Pengamat: Dikit-dikit Lapor, Citra Gemoy jadi Menakutkan!

“Ini akan menebalkan citra TKN 02, bahwa gemar sekali melapor-laporkan orang. Apa pun jadi bahan laporan”

JAKARTA – Pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menyatakan,  Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran melaporkan koran Achtung ke polisi dapat mengancam demokrasi dan kebebasan berpendapat.

“Ini akan menebalkan citra TKN 02, bahwa gemar sekali melapor-laporkan orang. Apa pun jadi bahan laporan. Menurut saya, kurang positif terhadap citra elektabilitas 02,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Hal itu disampaikan Ray terkait rencana TKN Prabowo-Gibran mengadukan pembuat Achtung “Reformasi Dikhianati” ke Bareskrim Polri, pasca aksi serentak mahasiswa di 899 Kampus yang tersebar di 35 Provinsi Indonesia pada Kamis, 11 Januari 2023.

Dia pun mengingatkan, langkah tersebut bakal berdampak negatif terhadap citra gemoy dan riang gembira, yang susah payah dibangun sejak awal Pilpres 2024. Akibatnya juga dapat mempengaruhi tingkat keterpilihannya, khususnya di kalangan Gen-Z dan milenial.

“Itu akan menimbulkan citra yang seolah-olah baper (bawa perasaan) dikit, lapor; baper dikit, lapor. Ya, jadi, citra gemoy dan riang gembira sekarang menakutkan, karena dikit-dikit lapor,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, mantan aktivis 98 ini menilai, apa yang dilakukan mahasiswa tersebut termasuk kampanye negatif (negative campaign) bukan kampanye hitam (black campaign), sebab narasi yang ada di dalam Achtung, termasuk fakta bukan hoaks.

“Ini termasuk negative campaign karena menyebutkan sesuatu yang pernah terjadi. Nah, yang menjadi perdebatan soal sanksinya apa, keputusan hukumnya apa. Tapi, peristiwa itu sendiri terjadi,” jelasnya.