<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pelajar &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/pelajar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Aug 2024 05:56:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>Pelajar &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penyediaan Alat Kontrasepsi bagi Pelajar, DPR: Tak Sesuai Amanat Diknas</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/penyediaan-alat-kontrasepsi-bagi-pelajar-dpr-tak-sesuai-amanat-diknas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Aug 2024 05:56:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ALat Kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[Diknas]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=73245</guid>

					<description><![CDATA[Fikri menilai penyediaan fasilitas alat kontrasepsi bagi siswa itu sama saja dengan membolehkan tindakan seks bebas kepada pelajar]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Fikri menilai penyediaan fasilitas alat kontrasepsi bagi siswa itu sama saja dengan membolehkan tindakan seks bebas kepada pelajar</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai penyediaan alat kontrasepsi bagi pelajar, yang diatur dalam PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Kesehatan, tidak sejalan dengan amanat pendidikan nasional (Diknas). Amanat Diknas yakni pendidikan nasional berasas budi pekerti luhur.</p>
<p>&#8220;Itu tidak sejalan dengan amanat pendidikan nasional yang berasaskan budi pekerti luhur dan menjunjung tinggi norma agama,” kata Fikri dalam keterangan yang diterima, Senin.</p>
<p>Sebagaimana dimuat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan nasional adalah pendidikan yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.</p>
<p>Selain itu, juga disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.</p>
<p>Fikri menilai penyediaan fasilitas alat kontrasepsi bagi siswa itu sama saja dengan membolehkan tindakan seks bebas kepada pelajar.</p>
<p>“Alih-alih mensosialisasikan risiko perilaku seks bebas kepada usia remaja, malah menyediakan alatnya, ini nalarnya ke mana?” ujarnya.</p>
<p>Fikri mengatakan bahwa semangat dan amanat pendidikan nasional adalah menjunjung budi pekerti yang luhur dan dilandasi norma-norma agama yang telah diprakarsai oleh para pendiri bangsa Indonesia.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya pendampingan bagi siswa dan remaja, khususnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi melalui pendekatan norma agama dan nilai pekerti luhur yang dianut budaya ketimuran di Nusantara.</p>
<p>“Tradisi yang telah diajarkan secara turun temurun oleh para orang tua kita adalah mematuhi perintah agama dalam hal menjaga hubungan dengan lawan jenis, dan risiko penyakit menular yang menyertainya,” kata dia.</p>
<p>Sebelumnya, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (UU Kesehatan).</p>
<p>PP itu antara lain mengatur mengenai penyediaan alat kontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja. Pasal 103 ayat (1) PP itu menyebutkan bahwa upaya kesehatan sistem reproduksi usia sekolah dan remaja paling sedikit berupa pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi, serta pelayanan kesehatan reproduksi.</p>
<p>Kemudian, ayat (4) menyatakan bahwa pelayanan kesehatan reproduksi seperti disebut pada ayat (1) bagi siswa dan remaja, paling sedikit terdiri atas deteksi dini penyakit atau skrining, pengobatan, rehabilitasi, konseling, dan penyediaan alat kontrasepsi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/dialeksis.com/images/web/2024/08/_MAN1396.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pelajar,  Mabar atau Belajar?</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/pelajar-mabar-atau-belajar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jun 2024 09:11:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Game Online]]></category>
		<category><![CDATA[Mabar]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=70401</guid>

					<description><![CDATA[Mabar berarti bermain game online secara bersama-sama dengan teman]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Mabar atau main bareng merupakan kegiatan yang sering kita dengar dan menjadi pemandangan yang lazim setiap hari, bahkan mabar bisa saja menjadi kebiasaan yang sulit untuk di hindari.</p>
<p>Mabar berarti bermain game online secara bersama-sama dengan teman.</p>
<p>Saat ini, seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi yang semakin maju, dengan berbagai kemudahan baik fitur maupun hiburan, menjadikan game atau permainan secara online pun sangat digemari oleh semua kalangan termasuk juga pelajar.</p>
<p>Namun disisi lain, kegiatan belajar juga sangat penting dan menjadi tanggung jawab terlebih bagi seorang pelajar.</p>
<p>Mabar atau belajar sering kali membuat dilema yang sulit untuk di hadapi oleh para pelajar. Satu sisi, kita ingin bermain bersama teman-teman melalui mabar, disisi lain kita juga harus belajar untuk tanggung jawab menyelesaikan tugas sekolah dan pekerjaan rumah lainnya.</p>
<p>Tetapi, terkadang porsi belajar nya lebih sedikit dibandingkan dengan mabar. Kemungkinan nya karena merasa lelah saat diminta untuk fokus belajar atau memang memiliki waktu luang yang banyak, sehingga mabar lebih lama untuk di lakukan.</p>
<p>Survei dari riset data.ai yang berjudul State of Mobile 2023 menunjukkan, masyarakat Indonesia menghabiskan 5,7 jam per hari. survei ini menemukan bahwa 19,3% remaja di Indonesia kecanduan internet, dan sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bermain game online.</p>
<p>Selanjutnya, Survei oleh Litbang Kompas pada tahun 2021, survei ini menemukan bahwa 42,2% anak-anak di Indonesia bermain game online setiap hari, dan 21,3% di antaranya bermain selama lebih dari 3 jam per hari.</p>
<p>Dan Survei oleh Statista pada tahun 2022, menemukan bahwa Indonesia adalah negara dengan pengguna game online terbanyak di Asia Tenggara, dengan 87,5 juta pengguna.</p>
<p>Hal ini berarti dampak negatif dari kecanduan Mabar sangat berbahaya bagi generasi saat ini. Selain dari dampak negatif, ada pula dampak positif dari kegiatan mabar yang bisa saja mengurangi stress dari penat aktivitas seharian, serta bisa saja menyita waktu.</p>
<p>Begitu pula dengan belajar, selain dapat menambah wawasan pengetahuan dan ketrampilan, ini bisa saja membuat bosan dan dapat membuat tekanan terutama saat akan menghadapi ujian karena harus fokus saat belajar.</p>
<p>Untuk itu, tidak ada pilihan jawaban yang tepat, mengenai dilema apakah harus mabar atau belajar bagi para pelajar. Poin utamanya adalah dengan strategi dalam membagi waktu yang tepat. Menyeimbangkan antara bermain bersama teman (Mabar) dan belajar. Serta tetap berfokus pada tujuan kegiatan dan waktu nya.</p>
<p>Kemudian, beristirahat yang cukup dapat menjadi pilihan agar pikiran selalu fokus dan produktif. Seperti kata pepatah &#8220;gunakanlah waktu dengan bijak, karena masa depan itu pasti dan masa lalu hanya menjadi history&#8221;.</p>
<p><em>Firmansah, Mahasiswa Universitas Pamulang</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/media.suara.com/pictures/970x544/2019/12/29/83324-ponsel-game.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
