Rupiah Hari Ini Jadi Mata Uang Terburuk di Asia

Rupiah pada Selasa pukul 09.15 WIB ada di posisi Rp 16.110 per US$1

Honda akan menampilkan secara perdana tiga model pertama dari Yè Series yaitu Ye P7, Ye S7, dan Ye GT CONCEPT

Rupiah pada Selasa pukul 09.15 WIB ada di posisi Rp 16.110 per US$1

DEPOKPOS – Nilai tukar rupiah ambruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan pekan ini, Selasa (16/4/2024). Rupiah bahkan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk pada hari ini.

Merujuk pada Refinitiv, rupiah pada Selasa pukul 09.15 WIB ada di posisi Rp 16.110/US$1. Rupiah ambruk 1,68%.

Jebloknya rupiah bisa dipahami mengingat pasar keuangan domestik baru dibuka pada hari ini. Selama liburan, pasar keuangan global juga dihantam sejumlah sentimen negatif mulai dari kenaikan inflasi AS, serangan drone Iran ke Israel, serta lonjakan harga minyak.

Artinya, dampak negatif rupiah baru bisa diabsorb pasar pada hari ini sementara mata uang lain sudah terkena dampaknya sebelum Selasa.

Seperti diketahui, Inflasi AS di luar dugaan menanjak hingga 3,5% (year on year/yoy) pada Maret 2024 dari 3,2% pada Februari.

Sejumlah data AS juga menunjukkan ekonomi AS masih panas.

Data tenaga kerja AS juga menunjukkan adanya penambahan 303.000 pada non-farm payrolls, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar di angka 200.000.

BACA JUGA:  Libur Akhir Tahun, Rupiah Melemah ke Rp15.435

Terbaru, data penjualan ritel AS untuk bulan Maret melampaui ekspektasi para analis, yang merupakan bukti terbaru mengenai ketahanan konsumen Amerika.

Departemen Perdagangan melaporkan pada hari Senin (15/4/2024), penjualan ritel meningkat 0,7% pada periode Maret 2024, jauh lebih cepat dari perkiraan konsensus Dow Jones yang memperkirakan kenaikan 0,3%.

Kondisi ini membuat pasar semakin pesimis terhadap pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
Perangkah CME Fedwatch Tool menunjukkan pelaku pasar kini hanya bertaruh 21,7% jika The Fed akan memangkas suku bunga di Juni. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pada dua pekan lalu yang mencapai 60-70%.

Pesimisme pasar membuat dolar AS kembali diburu. Pada penutupan perdagangan Senin (15/4/2024). indeks dolar terbang ke 106,208. Posisi tersebut adalah yang tertinggi sejak awal November atau lima bulan terakhir.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di Majalah Ekonomi? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818