinas <a href="https://majalahekonomi.com/bank-mandiri-bagikan-santunan-pendidikan-ke-2-600-anak-yatim/">Pendidikan</a> Kota <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a>, lulusan SMP Negeri (SMPN) tahun ajaran 2023-2024 mencapai 9 ribu orang dari 35 SMPN. Sementara lulusan SMP swasta (SMPS) 25 ribu orang dari 261 SMPS total 34 ribu orang.</p>
<p>Dari 34 ribu lulusan ini yang diterima di SMA-SMK Negeri tak kurang 4.800 orang untuk 19 SMA Negeri dan SMK Negeri.</p>
<p>Total mencapai 29.200 orang lulusan SMP di Kota Depok yang berpotensi putus sekolah di usia wajib belajar 12 tahun di tahun ini.</p>
<p>Di Depok sendiri, sampai saat ini baru tersedia 15 SMA Negeri dan 4 SMK Negeri. Padahal, jumlah kelurahan di Depok ada 63 kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan.</p>
<p>Jika merujuk pada PPDB sistem zonasi, jumlah ini sangat tidak merata dan sangat tidak adil bagi siswa yang tinggal di zona kelurahan tanpa SMA/SMK negeri.</p>
<p>Tidak meratanya jumlah SMA/SMK Negeri tersebut membuat <a href="https://majalahekonomi.com/indonesia-menuju-pusat-ekonomi-syariah-global-peluang-dan-tantangan/">peluang</a> siswa yang tinggal di zona kelurahan tanpa SMA Negeri semakin kecil bahkan tertutup.</p>
<h3>Respon Wakil Walikota Depok</h3>
<p>Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (IBH) mengakui daya tampung SMP-SMA/SMK Negeri di Depok, Jawa Barat masih terbatas. Gedung SMP Negeri misalnya, baru tersedia 36 bangunan.</p>
<p>Sementara warga di 63 kelurahan mengeluh banyak anaknya yang tak lolos Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi.</p>
<p>IBH pun meminta jajarannya mengkaji pembangunan sekolah baru di wilayah yang belum terjangkau.</p>
<p>&#8220;Masih banyak yang kurang karena sistem yang dibangun oleh nasional adalah sistem zonasi. Ini banyak beberapa tempat yang komplain tidak adanya kesempatan untuk sekolah di negeri karena zonasinya jauh,&#8221; ujar Imam di Balai Kota Depok, Senin (15/7/2024).</p>
<p>&#8220;Untuk itu saya minta kepada Bappeda untuk mengkaji mana saja, di wilayah mana saja, kelurahan mana saja yang dibutuhkan SMP Negeri. Alhamdulillah tahun ini juga dibangun beberapa SMP Negeri yang akan membantu mencukupi dari kebutuhan warga kita yang akan sekolah di negeri, terutama di SMP karena itu kewenangan kita,&#8221; katanya.</p>
<p>Pemkot juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya Dinas Pendidikan untuk menyediakan bangunan sekolah baru jenjang SMA/SMK. Pasalnya jenjang SMA/SMK merupakan kewenangan Pemprov.</p>
<p>&#8220;Kalau SMA dan SMK sebenernya kewenangan Provinsi Jawa Barat, kita bisa sampaikan kekurangannya atau mungkin kalau memang kita punya kelebihan uang, kita hibahkan dana kita</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2023/08/11/antarafoto-unjuk-rasa-sistem-penerimaan-peserta-didik-baru-jakarta-110823-rn-6.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Menuju Generasi Emas 2045, Tapi Depok Cuma Punya 15 SMA Negeri di 63 Kelurahan</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/menuju-generasi-emas-2045-tapi-depok-cuma-punya-15-sma-negeri-di-62-kelurahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jul 2024 12:11:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Emas 2045]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB 2024]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Jabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72186</guid>

					<description><![CDATA[Bagaimana akan mewujudkan Generasi Emas 2045 jika pemuda-pemudi penerus bangsa tak bisa mengenyam pendidikan yang layak?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Muhammad Iksan, Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia Korwil <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a></strong></em></p>
<p><span style="font-size: 16px;">Indonesia pada 2045 genap berusia 100 tahun alias satu abad Indonesia. Inilah yang menjadi salah satu alasan munculnya ide, wacana, dan gagasan Generasi Emas 2045.</span></p>
<p>Disebutkan situs <em>indonesiabaik,id</em>, Generasi Masa Depan Indonesia adalah generasi yang cerdas dan mau menerima perubahan harus diterapkan sejak dini menuju impian Indonesia menjadi generasi emas 2045</p>
<ul>
<li>Memiliki kecerdasan yang komprehensif, yakni produktif, inovatif</li>
<li>Damai dalam interaksi sosialnya, dan berkarakter yang kuat</li>
<li>Sehat, menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan</li>
<li>Berperadaban unggul</li>
</ul>
<h3>Depok Menuju Generasi Emas 2045</h3>
<p>Wali Kota Depok, Muhammad Idris, pada Pandangan terakhir Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Depok 2025-2045 telah disampaikan Wali Kota Depok, Mohammad Idris pada Rapat Paripurna <a href="https://majalahekonomi.com/ketua-dprd-depok-berharap-dana-csr-diharapkan-bantu-pemerintah-penuhi-kebutuhan-masyarakat/">DPRD Depok</a>, Senin (10/06/24).</p>
<p>Raperda tersebut disusun juga sudah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RJPN) dan RPJPD Provinsi Jawa Barat (Jabar).</p>
<p>Guna mewujudkan hal tersebut, visi Kota Depok Emas 2045 mencakup tiga pilar utama, yaitu Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.</p>
<p>Kemudian, untuk mencapai visi tersebut, Kiai Idris, sapaan Wali Kota Depok, menyampaikan delapan misi telah ditetapkan.</p>
<ol>
<li>Mewujudkan transformasi sosial yang inklusif, sehat, dan cerdas.</li>
<li>Mewujudkan transformasi ekonomi yang kreatif, inovatif, dan bertumpu pada ekonomi hijau.</li>
<li>Mewujudkan transformasi tata kelola pemerintahan yang melayani, berbasis digital, dan berkelas dunia.</li>
<li>Mewujudkan kota yang aman dan tertib, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah.</li>
<li>Mewujudkan ketahanan sosial budaya dan ekologi yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis ketahanan keluarga.</li>
<li>Meningkatkan pembangunan wilayah yang merata dan berkeadilan.</li>
<li>Mengembangkan sarana dan prasarana pelayanan dasar yang berkualitas dan ramah lingkungan.</li>
<li>Mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan.</li>
</ol>
<p>Alih-alih mewujudkan Generasi Emas 2045 yang notabene akan diisi oleh generasi muda yang saat ini masih mengenyam <a href="https://majalahekonomi.com/bank-mandiri-bagikan-santunan-pendidikan-ke-2-600-anak-yatim/">pendidikan</a> dasar dan menengah, delapan program tersebut tak satupun menyinggung masalah semrawutnya sistem pendidikan di Depok.</p>
<p>Betul, pada point ketujuh disebutkan &#8220;pembangunan sarana dan prasarana&#8221;, namun hingga detik ini yang dilakukan adalah perbaikan kantor kelurahan dan kecamatan. Belum menyentuh sarana dan prasarana pendidikan secara seginifikan.</p>
<p>Pada rapat paripurna tersebut juga disebutkan akan fokus pada visi Kota Depok Emas 2045 sebagai Kota Peradaban yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan, setiap tahap dirancang untuk mengarahkan kebijakan dan langkah strategis menuju pencapaian visi tersebut.</p>
<h4><strong>Tahapan tersebut antara lain:</strong></h4>
<p><strong>Tahap 1,</strong> Penguatan Pondasi (2025-2029) : Penguatan pondasi sosial, ekonomi, tata kelola untuk memasuki transformasi pembangunan yang masif dan berkesinambungan.</p>
<p><strong>Tahap 2,</strong> Akselerasi Transformasi (2030-2034) : Penerapan pembangunan berbasiskan inovasi, pemberdayaan modal sosial, digitalisasi dan pemanfaatan teknologi berkelanjutan.</p>
<p><strong>Tahap 3</strong>, Pemantapan (2035-2039): Pencapaian kemajuan dan keberlanjutan pembangunan yang menyejahterakan untuk semua.</p>
<p><strong>Tahap 4,</strong> Perwujudan (2040-2045): Perwujudan Depok sebagai Kota Peradaban yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.</p>
<p>Lagi-lagi tak menyinggung masalah carut-marutnya pendidikan untuk generasi penerus Bangsa saat ini, dimana 29 ribu lulusan SMP di Depok ditolak masuk SMA Negeri karena terbatasnya daya tampung sekolah.</p>
<p>Lalu bagaimana akan mewujudkan Generasi Emas 2045 jika pemuda-pemudi penerus bangsa tak bisa mengenyam pendidikan yang layak?</p>
<p>Yang perlu di garis bawahi disini, persiapan menuju Generasi Emas 2045 bukan hanya mempersiapka sumber daya manusia (SDM) yang cerdas saja yang dibutuhkan, tapi juga SDM yang berkarakter, Pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini.</p>
<p>Pada era ini, nilai-nilai yang diajarkan adalah cara bersosialisasi, berkomunikasi, interaksi, dan kemampuan menjadi anak mandiri dalam segala hal. Nilai-nilai religius, nasionalis, etos kerja, gotong-royong, dan integritas harus dapat ditularkan kepada peserta didik sehingga membentuk karakter kuat generasi Bangsa Indonesia di kemudian hari.</p>
<p>Saat ini Indonesia sudah memasuki era bonus demografi dan di tahun 2023 diperkirakan menjadi puncak bonus demografi. Oleh karena itu, jika SDM Indonesia tidak dibekali dengan pendidikan berkarakter, dikhawatirkan akan membahayakan kelangsungan Indonesia pada 2045.</p>
<p>Kembali ke pernyataan awal, bagaimana mempersiapkan Generasi Emas 2045 jika hanya punya 15 SMA Negeri di 63 Kelurahan di Kota Depok?</p>
<p>Bagaimana mempersiapkan Generasi Emas 2045 jika 29.200 orang lulusan SMP di Kota Depok berpotensi putus sekolah di usia wajib belajar 12 tahun di tahun ini?</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Depok Ada 63 Kelurahan Tapi cuma Punya 15 SMA Negeri, Masih Pertahankan Jalur Zonasi?</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/depok-ada-63-kelurahan-tapi-cuma-punya-15-sma-negeri-masih-pertahankan-jalur-zonasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jul 2024 11:18:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB 2024]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Zonasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72178</guid>

					<description><![CDATA[Hal tersebut diperkeruh MAFIA PPDB yang"menerima dan menyalurkan siswa titipan" yang marak bahkan sempat viral]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3>Hal tersebut diperkeruh dengan <strong>MAFIA PPDB </strong>yang <em><strong>&#8220;menerima dan menyalurkan siswa titipan&#8221; </strong></em>yang marak sempat viral, semakin menutup peluang generasi penerus bangsa di Depok mendapatkan pendidikan yang layak.</h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong> </a>&#8211; Data di Dinas <a href="https://majalahekonomi.com/bank-mandiri-bagikan-santunan-pendidikan-ke-2-600-anak-yatim/">Pendidikan</a> Kota <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a>, lulusan SMP Negeri (SMPN) tahun ajaran 2023-2024 mencapai 9 ribu orang dari 35 SMPN. Sementara lulusan SMP swasta (SMPS) 25 ribu orang dari 261 SMPS total 34 ribu orang.</p>
<p>Dari 34 ribu lulusan ini yang diterima di SMA-SMK Negeri tak kurang 4.800 orang untuk 19 SMA Negeri dan SMK Negeri.</p>
<p>Total mencapai 29.200 orang lulusan SMP di Kota Depok yang berpotensi putus sekolah di usia wajib belajar 12 tahun di tahun ini.</p>
<p>Di Depok sendiri, sampai saat ini baru tersedia 15 SMA Negeri dan 4 SMK Negeri. Padahal, jumlah kelurahan di Depok ada 63 kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan.</p>
<p>Jika merujuk pada PPDB sistem zonasi, jumlah ini sangat tidak merata dan sangat tidak adil bagi siswa yang tinggal di zona kelurahan tanpa SMA/SMK negeri.</p>
<p>Tidak meratanya jumlah SMA/SMK Negeri tersebut membuat peluang siswa yang tinggal di zona kelurahan tanpa SMA Negeri semakin kecil bahkan tertutup.</p>
<p>Hal tersebut diperkeruh<strong> MAFIA PPDB </strong>yang<strong><em>&#8220;menerima dan menyalurkan siswa titipan&#8221; </em></strong>yang marak bahkan sempat viral, semakin menutup peluang generasi penerus bangsa di Depok mendapatkan pendidikan yang layak.</p>
<p>Dengan kondisi seperti ini, mimpi menuju Indonesia <a href="https://majalahekonomi.com/harga-emas-antam-cetak-rekor-sepanjang-sejarah-di-rp174-juta/">Emas</a> 2045 jelas hanya sebatas mimpi.</p>
<h2>Depok belum saatnya menerapkan PPDB Zonasi</h2>
<p>Koordinator sekaligus Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) 15 SMAN Kota Depok Mamad Mapudin melontarkan bahwa sebenarnya SMAN-SMKN Kota Depok belum bisa menerapkan kuota PPDB sebagaimana digariskan.</p>
<p>Hal itu mengingat keterbatasan jumlah SMAN dan SMKN di Kota Depok. Serta keterbatasan kapasitas rombongan belajar atau ruang kelas.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya Depok belum saatnya menerapkan kuota sebagaimana digariskan mengingat jumlah sekolah dan kapasitas ruang belajar yang masih serba keterbatasan, &#8221; kata Mamad yang juga Kepala SMAN 4 Kota Depok itu beberapa waktu lalu.</p>
<p>Ketua Dewan Kesehatan Rakyat atau DKR Kota Depok Roy Pangharapan yang berjuang mendampingi ribuan orang tua yang putra-putrinya gagal ke SMKN-SMAN mengatakan PPDB tahun ajaran 2024-2025 paling memusingkan harapan orang tua menyekolahkan anaknya ke jenjang lebih tinggi.</p>
<p>Ia mengatakan imbas dari keputusan Gubernur dan Dinas Pendidikan Jawa Barat menghancurkan 29.200 lulusan SMP karena berpotensi putus sekolah di wajib belajar 12 tahun.</p>
<p>Roy menegaskan, keputusan Gubernur dan Dinas Pendidikan Jawa Barat harus segera dikereksi atau ditinjau kembali agar 29.200 lulusan SMP yang hingga kini terkatung-katung bisa bersekolah lagi.</p>
<p>Puluhan ribu orang tua yang cemas atas keputusan Gubernur dan Dinas Pendidikan ini, kata Roy telah diadukan ke Presiden Joko Widodo.</p>
<p>&#8220;Kami percaya dan yakin Bapak Presiden dan Bapak Kepala Kantor Staf Presiden atau KSP, Jenderal Purnawirawan Moeldoko pasti tidak akan membiarkan siswa tak bersekolah dan yakin memiliki jalan keluar atas penolakan pihak SMAN-SMKN terhadap anak-anak dari puluhan ribu orang tua.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kami percaya Presiden dan KSP pasti akan memberikan kesempatan pada anak-anak dari puluhan ribu orang tua yang terancam tak bersekolah, bisa kembali melanjutkan belajar mengajar.</p>
<p>Karena Presiden dan KSP pemimpin yang bertanggungjawab terhadap rakyatnya, &#8221; kata Roy.</p>
<p>Roy mengatakan bahwa penolakan siswa di SMAN-SMKN di Kota Depok, adalah kejadian berulang setiap PPDB setiap tahun dan tidak pernah serius diatasi.</p>
<p>&#8220;Kami memohon kepada Presiden dan KSP mengambil tindakan tegas dan memastikan semua siswa lulusan SMP bisa melanjutkan pendidikan di SMAN-SMKN di Kota Depok.&#8221; tukasnya.</p>
<p>Sebagaimana diwartakan sebelumnya, bahwa para orang tua dijanjikan jalan keluar oleh pihak istana diwakili oleh staf ahli utama KSP, Johannes Joko.</p>
<p>&#8220;Ya, saat audensi Kamis (11/7) para orang tua dijanjikan akan segera diberikan jalan keluarnya agar anak-anak tetap bisa melanjutkan sekolah, &#8221; ujar Roy.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/www.pelitaonline.co.id/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200701-WA0034.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Depok Belum Saatnya Menerapkan PPDB Zonasi</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/depok-belum-saatnya-menerapkan-ppdb-zonasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jul 2024 11:18:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Zonasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72181</guid>

					<description><![CDATA[Tidak meratanya jumlah SMA/SMK Negeri tersebut membuat peluang siswa yang tinggal di zona kelurahan tanpa SMA Negeri semakin kecil bahkan tertutup]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Tidak meratanya jumlah SMA/SMK Negeri tersebut membuat peluang siswa yang tinggal di zona kelurahan tanpa SMA Negeri semakin kecil bahkan tertutup</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Data di Dinas <a href="https://majalahekonomi.com/bank-mandiri-bagikan-santunan-pendidikan-ke-2-600-anak-yatim/">Pendidikan</a> Kota <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a>, lulusan SMP Negeri (SMPN) tahun ajaran 2023-2024 mencapai 9 ribu orang dari 35 SMPN. Sementara lulusan SMP swasta (SMPS) 25 ribu orang dari 261 SMPS total 34 ribu orang.</p>
<p>Dari 34 ribu lulusan ini yang diterima di SMA-SMK Negeri tak kurang 4.800 orang untuk 19 SMA Negeri dan SMK Negeri.</p>
<p>Di Depok sampai saat ini baru tersedia 15 SMA Negeri dan 4 SMK Negeri. Padahal, jumlah kelurahan di Depok ada 63 kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan.</p>
<p>Total mencapai 29.200 orang lulusan SMP di Kota Depok yang berpotensi putus sekolah di usia wajib belajar 12 tahun di tahun ini.</p>
<p>Jika merujuk pada PPDB sistem zonasi, jumlah ini sangat tidak merata dan sangat tidak adil bagi siswa yang tinggal di zona kelurahan tanpa SMA/SMK negeri.</p>
<p>Tidak meratanya jumlah SMA/SMK Negeri tersebut membuat <a href="https://majalahekonomi.com/indonesia-menuju-pusat-ekonomi-syariah-global-peluang-dan-tantangan/">peluang</a> siswa yang tinggal di zona kelurahan tanpa SMA Negeri semakin kecil bahkan tertutup.</p>
<p>Koordinator sekaligus Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) 15 SMAN Kota Depok Mamad Mapudin melontarkan bahwa sebenarnya SMAN-SMKN Kota Depok belum bisa menerapkan kuota PPDB sebagaimana digariskan.</p>
<p>Hal itu mengingat keterbatasan jumlah SMAN dan SMKN di Kota Depok. Serta keterbatasan kapasitas rombongan belajar atau ruang kelas.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya Depok belum saatnya menerapkan kuota sebagaimana digariskan mengingat jumlah sekolah dan kapasitas ruang belajar yang masih serba keterbatasan, &#8221; kata Mamad yang juga Kepala SMAN 4 Kota Depok itu beberapa waktu lalu.</p>
<p>Ketua Dewan Kesehatan Rakyat atau DKR Kota Depok Roy Pangharapan yang berjuang mendampingi ribuan orang tua yang putra-putrinya gagal ke SMKN-SMAN mengatakan PPDB tahun ajaran 2024-2025 paling memusingkan harapan orang tua menyekolahkan anaknya ke jenjang lebih tinggi.</p>
<p>Ia mengatakan imbas dari keputusan Gubernur dan Dinas Pendidikan Jawa Barat menghancurkan 29.200 lulusan SMP karena berpotensi putus sekolah di wajib belajar 12 tahun.</p>
<p>Roy menegaskan, keputusan Gubernur dan Dinas Pendidikan Jawa Barat harus segera dikereksi atau ditinjau kembali agar 29.200 lulusan SMP yang hingga kini terkatung-katung bisa bersekolah lagi.</p>
<p>Puluhan ribu orang tua yang cemas atas keputusan Gubernur dan Dinas Pendidikan ini, kata Roy telah diadukan ke Presiden Joko Widodo.</p>
<p>&#8220;Kami percaya dan yakin Bapak Presiden dan Bapak Kepala Kantor Staf Presiden atau KSP, Jenderal Purnawirawan Moeldoko pasti tidak akan membiarkan siswa tak bersekolah dan yakin memiliki jalan keluar atas penolakan pihak SMAN-SMKN terhadap anak-anak dari puluhan ribu orang tua.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kami percaya Presiden dan KSP pasti akan memberikan kesempatan pada anak-anak dari puluhan ribu orang tua yang terancam tak bersekolah, bisa kembali melanjutkan belajar mengajar.</p>
<p>Karena Presiden dan KSP pemimpin yang bertanggungjawab terhadap rakyatnya, &#8221; kata Roy.</p>
<p>Roy mengatakan bahwa penolakan siswa di SMAN-SMKN di Kota Depok, adalah kejadian berulang setiap PPDB setiap tahun dan tidak pernah serius diatasi.</p>
<p>&#8220;Kami memohon kepada Presiden dan KSP mengambil tindakan tegas dan memastikan semua siswa lulusan SMP bisa melanjutkan pendidikan di SMAN-SMKN di Kota Depok.&#8221; tukasnya.</p>
<p>Sebagaimana diwartakan sebelumnya, bahwa para orang tua dijanjikan jalan keluar oleh pihak istana diwakili oleh staf ahli utama KSP, Johannes Joko.</p>
<p>&#8220;Ya, saat audensi Kamis (11/7) para orang tua dijanjikan akan segera diberikan jalan keluarnya agar anak-anak tetap bisa melanjutkan sekolah, &#8221; ujar Roy.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2023/08/11/antarafoto-unjuk-rasa-sistem-penerimaan-peserta-didik-baru-jakarta-110823-rn-6.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>29 Ribu Lulusan SMP di Depok Ditolak Masuk SMA Negeri</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/29-ribu-lulusan-smp-di-depok-ditolak-masuk-sma-negeri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jul 2024 10:18:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB 2024]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Zonasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72175</guid>

					<description><![CDATA[Di Depok saat ini baru tersedia 15 SMA Negeri dan 4 SMK Negeri. Padahal, jumlah kelurahan di Depok ada 63 kelurahan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Di Depok saat ini baru tersedia 15 SMA Negeri dan 4 SMK Negeri. Padahal, jumlah kelurahan di Depok ada 63 kelurahan </em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Setidaknya 29 ribu siswa lulusan SMP di Kota <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a>, Jawa Barat (Jabar) gagal masuk SMA-SMK Negeri tahun ajaran 2024-2025. Mereka berpotensi putus sekolah di usia wajib belajar 12 tahun lantaran tidak mampu bayar sumbangan pembinaan <a href="https://majalahekonomi.com/bank-mandiri-bagikan-santunan-pendidikan-ke-2-600-anak-yatim/">pendidikan</a> atau SPP di sekolah swasta.</p>
<p>Data di Dinas Pendidikan Kota Depok, lulusan SMP Negeri (SMPN) tahun ajaran 2023-2024 mencapai 9 ribu orang dari 35 SMPN. Sementara lulusan SMP swasta (SMPS) 25 ribu orang dari 261 SMPS total 34 ribu orang.</p>
<p>Dari 34 ribu lulusan ini yang diterima di SMA-SMK Negeri tak kurang 4.800 orang untuk 19 SMA Negeri dan SMK Negeri.</p>
<p>Di Depok sampai saat ini baru tersedia 15 SMA Negeri dan 4 SMK Negeri. Padahal, jumlah kelurahan di Depok ada 63 kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan.</p>
<p>Total mencapai 29.200 orang lulusan SMP di Kota Depok yang berpotensi putus sekolah di usia wajib belajar 12 tahun di tahun ini.</p>
<p>Jika merujuk pada PPDB sistem zonasi, jumlah ini sangat tidak merata dan sangat tidak adil bagi siswa yang tinggal di zona kelurahan tanpa SMA/SMK negeri.</p>
<p>Koordinator sekaligus Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) 15 SMAN Kota Depok Mamad Mapudin melontarkan bahwa sebenarnya SMAN-SMKN Kota Depok belum bisa menerapkan kuota PPDB sebagaimana digariskan.</p>
<p>Hal itu mengingat keterbatasan jumlah SMAN dan SMKN di Kota Depok. Serta keterbatasan kapasitas rombongan belajar atau ruang kelas.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya Depok belum saatnya menerapkan kuota sebagaimana digariskan mengingat jumlah sekolah dan kapasitas ruang belajar yang masih serba keterbatasan, &#8221; kata Mamad yang juga Kepala SMAN 4 Kota Depok itu beberapa waktu lalu.</p>
<p>Ketua Dewan Kesehatan Rakyat atau DKR Kota Depok Roy Pangharapan yang berjuang mendampingi ribuan orang tua yang putra-putrinya gagal ke SMKN-SMAN mengatakan PPDB tahun ajaran 2024-2025 paling memusingkan harapan orang tua menyekolahkan anaknya ke jenjang lebih tinggi.</p>
<p>Ia mengatakan imbas dari keputusan Gubernur dan Dinas Pendidikan Jawa Barat menghancurkan 29.200 lulusan SMP karena berpotensi putus sekolah di wajib belajar 12 tahun.</p>
<p>Roy menegaskan, keputusan Gubernur dan Dinas Pendidikan Jawa Barat harus segera dikereksi atau ditinjau kembali agar 29.200 lulusan SMP yang hingga kini terkatung-katung bisa bersekolah lagi.</p>
<p>Puluhan ribu orang tua yang cemas atas keputusan Gubernur dan Dinas Pendidikan ini, kata Roy telah diadukan ke <a href="https://majalahekonomi.com/ini-6-bantuan-yang-akan-digelontorkan-presiden-di-bulan-juni/">Presiden</a> Joko Widodo.</p>
<p>&#8220;Kami percaya dan yakin Bapak Presiden dan Bapak Kepala Kantor Staf Presiden atau KSP, Jenderal Purnawirawan Moeldoko pasti tidak akan membiarkan siswa tak bersekolah dan yakin memiliki jalan keluar atas penolakan pihak SMAN-SMKN terhadap anak-anak dari puluhan ribu orang tua.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kami percaya Presiden dan KSP pasti akan memberikan kesempatan pada anak-anak dari puluhan ribu orang tua yang terancam tak bersekolah, bisa kembali melanjutkan belajar mengajar.</p>
<p>Karena Presiden dan KSP pemimpin yang bertanggungjawab terhadap rakyatnya, &#8221; kata Roy.</p>
<p>Roy mengatakan bahwa penolakan siswa di SMAN-SMKN di Kota Depok, adalah kejadian berulang setiap PPDB setiap tahun dan tidak pernah serius diatasi.</p>
<p>&#8220;Kami memohon kepada Presiden dan KSP mengambil tindakan tegas dan memastikan semua siswa lulusan SMP bisa melanjutkan pendidikan di SMAN-SMKN di Kota Depok.&#8221; tukasnya.</p>
<p>Sebagaimana diwartakan sebelumnya, bahwa para orang tua dijanjikan jalan keluar oleh pihak istana duwakili oleh staf ahli utama KSP, Johannes Joko.</p>
<p>&#8220;Ya, saat audensi Kamis (11/7) para orang tua dijanjikan akan segera diberikan jalan keluarnya agar anak-anak tetap bisa melanjutkan sekolah, &#8221; ujar Roy.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/sekolahloka.com/wp-content/uploads/2022/10/sma-negeri-15-depok-1024x577.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Cek Pengumuman PPDB Jabar SMA/SMK Tahap I, Ini Caranya Jika Server Down</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/cek-pengumuman-ppdb-jabar-sma-smk-tahap-i-ini-caranya-jika-server-down/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 11:02:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB SMA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=69980</guid>

					<description><![CDATA[Jadwal pengumuman PPDB Jabar 2024 Tahap I akan diumumkan pada 19 Juni 2024]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat (Jabar) 2024 jenjang SMA/SMK, sesuai jadwal tahap I akan diumumkan pada Rabu (19/06/2024).</p>
<p>Proses pelaksanaan PPDB Jabar 2024 berlangsung 2 tahap. Pendaftaran tahap I pada 3-7 Juni 2024 sedangkan tahap II pada 24-28 Juni 2024.</p>
<p>Berikut cara cek link pengumuman PPDB Jabar Tahap I dan perlu caranya jika server mengalami eror atau down.</p>
<p>Jadwal pengumuman PPDB Jabar 2024 Tahap I akan diumumkan pada 19 Juni 2024 melalui website resminya, <span style="color: #0000ff;">ppdb.jabarprov.go.id</span>.</p>
<p>Siswa yang dinyatakan lolos wajib melakukan daftar ulang dengan rentang waktu 20-21 Juni 2024.</p>
<p>Bagi siswa yang dinyatakan tidak lolos dapat mengikuti PPDB Jabar 2024 tahap II Jalur Prestasi pada 24-28 Juni 2024 mendatang.</p>
<p>Link Pengumuman PPDB Jabar 2024 SMA/SMK Tahap I melalui laman resmi PPDB Provinsi Jawa Barat yakni ppdb.jabarprov.go.id:</p>
<p>1. Buka website resmi di link berikut ini https://ppdb.jabarprov.go.id/wilayah_ppdb/cadisdik.<br />
2. Pilih kota atau kabupaten sesuai dengan wilayah pendaftaran sekolah<br />
3. Kemudian klik &#8220;Hasil Seleksi&#8221;<br />
4. Setelah itu pilih sekolah SMA/SMK<br />
5. Isi kota dan jenis sekolah (negeri ataupun swasta)<br />
6. Pilih sekolah tujuan dengan klik &#8220;Lihat&#8221;<br />
7. Masukan nomor pendaftar<br />
8. Pilih jalur penerimaan<br />
9. Selanjutnya peserta dapat melihat hasil seleksi PPDB Jabar 2024 sesuai jalur yang diikuti.</p>
<p>Berikut cara atasi jika server PPDB Jabar 2024 alami eror atau down:</p>
<p>1. Bersihkan riwayat pelacakan, cache, dan cookies<br />
2. Gunakan koneksi internet yang cukup stabil<br />
3. Gunakan koneksi internet yang menyediakan space bandwith cukup sehingga dalam pengiriman file atau berkas tidak mengalami kendala.<br />
4. Gunakan waktu di jam-jam tak sibuk seperti tengah malam.</p>
<p>Jika masih ditemukan kendala dalam server PPDB Jabar, siswa dapat menghubungi hotline PPDB Jabar di 082129243191.</p>
<p>Adapun jadwal PPDB Jabar 2024 SMA/SMK Tahap II yang dibuka pada 24-28 Juni 2024 yakni:</p>
<p>1. Pendaftaran PPDB Jabar 2024 Tahap II pada 24-28 Juni 2024.<br />
2. Masa sanggah verifikasi: 24-28 Juni 2024<br />
3. Tes minat dan bakat, program bidang keahlian (SMK) dan Uji Kompetensi Prestasi Kejuaraan (SMA) bagi yang melaksanakan pada 1-2 Juli 2024<br />
4. Rapat Dewan Guru Penetapan Hasil Seleksi PPDB Tahap II pada 3-4 Juli 2024<br />
5. Pengumuman PPDB Tahap II pada 5 Juli 2024<br />
6. Daftar ulang PPDB Tahap II pada 8-9 Juli 2024<br />
7. Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS): pada 15-17 Juli 2024<br />
8. Tahun ajaran baru 2024/2025 pada 15 Juli 2024.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/assets.dataindonesia.id/2024/05/15/1715756050771-78-PPDB-Jabar-2024.png?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Jadwal PPDB Kota Depok 2024 Jenjang SD dan SMP</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/jadwal-ppdb-kota-depok-2024-jenjang-sd-dan-smp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2024 08:51:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Kota Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB. PPDB Kota Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68251</guid>

					<description><![CDATA[PPDB Kota Depok jenjang SMP dibuka melalui 4 jalur seleksi yakni Zonasi, Afirmasi, Perpindahan Tugas Orang Tua, dan Prestasi]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Dinas <a href="https://majalahekonomi.com/bank-mandiri-bagikan-santunan-pendidikan-ke-2-600-anak-yatim/">Pendidikan</a> Kota <a href="https://majalahekonomi.com/pemutihan-pajak-kendaraan-di-depok-1-oktober-hingga-30-november-2024/">Depok</a> membuka PPDB SD dalam tiga jalur seleksi.</p>
<p>Adapun jalur PPDB Kota Depok 2024 jenjang SD yakni melalui Jalur Zonasi, Jalur Afirmasi, dan Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua.</p>
<p>Sementara untuk PPDB Kota Depok jenjang SMP dibuka melalui 4 jalur seleksi yakni Zonasi, Afirmasi, Perpindahan Tugas Orang Tua, dan Prestasi.</p>
<p>Terkait jadwal PPDB Kota Depok 2024 telah ditetapkan sesuai dengan jalur masuk yang akan dipilih calon peserta.</p>
<p>Adapun jadwal PPDB Kota Depok 2024 pada masing-masing jalur masuk yakni sebagai berikut:</p>
<h3>Jadwal PPDB Kota Depok 2024 Jenjang SD</h3>
<p><strong>1. Jalur Zonasi</strong></p>
<p>Simulasi: 23 Apr 2024 &#8211; 30 Jun 2024<br />
Pendaftaran: 23 Apr 2024 &#8211; 04 Jun 2024<br />
Verifikasi: 23 Apr 2024 &#8211; 30 Jun 2024<br />
Seleksi: 01 Jun 2024 &#8211; 30 Jun 2024<br />
Daftar Ulang: 01 Jun 2024 &#8211; 30 Jun 2024<br />
Pengumuman: 30 Juni 2024</p>
<p><strong>2. Jalur Afirmasi</strong></p>
<p>Simulasi: 04 Apr 2024 &#8211; 03 Jun 2024<br />
Pendaftaran: 23 Apr 2024 &#8211; 06 Jun 2024<br />
Verifikasi: 23 Apr 2024 &#8211; 06 Jun 2024<br />
Seleksi: 11 Jun 2024 &#8211; 12 Jun 2024<br />
Daftar Ulang: 13 Jun 2024 &#8211; 14 Jun 2024<br />
Pengumuman: 12 Juni 2024</p>
<p><strong>3. Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua</strong></p>
<p>Simulasi: 04 Apr 2024 &#8211; 03 Jun 2024<br />
Pendaftaran: 30 Apr 2024 &#8211; 11 Jun 2024<br />
Verifikasi: 30 Apr 2024 &#8211; 12 Jun 2024<br />
Seleksi: 11 Jun 2024 &#8211; 12 Jun 2024<br />
Daftar Ulang: 13 Jun 2024 &#8211; 14 Jun 2024<br />
Pengumuman: 12 Juni 2024</p>
<h3>Jadwal PPDB Kota Depok 2024 Jenjang SMP</h3>
<p><strong>1. Jalur Zonasi</strong></p>
<p>Simulasi: 04 Jun 2023- 18 Jun 2023<br />
Pendaftaran: 23 Apr 2024 &#8211; 04 Jun 2024<br />
Verifikasi: 23 Apr 2024 &#8211; 06 Jun 2024<br />
Seleksi: 30 Apr 2024 &#8211; 21 Jun 2023<br />
Daftar Ulang: 04 Jun 2024 &#8211; 30 Apr 2024<br />
Pengumuman: 07 Mei 2024</p>
<p><strong>2. Jalur Afirmasi</strong></p>
<p>Simulasi: 12 Jun 2023 &#8211; 18 Jun 2023<br />
Pendaftaran: 30 Apr 2024 &#8211; 06 Jun 2024<br />
Verifikasi: 30 Apr 2024 &#8211; 05 Jun 2024<br />
Seleksi: 19 Jun 2023 &#8211; 21 Jun 2023<br />
Daftar Ulang: 13 Jun 2024 &#8211; 14 Jun 2024<br />
Pengumuman: 23 Juni 2023</p>
<p><strong>3. Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua</strong></p>
<p>Simulasi: 12 Jun 2023 &#8211; 18 Jun 2023<br />
Pendaftaran: 19 Jun 2023 &#8211; 21 Jun 2023<br />
Verifikasi: 19 Jun 2023 &#8211; 21 Jun 2023<br />
Seleksi: 19 Jun 2023 &#8211; 21 Jun 2023<br />
Daftar Ulang: 26 Jun 2023 &#8211; 03 Jul 2023<br />
Pengumuman: 23 Juni 2023</p>
<p><strong>4. Jalur Prestasi</strong></p>
<p>Simulasi: 23 Apr 2024 &#8211; 30 Jun 2024<br />
Pendaftaran: 23 Apr 2024 &#8211; 05 Jun 2024<br />
Verifikasi: 23 Apr 2024 &#8211; 05 Jun 2024<br />
Seleksi: 26 Jun 2024 &#8211; 30 Jun 2024<br />
Daftar Ulang: 28 Jun 2024 &#8211; 30 Jun 2024<br />
Pengumuman: 30 Juni 2024</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/ppdb-kota-depok-2024.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
