<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Haji Arsip - MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/haji/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com/tag/haji/</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Nov 2025 11:31:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>Haji Arsip - MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com/tag/haji/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Yayasan Raja Abdulaziz Hadirkan Forum Sejarah Haji dan Inovasi Digital dalam Pelayanan Haji</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/yayasan-raja-abdulaziz-hadirkan-forum-sejarah-haji-dan-inovasi-digital-dalam-pelayanan-haji/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 11:31:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=91521</guid>

					<description><![CDATA[<p>JEDDAH, ARAB SAUDI &#8211; Forum &#8220;Sejarah Haji dan Dua Masjid Suci&#8221; diluncurkan di Jeddah, yang...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/yayasan-raja-abdulaziz-hadirkan-forum-sejarah-haji-dan-inovasi-digital-dalam-pelayanan-haji/">Yayasan Raja Abdulaziz Hadirkan Forum Sejarah Haji dan Inovasi Digital dalam Pelayanan Haji</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEDDAH, ARAB SAUDI</strong> &#8211; Forum &#8220;Sejarah Haji dan Dua Masjid Suci&#8221; diluncurkan di Jeddah, yang diselenggarakan oleh Yayasan Raja Abdulaziz untuk Penelitian dan Arsip (Blood) bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah serta para Tamu Program Maha Dermawan.</p>
<p>Dikutip dari situs EINPresswire, Selasa (11/11/2025) bahwa forum ini merupakan bagian dari program pendamping Konferensi dan Pameran Haji edisi kelima, yang diselenggarakan di Jeddah Superdome selama tiga hari.</p>
<p>Kemudian, fungsi forum juga sebagai platform ilmiah dan budaya yang menyoroti kedalaman sejarah ritual haji dan memperkuat citra peradaban Kerajaan Arab Saudi, sejalan dengan tujuan Visi Saudi 2030 di bidang budaya dan pariwisata.</p>
<p>Acara awal dibuka dengan pidato utama oleh Yang Mulia Syekh Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia dan anggota Komite Pengawas Tinggi proyek tersebut.</p>
<p>Beliau menyoroti pentingnya mendokumentasikan sejarah budaya dan agama haji dan Dua Masjid Suci, serta menggarisbawahi peran Pemerintah dalam mengembangkan layanan bagi para Tamu Allah selama berabad-abad.</p>
<p>Forum ini akan mengkaji lebih lanjut penggambaran haji dalam literatur perjalanan dan catatan sejarah, serta menganalisis dampaknya terhadap pemahaman evolusi ritual dan keramahtamahan bagi jemaah haji selama berabad-abad.</p>
<p>Para pakar dan peneliti terkemuka di bidang sejarah, teknologi layanan, dan administrasi modern akan memberikan wawasan ilmiah dan praktis yang menyoroti integrasi warisan sejarah dengan teknologi modern untuk meningkatkan pengalaman Tamu Allah.</p>
<p>Para pengunjung akan diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dengan pameran pendamping, yang menyajikan koleksi unik dokumen langka, manuskrip, foto sejarah asli, dan artefak arkeologi yang telah menjadi saksi perjalanan haji dari masa ke masa.</p>
<p>Melalui teknologi digital dan tampilan interaktif, pengunjung dapat menjelajahi tempat-tempat suci dan merasakan perkembangan layanan yang diberikan kepada jemaah haji dan umrah dengan cara yang inovatif.</p>
<p>Pameran ini mencerminkan upaya ekstensif Kerajaan untuk melestarikan warisan sejarah haji dan Dua Masjid Suci, menyoroti posisi Arab Saudi sebagai pusat budaya dan peradaban global, serta menggarisbawahi komitmennya untuk menyediakan pengalaman edukatif dan memperkaya bagi warga negara dan pengunjung dari seluruh dunia. (B. Karmila)</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/yayasan-raja-abdulaziz-hadirkan-forum-sejarah-haji-dan-inovasi-digital-dalam-pelayanan-haji/">Yayasan Raja Abdulaziz Hadirkan Forum Sejarah Haji dan Inovasi Digital dalam Pelayanan Haji</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/beritakamera.com/wp-content/uploads/2025/11/Forum-sejarah-haji-di-jeddah-660x330.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Menelusuri Jejak Haji di Indonesia: Dari Simbol Kesalehan hingga Instrumen Kolonial</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/menelusuri-jejak-haji-di-indonesia-dari-simbol-kesalehan-hingga-instrumen-kolonial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 May 2025 01:48:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=79614</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Murodi, Arief Subhan, dan Study Rizal LK* Setiap tahun, jutaan umat Islam dari berbagai...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/menelusuri-jejak-haji-di-indonesia-dari-simbol-kesalehan-hingga-instrumen-kolonial/">Menelusuri Jejak Haji di Indonesia: Dari Simbol Kesalehan hingga Instrumen Kolonial</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Murodi, Arief Subhan, dan Study Rizal LK*</strong></em></p>
<p>Setiap tahun, jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia menunaikan ibadah haji. Di Indonesia, haji telah menjadi simbol status sosial, spiritualitas, bahkan identitas kultural yang istimewa. Gelar “Haji” bukan hanya menunjukkan seseorang telah melaksanakan rukun Islam kelima, tetapi juga menjadi penanda kesalehan dan kehormatan sosial. Namun, sejarah panjang gelar ini menunjukkan bahwa ia bukan semata produk kultural, melainkan juga bentukan dari dinamika kolonialisme dan kontrol sosial.</p>
<p>Sejarawan Azyumardi Azra dalam karyanya Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara menyoroti bagaimana Tanah Suci menjadi ruang bertemunya ulama Nusantara dengan jaringan intelektual global yang membawa arus pemikiran pembaruan dan antikolonialisme. Para jamaah haji tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga mengalami transformasi intelektual dan ideologis yang kemudian dibawa pulang ke tanah air.</p>
<p>Karena itu, pemerintah kolonial Belanda memandang para haji sebagai sosok potensial yang perlu diawasi. Berdasarkan saran Christiaan Snouck Hurgronje, seorang orientalis dan penasihat utama pemerintah Hindia Belanda, dikeluarkanlah Ordonansi Haji 1916 sebagai upaya untuk mengatur—dan sebenarnya mengendalikan—arus umat Islam yang pergi ke Tanah Suci. Tujuan utamanya bukan hanya administratif, tetapi juga politis: mencegah munculnya pemimpin-pemimpin lokal yang terinspirasi oleh semangat perlawanan Islam global.</p>
<p>Snouck Hurgronje menyadari bahwa Islam, jika dimobilisasi secara sosial-politik, bisa menjadi ancaman serius bagi stabilitas kolonial. Oleh karena itu, ia menyarankan agar ibadah haji dan ekspresi keagamaan dibiarkan berjalan sebatas ritual, tetapi diawasi agar tidak menjadi kekuatan politik.</p>
<p>Sejarawan Taufik Abdullah menambahkan bahwa para haji bukanlah figur pasif. Mereka sering kali menjadi penggerak perubahan di daerah asalnya—baik dalam bentuk pendidikan Islam, pembentukan organisasi sosial, maupun perlawanan terhadap ketidakadilan struktural. Kasus Haji Wasid dalam Pemberontakan Petani Banten 1888 menjadi salah satu bukti bagaimana pengalaman spiritual haji bisa menjelma menjadi energi resistensi sosial.</p>
<p>Dari perspektif Mazhab Ciputat—yang dikenal sebagai aliran pemikiran Islam progresif, kontekstual, dan rasional yang berkembang sejak era Harun Nasution, Nurcholish Madjid, hingga Azyumardi Azra—fenomena haji tidak bisa dipisahkan dari relasi antara agama, negara, dan kekuasaan. Mazhab ini mendorong kita untuk tidak hanya melihat haji secara normatif-teologis, tetapi juga secara sosiologis, historis, dan politis.</p>
<p>Mazhab Ciputat memandang agama sebagai kekuatan kultural yang hidup di tengah masyarakat dan senantiasa dipengaruhi oleh konstruksi sosial dan politik. Gelar “Haji” dalam masyarakat Indonesia misalnya, adalah produk dari relasi kolonial yang justru memanfaatkan agama sebagai alat kontrol sosial. Gelar itu, meskipun kini dimaknai sebagai prestise moral, pada awalnya lahir sebagai bagian dari proyek administrasi dan kontrol kolonial terhadap umat Islam.</p>
<p>Dalam semangat Islam rasional dan kontekstual ala Harun Nasution, haji seharusnya dimaknai sebagai proses penyadaran spiritual yang membuahkan etika sosial. Bukan sekadar gelar kehormatan, tetapi panggilan untuk melawan ketimpangan dan ketidakadilan. Mazhab Ciputat akan mengajak kita melihat bahwa pengalaman haji bukan puncak dari kesalehan individual, melainkan titik awal dari komitmen moral untuk perubahan sosial.</p>
<p>Lebih jauh lagi, Azyumardi Azra sebagai representasi Mazhab Ciputat generasi baru, menunjukkan bahwa ibadah haji sejak dahulu merupakan bagian dari dinamika Islam kosmopolitan. Para haji menjadi perantara pertukaran ide, pembaruan pemikiran, dan pembentukan solidaritas lintas bangsa. Maka dari itu, pembatasan terhadap haji oleh kolonial bukan hanya persoalan kontrol administratif, melainkan strategi untuk memutus jejaring kesadaran Islam global yang semakin berpengaruh terhadap gerakan pembebasan nasional.</p>
<p>Sudah saatnya umat Islam di Indonesia merefleksikan ulang makna haji—tidak hanya sebagai ritual individual, tetapi sebagai pengalaman transformasi sosial. Dalam kerangka Mazhab Ciputat, haji adalah medium pembebasan spiritual yang menuntut tanggung jawab sosial. Ibadah ini harus membentuk manusia yang sadar akan ketertindasan, peka terhadap ketimpangan, dan terlibat dalam perjuangan etis untuk kemanusiaan.</p>
<p>Sebagaimana warisan para haji dalam sejarah Indonesia: mereka bukan hanya pulang dengan gelar, tetapi dengan tekad untuk membangun masyarakat yang lebih adil, tercerahkan, dan merdeka dari segala bentuk penindasan.</p>
<p><em>*Penulis adalah Trio MAS FDIKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.</em></p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/menelusuri-jejak-haji-di-indonesia-dari-simbol-kesalehan-hingga-instrumen-kolonial/">Menelusuri Jejak Haji di Indonesia: Dari Simbol Kesalehan hingga Instrumen Kolonial</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/asset.kompas.com/crops/CpH0WQMU3H4B_X3WAP9EAcsp90U=/0x0:698x465/1200x800/data/photo/2022/06/14/62a86b7872233.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Haji, Pengenalan Situs Islam, dan Sirah Nabawiyah</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/perjalanan-haji-pengenalan-situs-islam-dan-sirah-nabawiyah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 May 2025 09:11:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=79493</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Prof. Dr. H. Murodi, MA Perjalanan Haji, pengenalan situs Islam, dan Sirah Nabawiyah adalah...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/perjalanan-haji-pengenalan-situs-islam-dan-sirah-nabawiyah/">Perjalanan Haji, Pengenalan Situs Islam, dan Sirah Nabawiyah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Prof. Dr. H. Murodi, MA</strong></em></p>
<p>Perjalanan Haji, pengenalan situs Islam, dan Sirah Nabawiyah adalah tiga topik yang saling berkaitan dan berperan penting dalam memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang spiritualitas Islam serta sejarah kehidupan Nabi Muhammad.</p>
<p><strong>1. Perjalanan Haji</strong></p>
<p>Perjalanan haji adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Ritual ini berlangsung di Mekkah dan sekitarnya, khususnya di tempat-tempat seperti Ka&#8217;bah di Masjidil Haram, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Haji bukan hanya serangkaian ritual fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengajarkan tentang kesabaran, persaudaraan, dan kepasrahan total kepada Allah. Selain itu, haji menegaskan kesetaraan semua manusia di hadapan Allah, karena seluruh jamaah mengenakan pakaian ihram yang seragam, tanpa memandang latar belakang, kekayaan, atau status sosial.</p>
<p><strong>2. Pengenalan Situs Islam</strong></p>
<p>Pengenalan situs-situs Islam merujuk pada tempat-tempat yang memiliki makna historis dan spiritual dalam Islam, seperti Ka&#8217;bah, Masjid Nabawi di Madinah, Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, dan Gua Hira di mana Nabi Muhammad menerima wahyu pertama. Mengenal situs-situs ini tidak hanya menambah pengetahuan sejarah umat Islam, tetapi juga menghidupkan rasa keterikatan emosional terhadap perkembangan ajaran Islam. Situs-situs ini juga mencerminkan nilai-nilai keagamaan dan keagungan sejarah Islam yang dapat menginspirasi kaum Muslim dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p><strong>3. Sirah Nabawiyah</strong></p>
<p>Sirah Nabawiyah atau biografi Nabi Muhammad adalah catatan lengkap tentang kehidupan Nabi dari masa kelahiran, masa kenabian, hingga wafatnya. Sirah Nabawiyah memberikan wawasan yang sangat mendalam mengenai perilaku, akhlak, dan kepemimpinan Nabi dalam berbagai situasi. Belajar tentang Sirah Nabawiyah dapat menginspirasi umat Islam untuk meneladani sifat-sifat Nabi, seperti kasih sayang, kejujuran, ketabahan, dan keberanian. Melalui Sirah Nabawiyah, umat Islam juga memahami konteks turunnya wahyu dan bagaimana Nabi menghadapi berbagai tantangan dalam menyebarkan Islam.</p>
<p>Ketiga elemen ini—perjalanan haji, pengenalan situs-situs Islam, dan Sirah Nabawiyah—membentuk fondasi penting bagi pemahaman yang komprehensif tentang Islam, sehingga membantu umat Islam dalam menghayati nilai-nilai ajaran agama dengan lebih mendalam.</p>
<p>Sirah Nabawiyah yang terkait dengan situs-situs di Mekah dan Madinah sangat kaya dengan makna sejarah, spiritual, dan teladan kehidupan Nabi Muhammad. Setiap situs memiliki kisah khusus yang memberi pelajaran penting bagi umat Islam. Berikut adalah beberapa situs penting beserta makna di baliknya:</p>
<p><strong>1. Ka&#8217;bah (Masjidil Haram, Mekah)</strong></p>
<p>Ka&#8217;bah adalah titik pusat ibadah dalam Islam dan kiblat bagi umat Muslim di seluruh dunia. Bangunan ini awalnya dibangun oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail, sebagai simbol ketundukan kepada Allah. Di sinilah Nabi Muhammad pertama kali menyerukan ajaran Islam. Peristiwa penting lainnya adalah Fath Makkah (Pembebasan Mekkah), di mana Nabi Muhammad dengan penuh kasih sayang dan pengampunan kembali ke Mekah setelah bertahun-tahun diasingkan. Ka&#8217;bah melambangkan persatuan, kepatuhan kepada Allah, dan keterikatan spiritual umat Islam di seluruh dunia.</p>
<p><strong>2. Masjid al-Haram dan Masjid al-Aqsa</strong></p>
<p>Masjid al-Haram di Mekah adalah tempat suci utama umat Islam, di mana terletak Ka&#8217;bah, kiblat umat Islam dalam shalat. Masjid al-Aqsa di Yerusalem juga sangat penting karena terkait dengan peristiwa Isra Mikraj, di mana Nabi Muhammad melakukan perjalanan malam dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsa, sebelum diangkat ke langit untuk menerima perintah shalat. Kedua tempat ini melambangkan kesucian dalam Islam dan keterhubungan umat Islam dengan Allah.</p>
<p><strong>3. Gua Hira (Jabal Nur, Mekah)</strong></p>
<p>Di Gua Hira, Nabi Muhammad pertama kali menerima wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril. Tempat ini melambangkan awal dari risalah kenabian dan wahyu yang akan mengubah sejarah umat manusia. Gua Hira mengajarkan nilai ketenangan, perenungan, dan spiritualitas mendalam. Kisah Nabi Muhammad yang merenung di tempat terpencil ini menginspirasi umat untuk mencari kedekatan dengan Allah melalui refleksi dan doa.</p>
<p><strong>4. Jabal Rahmah (Padang Arafah)</strong></p>
<p>Jabal Rahmah adalah bukit di Padang Arafah, tempat Nabi Muhammad memberikan khotbah perpisahan (Khutbah Wada’) kepada umatnya pada Haji Wada&#8217; (haji terakhir). Dalam khotbah ini, Nabi menekankan nilai persatuan, kesetaraan, dan keadilan serta hak-hak asasi manusia. Jabal Rahmah menjadi tempat yang penuh makna, mengingatkan umat Islam akan pesan perdamaian dan moralitas yang diajarkan Nabi di akhir masa kenabiannya.</p>
<p><strong>5. Gua Tsur (Jabal Tsur, Mekah)</strong></p>
<p>Gua Tsur adalah tempat persembunyian Nabi Muhammad dan sahabatnya, Abu Bakar, saat hijrah dari Mekah ke Madinah. Mereka berlindung di gua ini selama tiga hari untuk menghindari pengejaran kaum Quraisy. Kejadian ini menunjukkan ketergantungan penuh Nabi pada perlindungan Allah dalam menghadapi bahaya, serta kisah ini mengajarkan tentang persahabatan, kepercayaan, dan pentingnya strategi dalam menghadapi tantangan.</p>
<p><strong>6. Masjid al-Hudaibiyah (dekat Mekah)</strong></p>
<p>Tempat ini mengingatkan umat Islam akan Perjanjian Hudaibiyah, sebuah perjanjian damai antara Nabi Muhammad dan kaum Quraisy. Meskipun terlihat merugikan pada awalnya, perjanjian ini memberikan kemudahan bagi umat Islam untuk menyebarkan dakwah secara damai. Situs ini melambangkan makna kompromi, kesabaran, dan kebijaksanaan dalam menghadapi konflik.</p>
<p><strong>7. Masjid Nabawi (Madinah)</strong></p>
<p>Masjid Nabawi adalah masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad setelah hijrah ke Madinah. Di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad serta sahabat-sahabatnya. Masjid ini melambangkan persatuan umat Muslim dan menjadi pusat pembelajaran, ibadah, dan aktivitas sosial bagi masyarakat Madinah saat itu. Di tempat ini, Nabi menunjukkan kepemimpinan inklusif yang menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar dalam sebuah masyarakat yang damai dan harmonis.</p>
<p><strong>8. Masjid Qiblatain (Madinah)</strong></p>
<p>Masjid Qiblatain adalah masjid di Madinah di mana perintah untuk mengubah arah kiblat dari Masjid Al-Aqsa di Yerusalem ke Ka&#8217;bah di Mekah turun kepada Nabi Muhammad. Masjid ini menjadi pengingat tentang ketaatan Nabi dan para sahabat terhadap perintah Allah tanpa ragu. Perubahan kiblat juga menegaskan identitas umat Islam sebagai bangsa yang memiliki arah dan tujuan tersendiri.</p>
<p><strong>9. Masjid Quba (Madinah)</strong></p>
<p>Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam oleh Nabi Muhammad dalam perjalanannya menuju Madinah. Masjid ini mengajarkan makna ketulusan dalam ibadah, karena Nabi selalu mengutamakan kebersihan hati dan niat dalam beribadah kepada Allah. Mengunjungi Masjid Quba mengingatkan umat Islam tentang pentingnya membangun fondasi yang kuat dan tulus dalam setiap amal.</p>
<p><strong>10. Gua Uhud (Bukit Uhud, Madinah)</strong></p>
<p>Bukit Uhud adalah lokasi Perang Uhud, salah satu pertempuran penting antara kaum Muslim dan kaum Quraisy. Dalam perang ini, umat Islam mengalami kekalahan, yang menjadi pelajaran tentang disiplin dan kepatuhan. Bukit Uhud mengajarkan makna kesabaran, keteguhan iman, dan pentingnya mengikuti arahan pemimpin dengan baik. Di tempat ini pula Nabi menunjukkan kasih sayang dan perhatian kepada para syuhada, termasuk pamannya Hamzah, yang gugur dalam perang ini.</p>
<p><strong>11. Sumur (Perang) Badar</strong></p>
<p>Perang Badar adalah pertempuran penting yang terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah (624 M) di dekat sebuah sumur di Badar, sekitar 80 mil barat daya Madinah. Pertempuran ini terjadi antara kaum Muslim yang dipimpin oleh Nabi Muhammad dan kaum Quraisy dari Mekah. Meskipun jumlah kaum Muslim jauh lebih sedikit, mereka memenangkan pertempuran ini berkat ketabahan dan keyakinan yang kuat. Kemenangan dalam Perang Badar memiliki arti penting, karena memperkuat posisi umat Islam di Madinah dan menumbuhkan kepercayaan diri serta persatuan di antara kaum Muslim.</p>
<p><strong>12. Kota Taif</strong></p>
<p>Taif adalah kota di mana Nabi Muhammad mengalami penolakan yang sangat keras. Nabi pergi ke Taif untuk berdakwah, tetapi penduduk kota itu menolak dakwah beliau bahkan melempari beliau dengan batu hingga terluka. Nabi tetap menunjukkan kesabaran dan bahkan berdoa untuk kebaikan mereka. Kota ini mengajarkan tentang ketabahan dan kasih sayang Nabi terhadap umatnya, bahkan dalam menghadapi orang-orang yang menolak ajaran Islam.</p>
<p>Situs-situs ini, selain kaya akan sejarah, juga memiliki dimensi spiritual dan teladan kehidupan yang dapat diambil hikmahnya. Setiap situs mengajarkan kepada umat Islam tentang nilai-nilai yang diajarkan oleh Nabi, seperti kesabaran, ketabahan, persahabatan, keikhlasan, dan kepasrahan. Melalui pengenalan dan pemahaman tentang situs-situs ini, umat Islam diharapkan bisa menghayati nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Selain situs-situs tersebut, ada bebera situs yang perlu diketahui, antara lain:</p>
<p><strong>1. Bukit Safa dan Marwah (Mekah)</strong><br />
Safa dan Marwah adalah dua bukit yang terletak di dekat Ka&#8217;bah dan menjadi bagian dari ritual sa’i dalam ibadah haji dan umrah. Kisah Safa dan Marwah terkait dengan perjuangan Hajar, istri Nabi Ibrahim, yang berlari bolak-balik antara kedua bukit ini untuk mencari air bagi anaknya, Ismail, ketika mereka ditinggalkan di padang pasir yang gersang. Allah akhirnya mengabulkan doa Hajar dengan memancarkan air zamzam dari tanah. Ritual sa’i ini melambangkan kesabaran, keikhlasan, dan ketabahan seorang ibu yang berjuang demi anaknya serta keyakinan penuh akan pertolongan Allah dalam situasi sulit.</p>
<p><strong>2. Maqam Ibrahim (di dekat Ka&#8217;bah, Mekah)</strong><br />
Maqam Ibrahim adalah batu tempat Nabi Ibrahim berdiri saat membangun Ka&#8217;bah bersama Ismail. Batu ini menyimpan jejak kaki Nabi Ibrahim dan merupakan saksi dari kepatuhan dan pengabdian mereka kepada Allah. Maqam Ibrahim melambangkan ketekunan dan ketulusan dalam menjalankan tugas dari Allah, serta pengorbanan Nabi Ibrahim dalam mewujudkan perintah-perintah Allah.</p>
<p><strong>3. Pasar Seng (Mekah)</strong><br />
Pasar Seng (Suq al-Saghir atau Pasar Seng) adalah salah satu pasar bersejarah di sekitar Masjidil Haram yang dahulu berfungsi sebagai pusat perdagangan dan tempat berkumpulnya orang-orang dari berbagai suku dan bangsa. Kehadiran pasar ini di sekitar masjid mengajarkan bahwa Islam bukan hanya mengatur urusan spiritual, tetapi juga ekonomi dan interaksi sosial yang berlandaskan etika dan kejujuran. Pasar Seng menjadi simbol bahwa dalam Islam, kegiatan komersial yang dilakukan dengan cara yang benar adalah bagian dari ibadah, dan Nabi Muhammad sendiri adalah seorang pedagang yang jujur.</p>
<p><strong>4. Tempat yang Dilaknat (Wadi Muhassar)</strong><br />
Dalam perjalanan haji, ada tempat yang dikenal sebagai Wadi Muhassar, yaitu lembah yang terletak antara Mina dan Muzdalifah. Lembah ini disebut sebagai tempat yang dilaknat karena di sanalah Allah menghancurkan pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abrahah, penguasa Yaman yang berniat menghancurkan Ka&#8217;bah. Peristiwa ini terjadi beberapa waktu sebelum kelahiran Nabi Muhammad dan menjadi mukjizat tersendiri dalam sejarah Islam. Peristiwa di Wadi Muhassar menjadi pengingat akan kuasa Allah dalam melindungi Ka&#8217;bah dari orang-orang yang berniat jahat.</p>
<p><strong>5. Masjid al-Jin (Mekah)</strong><br />
Masjid al-Jin adalah masjid di Mekah yang terkait dengan kisah sekelompok jin yang mendengarkan Nabi Muhammad membaca Al-Qur’an dan kemudian menerima Islam. Masjid ini mengingatkan umat Islam akan kedalaman dakwah yang bahkan bisa menjangkau makhluk tak terlihat. Ini juga menekankan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, untuk seluruh makhluk, bukan hanya manusia.</p>
<p><strong>6. Pemakaman Baqi (Jannat al-Baqi’, Madinah)</strong><br />
Pemakaman Baqi adalah kuburan tertua di Madinah dan menjadi tempat peristirahatan bagi banyak sahabat Nabi Muhammad serta anggota keluarganya, termasuk putri Nabi, Fatimah, dan cucunya, Hasan. Nabi Muhammad sering berdoa di Baqi dan menunjukkan kasih sayangnya kepada mereka yang dimakamkan di sana. Pemakaman ini mengingatkan umat Islam akan keterikatan spiritual dan rasa hormat kepada para pendahulu yang telah berjuang untuk Islam. Selain itu, Jannat al-Baqi’ juga mengajarkan kesederhanaan dan persiapan untuk kehidupan akhirat. Demikian dan semoga bermanfaat. (Odie).</p>
<p>Pamulang, 18 Mei 2025<br />
Murodi al-Batawi</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/perjalanan-haji-pengenalan-situs-islam-dan-sirah-nabawiyah/">Perjalanan Haji, Pengenalan Situs Islam, dan Sirah Nabawiyah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/potret-masjidilharam-dipenuhi-jemaah-haji_20220702_085543.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Berangkatkan 221 Ribu Jamaah Haji di 2025</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/indonesia-berangkatkan-221-ribu-jamaah-haji-di-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jan 2025 04:13:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=78976</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah Republik Indonesia bersama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan perhajian (MoU) untuk musim haji 1446 Hijriah/2025 Masehi</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/indonesia-berangkatkan-221-ribu-jamaah-haji-di-2025/">Indonesia Berangkatkan 221 Ribu Jamaah Haji di 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahekonomi.com/"><strong>MAJALAH EKONOMI</strong></a> &#8211; Pemerintah Republik Indonesia bersama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan perhajian (MoU) untuk musim haji 1446 Hijriah/2025 Masehi, salah satunya calon haji yang akan diberangkatkan sebanyak 221 ribu orang.</p>
<p>Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan Menteri Agama, Nasaruddin Umar dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah, di Jeddah.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, hari ini baru saja kami menandatangani kesepakatan haji dengan pihak Arab Saudi. Ada beberapa hal yang kita sepakati, salah satunya jumlah jamaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan pada masa operasional haji 1446 H/2025 M sebanyak 221 ribu orang,&#8221; ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Senin.</p>
<p>Menag mengatakan keberangkatan dan kepulangan 221 ribu calon haji akan terbagi pada dua bandara di Arab Saudi. Sebanyak 110.500 orang akan datang melalui Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz di Madinah dan pulang melalui Bandara King Abdul Aziz di Jeddah.</p>
<p>&#8220;Sementara, setengahnya lagi, akan datang melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan pulang melalui Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz Madinah,&#8221; kata dia.</p>
<p>Menag berharap dengan telah ditandatanganinya MoU ini, persiapan penyelenggaraan haji dapat segera difinalisasi.</p>
<p>&#8220;Saya minta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan agar mengerahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk menyukseskan penyelenggaraan haji 1446 H/2025 M,&#8221; kata Menag.</p>
<p>Di sisi lain, Indonesia saat ini mendapat kuota petugas sebanyak 2.210 atau 1 persen dari kuota jamaah. Menag Nasaruddin Umar terus berupaya melobi Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al Rabiah agar Indonesia bisa mendapatkan tambahan kuota petugas.</p>
<p>&#8220;Kita terus mengupayakan untuk mendapatkan tambahan kuota petugas agar jumlahnya lebih memadai untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada jamaah haji Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam salah satu klausul MoU disebutkan bahwa Kementerian Haji dan Umrah memiliki hak untuk mengurangi atau menaikkan persentase petugas sesuai kebutuhan. Hal tersebut akan diperbarui setelah selesai tahapan kontrak layanan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.</p>
<p>MoU Menag RI dan Menhaj Saudi juga mengatur masalah keamanan. Seluruh calon haji diminta mematuhi dan menaati peraturan Kerajaan Arab Saudi, termasuk terkait pergerakan saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina.</p>
<p>Jamaah juga diminta tidak melakukan aktivitas propaganda dan mengeraskan suara di tempat umum. Sebaliknya, jamaah diminta untuk menghormati dan menjaga kesucian dua Tanah Suci.</p>
<p>Aturan lainnya berkenaan penggunaan perangkat fotografi, termasuk telepon genggam agar tidak mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Larangan lainnya, antara lain mengibarkan bendera negara tertentu, mempublikasikan slogan-slogan politik dan partai, atau mempolitisasi musim haji.</p>
<p>&#8220;Kami juga sudah menyepakati beberapa aturan keamanan yang diterapkan selama pergerakan jamaah haji. Pada prinsipnya, pemerintah Indonesia siap bekerja sama dengan Kerajaan Arab Saudi terkait dengan keamanan dan kenyamanan jamaah selama di Tanah Suci,&#8221; kata Menag.</p>
<p>Selain menandatangani MoU, kunjungan Menag ke Arab Saudi juga dalam rangka menghadiri Muktamar dan Pameran Haji di Jeddah. Menag juga akan bertemu dengan sejumlah pihak di Arab Saudi untuk memastikan kesiapan pelayanan jamaah.</p>
<p>&#8220;Fokus kita adalah bagaimana jamaah haji Indonesia bisa mendapat layanan terbaik. Ini akan kita persiapkan sejak awal,&#8221; kata dia.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/indonesia-berangkatkan-221-ribu-jamaah-haji-di-2025/">Indonesia Berangkatkan 221 Ribu Jamaah Haji di 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/img.antaranews.com/cache/1200x800/2025/01/13/IMG-20250112-WA0055.jpg.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Jemaah Haji Depok Tiba Selasa Pagi</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/ratusan-jemaah-haji-depok-tiba-selasa-pagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jul 2024 10:32:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=70970</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ratusan jemaah haji Kota Depok yang tergabung kedalam kloter 21 JKS telah kembali ke Tanah Air pada Selasa (02/07) pagi</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/ratusan-jemaah-haji-depok-tiba-selasa-pagi/">Ratusan Jemaah Haji Depok Tiba Selasa Pagi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Ratusan jemaah haji Kota Depok yang tergabung kedalam kloter 21 JKS telah kembali ke Tanah Air pada Selasa (02/07) pagi.</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Setelah melewati serangkaian ibadah di Tanah Suci, apresiasi mereka berikan kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) atas pelayanan yang diberikan mulai dari pemberangkatan hingga kembali ke Kota Depok.</p>
<p>&#8220;Pelayanannya ramah dan baik, mulai dari pemberangkatan selama di Arab Saudi sampai tiba kembali di Kota Depok ini juga kami sangat diperhatikan. Kami juga sampai lebih cepat dari estimasi waktu yang telah ditentukan,&#8221; ujar Nesra Budi, jemaah haji asal Kecamatan Sukmajaya kepada awak media di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).</p>
<p>Dikatakannya, selama berada di Tanah Suci, dirinya mendapat pelayanan yang sangat baik dari petugas.</p>
<p>Segala kendala yang dirasakan selama beribadah pun bisa di atasi dengan baik oleh petugas.</p>
<p>&#8220;Pelayanan sangat baik mudah-mudahan di tahun berikutnya bisa tetap seperti ini bahkan lebih baik lagi,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Yuli Rahmawati mengatakan, dalam kloter 21 JKS terdapat 430 jemaah.</p>
<p>Mereka berangkat dari Arab Saudi melalui Kota Jeddah dengan menggunakan maskapai Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV5384 dan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Selasa pukul 02:05 WIB.</p>
<p>&#8220;Setelahnya jemaah langsung menuju Asrama Haji Embarkasi Bekasi untuk mengambil air zam-zam dan langsung menuju ke Kota Depok,&#8221; katanya.</p>
<p>Dirinya menyebut, jumlah jemaah haji yang pulang ke Depok pada kloter 21 JKS ini, sama dengan jumlah saat keberangkatan. Artinya, tidak ada jemaah haji yang wafat ataupun kurang suatu apapun.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah pulang lengkap, mudah-mudahan kepulangan jemaah haji lainnya juga berjalan lancar dan aman terkendali. Selamat berkumpul bersama keluarga dan semoga menjadi haji yang mambrur, amin,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/ratusan-jemaah-haji-depok-tiba-selasa-pagi/">Ratusan Jemaah Haji Depok Tiba Selasa Pagi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/berita.depok.go.id/storage/posts//7yB7Zrrhlm4w0PnsWZJ6YLjsNgAw94ArepVsobq4.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>431 Jamaah Haji Asal Depok Kembali dengan Selamat</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/431-jamaah-haji-asal-depok-kembali-dengan-selamat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jul 2024 02:53:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=70823</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ratusan Jemaah haji yang tiba di Kota Depok dipastikan dalam keadaan seha</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/431-jamaah-haji-asal-depok-kembali-dengan-selamat/">431 Jamaah Haji Asal Depok Kembali dengan Selamat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Sebanyak 431 jemaah haji yang tergabung dalam kloter 13 JKS asal Kota Depok telah kembali ke tanah air dengan selamat, Jumat (26/06) malam. Ratusan Jemaah haji yang tiba di Kota Depok dipastikan dalam keadaan sehat.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah semua jemaah haji telah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan sudah dijemput oleh keluarganya masing-masing,&#8221; ujar Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Yuli Rahmawati, Minggu (30/06/24).</p>
<p>Sebelum menuju Depok, begitu tiba di bandara, ratusan jemaah haji diarahkan terlebih dahulu menuju Asrama Haji Bekasi untuk melakukan sejumlah pemeriksaan. Setelah selesai, mereka baru diantar menuju Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) untuk mengambil koper dan dijemput oleh sanak saudara.</p>
<p>&#8220;Di asrama Haji mereka melakukan pemeriksaan imigrasi dan mengambil air zam-zam lalu langsung menuju Kota Depok,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dirinya menuturkan, ada satu jamaah yang gagal terbang karena kondisi kesehatannya menurun. Jemaah tersebut lalu diberikan perawatan dan akan ikut penerbangan dengan kloter 16 JKS yakni pada 29 Juni 2024 pukul 04.45 Waktu Arab Saudi.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan kepulangan jamaah haji lainnya juga berjalan lancar dan aman terkendali. Selamat berkumpul bersama keluarga dan semoga menjadi haji yang mabrur, amin,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/431-jamaah-haji-asal-depok-kembali-dengan-selamat/">431 Jamaah Haji Asal Depok Kembali dengan Selamat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/berita.depok.go.id/storage/posts//WGn1INPy1UNZ0JltAZeYDLLz1EaI168E3KihnDNL.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Jamaah Haji Gelombang 1 Mulai Pulang ke Tanah Air Hari Ini</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/jamaah-haji-gelombang-1-mulai-dipulangkan-ke-tanah-air-hari-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jun 2024 00:26:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=70242</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jamaah haji Indonesia gelombang pertama mulai dipulangkan ke Tanah Air secara bergelombang mulai 22 Juni 2024</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/jamaah-haji-gelombang-1-mulai-dipulangkan-ke-tanah-air-hari-ini/">Jamaah Haji Gelombang 1 Mulai Pulang ke Tanah Air Hari Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Jamaah haji Indonesia gelombang pertama mulai dipulangkan ke Tanah Air secara bergelombang mulai 22 Juni 2024, yang sebagiannya akan diterbangkan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah puncak haji sudah usai. Hari ini kita mulai memberangkatkan jamaah dari Makkah untuk kembali ke Tanah Air,&#8221; kata Direktur Bina Haji Kementerian Agama Arsad Hidayat di Makkah, Jumat.</p>
<p>Arsad Hidayat mengatakan ada perbedaan skema kepulangan jamaah gelombang 1 di tahun ini. Sebanyak 49 kelompok terbang (kloter) gelombang I akan dipulangkan melalui Bandara AMAA Madinah.</p>
<p>Pada penyelenggaraan sebelumnya, seluruh jamaah haji gelombang pertama pulang melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Sementara jamaah gelombang kedua melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.</p>
<p>&#8220;Tahun ini, tidak semua jamaah gelombang I dipulangkan melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Ada 49 kloter yang akan dipulangkan melalui Madinah. Termasuk SOC 02 yang kita antar pagi ini,&#8221; kata Arsad.</p>
<p>Arsad menyampaikan SOC 02 termasuk jamaah kloter awal yang segera dipulangkan usai wukuf. Penimbangan koper pun telah dilakukan jauh-jauh hari, bahkan sebelum wukuf.</p>
<p>&#8220;Bahkan untuk penimbangan barang bagasi yang biasa dilakukan sekitar 48 jam sebelum keberangkatan, untuk SOC 2 karena masuk kategori keberangkatan awal itu ditimbang sebelum pelaksanaan wukuf,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Daerah Kerja Madinah Ali Machzumi menjelaskan hari ini direncanakan ada enam kloter gelombang pertama yang akan tiba di Madinah untuk selanjutnya diberangkatkan ke Tanah Air.</p>
<p>&#8220;Mereka akan transit satu malam, lalu 22 Juni 2024 diberangkatkan ke Indonesia,&#8221; kata Ali.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/jamaah-haji-gelombang-1-mulai-dipulangkan-ke-tanah-air-hari-ini/">Jamaah Haji Gelombang 1 Mulai Pulang ke Tanah Air Hari Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/muhammadiyah.or.id/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-27-at-16.25.16.jpeg?fit=1600%2C720&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Tahun Depan Indonesia Dapat 221 Ribu Kuota Haji</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/tahun-depan-indonesia-dapat-221-ribu-kuota-haji/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jun 2024 04:18:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=70012</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yaqut Cholil Qoumas mengatakan Indonesia mendapat kuota 221.000 orang pada operasional haji tahun 1446 Hijriah/2025 Maseh</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/tahun-depan-indonesia-dapat-221-ribu-kuota-haji/">Tahun Depan Indonesia Dapat 221 Ribu Kuota Haji</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOKPOS</strong> &#8211; Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan Indonesia mendapat kuota 221.000 orang pada operasional haji tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi, yang diumumkan dalam tasyakuran penutupan penyelenggaraan ibadah haji 1445H.</p>
<p>Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di Makkah. Hadir para pimpinan delegasi haji dari berbagai negara.</p>
<p>&#8220;Saya mendapat informasi dari Wakil Kementerian Bidang Urusan Haji &#8216;Ayed Al Ghuwainim, dan sesuai surat yang saya terima, bahwa Indonesia mendapat 221.000 kuota haji 1446 H/2025 M,&#8221; ujar Menag di Makkah, Rabu.</p>
<p>Kemenag mengapresiasi langkah Kementerian Haji Saudi yang kembali mengumumkan kuota lebih awal. Sehingga proses persiapan penyelenggaraan haji juga bisa dilakukan lebih cepat.</p>
<p>&#8220;Apresiasi juga atas ketegasan otoritas Saudi dalam menerapkan aturan terkait visa haji dan visa non haji,&#8221; kata dia.</p>
<p>Yaqut menilai penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M berjalan dengan sukses. Ada sejumlah indikator.</p>
<p>Pertama, pelayanan jamaah pada fase kedatangan berjalan lancar. Kuota jamaah haji reguler sebanyak 213.320 orang terserap optimal, hanya menyisakan 45 orang yang tidak bisa digantikan karena proses pemvisaan sudah ditutup.</p>
<p>&#8220;Ini angka kuota tidak terserap yang terkecil dalam lebih 10 tahun penyelenggaraan ibadah haji,&#8221; kata Menag.</p>
<p>Kedua, proses pelayanan jamaah pada fase kedatangan juga berjalan lancar, baik di Madinah maupun Makkah. Jamaah bisa mendapatkan layanan katering, transportasi, akomodasi, termasuk pelindungan jamaah, dan bimbingan ibadah.</p>
<p>&#8220;Padahal, Indonesia adalah pengirim jamaah haji terbesar di dunia. Ini jelas bukan tugas mudah. Layanan fast track untuk kali pertama di tiga embarkasi, Jakarta, Solo, dan Surabaya juga berjalan lancar,&#8221; kata dia.</p>
<p>Di samping itu, layanan katering bahkan bisa tetap diberikan hingga jelang puncak haji.</p>
<p>Indikator kesuksesan ketiga, kata Yaqut, proses puncak haji berjalan lancar. Ikhtiar mitigasi yang dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama otoritas Saudi berhasil memperlancar proses pergerakan jamaah dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina.</p>
<p>&#8220;Skema murur atau melintas di Muzdalifah banyak mendapat apresiasi. Jamaah bisa diberangkatkan lebih awal, pukul 07.37 waktu Saudi sudah tidak ada di Muzdalifah. Ini patut disyukuri,&#8221; kata Yaqut.</p>
<p>Perihal beberapa dinamika di Mina, kata dia, akan menjadi bagian yang akan dievaluasi. Menurutnya, wilayah Mina jelas batasannya dan sangat terbatas. Dengan kuota 213.320 orang, ruang yang tersedia kurang dari 0,8 meter persegi per orang.</p>
<p>&#8220;Mina dari dulu seperti itu. Sejak kuota kembali normal pada 2017, isunya selalu soal kepadatan. Sehingga, menerima tambahan kuota selalu menjadi berkah sekaligus tantangan,&#8221; kata Yaqut.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/tahun-depan-indonesia-dapat-221-ribu-kuota-haji/">Tahun Depan Indonesia Dapat 221 Ribu Kuota Haji</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/img.antaranews.com/cache/730x487/2024/06/15/Puncak.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Masalah Haji Terus Berulang, Timwas Haji DPR Bakal Bentuk Pansus</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/masalah-haji-terus-berulang-timwas-haji-dpr-bakal-bentuk-pansus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 01:46:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=69893</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Tim Pengawas atau Timwas Haji DPR RI akan segera membentuk panitia khusus (Pansus)...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/masalah-haji-terus-berulang-timwas-haji-dpr-bakal-bentuk-pansus/">Masalah Haji Terus Berulang, Timwas Haji DPR Bakal Bentuk Pansus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Tim Pengawas atau Timwas Haji DPR RI akan segera membentuk panitia khusus (Pansus) haji setelah kembali dari Mekkah dan Madinah. Langkah ini diambil setelah ditemukan banyak masalah yang terus berulang dalam pelaksanaan haji setiap tahunnya.</p>
<p>Anggota Timwas Haji DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyampaikan bahwa hasil pemantauan dan pengawasan di lapangan menunjukkan sejumlah kendala yang dihadapi jemaah haji Indonesia. Masalah-masalah tersebut ditemukan di berbagai prosesi haji, khususnya di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).</p>
<p>&#8220;Setiap tahun masalah yang sama terus berulang. Kami menemukan banyak kendala dalam prosesi haji di Armuzna. Oleh karena itu, Pansus Haji harus segera dibentuk setelah kami kembali,&#8221; kata Selly di sela-sela pemantauan Timwas Haji DPR RI di Mina, Minggu malam waktu Arab Saudi (16/06/2024).</p>
<p>Selly menjelaskan bahwa Pansus Haji tidak hanya akan mengevaluasi penyelenggaraan haji yang dilakukan oleh Kementerian Agama, tetapi juga oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Menurutnya, BPKH memegang tanggung jawab besar terkait pengelolaan dana jemaah haji.</p>
<p>&#8220;Pansus ini sangat penting untuk segera dibentuk karena masalah ini terus berulang setiap tahun, terutama oleh pemerintah, khususnya Kementerian Agama. Selain itu, pihak terkait seperti BPKH juga harus dievaluasi karena mereka bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan jemaah. Transparansi sangat diperlukan agar jemaah mengetahui status dana mereka,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dalam pemantauan di Mina, Timwas Haji DPR RI menemukan beberapa masalah serius dalam pelayanan jemaah haji Indonesia. Selly mencontohkan, banyak tenda yang penuh sesak karena melebihi kapasitas, pendingin ruangan yang tidak berfungsi, konsumsi jemaah yang tidak sesuai, serta kurangnya fasilitas kamar mandi.</p>
<p>&#8220;Pelayanan yang tidak maksimal ini sangat merugikan jemaah. Kita melihat banyak tenda yang penuh sesak, pendingin ruangan yang tidak berfungsi, makanan yang tidak sesuai, dan kamar mandi yang jauh dari mencukupi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Pembentukan Pansus Haji diharapkan dapat memberikan solusi konkret dan perbaikan menyeluruh terhadap berbagai masalah yang dihadapi jemaah haji Indonesia setiap tahunnya. Dengan demikian, pelaksanaan ibadah haji di masa mendatang dapat berjalan lebih baik dan lancar.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/masalah-haji-terus-berulang-timwas-haji-dpr-bakal-bentuk-pansus/">Masalah Haji Terus Berulang, Timwas Haji DPR Bakal Bentuk Pansus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/img.antaranews.com/cache/1200x800/2024/06/17/1000255621.jpg.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Timwas Haji DPR: Tak Sesuai Maktab, Tenda Jemaah Haji RI Banyak yang Terusir</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/timwas-haji-dpr-tak-sesuai-maktab-tenda-jemaah-haji-ri-banyak-yang-terusir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 01:44:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=69890</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menemukan sejumlah masalah dalam penyelenggaraan haji tahun 2024</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/timwas-haji-dpr-tak-sesuai-maktab-tenda-jemaah-haji-ri-banyak-yang-terusir/">Timwas Haji DPR: Tak Sesuai Maktab, Tenda Jemaah Haji RI Banyak yang Terusir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menemukan sejumlah masalah dalam penyelenggaraan haji tahun 2024, termasuk penempatan tenda jemaah haji Indonesia yang tidak sesuai dengan maktab yang telah ditentukan. Hal ini disampaikan oleh Anggota Timwas Haji sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Amania, di Mina Arab Saudi.</p>
<p>Ina mengungkapkan bahwa selama pengawasan di Mina, banyak ditemukan tenda jemaah yang tidak sesuai dengan maktab yang tercantum dalam surat penempatan. &#8220;Banyak ditemukan ketika kami pengawasan di Mina, tenda-tenda itu tidak sesuai dengan maktab yang disuratkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Akibat dari penempatan yang tidak sesuai tersebut, banyak jemaah yang harus meninggalkan tenda karena hak-haknya tidak terpenuhi. Ina menyebutkan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) seharusnya dapat mengantisipasi masalah ini sejak awal untuk menghindari terjadinya kekacauan tersebut.</p>
<p>&#8220;Contohnya, ketika maktab untuk daerah Trenggalek atau Cirebon tiba-tiba haknya yang Cirebon atau Trenggalek itu hari kedua harus diusir karena katanya ini milik orang lain,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Ina menegaskan bahwa kejadian semacam ini seharusnya sudah diantisipasi dan dijaga sehingga prioritas penempatan dapat diberikan kepada jemaah yang berhak. &#8220;Hal-hal ini semestinya tidak terjadi, pertama sudah diantisipasi, sudah dijaga dan sudah diprioritaskan mana yang mendapatkan haknya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama seluruh stakeholder pengawas eksternal telah melakukan pengamatan atas seluruh proses pelaksanaan ibadah haji tahun ini. &#8220;Komisi VIII DPR RI dan seluruh stakeholder pengawas eksternal telah melakukan pengamatan atas seluruh proses pelaksanaan ibadah haji tahun ini,&#8221; kata Ashabul Kahfi, di Makkah, Minggu (16/06/2024).</p>
<p>Ashabul menyatakan bahwa temuan-temuan ini akan dievaluasi dan dijadikan bahan masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji di masa mendatang. &#8220;Saya berharap, seluruh temuan-temuan dari Tim Pengawas akan menjadi bahan evaluasi kita bersama untuk peningkatan kualitas pelayanan haji di tahun yang akan datang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam pertemuan dengan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Arafah pada Sabtu (15/06/2024), Ashabul juga menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf. &#8220;Kami juga menyampaikan permohonan maaf jika dalam hubungan mitra kerja ada hal-hal yang kurang berkenan di hati pada seluruh penyelenggara ibadah haji,&#8221; katanya.</p>
<p>Temuan ini menambah daftar evaluasi bagi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, dengan harapan dapat memperbaiki dan meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia di tahun-tahun mendatang.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/timwas-haji-dpr-tak-sesuai-maktab-tenda-jemaah-haji-ri-banyak-yang-terusir/">Timwas Haji DPR: Tak Sesuai Maktab, Tenda Jemaah Haji RI Banyak yang Terusir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/img.antaranews.com/cache/1200x800/2024/06/17/1000255622.jpg.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
