<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bank DBS Arsip - MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/bank-dbs/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com/tag/bank-dbs/</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Nov 2025 11:59:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>Bank DBS Arsip - MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com/tag/bank-dbs/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bank DBS Indonesia dan Mandiri Investasi Perluas Akses Investasi Emas   melalui Kerja Sama Referral KPD ETF Gold BlackRock</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/bank-dbs-indonesia-dan-mandiri-investasi-perluas-akses-investasi-emas-melalui-kerja-sama-referral-kpd-etf-gold-blackrock/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 11:59:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bank DBS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=91708</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAJALAH EKONOMI &#8211; PT Bank DBS Indonesia (“Bank DBS Indonesia”) dan PT Mandiri Manajemen Investasi...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/bank-dbs-indonesia-dan-mandiri-investasi-perluas-akses-investasi-emas-melalui-kerja-sama-referral-kpd-etf-gold-blackrock/">Bank DBS Indonesia dan Mandiri Investasi Perluas Akses Investasi Emas   melalui Kerja Sama Referral KPD ETF Gold BlackRock</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahekonomi.com"><strong>MAJALAH EKONOMI</strong></a> &#8211; PT Bank DBS Indonesia (“Bank DBS Indonesia”) dan PT Mandiri Manajemen Investasi (“Mandiri Investasi”) resmi menjalin kerja sama referral untuk Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI) atau Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) Exchange-Traded Fund (ETF) Gold BlackRock (iShares). Kolaborasi ini memperluas jangkauan solusi investasi Bank DBS Indonesia sekaligus menghadirkan akses yang lebih praktis dan modern bagi masyarakat Indonesia untuk berinvestasi emas tanpa harus menyimpan emas fisik secara mandiri.</p>
<p>Sinergi ini sejalan dengan permintaan terhadap aset lindung nilai yang terus menunjukkan tren positif di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global. Potensi inflasi yang muncul akibat kebijakan pelonggaran fiskal dan moneter yang diterapkan secara bersamaan di Amerika Serikat semakin memperkuat urgensi tersebut. Melihat fenomena tersebut, Chief Investment Officer DBS menekankan pentingnya meningkatkan alokasi pada aset riil seperti emas untuk menjaga ketahanan portofolio.</p>
<p>Pandangan ini juga tercermin dalam temuan World Gold Council (WGC) yang mencatat bahwa emas menjadi instrumen utama pilihan investor Indonesia pada 2025 dalam menjaga ketahanan finansial dan menyiapkan dana darurat. WGC menemukan bahwa 67 persen masyarakat Indonesia berinvestasi dalam berbagai bentuk emas, dengan minat reinvestasi yang tinggi untuk memperkuat tabungan dan melindungi kekayaan dari ketidakpastian ekonomi global. Tingginya permintaan ini mencerminkan kebutuhan akan instrumen emas yang aman, mudah diakses, dan efisien.</p>
<p>“Perubahan dinamika global menuntut investor memilih instrumen yang tidak hanya mempertahankan nilai, tetapi juga fleksibilitas akses. Di tengah gejolak pasar, emas terbukti menjadi stabilizer yang sulit digantikan. Sebagai mitra tepercaya, kami berkomitmen menghadirkan solusi untuk membantu nasabah mengambil keputusan finansial yang tepat. Melalui kemitraan dengan Mandiri Investasi, kami menyediakan akses investasi emas yang praktis untuk mendukung strategi pengelolaan kekayaan jangka panjang,” ujar Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom.</p>
<p>KPD ETF Gold menghadirkan cara baru berinvestasi emas yang fleksibel, efisien, dan terjangkau. Investor dapat memperoleh eksposur langsung terhadap pergerakan harga emas global dengan biaya kompetitif dan mekanisme yang lebih praktis dibandingkan kepemilikan emas fisik, sekaligus menikmati transparansi harga dan likuiditas memadai. Selain itu, emas tetap berfungsi sebagai aset safe haven yang membantu menjaga nilai portofolio di tengah volatilitas pasar, menjadikan produk ini alternatif modern dan relevan untuk memperkuat strategi investasi jangka panjang sesuai kebutuhan portofolio investor.</p>
<p>“Produk KPD ETF Gold menekankan keseimbangan antara pertumbuhan dan mitigasi risiko. Produk ini dirancang untuk investor yang ingin mengintegrasikan emas sebagai bagian dari strategi portofolio jangka menengah, sambil tetap mengandalkan manajemen aktif untuk menjaga kinerja investasi. Inisiatif ini juga menunjukkan bagaimana kami terus mendorong inovasi produk yang sesuai dengan perkembangan pasar dan kebutuhan investor masa kini,” ucap Direktur Mandiri Investasi Hardiyanto Pilia.</p>
<p>Produk KPD ETF Gold yang dikelola Mandiri Investasi menggunakan underlying iShares Gold Trust (IAU), ETF global besutan BlackRock yang dirancang untuk mengikuti pergerakan harga emas fisik secara akurat. Produk ini sesuai untuk investor berprofil risiko agresif dengan horizon investasi jangka menengah yang menginginkan eksposur emas melalui instrumen yang lebih modern dan terukur.</p>
<p>Sebagai salah satu manajer investasi nasional terbesar di Indonesia, Mandiri Investasi terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin inovasi di industri asset management. Portofolio produknya yang beragam mencakup ETF, reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, reksa dana campuran, saham, produk investasi alternatif, hingga produk berbasis ESG. Distribusi produk-produk ini didukung oleh jaringan Mandiri Investasi yang terdiri atas 43 partner distribusi bank, perusahaan sekuritas, dan penyedia layanan fintech di Indonesia maupun Singapura. Secara konsolidasi bersama Mandiri Investment Singapore, dana kelolaan Mandiri Investasi telah mencapai lebih dari Rp62 triliun, mencerminkan kapasitas dan rekam jejak kuat dalam menghadirkan produk inovatif yang responsif terhadap dinamika pasar dan kebutuhan investor.</p>
<p>Sebagai mitra strategis, Bank DBS Indonesia melengkapi kolaborasi ini dengan keunggulan jaringan regional dan solusi pengelolaan kekayaan yang tepercaya, sehingga memperkuat nilai tambah bagi nasabah dalam mengakses peluang investasi yang lebih luas. Bank DBS Indonesia juga menyediakan riset mendalam dan panduan pasar yang akurat melalui tim ahli berpengalaman, sehingga nasabah dapat membuat keputusan finansial dengan lebih percaya diri. Mengusung semangat Live more, Bank less, Bank DBS Indonesia berkomitmen menghadirkan layanan yang sederhana, intuitif, dan relevan untuk membantu nasabah menjaga ketahanan dan pertumbuhan kekayaan di tengah dinamika pasar.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/bank-dbs-indonesia-dan-mandiri-investasi-perluas-akses-investasi-emas-melalui-kerja-sama-referral-kpd-etf-gold-blackrock/">Bank DBS Indonesia dan Mandiri Investasi Perluas Akses Investasi Emas   melalui Kerja Sama Referral KPD ETF Gold BlackRock</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/pasardana.id/media/76611/foto-1a-bank-dbs-indonesia-dan-mandiri-investasi-perluas-akses-investasi-emas-melalui-kerja-sama-referral-kpd-etf-gold-blackrock-ishares.png?crop=0%2C0.14257811887460789%2C0.0000000000000006315935428979%2C0.071695079054504576&#038;cropmode=percentage&#038;width=675&#038;height=380&#038;rnd=134084806400000000&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dukung Ketahanan Pangan, Bank DBS Indonesia Gerakkan Urban Farming Bantu Komunitas Rentan</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/dukung-ketahanan-pangan-bank-dbs-indonesia-gerakkan-urban-farming-bantu-komunitas-rentan-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 10:09:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bank DBS]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90778</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS – Sebagai bank yang berkomitmen untuk menciptakan dampak sosial untuk masyarakat rentan, Bank DBS...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/dukung-ketahanan-pangan-bank-dbs-indonesia-gerakkan-urban-farming-bantu-komunitas-rentan-2/">Dukung Ketahanan Pangan, Bank DBS Indonesia Gerakkan Urban Farming Bantu Komunitas Rentan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><b>DEPOKPOS </b></a>– Sebagai bank yang berkomitmen untuk menciptakan dampak sosial untuk masyarakat rentan, Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation berfokus untuk menyediakan kebutuhan esensial dan mendorong inklusi sosial dan ekonomi. Salah satunya adalah melalui program urban farming untuk memperkuat kapasitas petani urban dan pelaku usaha kecil di sektor pangan. Dengan kombinasi dukungan finansial, pengetahuan teknis, dan akses ke pasar, urban farming dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan yang berkelanjutan.</p>
<p>Isu ketahanan pangan bukan lagi menjadi ancaman masa depan, melainkan krisis yang perlu ditanggulangi sekarang. Data dari World Resources Institute menunjukkan sekitar 800 juta orang di dunia masih menghadapi kelaparan, dan produksi pangan global masih perlu ditingkatkan sebanyak 56 persen untuk dapat memenuhi kebutuhan populasi dunia yang diperkirakan akan terus bertambah hingga tahun 2050. Kondisi ini diperparah dengan penemuan Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menunjukkan bahwa 30-50 persen pangan yang diproduksi secara global justru hilang atau terbuang sebelum sampai ke tangan konsumen.</p>
<p>Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong menyampaikan, “Ketahanan pangan adalah fondasi penting bagi keberlanjutan sebuah bangsa karena memastikan masyarakat memiliki akses pada pangan yang cukup, bergizi, aman dan terjangkau. Melalui inisiatif urban farming, kami tidak hanya berupaya menyediakan sumber pangan yang sehat dan berkelanjutan, tetapi juga memberdayakan masyarakat rentan agar memiliki keterampilan, kemandirian, dan peluang ekonomi. Kami percaya, kolaborasi dan inovasi di tingkat komunitas dapat menjadi solusi nyata menghadapi tantangan pangan di masa depan.”</p>
<p>Sebagai bank yang memiliki aspirasi untuk menjadi Best Bank for a Better World, Bank DBS Indonesia meyakini bahwa setiap individu termasuk karyawan memiliki peran penting dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat rentan. Aksi karyawan Bank DBS Indonesia atau yang disebut People of Purpose (PoP) aktif terlibat dalam kegiatan berkebun di FoodCycle Farm yang dikelola oleh FoodCycle Indonesia di Cisauk, Tangerang. Hal ini merupakan bagian dari pilar keberlanjutan ketiga Bank DBS Indonesia, yakni Impact Beyond Banking, yang menciptakan dampak positif diluar perbankan. Melalui kegiatan urban farming, karyawan aktif terlibat dalam memanen, menanam serta mengolah sampah organik menjadi kompos melalui pendekatan sistem sirkuler pangan atau circular food system untuk mendukung zero food waste.</p>
<p>Secara rinci, inilah bentuk kegiatan berkebun di FoodCycle Farm:</p>
<ul>
<li>Panen sayur dan hasil kebun seperti sayur selada, sawi, kangkung, dll.</li>
<li>Membersihkan dan mengepak hasil panen untuk kemudian disortir dan diserahkan ke masyarakat rentan di sekitar lokasi kebun.</li>
<li>Menanam bibit sayur seperti sayur selada, cabai dan terong, serta aneka tanaman herbal.</li>
<li>Membuat dan memupuk bedengan (lahan tanam).</li>
<li>Mencacah limbah kebun (seperti limbah kulit nanas).</li>
<li>Mengolah limbah hasil pertanian menjadi pakan untuk maggot yang dihasilkan oleh Black Soldier Fly (BSF). Maggot ini akan diolah untuk menjadi pakan ternak berprotein tinggi.</li>
<li>Mengolah limbah dan memanen ekoenzim yang telah difermentasi.</li>
</ul>
<p>Founder FoodCycle Indonesia Herman Andryanto mengatakan, “Kami senang dapat berkolaborasi dengan Bank DBS Indonesia, yang tidak hanya mendukung program FoodCycle Farm, tetapi juga melibatkan para karyawannya secara langsung. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam mengurangi limbah pangan, menciptakan sumber pangan berkelanjutan, dan memberdayakan komunitas untuk bersama menjaga lingkungan serta ketahanan pangan di Indonesia.”</p>
<p>Tak hanya itu, sebanyak 450,7 kg hasil panen cabai rawit dan keriting, selada, kangkung dan labu yang diperoleh dari kegiatan ini kemudian didistribusikan ke Yayasan Panti Asuhan Maktabul Aitam, sebuah lembaga sosial binaan FoodCycle Indonesia yang memberikan pengasuhan, pendidikan, dan pembinaan bagi anak yatim dan kurang mampu. Proses distribusi ini merupakan bagian dari upaya holistik Bank DBS Indonesia dan FoodCycle Indonesia dalam memastikan hasil pertanian bermanfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.</p>
<h3>Kolaborasi Bank DBS Indonesia dan FoodCycle Indonesia untuk Ciptakan Ekosistem Pangan</h3>
<p>Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation terus mendukung upaya ketahanan pangan nasional selama beberapa tahun terakhir. Bersama FoodCycle Indonesia, Bank DBS Indonesia menginisiasi berbagai program yang membantu mengurangi food waste sekaligus meningkatkan akses pangan bernutrisi bagi masyarakat rentan. Berawal dari program Food Rescue Warrior sejak tahun 2024, kini telah berkembang menjadi beberapa program berdampak secara nyata bagi masyarakat rentan:</p>
<p><strong>Food Rescue Warrior</strong> – pelaku usaha F&amp;B mengumpulkan makanan surplus dari restoran, hotel, toko roti, retail, dan FMCG untuk kemudian disortir dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hingga Juli 2025, program ini telah menyalurkan 326.905 kg kepada masyarakat rentan seperti panti asuhan.</p>
<p><strong>FoodCycle Farm</strong> – sebuah solusi satu atap untuk memberdayakan masyarakat diantaranya dengan bercocok tanam sayuran, mengelola kompos organik, beternak lele dimana semua memanfaatkan pendekatan circular food system. Saat ini terdapat empat lokasi urban farming (Cibubur, Jatiasih, Tanjung Barat dan Cisauk) yang telah menghasilkan panen sebesar 1.364 kg hingga Juli 2025.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/dukung-ketahanan-pangan-bank-dbs-indonesia-gerakkan-urban-farming-bantu-komunitas-rentan-2/">Dukung Ketahanan Pangan, Bank DBS Indonesia Gerakkan Urban Farming Bantu Komunitas Rentan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/majalahekonomi.com/go/wp-content/uploads/2025/08/Foto-1-FILEminimizer.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dukung Ketahanan Pangan, Bank DBS Indonesia Gerakkan Urban Farming Bantu Komunitas Rentan</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/dukung-ketahanan-pangan-bank-dbs-indonesia-gerakkan-urban-farming-bantu-komunitas-rentan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 10:07:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bank DBS]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Urban farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=90609</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAJALAH EKONOMI – Sebagai bank yang berkomitmen untuk menciptakan dampak sosial untuk masyarakat rentan, Bank...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/dukung-ketahanan-pangan-bank-dbs-indonesia-gerakkan-urban-farming-bantu-komunitas-rentan/">Dukung Ketahanan Pangan, Bank DBS Indonesia Gerakkan Urban Farming Bantu Komunitas Rentan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahekonomi.com/"><strong>MAJALAH EKONOMI</strong></a> – Sebagai bank yang berkomitmen untuk menciptakan dampak sosial untuk masyarakat rentan, Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation berfokus untuk menyediakan kebutuhan esensial dan mendorong inklusi sosial dan ekonomi. Salah satunya adalah melalui program urban farming untuk memperkuat kapasitas petani urban dan pelaku usaha kecil di sektor pangan. Dengan kombinasi dukungan finansial, pengetahuan teknis, dan akses ke pasar, urban farming dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan yang berkelanjutan.</p>
<p>Isu ketahanan pangan bukan lagi menjadi ancaman masa depan, melainkan krisis yang perlu ditanggulangi sekarang. Data dari World Resources Institute menunjukkan sekitar 800 juta orang di dunia masih menghadapi kelaparan, dan produksi pangan global masih perlu ditingkatkan sebanyak 56 persen untuk dapat memenuhi kebutuhan populasi dunia yang diperkirakan akan terus bertambah hingga tahun 2050. Kondisi ini diperparah dengan penemuan Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menunjukkan bahwa 30-50 persen pangan yang diproduksi secara global justru hilang atau terbuang sebelum sampai ke tangan konsumen.</p>
<p>Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong menyampaikan, “Ketahanan pangan adalah fondasi penting bagi keberlanjutan sebuah bangsa karena memastikan masyarakat memiliki akses pada pangan yang cukup, bergizi, aman dan terjangkau. Melalui inisiatif urban farming, kami tidak hanya berupaya menyediakan sumber pangan yang sehat dan berkelanjutan, tetapi juga memberdayakan masyarakat rentan agar memiliki keterampilan, kemandirian, dan peluang ekonomi. Kami percaya, kolaborasi dan inovasi di tingkat komunitas dapat menjadi solusi nyata menghadapi tantangan pangan di masa depan.”</p>
<p>Sebagai bank yang memiliki aspirasi untuk menjadi Best Bank for a Better World, Bank DBS Indonesia meyakini bahwa setiap individu termasuk karyawan memiliki peran penting dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat rentan. Aksi karyawan Bank DBS Indonesia atau yang disebut People of Purpose (PoP) aktif terlibat dalam kegiatan berkebun di FoodCycle Farm yang dikelola oleh FoodCycle Indonesia di Cisauk, Tangerang. Hal ini merupakan bagian dari pilar keberlanjutan ketiga Bank DBS Indonesia, yakni Impact Beyond Banking, yang menciptakan dampak positif diluar perbankan. Melalui kegiatan urban farming, karyawan aktif terlibat dalam memanen, menanam serta mengolah sampah organik menjadi kompos melalui pendekatan sistem sirkuler pangan atau circular food system untuk mendukung zero food waste.</p>
<p>Secara rinci, inilah bentuk kegiatan berkebun di FoodCycle Farm:</p>
<ul>
<li>Panen sayur dan hasil kebun seperti sayur selada, sawi, kangkung, dll.</li>
<li>Membersihkan dan mengepak hasil panen untuk kemudian disortir dan diserahkan ke masyarakat rentan di sekitar lokasi kebun.</li>
<li>Menanam bibit sayur seperti sayur selada, cabai dan terong, serta aneka tanaman herbal.</li>
<li>Membuat dan memupuk bedengan (lahan tanam).</li>
<li>Mencacah limbah kebun (seperti limbah kulit nanas).</li>
<li>Mengolah limbah hasil pertanian menjadi pakan untuk maggot yang dihasilkan oleh Black Soldier Fly (BSF). Maggot ini akan diolah untuk menjadi pakan ternak berprotein tinggi.</li>
<li>Mengolah limbah dan memanen ekoenzim yang telah difermentasi.</li>
</ul>
<p>Founder FoodCycle Indonesia Herman Andryanto mengatakan, “Kami senang dapat berkolaborasi dengan Bank DBS Indonesia, yang tidak hanya mendukung program FoodCycle Farm, tetapi juga melibatkan para karyawannya secara langsung. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam mengurangi limbah pangan, menciptakan sumber pangan berkelanjutan, dan memberdayakan komunitas untuk bersama menjaga lingkungan serta ketahanan pangan di Indonesia.”</p>
<p>Tak hanya itu, sebanyak 450,7 kg hasil panen cabai rawit dan keriting, selada, kangkung dan labu yang diperoleh dari kegiatan ini kemudian didistribusikan ke Yayasan Panti Asuhan Maktabul Aitam, sebuah lembaga sosial binaan FoodCycle Indonesia yang memberikan pengasuhan, pendidikan, dan pembinaan bagi anak yatim dan kurang mampu. Proses distribusi ini merupakan bagian dari upaya holistik Bank DBS Indonesia dan FoodCycle Indonesia dalam memastikan hasil pertanian bermanfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.</p>
<h3>Kolaborasi Bank DBS Indonesia dan FoodCycle Indonesia untuk Ciptakan Ekosistem Pangan</h3>
<p>Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation terus mendukung upaya ketahanan pangan nasional selama beberapa tahun terakhir. Bersama FoodCycle Indonesia, Bank DBS Indonesia menginisiasi berbagai program yang membantu mengurangi food waste sekaligus meningkatkan akses pangan bernutrisi bagi masyarakat rentan. Berawal dari program Food Rescue Warrior sejak tahun 2024, kini telah berkembang menjadi beberapa program berdampak secara nyata bagi masyarakat rentan:</p>
<p><strong>Food Rescue Warrior</strong> – pelaku usaha F&amp;B mengumpulkan makanan surplus dari restoran, hotel, toko roti, retail, dan FMCG untuk kemudian disortir dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hingga Juli 2025, program ini telah menyalurkan 326.905 kg kepada masyarakat rentan seperti panti asuhan.</p>
<p><strong>FoodCycle Farm</strong> – sebuah solusi satu atap untuk memberdayakan masyarakat diantaranya dengan bercocok tanam sayuran, mengelola kompos organik, beternak lele dimana semua memanfaatkan pendekatan circular food system. Saat ini terdapat empat lokasi urban farming (Cibubur, Jatiasih, Tanjung Barat dan Cisauk) yang telah menghasilkan panen sebesar 1.364 kg hingga Juli 2025.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/dukung-ketahanan-pangan-bank-dbs-indonesia-gerakkan-urban-farming-bantu-komunitas-rentan/">Dukung Ketahanan Pangan, Bank DBS Indonesia Gerakkan Urban Farming Bantu Komunitas Rentan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/f_auto,q_auto/v1755166066/Foto-1-FILEminimizer/Foto-1-FILEminimizer.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>DBS Asian Insights Conference 2025: Strategi Indonesia Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/dbs-asian-insights-conference-2025-strategi-indonesia-tumbuh-di-tengah-ketidakpastian-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 02:39:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bank DBS]]></category>
		<category><![CDATA[PT Bank DBS Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=79579</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAJALAH EKONOMI &#8211; Ketidakpastian ekonomi global, tekanan geopolitik, hingga tren deglobalisasi terus membayangi prospek pertumbuhan...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/dbs-asian-insights-conference-2025-strategi-indonesia-tumbuh-di-tengah-ketidakpastian-global/">DBS Asian Insights Conference 2025: Strategi Indonesia Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahekonomi.com/"><strong>MAJALAH EKONOMI</strong></a> &#8211; Ketidakpastian ekonomi global, tekanan geopolitik, hingga tren deglobalisasi terus membayangi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menjawab tantangan ini, Bank DBS Indonesia menggelar Asian Insights Conference 2025 dengan tema “Growth in a Changing World”. Pergelaran ini menghadirkan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo, Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani, Ekonom Indonesia dan Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong, serta Chief Economist DBS Group Research Taimur Baig untuk berdiskusi terkait tantangan struktural, arah kebijakan, dan peluang baru yang dapat mendorong pertumbuhan Indonesia di tengah lanskap global yang terus berubah.</p>
<p>Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan, “Di Bank DBS Indonesia, kami menyadari bahwa dunia usaha saat ini menuntut ketegasan dan kecepatan dalam mengambil keputusan di tengah lanskap yang semakin tidak menentu. Dengan jaringan mendalam di Asia, kami hadir sebagai mitra strategis dan tepercaya yang mampu menghadirkan konektivitas dan wawasan regional yang mumpuni dalam perdagangan, investasi, dan arus modal. Kami akan terus mengoptimalkan kekuatan jaringan kami di Asia untuk membuka peluang lintas batas bagi para pelaku usaha, mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan berdampak. Melalui DBS Asian Insights Conference 2025, kami ingin menghadirkan diskusi lintas sektor untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang inklusif dan berkelanjutan.”</p>
<p>Salah satu sumber ketidakpastian global yang turut menjadi perhatian adalah kebijakan tarif dari Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump 2.0. Meskipun dampaknya terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan masih terbatas, sektor-sektor padat karya seperti tekstil, furnitur, dan alas kaki dinilai cukup rentan terhadap guncangan perdagangan. Hal ini memperkuat urgensi untuk memperkuat pasar domestik, melakukan diversifikasi ekspor, dan meningkatkan ketahanan industri dalam negeri.</p>
<p>Di tengah tekanan tersebut, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo tetap optimistis bahwa perekonomian Indonesia dapat tumbuh hingga 8 persen. “Menurut saya, faktor penentu utama adalah meningkatkan pendapatan negara. Dan kita akan meningkatkan pendapatan itu di antaranya dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknologi informasi, termasuk melalui sistem perpajakan elektronik, untuk menambah jumlah pembayar pajak. Itulah salah satu metode dan alat yang akan kita gunakan untuk meningkatkan pendapatan negara dalam beberapa tahun ke depan.”</p>
<p>Soroti Ketidakpastian Ekonomi, Konsolidasi Politik, hingga Upaya Keberlanjutan</p>
<p>Tahun ini, DBS Asian Insights Conference 2025 menyuguhkan sesi khusus bertajuk “Beyond the Numbers: Charting Indonesia’s New Economic Course” yang menyoroti potensi penguatan domestik, transformasi digital, dan arus investasi asing. Sesi ini menghadirkan Ekonom Indonesia dan Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri bersama Chief Economist DBS Group Research Taimur Baig yang memberikan analisis mendalam dari perspektif kebijakan dan ekonomi nasional.</p>
<p>Dalam diskusi tersebut, keduanya menyoroti bahwa di tengah memanasnya tensi dagang global, Indonesia masih berada dalam posisi yang relatif tangguh berkat eksposur perdagangan yang terbatas ke Amerika Serikat dibanding negara lain. Dengan memperkuat diversifikasi pasar dan kerja sama regional, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.</p>
<p>Melengkapi diskusi ekonomi, sesi “Political Outlook 2025: Power Consolidation for Economic Growth” menghadirkan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi untuk membahas perubahan arus politik di bawah pemerintahan baru dan kebijakan seperti program makan bergizi gratis (MBG) yang diprediksi dapat memengaruhi stabilitas politik, arah belanja negara, dan iklim investasi. Sesi ini diyakini dapat memberikan perspektif bagi pelaku usaha untuk menyelaraskan strategi bisnis mereka dengan arah dan prioritas kebijakan pemerintah ke depan.</p>
<p>Sesi ini juga menempatkan Indonesia dalam konteks geopolitik global yang semakin multipolar, dengan meningkatnya ketegangan antara AS dan Tiongkok yang memperbesar ketidakpastian pasar. Di tengah tekanan tersebut, Indonesia perlu menjaga keseimbangan diplomasi, memperkuat kerja sama internasional, dan merespons kecemasan kelas menengah dengan kebijakan yang lebih akuntabel dan berpihak pada pembangunan yang inklusif.</p>
<p><strong>Bank DBS Indonesia Fasilitasi Pertumbuhan Bisnis, Ekspansi di Asia, &amp; Transisi Energi</strong></p>
<p>Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk menjadi mitra strategis nasabah dalam memperkuat konektivitas mereka di Asia serta mendampingi perjalanan transisi menuju model bisnis yang lebih hijau. Ini tercermin dari peningkatan pendanaan terkait Environmental, Social, and Governance (ESG) atau Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) sepanjang tahun 2024.</p>
<p>Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin mengatakan, “Peningkatan ini mencerminkan komitmen Bank DBS Indonesia sebagai mitra tepercaya dalam menyediakan solusi pembiayaan transisi dan pembiayaan berkelanjutan. Dengan jaringan cross-border dan fokus pada sektor strategis, kami terus mendorong pembiayaan berkelanjutan yang tidak hanya mendukung pertumbuhan bisnis, tetapi juga dekarbonisasi menuju Net Zero Emission 2050. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk menjadi ‘Best Bank for a Better World’.”</p>
<p>Konferensi ini juga turut menghadirkan dua wirausaha sosial selaku DBS Foundation Grantee, yaitu Du Anyam dan Adena Coffee, yang membagikan wawasan seputar peran inovasi dan kepedulian terhadap isu sosial dalam membangun ekonomi inklusif. Melalui model bisnis berbasis komunitas, mereka menunjukkan bagaimana dampak sosial dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan keberlanjutan di tingkat akar rumput.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/dbs-asian-insights-conference-2025-strategi-indonesia-tumbuh-di-tengah-ketidakpastian-global/">DBS Asian Insights Conference 2025: Strategi Indonesia Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/img.inews.co.id/media/600/files/networks/2025/05/22/6b850_dbs-asian-insights-conference-2025.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
