Rendahnya Minat Baca Mempengaruhi Kualitas Bangsa

Seperti tubuh yang membutuhkan jiwa, ruangan tanpa buku dianggap kosong dan tidak bermakna

DEPOKPOS – Kalian pernah mendengar kutipan dari seorang orator dan penulis prosa terkenal yaitu Cicero yang mengatakan a room without book like body without soul, memiliki makna betapa pentingnya buku dalam kehidupan. Seperti tubuh yang membutuhkan jiwa, ruangan tanpa buku dianggap kosong dan tidak bermakna.

Tapi sepertinya kutipan itu tidak begitu berarti bagi masyarakat Indonesia. Kenyataan nya Indonesia memiliki minat baca yang terbilang sangat rendah, bahkan pada tahun 2022 Indonesia masuk dalam bagian 11 negara dengan minat baca terendah menurut survei yang dilakukan oleh Program of International Student Assessment (PISA).

Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca. Hal itu terjadi karena di Indonesia masyarakat membaca hanya untuk isengsaja, menghabiskan waktu disaat sedang jenuh atau bosan, dan hanya dilakukan sekilas saja.

Rendahnya minat baca di Indonesia penyebabnya mungkin karena pengaruh lingkungan, membaca yang tidak dianggap penting sejak dini, generasi zaman sekarang yang serba instan, hingga tidak adanya kesadaran dalam diri akan pentingnya membaca untuk kehidupan sehari-hari.

Membaca itu bukan hanya sekedar melihat tulisan namun lebih dari itu. Membaca adalah kegiatan memahami dan menganalisa suatu tulisan untuk memperoleh pesan yang disampaikan oleh penulis. Oleh karena itu membaca memiliki banyak manfaat. Seseorang yang gemar membaca akan memiliki rasa penasaran dan ingin tahu yang tinggi, sehingga membuatnya akan selalu mencari ilmu pengetahuan dan wawasannya pun menjadi bertambah semakin luas. Dengan membaca kita juga dapat mengetahui tentang banyak hal terlebih tentang diri sendiri, yang akan membantu kita untuk berkembang dari segi perilaku dan pola pikir, sehingga dapat membuat kita lebih bijaksana dalam menghadapi masalah dan mempermudah kita dalam menyelesaikan masalah. Dan ternyata kegemaran membaca akan membuat diri kita menjadi pribadi yang lebih cerdas, sehingga dapat meningkatkan kualitas diri.

Menurut beberapa penelitian warga Indonesia rata-rata membaca 0-1 buku setiap tahun, sedangkan warga Jepang bisa menghabiskan 10-15 buku dalam setahun. Hal itu membuat rata-rata warga Jepang memiliki kemampuan berpikir yang sangat cerdas dan lebih maju, sehingga negara Jepang menjadi negara yang seribu langkah lebih maju dari Indonesia.

Tetapi pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Mengikuti perkembangan zaman yang memasuki era digital. Salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia di era digital ini yaitu menyediakan platform digital seperti e-book di perpustakaan nasional yang membuat kita dapat membaca dimanapun kita berada, tanpa harus mengunjungi perpustakaan nasional secara langsung.

Bukan hanya pemerintah yang harus berupaya untuk meningkatkan minat baca dan literasi di Indonesia. Tetapi para generasi muda bangsa harus juga berusaha untuk membantu pemerintah meningkatkan budaya literasi di Indonesia melalu peningkatan minat baca masyarakat. Karena pemuda berperan penting dalam pelaksanaan pembangunan bangsa. Para pemuda memiliki kreativitas lebih tinggi dibandingkan dengan usia lainnya. Oleh karena itu, generasi muda dianggap cukup tepat jika terjun langsung di tengah masyarakat. Diharapkan para generasi muda nantinya akan mengusung program-program yang terbaik dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat.

Di samping itu saat ini di seluruh dunia sudah berkembang platform-platform digital yang menyediakan cerita dan buku-buku yang menarik untuk dibaca. Berbagai genre sudah tersedia. Di mana pun kita berada dan kapanpun waktunya kita bisa membaca tanpa harus berat-berat membawa buku. Bukankah lebih simple dan tidak sulit? Tetapi kenapa bagi masyarakat Indonesia semua itu masih terasa begitu sulit?

Hal itu seharusnya membuat kita bisa menjadi lebih sadar akan pentingnya membaca, dengan semua yang sudah dipermudah, apalagi alasan untuk kita menjadikan membaca hanya untuk isengsemata? Jadikanlah membaca sebagai salah satu prioritas untuk kita.

Karena di era globalisasi ini membaca dianggap sangat penting sebagai tolak ukur negara yang maju dan berkembang. Karena kegemaran membaca berperan penting dalam menciptakan bangsa yang berkualitas.

Zahra Fitria Novitasari, SMAN 15 Kota Bekasi