<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aplikasi &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/tag/aplikasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Jan 2025 05:44:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>Aplikasi &#8211; MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Moo Apps, Inovasi Mahasiswa UPER Raih Juara di Hackathon Taiwan</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/moo-apps-inovasi-mahasiswa-uper-raih-juara-di-hackathon-taiwan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2025 05:44:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Moo Aps]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=78982</guid>

					<description><![CDATA[Sandi Pamungkas, mahasiswa Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina (UPER), menginisiasi Moo Apps]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Sandi Pamungkas, mahasiswa Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina (UPER), menginisiasi Moo Apps</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://majalahekonomi.com/"><strong>MAJALAH EKONOMI</strong></a> &#8211; Neraca pangan nasional tahun 2024 mencatat kebutuhan konsumsi daging sapi di Indonesia mencapai 724,2 ribu ton. Namun, total produksi daging sapi dalam negeri hanya sebesar 432,9 ribu ton, sehingga terjadi defisit sebesar 291,3 ribu ton. Pasalnya pemasok utama daging sapi dalam negeri didominasi peternakan berskala kecil (BPS, 2024). Padahal swasembada pangan menjadi salah satu misi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo.</p>
<p>Merespon tantangan itu, Sandi Pamungkas, mahasiswa Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina (UPER), menginisiasi Moo Apps, sebuah inovasi teknologi yang dirancang sebagai alat pemantau kesehatan hewan ternak terintegrasi dengan aplikasi ponsel.</p>
<p>“Moo Apps dirancang untuk memungkinkan peternak memantau kesehatan sapi secara real-time. Dengan fitur seperti deteksi suhu tubuh, detak jantung, peredaran darah, dan aktivitas gerak hewan. Teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit, tetapi juga mendukung praktik peternakan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Sandi.</p>
<p>Keterbatasan produksi daging sapi juga disebabkan rendahnya kualitas ternak dan manajemen pemeliharaan yang kurang optimal. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (2024), hal ini tercermin dari lonjakan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).</p>
<p>Salah satunya di Jawa Tengah, yang merupakan wilayah dengan produksi sapi potong terbanyak, mencapai 1,26 juta ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.026 ekor sapi terinfeksi PMK. Situasi ini merugikan peternak dan berdampak negatif terhadap jumlah produksi daging sapi dalam negeri.</p>
<p>Memaksimalkan manfaat bagi peternak, Moo Apps juga dilengkapi dengan fitur konsultasi langsung dengan dokter hewan dan marketplace yang menghubungkan rumah potong hewan dengan pemasok daging, membantu peternak memasarkan hasil ternaknya lebih luas. Saat ini, aplikasi tersebut telah bermitra dengan 80 pedagang dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta produksi daging sapi dalam negeri.</p>
<p>Berkat inovasinya, Sandi meraih juara pertama dalam Presidential Hackathon International Track 2024 di Taiwan. Sebuah kompetisi yang mendukung inovasi teknologi untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Pada ajang tersebut, Sandi berhasil mengalahkan 77 peserta dari berbagai negara dengan mengangkat tema “Digital dan Ramah Lingkungan: Infrastruktur Publik Generasi Berikutnya”. Atas pencapaian tersebut, Sandi menerima hadiah uang tunai sebesar 5.000 USD.</p>
<p>Sandi merupakan mahasiswa berprestasi dengan ketertarikan pada inovasi teknologi dan pengembangan solusi berbasis keberlanjutan. Ia telah meraih berbagai penghargaan, termasuk 1st Astranauts by PT. Astra International Tbk, 1st Wirausaha Muda Syariah by Otoritas Jaksa Keuangan (OJK) dan prestasi lainnya. Ketertarikannya pada isu ketahanan pangan dan efisiensi di sektor peternakan mendorongnya mengembangkan Moo Apps sebagai solusi praktis yang dapat mendukung peternak dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil ternak.</p>
<p>Selain hadiah uang tunai, Sandi memperoleh kesempatan berkolaborasi dengan pemerintah Taiwan dalam pengembangan lebih lanjut Moo Apps. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat proses komersialisasi dengan penyempurnaan fitur, seperti peningkatan akurasi sensor dan optimalisasi sistem berbasis AI.</p>
<p>Selain itu, Sandi mengaplikasikan teknologi panel surya pada alat sensor Moo Apps untuk kebutuhan pengisian daya, memungkinkan alat ini beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan pada sumber listrik eksternal. Inovasi ini tidak hanya mengurangi biaya operasional peternak, tetapi juga mendukung konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi terbarukan secara optimal.</p>
<p>Keberhasilan Sandi dalam ajang internasional tersebut mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU. Menurut Prof. Wawan, kesuksesan yang diraih Sandi merupakan cerminan kemampuan mahasiswa dalam memahami tantangan sosial yang mampu diselaraskan dengan proses pembelajaran secara mendalam.</p>
<p>“Prestasi Sandi dengan Moo Apps di tingkat internasional membuktikan keberhasilan mahasiswa Universitas Pertamina dalam mengaplikasikan pembelajaran ke inovasi berdampak nyata. Sebagai perguruan tinggi berorientasi teknologi dan energi, UPER berkomitmen mengembangkan inovasi berkelanjutan bagi mahasiswa, termasuk melalui peminatan Energy Economics &amp; Sustainability, agar lebih siap menghadapi tantangan global,” tutup Prof. Wawan.</p>
<p>Sebagai informasi, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tengah membuka peluang untuk berkuliah di UPER. Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat mengakses informasi selengkapnya melalui situs resmi Universitas Pertamina.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/beritajabar.id/wp-content/uploads/2025/01/aar19.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pendaftaran BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Rujukan Bebas Antre Pakai Mobile JKN</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/pendaftaran-bpjs-kesehatan-di-rumah-sakit-rujukan-bebas-antre-pakai-mobile-jkn/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jun 2024 10:12:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Moblie JKN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=70192</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; BPJS Kesehatan merupakan salah satu jaminan sosial yang dikelola oleh pemerintah yang dapat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; BPJS Kesehatan merupakan salah satu jaminan sosial yang dikelola oleh pemerintah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun dikarenakan saat ini peserta BPJS Kesehatan jumlahnya sangat banyak, seringkali terjadi antrean panjang di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit, dan lainnya.</p>
<p>Namun kamu tidak perlu khawatir, kini peserta BPJS Kesehatan dapat dengan mudah melakukan pendaftaran di FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut) atau rumah sakit rujukan dengan mudah, cepat dan tanpa perlu antre dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN.</p>
<p>Yuk simak langkah langkah pendaftaran mudah dan tanpa antre menggunakan aplikasi Mobile JKN!<br />
1. Unduh Aplikasi Mobile JKN di Playstore atau App Store<br />
Sebelum melakukan pendaftaran, tentunya pastikan terlebih dahulu kamu sudah memiliki aplikasi Mobile JKN di ponselmu ya</p>
<p>2. Buka aplikasi Mobile JKN lalu klik &#8220;masuk&#8221; (Jika sudah terdaftar) atau klik &#8220;daftar&#8221; (Jika belum terdaftar)<br />
Pastikan kamu sudah melakukan registrasi pada aplikasi mobile JKN, data yang diperlukan ketika registrasi akun Mobile JKN adalah NIK, Nama peserta, Tanggal lahir, dll.</p>
<p>3. Setelah berhasil masuk, Pilih pendaftaran Pelayanan (Antrean)<br />
Untuk melakukan pendaftaran klik menu Pendaftaran pelayanan (antrean) agar dialihkan ke menu selanjutnya</p>
<p>4. Pilih Faskes Rujukan Tingkat Lanjut<br />
Langkah berikutnya yaitu pilih &#8220;Faskes Rujukan Tingkat Lanjut&#8221;, namun sebelum itu pastikan kamu sudah mendapatkan rujukan dari faskes pertama terlebih dahulu</p>
<p>5. Pilih nomor rujukan<br />
Selanjutnya pilih nomor rujukan, lalu pilih rencana kunjungan serta nama dokter rujukan</p>
<p>6. Klik &#8220;daftar pelayanan&#8221;<br />
Lalu langkah terakhir klik &#8220;daftar pelayanan&#8221;, setelah itu akan muncul nomor antrian untuk ke poli atau dokter rujukan</p>
<p>Nah, itulah beberapa langkah dapat kamu lakukan ketika ingin melakukan pendaftaran BPJS Kesehatan menggunakan Aplikasi Mobile JKN dengan mudah, cepat dan tanpa antre. Semoga bermanfaat</p>
<p>Muhammad Yusuf<br />
Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/puskesmasgunungsari.cirebonkota.go.id/wp-content/uploads/2023/06/mobile-jkn.png?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Hati-hati! Ada Aplikasi WhatsApp Palsu Curi Data dan Bobol Rekening</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/hati-hati-ada-aplikasi-whatsapp-palsu-curi-data-dan-bobol-rekening/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2024 04:07:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[WhatsApp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68692</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Pengguna Android harus lebih berhati-hati saat menginstal aplikasi dari sumber yang tidak resmi....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Pengguna Android harus lebih berhati-hati saat menginstal aplikasi dari sumber yang tidak resmi. Pasalnya peneliti keamanan siber menemukan aplikasi berbahaya yang menyamar sebagai aplikasi populer.</p>
<p>Aplikasi Android berbahaya menyamar sebagai Google, Instagram, Snapchat, WhatsApp, dan X (sebelumnya Twitter) telah diamati oleh peneliti karena mencuri kredensial pengguna.</p>
<p>&#8220;Malware ini menggunakan ikon aplikasi Android yang terkenal untuk menyesatkan pengguna dan mengelabui korban agar menginstal aplikasi berbahaya di perangkat mereka,&#8221; kata tim peneliti ancaman SonicWall Capture Labs dalam sebuah laporan baru-baru ini, dikutip dari Hacker News, Selasa (14/5/2024).</p>
<p>Ketika dibuka pertama kalinya, aplikasi palsu akan meminta izin akses untuk Android Accessibility Service dan Device Admin Permission. Jika akses terhadap dua hal ini diberikan, hacker bisa mengambil alih perangkat korban dan mencuri data sensitif.</p>
<p>Setelah memperoleh izin, memungkinkan aplikasi palsu itu untuk mendapatkan kontrol atas perangkat. Jika aksinya berhasil, aplikasi akan melakukan tindakan sewenang-wenang mulai dari pencurian data hingga penyebaran malware tanpa sepengetahuan korban.</p>
<p>Aplikasi berbahaya ini kemudian menghubungkan perangkat dengan server command and control yang dikontrol oleh hacker untuk menerima instruksi berikutnya.</p>
<p>Jadi aplikasi ini bisa melakukan tindakan seperti membaca SMS, membaca log panggilan, mengakses data notifikasi, mengirimkan pesan, dan membuka website untuk tujuan phishing.</p>
<p>Halaman phishing dibuat semirip mungkin dengan halaman login aplikasi dan layanan populer seperti Facebook, Instagram, LinkedIn, Microsoft, Netflix, PayPal, dan lainnya. Tujuan halaman phishing ini tentu untuk mencuri username dan password milik pengguna.</p>
<p>Ini juga mengikuti penemuan malware yang mendistribusikan trojan perbankan Android seperti Coper, yang mampu memanen informasi sensitif dan menampilkan overlay palsu, menipu pengguna agar secara tidak sadar menyerahkan kredensial mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/cdn.koalisi.co/wp-content/uploads/2023/05/WhatsApp-Image-2023-05-14-at-12.19.39.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
