<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gurun Sahara &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/gurun-sahara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Sep 2024 05:35:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>Gurun Sahara &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gurun Sahara Berubah Jadi Hijau, Ini Kata Ilmuwan</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/gurun-sahara-berubah-jadi-hijau-ini-kata-ilmuwan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 05:35:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Gurun Sahara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=75561</guid>

					<description><![CDATA[Ilmuwan menilai ada andil dari pemanasan global yang membuat Gurun Sahara tak lagi gersang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Ilmuwan menilai ada andil dari pemanasan global yang membuat Gurun Sahara tak lagi gersang</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Sejumlah ilmuwan mengungkap peran fenomena iklim El Nino di balik Gurun Sahara yang biasanya gersang tiba-tiba hijau. Fenomena ini menimbulkan banyak spekulasi tentang kondisi alam terkini.</p>
<p>Para ilmuwan mencoba membedah fenomena tersebut, termasuk hujan tidak biasa yang membasahi Gurun Sahara. Menurut para ilmuwan gurun tersebut menjadi dua hingga enam kali lebih basah dari seharusnya.</p>
<p>Ini terjadi karena pergeseran curah hujan di sebelah utara khatulistiwa. Pusat Prediksi Iklim NOAA mencatat Zona Konvergensi Intertropis bergeser lebih jauh menuju utara sejak pertengahan Juli, termasuk ke Sahara.</p>
<p>Citra satelit memperlihatkan sejumlah tanaman kini bermekaran di gurun tersebut, utamanya di bagian Sahara selatan.</p>
<p>Ilmuwan menilai ada andil dari pemanasan global yang membuat Gurun Sahara tak lagi gersang. Pemanasan global ini disumbang oleh polusi dari pembakaran bahan bakar fosil.</p>
<p>Sementara itu, Peneliti Iklim di Universitas Leipzig Karsten Haustein mengatakan ada dua penyebab utama pergeseran curah hujan ke utara.</p>
<p>Pertama, transisi dari El Nino ke La Nina yang akhirnya memengaruhi seberapa jauh zona tersebut bergerak ke utara.Kedua, dunia yang semakin panas dianggap sebagai biang kerok pergeseran hujan.</p>
<p>&#8220;Zona Konvergensi Intertropis yang menjadi alasan penghijauan (Afrika), bergerak lebih jauh ke utara seiring dengan semakin hangatnya dunia,&#8221; kata Haustein, melansir CNN, Sabtu (14/9).</p>
<p>Menurut dia masalah tidak hanya sebatas Gurun Sahara yang mendadak hijau. Ini juga mengganggu musim badai Atlantik yang menimbulkan konsekuensi besar selama beberapa bulan terakhir di sejumlah negara Afrika.</p>
<p>Negara-negara yang seharusnya mendapatkan lebih banyak curah hujan justru tak mendapatkannya. Curah hujan menjadi lebih sedikit karena badai bergeser ke utara.</p>
<p>&#8220;Nigeria dan Kamerun biasanya diguyur hujan setidaknya 20 inci hingga 30 inci sejak Juli hingga September. Namun, hanya mengalami 50 persen-80 persen dari curah hujan biasanya sejak pertengahan Juli,&#8221; tulis laporan dari data Climate Prediction Centre (CPC).</p>
<p>&#8220;(Sedangkan) jauh ke utara yang merupakan wilayah biasanya lebih kering, termasuk sebagian Nigeria, Chad, Sudan, Libya, dan Mesir selatan menerima lebih dari 400 persen curah hujan dari biasanya sejak pertengahan Juli,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Curah hujan berlebih bahkan membuat banjir dahsyat di Chad. Hampir 1,5 juta orang terdampak dan sedikitnya 340 warga tewas.</p>
<p>Banjir bandang juga menewaskan lebih dari 220 orang dan menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi di Nigeria. Ini terjadi terutama di utara negara tersebut yang umumnya kering.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/pict.sindonews.net/dyn/850/pena/news/2024/09/15/766/1455555/gurun-sahara-tandus-berubah-menjadi-subur-dan-hijau-lwr.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
