<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Megathrust &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/megathrust/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Aug 2024 03:53:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>Megathrust &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal Gempa Megathrust yang Mengancam Indonesia</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/mengenal-gempa-megathrust-yang-mengancam-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 03:53:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Megathrust]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Gempa Megathrust]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=73556</guid>

					<description><![CDATA[Di Samudra Hindia Selatan Jawa terdapat 3 segmentasi megathrust, yaitu Segmen Jawa Timur, Segmen Jawa Tengah-Jawa Barat, dan Segmen Banten-Selat Sunda]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Di Samudra Hindia Selatan Jawa terdapat 3 segmentasi megathrust, yaitu Segmen Jawa Timur, Segmen Jawa Tengah-Jawa Barat, dan Segmen Banten-Selat Sunda</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Gempa Megathrust merupakan gempa bumi yang berasal dari zona megathrust. Kata &#8220;Mega&#8221; itu artinya besar, sedangkan kata &#8220;Thrust&#8221; itu artinya sesar sungkup. Letaknya itu di perbatasan pertemuan continental crust (kerak benua) dan oceanic crust (kerak samudra).</p>
<p>Dilansir dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempabumi Indonesia tahun 2017, berdasarkan hasil kajian para pakar gempa bumi, zona tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, yang menunjam masuk ke bawah Pulau Jawa disebut sebagai zona megathrust. Gempa bumi pada lajur atau zona megathrust disebut juga gempa bumi interplate.</p>
<p>Zona megathrust diistilahkan untuk menyebutkan sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal. Dalam hal ini, lempeng samudra yang menunjam ke bawah lempeng benua membentuk medan tegangan (stress) pada bidang kontak antar lempeng yang kemudian dapat bergeser secara tiba-tiba memicu gempa.</p>
<p>Jika terjadi gempa, maka bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra bergerak terdorong naik (thrusting). Gempa dalam skala besar di laut kemudian memicu tsunami. Secara umum zona sumber kejadian gempa bumi di Indonesia berdasarkan mekanisme fisik dapat di bagi menjadi 3, salah satunya zona subduksi yang merupakan zona kejadian gempa bumi yang terjadi di sekitar pertemuan antar lempeng.</p>
<p>Jalur subduksi lempeng umumnya sangat panjang dengan kedalaman dangkal mencakup bidang kontak antar lempeng. Dalam perkembangannya, zona subduksi diasumsikan sebagai “patahan naik yang besar” disebut sebagai Zona Megathrust.</p>
<p>Zona megathrust bukanlah hal baru. Di Indonesia, zona sumber gempa ini sudah ada sejak jutaan tahun lalu saat terbentuknya rangkaian busur kepulauan Indonesia. Zona megathrust berada di zona subduksi aktif, seperti:</p>
<p>1. Subduksi Sunda mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba,</p>
<p>2. Subduksi Banda</p>
<p>3. Subduksi Lempeng Laut Maluku</p>
<p>4. Subduksi Sulawesi</p>
<p>5. Subduksi Lempeng Laut Filipina,</p>
<p>6. Subduksi Utara Papua.</p>
<h3>Megathrust Selatan Jawa</h3>
<p>Di Samudra Hindia Selatan Jawa terdapat 3 segmentasi megathrust, yaitu Segmen Jawa Timur, Segmen Jawa Tengah-Jawa Barat, dan Segmen Banten-Selat Sunda.</p>
<p>Ketiga segmen megathrust ini memiliki magnitudo tertarget M 8,7. Namun, jika skenario model dibuat dengan asumsi 2 segmen megathrust yang &#8220;bergerak&#8221; secara simultan maka magnitudo gempa yang dihasilkan bisa lebih besar dari 8,7.</p>
<p>Dalam catatan sejarah, sejak tahun 1700 zona megathrust Selatan Jawa sudah beberapa kali terjadi aktivitas gempa besar (major earthquake) dan dahsyat (great earthquake).</p>
<p>Gempa besar dengan magnitudo antara 7,0 dan 7,9 sudah terjadi sebanyak 8 kali, yaitu tahun 1903 (M7,9), 1921 (M7,5), 1937 (M7,2), 1981 (M7,0), 1994 (M7,6), 2006 (M7,8) dan 2009 (M7,3). Sementara itu, gempa dahsyat dengan magnitudo 8,0 atau lebih besar sudah terjadi 3 kali, yaitu tahun 1780 (M8,5), 1859 (M8,5), dan 1943 (M8,1).</p>
<p>Sumber gempa Megathrust Nankai terletak di sebelah timur lepas pantai Pulau Kyushu, Shikoku dan Kinki di Jepang Selatan. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan Megathrust Nankai merupakan salah satu zona seismic gap yaitu zona sumber gempa potensial tetapi belum terjadi gempa besar dalam masa puluhan hingga ratusan tahun terakhir. Saat ini, Megathrust Nankai sedang mengalami proses akumulasi medan tegangan kerak bumi.</p>
<p>Dalam pernyataannya Daryono mengatakan catatan sejarah menunjukkan Megathrust Nankai membangkitkan beberapa kali gempa dahsyat yang hampir semuanya memicu tsunami. Daryono mengatakan sistem Megathrust Nankai memang sangat aktif. Berdasarkan data sejarah zona sumber gempa ini dapat memicu gempa dahsyat yang bermagnitudo 8,0 lebih di setiap satu atau dua abad.</p>
<p>&#8220;Palung Nankai memiliki beberapa segmen megathrust, namun jika seluruh tepian patahan tersebut tergelincir sekaligus, para ilmuwan Jepang yakin palung tersebut mampu menghasilkan gempa berkekuatan hingga 9,1 magnitudo,&#8221; kata Daryoni dalam pernyataanya, Senin (12/8/2024).</p>
<p>Daryono mencatat para ilmuwan Jepang mengeluarkan peringatan pasca gempa Miyazaki 7,1 magnitudo pekan lalu. Ia menjelaskan kekhawatiran itu muncul karena gempa besar tersebut dipicu salah satu segmen di Megathrust Nankai.</p>
<p>Di zona Megathrust ini terdapat palung bawah laut sepanjang 800 kilometer yang membentang dari Shizouka disebelah barat Tokyo hingga ujung selatan Pulau Kyushu. Gempa 7,1 magnitudo dikhawatirkan menjadi pemicu atau pembuka gempa dahsyat berikutnya di Sistem Tunjaman Nankai.</p>
<p>Daryono mengatakan jika kekhawatiran para ahli Jepang itu menjadi kenyataan maka akan terjadi gempa dahsyat yang tidak saja berdampak merusak tetapi juga akan memicu tsunami.&#8221;Pertanyaannya, jika gempa dahsyat itu terjadi apakah ada efeknya terhadap lempeng-lempeng tektonik yang ada di Indonesia?&#8221; kata Daryono.</p>
<p>Ia menegaskan gempa besar di Megathrust Nankai, dipastikan deformasi batuan skala besar yang terjadi tidak akan berdampak terhadap sistem lempeng tektonik di wilayah Indonesia karena jaraknya yang sangat jauh. Ia menjelaskan biasanya dinamika tektonik yang terjadi hanya berskala lokal hingga regional pada sistem Tunjaman Nankai.</p>
<p>&#8220;Selanjutnya, jika gempa dahsyat di Megathrust Nankai tersebut benar-benar terjadi, apakah ada kemungkinan terjadi tsunami? Jawabnya, kemungkinan besar gempa besar tersebut dapat memicu tsunami, karena setiap gempa besar dan dangkal di zona megathrust akan memicu terjadinya patahan dengan mekanisme naik (thrust fault) yang dapat mengganggu kolom air laut (tsunami),&#8221; kata Daryono.</p>
<p>Daryono mengatakan tsunami besar di Jepang dapat menjalar hingga wilayah Indonesia. Namun BMKG dapat memantau apa yang terjadi di Jepang secara realtime dan menganalisanya dengan cepat termasuk memodelkan tsunami yang akan terjadi dan dampaknya menggunakan system InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/mmc.tirto.id/image/2019/08/03/zona-megathrust--bnpb.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>BMKG: Gempa di 2 Megathrust RI Tinggal Tunggu Waktu</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/bmkg-gempa-di-2-megathrust-ri-tinggal-tunggu-waktu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 03:33:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Megathrust]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=73546</guid>

					<description><![CDATA[BMKG mengingatkan potensi gempa dari dua megathrust yang sudah lama tak melepaskan energi besarnya]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gempa dari dua megathrust yang sudah lama tak melepaskan energi besarnya.</p>
<p>Hal ini diungkap terkait gempa besar dengan Magnitudo 7,1 yang memicu tsunami di Jepang yang bersumber dari Megathrust Nankai, Jumat (8/8) pukul 14.42.58 WIB.</p>
<p>Megathrust ialah zona pertemuan antar-lempeng tektonik Bumi yang berpotensi memicu gempa kuat dan tsunami. Daerah ini diprediksi bisa &#8216;meledak&#8217; secara berulang dengan jeda hingga ratusan tahun.</p>
<p>Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, menuturkan Megathrust Nankai termasuk salah satu zona seismic gap, yakni zona sumber gempa potensial tetapi belum terjadi gempa besar dalam masa puluhan hingga ratusan tahun terakhir.</p>
<p>Zona ini diduga sedang mengalami proses akumulasi medan tegangan/stress kerak Bumi.</p>
<p>Menurut Daryono, Magathrust Nankai ini senasib dengan setidaknya dua megathrust di Indonesia yang sudah lama tak melepaskan energinya dalam bentuk gempa.</p>
<p>&#8220;Kekhawatiran ilmuwan Jepang terhadap Megathrust Nankai saat ini sama persis yang dirasakan dan dialami oleh ilmuwan Indonesia, khususnya terhadap &#8216;Seismic Gap&#8217; Megathrust Selat Sunda (M8,7) dan Megathrust Mentawai-Suberut (M8,9),&#8221; ujar dia dalam keterangan tertulis, Minggu (11/8).</p>
<p>&#8220;Rilis gempa di kedua segmen megathrust ini boleh dikata &#8216;tinggal menunggu waktu&#8217; karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar.&#8221;</p>
<p>Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017, kedua segmen megathrust itu terakhir kali gempa lebih dari dua abad silam.</p>
<p>Megathrust Selat Sunda, yang punya panjang 280 km, lebar 200 km, dan pergeseran (slip rate) 4 cm per tahun, tercatat pernah &#8216;pecah&#8217; pada 1699 dan 1780 dengan Magnitudo 8,5.</p>
<p>Megathrust Mentawai-Siberut, dengan panjang 200 km dan lebar 200 km, serta slip rate 4 cm per tahun, pernah gempa pada 1797 dengan M 8,7 dan pada 1833 dengan M 8,9.</p>
<p>Seperti halnya megathrust Nankai, Daryono menyebut gempa di zona megathrust amat potensial memicu tsunami.</p>
<p>&#8220;Karena setiap gempa besar dan dangkal di zona megathrust akan memicu terjadinya patahan dengan mekanisme naik (thrust fault) yang dapat mengganggu kolom air laut (tsunami),&#8221; jelasnya.</p>
<p>Merespons potensi pecahnya dua segmen tersebut, BMKG sudah &#8220;menyiapkan system monitoring, prosesing dan diseminasi informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami yang semakin cepat dan akurat.&#8221;</p>
<p>Lembaga ini juga mengaku telah memberikan edukasi, pelatihan mitigasi, drill, evakuasi, berbasis pemodelan tsunami kepada pemerintah daerah, stakeholder, masyarakat, pelaku usaha pariwisata pantai, industri pantai, dan infrastruktur kritis (pelabuhan dan bandara pantai).</p>
<p>Hal tersebut dikemas dalam kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG), BMKG Goes To School (BGTS) dan Pembentukan Masyarakat Siaga tsunami (Tsunami Ready Community).</p>
<p>&#8220;Semoga upaya kita dalam memitigasi bencana gempabumi dan tsunami dapat berhasil dengan dapat menekan sekecil mungkin risiko dampak bencana yang mungkin terjadi, bahkan hingga dapat menciptakan zero victim,&#8221; tandas Daryono.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/media.suara.com/pictures/653x366/2022/01/18/47299-gempa-thrust-dan-potensi-tsunami-di-selatan-jawa-ilustrasi-tsunami.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
