<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PKI &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/pki/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Sep 2024 04:07:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>PKI &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sejarah Singkat dan Lirik Lagu Genjer-genjer yang Identik dengan PKI</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/sejarah-singkat-dan-lirik-lagu-genjer-genjer-yang-identik-dengan-pki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2024 04:07:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Genjer-genjer]]></category>
		<category><![CDATA[PKI]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=76320</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Genjer-genjer adalah sebuah lagu rakyat yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Berikut lirik...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Genjer-genjer adalah sebuah lagu rakyat yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Berikut lirik lagu Genjer-genjer, pencipta, dan sejarah singkat di baliknya.</p>
<p>Lirik lagu Genjer-genjer menceritakan tentang tanaman genjer, yaitu sejenis sayuran air yang banyak tumbuh di rawa-rawa dan sawah. Sayuran ini dahulu dikenal sebagai makanan rakyat miskin.</p>
<p>Sebab kala itu, para petani yang terpaksa mengonsumsi tanaman yang dianggap hama tersebut untuk bertahan hidup.</p>
<p>Genjer yang identik dengan hal tersebut digambarkan oleh Muhammad Arif dalam lagu rakyat Genjer-genjer pada era 40-an.</p>
<h3>Sejarah singkat lagu Genjer-genjer</h3>
<p>Dilansir dari buku Mengenal Orde Baru (2021) lagu Genjer-genjer diciptakan oleh seniman asal Banyuwangi, Jawa Timur Muhammad Arif pada 1942.</p>
<p>Mulanya, Muhammad Arif membuat lagu Genjer-genjer dalam bahasa Osing sebagai media kritik atas penjajahan. Liriknya menceritakan kehidupan masyarakat Jawa khususnya petani yang mengalami kesulitan pangan di masa penjajahan Jepang.</p>
<p>Setelah merdeka dari Jepang, Muhammad Arief bergabung dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Pada awal tahun 60-an, lagu Genjer-genjer dinyanyikan oleh paduan suara Lekra Banyuwangi dan mulai bergema di kalangan PKI.</p>
<p>Lagu Genjer-genjer juga berhasil dikenal banyak orang setelah dinyanyikan oleh Bing Slamet dan Lilis Suryani dan diperdengarkan lewat televisi TVRI Jakarta serta radio RRI.</p>
<p>Berbagai sumber menyebut, bahkan di era pemerintahan Soekarno, Genjer-genjer termasuk lagu populer dan sering dinyanyikan musisi-musisi di berbagai kesempatan.</p>
<p>Sayangnya, citra lagu Genjer-genjer yang semula hanya menggambarkan situasi sulit petani di masa penjajahan Jepang, dimanfaatkan pula oleh pihak PKI sebagai keperluan politik hingga akhirnya dicap sebagai lagu kebangsaan PKI.</p>
<p>Lagu ini sering dinyanyikan dalam acara-acara PKI dan organisasi afiliasinya. Setelah peristiwa G30S 1965, lagu ini dilarang lantaran dianggap sebagai propaganda komunis oleh pemerintah Orde Baru.</p>
<p>Lirik lagu tersebut juga sempat diubah karena propaganda anti-komunis yang dilancarkan oleh pemerintah rezim Orde Baru.</p>
<p>Setelah rezim Orde Baru berakhir pada 1998, larangan resmi terhadap lagu Genjer-genjer berakhir. Lagu ini kini bisa didengar secara bebas, meski stigma lagu tersebut masih amat lekat dengan PKI.</p>
<h3>Lirik lagu Genjer-genjer</h3>
<p>Di bawah ini terdapat lirik lagu Genjer-genjer dan penciptanya yaitu Muhammad Arif dari bahasa Osing, serta terjemahan dalam versi bahasa Indonesia.</p>
<p><em>Lirik lagu Genjer-genjer bahasa Osing</em><br />
<em>Genjer-genjer nong kedokan pating keleler</em><br />
<em>Genjer-genjer nong kedokan pating keleler</em><br />
<em>Emake thulik teko-teko mbubuti genjer</em><br />
<em>Emake thulik teko-teko mbubuti genjer</em></p>
<p><em>Ulih sak tenong mungkur sedhot sing tulih-tulih</em></p>
<p><em>Genjer-genjer saiki wis digawa mulih</em><br />
<em>Genjer-genjer isuk-isuk didol ning pasar</em><br />
<em>Genjer-genjer isuk-isuk didol ning pasar</em></p>
<p><em>Dijejer-jejer duintingi padha didhasar</em><br />
<em>Dijejer-jejer diuntingi padha didhasar</em><br />
<em>Emake jebeng padha tuku nggawa welasan</em><br />
<em>Genjer-genjer saiki wis arep diolah</em></p>
<h3>Lirik lagu Genjer-genjer gubahan Muhammad Arif versi bahasa Indonesia</h3>
<p><em>Genjer-genjer bertaburan di pematang</em><br />
<em>Emak si Buyung datang mencabut genjer</em><br />
<em>Setelah mendapatkan satu tenong lalu berhenti</em><br />
<em>Genjer-genjer sekarang dibawa pulang</em></p>
<p><em>Genjer-genjer pagi-pagi di bawa ke pasar</em><br />
<em>Ditata dalam ikatan lalu digelar</em><br />
<em>Emak si Jebeng beli genjer mendapat tambahan</em><br />
<em>Genjer-genjer sekarang harus dimasak</em></p>
<p><em>Genjer-genjer dimasukkan ke dalam kuali panas</em><br />
<em>Setelah setengah matang di angkat untuk lauk</em><br />
<em>Nasi di piring dan sambal jeruk di atas cobek</em><br />
<em>Genjer-genjer dimakan bersama nasi</em></p>
<h3>Lirik lagu Genjer-genjer versi Orde Baru</h3>
<p>Sementara itu, di bawah ini terdapat lirik lagu Genjer-genjer yang versi Orde Baru atau telah diubah seperti yang pernah dimuat di surat kabar Harian KAMI.</p>
<p><em>Jenderal-jenderal di ibukota tersebar</em><br />
<em>Emak Gerwani datang untuk menculik jenderaL</em><br />
<em>Dapat satu truk, membelakangi yang menoleh ke kanan dan kiri</em></p>
<p><em>Jenderal-jenderal sekarang sudah tertangkap</em><br />
<em>Jenderal-jenderal pada pagi hari disiksa</em><br />
<em>Dibariskan, diikat, dan dihajar</em></p>
<p><em>Emak Gerwani datang semua untuk menghajar</em><br />
<em>Jenderal-jenderal maju lalu dibunuh</em></p>
<p>Itulah lirik lagu Genjer-genjer dan penciptanya yaitu Muhammad Arif serta sejarah di baliknya. Semoga membantu.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/0x0/webp/photo/indizone/2023/04/03/DNsgzXN/sejarah-lagu-genjer-genjer-yang-kemudian-jadi-propaganda-pki44.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
