<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kuota Hangus &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/kuota-hangus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Jul 2025 01:00:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>Kuota Hangus &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polemik Kuota Hangus Bikin Rugi Pelanggan Rp63 Triliun, Komdigi: Diperbolehkan Secara Regulasi</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/polemik-kuota-hangus-bikin-rugi-pelanggan-rp63-triliun-komdigi-diperbolehkan-secara-regulasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 01:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[Komdigi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Kuota Hangus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=89721</guid>

					<description><![CDATA["Pada dasarnya, sistem paket ini diperbolehkan secara regulasi tapi dibatasi oleh volume dan waktu."]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>&#8220;Pada dasarnya, sistem paket ini diperbolehkan secara regulasi tapi dibatasi oleh volume dan waktu.&#8221;</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>JAKARTA</strong> </a>&#8211; Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merespons isu kuota hangus yang dituding menyebabkan kerugian masyarakat senilai Rp63 triliun.</p>
<p>&#8220;Pada dasarnya, sistem paket ini diperbolehkan secara regulasi tapi dibatasi oleh volume dan waktu. Dengan adanya volume ini, operator bisa manage dimensioning supaya tidak terjadi overflow. Overflow itu macet,&#8221; ujar Denny Setiawan, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi pada acara Selular Business Forum, Jakarta, Rabu (16/7), seperti dilansir CNN Indonesia.</p>
<p>Menurut Denny hal itu merujuk Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 pasal 82. Dalam pasal tersebut disebutkan beberapa poin terkait interaksi pengguna dan penyelenggara jasa telekomunikasi.</p>
<p>Pada ayat pertama, penyelenggara jasa telekomunikasi yang menyediakan layanan akses internet wajib memberikan pilihan kepada pelanggan untuk melanjutkan atau menghentikan penggunaan layanan setelah mencapai batasan penggunaan.</p>
<p>Pada ayat kedua, batasan penggunaan yang dimaksud dalam ayat sebelumnya adalah periode dan atau volume layanan yang telah dipilih pelanggan.</p>
<p>Menurut Denny, sistem berbasis volume dan jangka waktu membuat operator seluler dapat memprediksi kapasitas yang harus disediakan dalam memberikan layanan kepada pelanggan.</p>
<p>Ia menambahkan, tanpa basis volume dan jangka waktu, akan ada kesulitan untuk memprediksi penggunaan jaringan. Alhasil, operator seluler harus menyediakan cadangan kapasitas yang lebih banyak untuk mengantisipasi fluktuasi kebutuhan akses internet.</p>
<p>Fluktuasi yang tidak diantisipasi, katanya, bisa menyebabkan masalah jaringan yang membuat layanan yang diterima pelanggan terganggu.</p>
<p>Di sisi lain, penyediaan cadangan kapasitas untuk antisipasi fluktuasi bisa berakibat pada peningkatan harga.</p>
<p>Denny menjelaskan skema langganan internet yang saat ini diterapkan di Tanah Air membuat Indonesia menempati posisi ke-12 internet termurah dari 230 negara di dunia. Indonesia bahkan menjadi negara dengan internet termurah di Asia Tenggara dengan tarif rata-rata paket 1GB sebesar Rp6.000.</p>
<p>Terkait isu kuota hangus yang beberapa waktu ini ramai di masyarakat, Denny meminta operator seluler lebih transparan untuk kepada publik. Ia juga meminta berbagai pihak untuk sama-sama memberikan edukasi terkait skema ini.</p>
<p>&#8220;Komdigi mendorong operator lebih transparan dan bagaimana kita semua termasuk teman-teman media mengedukasi (publik),&#8221; katanya.</p>
<p>Transparansi yang dimaksud mencakup batas volume atau kuota, jangka waktu penggunaan, serta perlakuan sisa kuota apakah bisa roll over atau tidak.</p>
<p>Sementara itu, edukasi yang dimaksud dapat menjelaskan fitur-fitur yang ditawarkan seperti transfer kuota, roll over, hingga kontrol pulsa.</p>
<p>Kemudian, opsel juga didorong untuk mencantumkan syarat dan ketentuan utama pada deskripsi produk dengan jelas dan bukan pada lembar syarat dan ketentuan yang terlalu panjang.</p>
<p>Lebih lanjut, pemerintah juga mendorong opsel untuk menawarkan jenis paket data yang dapat di-rollover dengan pembatasan berdasarkan volume dan waktu.</p>
<p>Pemerintah juga mendorong operator melakukan profiling pelanggan dengan lebih akurat, sehingga dapat memberikan rekomendasi paket data sesuai kebutuhan masing-masing pelanggan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/lampungpro.co/laravel-filemanager/photos/NASIONAL/21PEOVIDER.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
