<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FTUI &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/ftui/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jul 2024 05:33:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>FTUI &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Doktor UI Manfaatkan Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Menjaga Keamanan Pipa Minyak dan Gas di Indonesia</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/doktor-ui-manfaatkan-teknologi-kecerdasan-buatan-untuk-menjaga-keamanan-pipa-minyak-dan-gas-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 05:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FTUI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72958</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Industri minyak dan gas bumi di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga keselamatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Industri minyak dan gas bumi di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga keselamatan dan efisiensi sistem perpipaan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Taufik Aditiyawarman, Mahasiswa Program Doktor Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) mengusulkan ide terkait penggunaan metode inspeksi berbasis risiko yang didukung oleh teknologi machine learning dan deep learning. Masalah tersebut menjadi topik disertasinya yang berjudul “Screening dan Asesmen RBI (Risk Based Inspection) pada Sistem Perpipaan Minyak dan Gas di Indonesia untuk Menunjang Keamanan Produksi Menggunakan Machine Learning dan Deep Learning”.</p>
<p>Taufik mengkaji pemanaaatan teknologi canggih untuk memprediksi kegagalan pipa dan memberikan solusi pemeliharaan yang lebih eaektia dan ekonomis. Dalam penelitiannya, Taufik menggunakan sampel ex-spool berdiameter 16 inci yang diuji melalui berbagai metode seperti metalografi, Optical Emission Spectrometry (OES), Tensile Test, Hardness Test, Scanning Electron Microscope (SEM), dan Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDS). Pengujian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi material dan penyebab utama dari kegagalan pipa.</p>
<p>Untuk menganalisis data yang kompleks, ia menerapkan algoritma machine learning seperti AdaBoost, Random Forests, dan Gradient Boosting. Teknik K- Means Clustering dan Gaussian Mixture Model digunakan untuk mengklasifikasikan risiko kegagalan pipa ke dalam tiga kelompok berdasarkan tingkat risikonya, yakni rendah, sedang, dan tinggi. Penelitian ini juga divalidasi dengan metode k-fold cross-validation untuk memastikan keakuratan dan konsistensi model yang dikembangkan.</p>
<p>“Salah satu temuan penting dari penelitian ini adalah kemampuan teknologi Artificial Intelligence atau AI untuk mengidentifikasi jenis-jenis kegagalan pipa dengan cepat dan akurat. Model machine learning yang kami kembangkan dapat memprediksi tingkat korosi dan lokasi kerusakan pada pipa, yang memungkinkan tim pemeliharaan untuk mengambil tindakan pencegahan sebelum kegagalan terjadi. Teknologi ini juga memberikan rekomendasi pemeliharaan yang lebih efisien, seperti penggunaan bahan pelindung yang tepat dan jadwal inspeksi yang lebih optimal,” ujar Taufik.</p>
<p>Selain mengidentifikasi jenis kegagalan pipa, penelitian ini juga menemukan bahwa metode inspeksi berbasis risiko yang didukung oleh AI dapat mengurangi biaya pemeliharaan dan risiko kegagalan pipa yang mengakibatkan kerugian besar. Dengan penerapan teknologi ini, industri minyak dan gas di Indonesia dapat meningkatkan keselamatan dan keandalan operasional mereka, serta memastikan keberlanjutan produksi energi di masa depan.</p>
<p>“Ke depannya saya berharap disertasi ini dapat menjadi acuan bagi industri minyak dan gas di Indonesia dalam mengadopsi teknologi AI untuk manajemen risiko dan pemeliharaan pipa. Penerapan metode ini tidak hanya meningkatkan keselamatan operasional, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan bagi perusahaan,” kata Taufik, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional.</p>
<p>Ia berhasil meraih gelar doktor di Bidang Ilmu Teknik Metalurgi dan Material dengan yudisium Summa Cumlaude dan Indek Prestasi Kumulatia (IPK) 4,00. Taufik merupakan doktor ke-71 di Program Studi Metalurgi dan Material dan ke-564 di FTUI. Sidang promosi doktornya berlangsung pada Rabu (10/7) lalu di Ruang Smart Meeting Room, Gedung Dekanat FTUI.</p>
<p>&#8220;Penelitian ini tidak hanya relevan secara akademis tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi industri minyak dan gas di Indonesia. Penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam manajemen risiko dan pemeliharaan pipa merupakan terobosan penting yang dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan operasional. Kami berharap hasil penelitian ini dapat diadopsi secara luas oleh industri terkait, mengingat potensi besar yang dimiliki dalam meminimalisir risiko kegagalan dan mengoptimalkan biaya pemeliharaan,” ujar Dekan FTUI, Proa. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU. “</p>
<p>Sidang tersebut dipimpin oleh Dekan FTUI, Proa. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., dengan Proa. Dr. Ir. Johny Wahyuadi Soedarsono DEA sebagai Promotor dan Proa. Dr. Ir. Rini Riastuti, M.Sc. sebagai Ko-promotor, serta penguji yang terdiri atas Proa. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA.; Dr. Deni Ferdian, S.T., M.Sc.; Dr. Badrul Munir, S.T., M.Eng.Sc.; Dr. Ahmad Zakiyuddin, S.T., M.Eng.; dan Dr. Ir. M. Yudi M. Sholihin, M.Sc.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/eng.ui.ac.id/wp-content/uploads/WhatsApp-Image-2024-07-10-at-6.33.42-PM.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dies Natalis ke-60, FTUI Luncurkan Departemen Interdisiplin Keteknikan</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/dies-natalis-ke-60-ftui-luncurkan-departemen-interdisiplin-keteknikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2024 10:50:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FTUI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72559</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) merayakan Dies Natalis yang ke60 dengan mengusung...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) merayakan Dies Natalis yang ke60 dengan mengusung tema “Interdisciplinary Engineering untuk Indonesia Emas 2045”, pada Rabu (17/7). Dekan FTUI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menghadapi tantangan teknologi dan pembangunan Indonesia ke depan.</p>
<p>“Tema yang kami angkat kali ini, Interdisciplinary Engineering, mencerminkan komitmen FTUI untuk terus berinovasi dan berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan Indonesia. Kami yakin bahwa dengan kolaborasi antar disiplin ilmu, kita dapat mencapai visi Indonesia Emas 2045,” ujar Prof. Heri.</p>
<p>Salah satu acara puncak dalam perayaan Dies Natalis kali ini adalah peluncuran Departemen Interdisiplin Keteknikan. Departemen baru tersebut ke depannya akan menjadi wadah bagi pengembangan teknologi dan inovasi yang melibatkan berbagai bidang ilmu teknik.</p>
<p>Selain itu, departemen ini juga akan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu teknik untuk menciptakan solusi komprehensif bagi tantangan pembangunan di Indonesia. Departemen Interdisiplin Keteknikan akan bertempat di Gedung InterDisciplinary Engineering (IDE) dan ke depannya akan berjalan beriringan dengan pusat-pusat riset interdisiplin FTUI, menjalin kolaborasi untuk menghasilkan inovasi yang unggul dan berdampak bagi Indonesia.</p>
<p>“Kehadiran Departemen Interdisiplin Keteknikan merupakan langkah strategis FTUI dalam menjawab kebutuhan industri dan masyarakat akan solusi yang lebih terintegrasi dan inovatif. Kami berharap departemen ini dapat menghasilkan penelitian dan inovasi yang berdaya saing tinggi serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia,” kata Prof. Heri.</p>
<p>Lebih lanjut, Departemen Interdisiplin Keteknikan saat ini menaungi tiga program studi pascasarjana, yaitu Program Profesi Insinyur (PPI), Program Magister Teknik Sistem Energi (TSE), dan Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Ke depannya akan ada tiga institut penelitian interdisiplin yang juga akan dikelola oleh departemen ke-8 FTUI ini, yakni Institute for Urban Planning and Smart Cities, Institute for Energy Transition, dan Institute for Biosystem and Bioengineering.</p>
<p>FTUI telah menghasilkan berbagai inovasi interdisiplin keteknikan yang signifikan. Mulai dari ventilator COVENT-20 yang pertama kali diluncurkan untuk mengatasi kekurangan ventilator di Indonesia saat pandemi Covid-19 hingga konversi bus konvensional diesel menjadi bus listrik, yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Konversi bus listrik merupakan hasil kolaborasi Pusat Riset RCAVe (Research Center for Advanced Vehicle), P2M Departemen Teknik Mesin dan PT. Petrosea. Dalam waktu dekat, FTUI juga bersiap meluncurkan kapal ikan bertenaga listrik dengan sumber tenaga matahari dengan biaya operasional rendah.</p>
<p>Inovasi-inovasi ini tidak hanya mencerminkan kemampuan FTUI dalam menghasilkan teknologi mutakhir, tetapi juga komitmen FTUI dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan pengembangan teknologi ramah lingkungan. Selama dua tahun terakhir, FTUI juga berhasil menyandang predikat sebagai kampus teknik terbaik di Indonesia berdasarkan THE World University Ranking 2023 dan 2024. Prestasi ini dicapai berkat kolaborasi dan kinerja luar biasa dari seluruh sivitas akademika FTUI.</p>
<p>“Pengakuan internasional ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi dari seluruh sivitas akademika FTUI. Kami berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini melalui inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan,” kata Prof. Heri.</p>
<p>Ia berharap, melalui perayaan Dies Natalis ini, semangat kolaborasi dan inovasi dapat semakin mengakar di kalangan sivitas akademika dan para pemangku kepentingan. Dengan demikian, FTUI akan terus berperan sebagai motor penggerak dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan teknologi dan rekayasa yang berkelanjutan.</p>
<p>Acara Dies Natalis ini diadakan di pelataran Gedung IDE, yang merupakan fasilitas baru FTUI. Gedung ini juga menjadi rumah bagi pusat riset dan penelitian lintas bidang keteknikan. Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Majelis Wakil Amanat (MWA) UI, Prof. Dr. Ir. Praswasti PDK Wulan; Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K); Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA.; Director &amp; Chief Business Officer PT Indosat Tbk, Muhammad Buldansyah; dan Direktur Operasi dan Marketing PT Pertamina Training and Consulting, Yudi Somantri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/asset-2.tstatic.net/wartakota/foto/bank/images/Departemen-Interdisiplin-Keteknikan.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
