<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/media/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Jul 2024 04:06:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>Media &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>XYZone Media dan LBJ Kembangkan Media Berbasis Komunitas</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/xyzone-media-dan-lbj-kembangkan-media-berbasis-komunitas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jul 2024 04:06:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=71549</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Dua portal media pendatang baru XYZonemedia.com dan Lensa Berita Jakarta (LBJ) mengembangkan platform-platform...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Dua portal media pendatang baru XYZonemedia.com dan Lensa Berita Jakarta (LBJ) mengembangkan platform-platform pemberitaan berbasis komunitas sehingga mempercepat penyiaran berita-berita yang aktual dan relevan untuk kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Dalam acara peluncuran XYZonemedia.com di Jakarta, Sabtu, Pemimpin Redaksi XYZone Media dan LBJ Cecep Mahmud meyakini hubungan erat platform media dan komunitas merupakan keniscayaan dalam menjaga portal media tetap eksis.</p>
<p>&#8220;Kami ini lebih mengutamakan kerja sama dengan komunitas-komunitas. Jika kami besar, komunitas juga besar. Itu alasannya kami optimistis bisa lebih maju ke depannya,&#8221; kata Cecep.</p>
<p>Menurut dia, saat ini lebih dari 50 komunitas yang telah berjejaring bersama XYZone Media dan Lensa Berita Jakarta.</p>
<p>&#8220;Kami percaya bahwa berita lokal memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk opini publik dan memberikan informasi yang tepat sasaran,&#8221; ujar Cecep.</p>
<p>XYZone Media dan Lensa Berita Jakarta merupakan platform media yang bernaung di bawah PT Bisnis Ekosistem Kreatif Indonesia (BEK).</p>
<p>Dalam acara peluncuran, petinggi XYZone memaparkan empat pilar bisnis perusahaan, yang mencakup bidang media konvensional, pengembangan IP, media digital, termasuk di antaranya terkait dengan pemengaruh (influencer) dan NFT, kemudian aktivasi merek/jenama dan kegiatan-kegiatan terkait pameran, pertemuan, dan konvensi (MICE).</p>
<p>Dalam acara itu, ada beberapa figur yang datang, di antaranya Baim Wong dan eks Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono.</p>
<p>Beberapa politikus dan anggota dewan, antara lain, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Staf Khusus Presiden RI Joko Widodo, Grace Natalie, juga memberikan ucapan selamat atas peluncuran portal media tersebut dalam tayangan video yang disiarkan saat acara peluncuran.</p>
<p>Dalam siaran resminya, Direktur Utama PT Bisnis Ekonomi Kreatif Indonesia sekaligus Pemimpin Umum XYZonemedia.com Jimmy Lizardo menyampaikan komitmen perusahaan untuk menyajikan berita-berita yang akurat, mendidik, dan mencerahkan.</p>
<p>&#8220;Kami percaya media memiliki peran yang sangat penting dalam menyaring informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat,&#8221; kata dia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/al-ihsankebagusan.sch.id/wp-content/uploads/2024/01/63bf9d5905bd0.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Nasib Media Cetak di Era Digital</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/nasib-media-cetak-di-era-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jun 2024 04:48:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Koran]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Kabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=70383</guid>

					<description><![CDATA[Industri pers cetak menghadapi masalah seruis terkait tingkat penjualan yang terus menurun]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Dalam kehidupan yang berkembang selama ini, kualitas media yang menyajikan berita dapat dinilai berdasarkan tingkat aktualisnya.</p>
<p>Semakin cepat menampilkan peristiwa keberadaannya semakin dihargai. Contohnya kelebihan televisi dan radio dibandingkan dengan surat kabar dan majalah.</p>
<p>Kecermatan dalam menyajikan detail diperlukan pemahaman yang utuh, surat kabar dan majalah tak tergantikan, meningat sifat televisi dan radio yang selintas lihat dan selintas dengar.</p>
<p>Kelemahan dan kelebihan masing-masing media sosial ini saling melengkapi satu sama lain.</p>
<p>Kehadiran komputer dan internet sebagaimana yang kita lihat sekarang dapat membuat pemahaman media massa konvensional yang terpelihara selama ini perlu dikontruksi ulang.</p>
<p>Televisi dan radio kini menyediakan rekaman yang bisa diakses, bahkan diunduh jika perlu.Surat kabar dan majalah pun sekarang menambah layanan daring yang selalu diperbarui setiap waktu.</p>
<p>Industri pers cetak menghadapi masalah seruis terkait tingkat penjualan yang terus menurun. Dalam mengatasi setiap kerugian, jumlah oplah dikurangi.</p>
<p>Namun, semakin rendah oplah keberlangsungan industri pers cetak semakin terancam karena pemasukan industri.</p>
<p>Ramalan Philip Meyer, penulis Vanishing News paper, mungkin akan benar terjadi, media cetak akan benar-benar mati pada 2040.</p>
<p>Gejala ini sudah terjadi pada industri pers cetak diluar negeri dalam kurun dawarsa terakhir, terutama di Amerika Serikat.</p>
<p>Krisis ekonomi dan internet menjadi hantaman ganda bagi industri koran dan media cetak lainnya. Di Indonesia walau belum tampak nyata benar, permasalahannnya hampir serupa.</p>
<p>Pers cetak Indonesia harus segera beradaptasi dan terus bertahan menghadapi perubahan.</p>
<p>Jika tidak segera menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang telah ditunjang berbagai teknologi<br />
canggih.</p>
<h3>Cetak Digital</h3>
<p>Upaya digitalisasi media menjadi electronic paper atau e-paper hingga saat ini belum ada satupun penerbit pers yang telah menerbitkan digitalisasi media miliknya secara utuh dan lengkap yang dapat diakses secara terbuka (daring) sejak penerbitan pertama.</p>
<p>Upaya digitalisasi rupanya masih dilihat sebatas tren. Upaya digitalisasi dapat dipandang sebagai peluang bisnis untuk mendulang keuntungan berdarkan upaya yang sudah susah payah dihasilkan dari masa lalu.</p>
<p>Di Asia, sejak 2014 pers cetak yang terbit di Tiongkok sudah pula di digitalisasikan.</p>
<p>Menjadi fakta menarik bahwa upaya digitalisasi surat kabar indonesia yang terbit antara 1931- 1940 dilakukan oleh Belanda.</p>
<p>Perhatian dan kepedulian mengenai digitalisasi pers cetak Indonesia justru dimiliki orang asing.</p>
<p>Pers cetak digital yang dapat diakses secara daring sejak penerbitan pertama merupakan sumber yang luar biasa bernilai bagi ilmuwan.</p>
<p>Namun, banyak orang tertarik jika dapat dengan mudah menemukan informasi tentang orang-orang terkenal atau<br />
bahkan orang-orang tertentu (orangtua, sahabat, bahkan dirinya sendiri) yang pernah dimuat di surat kabar pada masa silam, tetapi urung terarsipkan.</p>
<p>Hiruk pikuk pilpres sejak 2014 dan kini 2019 Indonesia merupakan fenomena unik yang tersangkut dengan kajian komunikasi politik, pertarungan media, konflik ideologi, peran lembaga survei, partisipasi sukarelawan, wacana media sosial, pencitraan publik, dan sebagainya.</p>
<p>Daya tariknya tak boleh dipandang sebagai peristiwa hangat hari ini, tetaoi bisa jadi topik yang punya pesona mengunggah keingintahuan banyak orang 20 bahkan 30 tahun mendatang.</p>
<p>Dengan demikian, pers daring adalah bisnis hari ini, tetapi pers cetak digital sekaligus investasi masa depan.</p>
<p>Jenis media akses, format penyajian image dan tekstual digital, kemudahan penelusuran informasi, kemudahan translasi, dan yang terakhir harus berubah sistem dan materi promosi.</p>
<p><em>Kurnia Ifolala Halawa</em><br />
<em>Universitas Pamulang</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/png.pngtree.com/thumb_back/fh260/background/20231230/pngtree-newspaper-clippings-unite-in-a-seamless-texture-image_13889070.png?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
