Perubahan Kata Serapan, dari Asal hingga Makna Baru

DEPOKPOS – Bahasa Indonesia kaya akan kata serapan, yang berasal dari berbagai bahasa asing. Proses penyerapannya tidak hanya menambah perbendaharaan kata, tetapi juga mengubah makna asli dari kata tersebut.

Artikel ini akan membahas evolusi kata serapan, mulai dari asalnya hingga bagaimana maknanya berkembang dalam penggunaan sehari-hari di Indonesia.

Asal-Usul Kata Serapan

Kata serapan adalah kata yang diambil dari bahasa lain dan diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Proses ini sudah berlangsung selama berabad-abad, dipengaruhi oleh interaksi Indonesia dengan berbagai bangsa. Misalnya, kata “bakso” berasal dari bahasa Tionghoa, “kantor” dari bahasa Belanda, dan “internet” dari bahasa Inggris.

Interaksi dengan bangsa lain melalui perdagangan, kolonialisme, dan globalisasi telah memperkaya bahasa Indonesia. Kata-kata tersebut diadopsi dan disesuaikan dengan fonologi dan morfologi bahasa Indonesia, sehingga lebih mudah digunakan oleh penutur asli.

Proses Penyerapan dan Adaptasi

Ketika sebuah kata asing masuk ke dalam bahasa Indonesia, ia mengalami beberapa tahap penyesuaian. Pertama, dari segi fonologi, dimana pengucapan kata disesuaikan dengan sistem bunyi bahasa Indonesia. Misalnya, kata “television” diubah menjadi “televisi” agar lebih sesuai dengan pola bunyi bahasa Indonesia.

BACA JUGA:  Penerapan Kaidah Fiqiyah Terhadap Transaksi Keuangan Persepektif Terkait Riba

Selanjutnya, dari segi morfologi, dimana bentuk kata disesuaikan dengan aturan pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Contohnya, kata “information” diubah menjadi “informasi” dan dapat diturunkan menjadi kata “menginformasikan” atau “informan”.

Evolusi Makna Kata Serapan

Tidak hanya bentuk, makna kata serapan juga sering mengalami perubahan. Kata “amplop” yang berasal dari bahasa Belanda “envelop”, awalnya bermakna sampul surat. Namun, dalam konteks Indonesia, kata ini berkembang menjadi simbol suap atau uang sogokan dalam istilah “amplop cokelat”.

Contoh lainnya adalah kata “kredit”. Dalam bahasa Inggris, “credit” berarti pinjaman atau kepercayaan dalam konteks keuangan. Di Indonesia, kata ini selain mempertahankan makna asli, juga berkembang menjadi istilah untuk pembayaran berjangka dalam konteks belanja barang elektronik atau lainnya.

Pengaruh Budaya Terhadap Evolusi Makna

Budaya lokal memainkan peran penting dalam evolusi makna kata serapan. Kata “bos” yang berasal dari bahasa Belanda, awalnya berarti atasan atau pimpinan. Namun, dalam konteks budaya Indonesia, kata ini juga digunakan secara informal untuk menyapa teman atau kenalan, menunjukkan keakraban.

BACA JUGA:  Rahasia Sukses Membangun Bisnis Online: Cara Tentukan Produk yang Tepat Untuk Bisnis Online Anda

Selain itu, budaya pop dan media sosial turut mempengaruhi perubahan makna kata serapan. Kata “viral” yang berasal dari bahasa Inggris, awalnya berarti sesuatu yang berhubungan dengan virus. Namun, dalam konteks digital, kata ini berkembang menjadi sesuatu yang cepat menyebar di internet.

Masa Depan Kata Serapan di Indonesia

Seiring perkembangan teknologi dan komunikasi global, jumlah kata serapan dalam bahasa Indonesia diperkirakan akan terus bertambah. Perkembangan ini tentu saja akan terus mempengaruhi dan memperkaya bahasa Indonesia.

Namun, penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan antara menyerap kata asing dan mempertahankan identitas bahasa Indonesia. Pendidikan dan kesadaran akan bahasa harus ditingkatkan agar generasi mendatang tetap menghargai dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik.

Amanda

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di Majalah Ekonomi? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818