<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>literasi &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/literasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Feb 2025 06:58:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>literasi &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BSI Bersama Santri dan UMKM Perempuan Gelar Literasi Keuangan Syariah di Ponpes Baitul Quran Depok</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/bsi-bersama-santri-dan-umkm-perempuan-gelar-literasi-keuangan-syariah-di-ponpes-baitul-quran-depok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 06:58:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[BSI]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan syariah]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=79178</guid>

					<description><![CDATA[Edukasi perbankan syariah sangat penting dilakukan kepada santri dan pelaku UMKM Perempuan karena memiliki beberapa manfaat yang sangat penting]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Edukasi perbankan syariah sangat penting dilakukan kepada santri dan pelaku UMKM Perempuan karena memiliki beberapa manfaat yang sangat penting</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Puluhan santri dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Perempuan mendapatkan literasi keuangan perbankan syariah. Tujuannya agar santri dan Pelaku UMKM melek keuangan dan terbiasa bertransaksi keuangan digital perbankan syariah.</p>
<p>Acara digelar Kliping.id didukung PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) di Pondok Pesantren Baitul Quran Kota Depok, Jumat 28 Februari 2025.</p>
<p>Ada dua pembicara Kunci pada Talkshow kali ini ,yaitu Sisca Debyola Widuhung, SE., M.Si, Ketua Program Studi Manajemen Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) dan Nisa Ayu Wulandari Funding &amp; Transaction Relationship Manager PT Bank Syariah Indonesia Area Depok</p>
<p>Sisca Debyola Widuhung, SE., M.Si, Ketua Program Studi Manajemen Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) mengungkapkan pentingnya edukasi perbankan syariah kepada Santri dan UMKM Perempuan karena banyak sekali manfaat yang akan diterima.</p>
<p>Edukasi perbankan syariah sangat penting dilakukan kepada santri dan pelaku UMKM Perempuan karena memiliki beberapa manfaat yang sangat penting.</p>
<p>&#8220;Itu bisa untuk antara lain Pemberdayaan Ekonomi, Peningkatan Pengetahuan Keuangan dan membangun kepercayaan untuk bisnis,&#8221; kata dia di Depok, Jumat (28/2/2025).</p>
<p>Siska menjelaskan untuk itulah Santri dan pelaku UMKM perempuan yang ingin memahami perbankan syariah sebaiknya mengetahui beberapa hal penting yang menjadi dasar dari sistem perbankan ini. Yaitu antara lain tidak mengandung Riba dan adanya kebermanfaatan.</p>
<p>&#8220;Edukasi Perbankan Syariah dapat memberikan berbagai manfaat yang signifikan bagi Santri dan pelaku UMKM perempuan,&#8221; katanya.</p>
<p>Maka katanya, bagi pelaku UMKM perempuan, menggunakan perbankan syariah dapat memberikan manfaat jangka panjang yang sejalan dengan prinsip agama serta mendukung perkembangan usaha yang lebih sehat dan berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Perbankan syariah memiliki potensi besar untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya dengan mendalami kebutuhan dan keinginan dari berbagai segmen pasar, termasuk mereka yang belum tersentuh oleh layanan perbankan konvensional,&#8221; katanya.</p>
<p>Lalu bagaimana industri perbankan syariah melihat Santri dan UMKM Perempuan?, tengok saja PT Bank Syariah Indonesia Tbk punya andil besar dalam edukasi dan literasi ke kalangan Santri dan UMKM Perempuan, khususnya di Pesantren ini di Kota Depok.</p>
<p>Menurut Nisa Ayu Wulandari Funding &amp; Transaction Relationship Manager PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Area Depok menjelaskan edukasi dan literasi ke Santri dan UMKM Perempuan agar masa depannya cerah.</p>
<p>&#8220;Kenapa penting, jangan sampai usia tidak produktif kesulitan, kalau punya finacial planing masa depan akan cerah,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Ia menjelaskan pencerahan bagi Santri dan UMKM Perempuan, merupakan bagian fungsi utama perbankan Indonesia. Sebab bank merupakan penghimpun dan penyalur dana masyarakat dalam rangka menunjang pembangunan nasional untuk meningkatkan pemerataan pertumbuhan nasional.</p>
<p>Oleh karena BSI dapat memfasilitasi semua transaksi yang dibutuhkan mulai dari produk tabungan, investasi, layanan perbankan sampai ke pembiayaan.</p>
<p>&#8220;Arahnya kesejahteraan Masyarakat,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/res.cloudinary.com/dpqg36bu1/images/v1740725543/WhatsApp-Image-2025-02-28-at-13.09.04_854207bf-FILEminimizer/WhatsApp-Image-2025-02-28-at-13.09.04_854207bf-FILEminimizer.jpg?w=1200&#038;resize=1200,0&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Krisis Membaca: Mengapa Literasi di Indonesia Kian Merosot?</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/krisis-membaca-mengapa-literasi-di-indonesia-kian-merosot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 03:45:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74336</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Indonesia, negara dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, menghadapi tantangan serius dalam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Indonesia, negara dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, menghadapi tantangan serius dalam hal literasi. Menurut UNESCO, menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan yakni hanya 0,001%. Hal ini berarti, dari 1.000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.</p>
<p>Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar. Nah sebab itu di kepala saya muncul pertanyaan, kenapa bisa negara kita berada di 10 negara dengan tingkat literasi terendah? Mengapa literasi di Indonesia kian merosot?</p>
<p>Tapi sebelum itu, mari kita satukan dulu pemahaman kita berkaitan dengan definisi literasi itu sendiri. Menurut UNESCO, Literasi ialah seperangkat keterampilan nyata, terutama keterampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks yang mana keterampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya. Namun seiring perkembangannya definisi literasi begitu dinamis.</p>
<p>Mengapa literasi di Indonesia kian merosot? Alasan dari pertanyaan kenapa tingkat literasi Indonesia kian merosot banyak sekali, mulai dari faktor internal hingga eksternal.</p>
<h2>5 Faktor penyebab rendahnya tingkat literasi di Indonesia</h2>
<h3>Kebiasaan membaca tidak di mulai dari rumah/keluarga</h3>
<p>Peran keluarga dalam meningkatkan literasi sangat penting. Keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi anak-anak, sehingga sangat memengaruhi minat dan kebiasaan membaca mereka. Istilah &#8220;ibu adalah sekolah pertama&#8221; mengacu pada gagasan bahwa berapa banyak ibu di Indonesia yang mengajarkan anak mereka membaca? Ini adalah masalah dengan kebiasaan keluarga Indonesia yang tidak membiasakan anak-anak mereka untuk membaca sebagai hiburan.</p>
<h3>Peran teknologi</h3>
<p>Hari ini di Indonesia orang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan handphone yakni berada di angka 5,5 jam per hari berdasarkan survey App Annie. Dengan banyaknya informasi yang tersedia secara instan, beberapa orang mungkin merasa bahwa membaca buku bukanlah kegiatan yang penting lagi. Selain itu, Teknologi telah menghasilkan berbagai media digital, seperti media sosial, permainan video, termasuk platform streaming yang menarik minat masyarakat umum, khususnya generasi muda. Gangguan pada era digital ini sering kali mengurangi rentang perhatian dalam kegiatan membaca.</p>
<h3>Minimnya sarana membaca</h3>
<p>Sarana membaca yang memadai adalah prasyarat penting untuk meningkatkan literasi di masyarakat. Namun, di banyak daerah di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil. Sarana membaca seperti perpustakaan, lingkungan yang ramah membaca, kedai-kedai kopi yang menyediakan bahan bacaan hari ini belum banyak di Indonesia atau cenderung sedikit.</p>
<h3>Tingkat pendidikan yang masih rendah</h3>
<p>Tak bisa dipungkiri bahwa masih banyak anak yang putus sekolah dan sarana pendidikan yang tidak mendukung pendidikan. Kualitas pendidikan dapat berbeda-beda di setiap daerah, dan dapat mempengaruhi tingkat literasi siswa. Karena walau bagaimana pun di sekolah kita akan lebih banyak dengan pengetahuan. Datanya di Indonesia rata&#8211;rata lama sekolah (RLS) penduduk Indonesia mencapai 8,69 tahun, 4 tahun lagi untuk sampai ke standar nasional.</p>
<h3>Langkah nyata pemerintah</h3>
<p>Dalam hal peningkatan literasi di Indonesia, tindakan pemerintah ini merupakan langkah penting. Berbagai pihak sering mengkritik pemerintah karena tidak melakukan apa- apa secara nyata untuk meningkatkan literasi di Indonesia. Meskipun sudah ada upaya dan himbauan untuk meningkatkan literasi, belum ada tindakan yang nyata. Ini menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat literasi di Indonesia.</p>
<p>Nah, itulah beberapa faktor yang memengaruhi tingkat literasi Indonesia rendah. Semoga bermanfaat, ya!</p>
<p>Oleh: Athiyah Robbani Alfatin</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/asset.kompas.com/crops/1vGc0W92xkaUtGTEzuEqfAxJCiM=/0x0:5212x3475/1200x800/data/photo/2023/06/24/649659f626593.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
