Oase  

Ragnar Oratmangoen, Menjadi Mualaf di Usia 15 Tahun

"Saya tidak terlahir sebagai sebagai muslim. Saya dibesarkan sebagai seorang kristen"

JAKARTA – Kisah pencarian Tuhan Pemain Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen menarik perhatian belum lama ini. Dia pindah agama di usia muda menjadi muslim yang taat.

Ragnar Oratmangoen tidak terlahir sebagai muslim. Dia menjadi mualaf pada usia ke-15 tahun. Berawal dari mendalami islam, ia memutuskan untuk berpindah keyakinan. Faktor lingkungan turut memengaruhi pilihannya.

“Saya tidak terlahir sebagai sebagai muslim. Saya dibesarkan sebagai seorang kristen,” ujar Ragnar Oratmangoen membuka cerita dalam Media Day Timnas Indonesia di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2024) lalu.

“Tetapi, setelah saya tumbuh dewasa, saya menemukan jalan ke islam,” tutur pemain Fortuna Sittard di Eredivisie yang dipinjam dari Groningen tersebut.

“Bagi saya, hal-hal yang saya pelajari tentang Tuhan. Teman saya juga sering mengajak ke masjid ketika itu. Mereka mengajarkan saya soal Tuhan,” ungkap Ragnar Oratmangoen.

“Lalu juga bagaimana agama ini bisa membantu dalam hidup. Ini menyentuh saya dan akhirnya saya memutuskan untuk menjadi seorang muslim,” ucap pemain berusia 26 tahun ini.

Banyak pemain beragama islam di Timnas Indonesia, juga jadi rasa syukur yang diutarakan oleh Ragnar sebagai seorang muslim.

Kumandang Azan di berbagai penjuru Jakarta, juga jadi suatu hal istimewa bagi pemain yang merumput di Fortuna Sittard tersebut.

“Ini sangat menyenangkan banyak pemain yang beragam muslim di sini. Ini sungguh spesial untuk saya,” tambahnya.

“Ya ini pertama kali saya mendengar azan sebanyak ini saat melakukan latihan tadi pagi. Bagi saya ini suatu hal yang indah dan mengharukan, tak pernah saya mendengar azan sekeras ini. Ini sangat berkesan untuk saya,” tutup Ragnar.