Menang 3-0 di Kandang Vietnam, Mana yang Kemarin Bilang Timnas Beruntung?

Bahkan ada pengamat sepak bola yang menyebut Indonesia menang beruntung karena tidak mencetak gol melalui open play

Ada pengamat sepak bola dalam negeri yang menyebut Indonesia menang beruntung karena tidak mencetak gol melalui open play

DEPOKPOS – Timnas Indonesia membuktikan diri bisa menang dengan skor meyakinkan atas Vietnam yang merupakan tim peringkat pertama di kawasan ASEAN.

Sebelum 2023, Skuad Garuda kesulitan menang, bahkan meladeni permainan agresif Vietnam. Saat Kualifikasi Piala Dunia 2022, Indonesia bahkan dibantai 0-4 oleh Vietnam di masa pandemi Covid-19.

Usai dibantai Vietnam dengan skor 4-0 di masa pandemi Covid-19, Timnas Indonesia kemudian berbenah, dan bisa menang 1-0 atas Vietnam di Piala Asia 2023.

Akan tetapi kemenangan itu tetap dicibir lantaran lahir dari titik penalti.

Kemudian kemenangan Tim Merah Putih atas The Golden Star Warriors berlanjut dengan skor 1-0 di GBK, pekan lalu, dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Lagi-lagi sindiran bermunculan setelah gol kemenangan Indonesia atas Vietnam di GBK yang dicetak Egy Maulana Vikri dianggap berbau keberuntungan.

Gol itu tercipta lewat skema lemparan ke dalam Pratama Arhan yang langsung mengarah ke kotak penalti Vietnam. Bek Vietnam Vo Minh Trong salah membuang bola, sehingga Egy dengan mudah mencetak gol.

“Jenis laga seperti ini, gol pertama akan jadi keberuntungan bagi yang mencetaknya dan gol ini datang dari sebuah situasi berbau ketidaksiapan dari kami, karena itu bukan hasil dari strategi. Kami tahu bahwa bola itu akan datang, tapi ketika waktunya tiba, kami tak bisa melakukan apa-apa,” ucap pelatih Vietnam Troussier seusai laga yang kemudian diamini para hater Timnas.

Suara sumbang kemenangan beruntun Timnas Indonesia atas Vietnam di Jakarta juga datang dari dalam negeri.

Bahkan ada pengamat sepak bola yang menyebut Indonesia menang beruntung karena tidak mencetak gol melalui open play.

Akan tetapi Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan kini membuktikan bisa mencetak lebih dari satu gol tanpa tendangan penalti dan lemparan Arhan yang absen karena sakit.

Tiga gol Indonesia di kandang Vietnam dicetak Jay Idzes lewat skema sepak pojok. Ragnar Oratmangoen menggandakan keunggulan Indonesia jadi 2-0 melalui permainan taktis dengan Nathan Tjoe-A-On dan keputusan tepat dalam melepaskan tendangan.

Striker Muhammad Ramadhan Sananta menutup kemenangan Indonesia. Gol ini juga diawali dengan sepak pojok, lalu terjadi kemelut di depan kotak penalti Vietnam dan kemudian dituntaskan Sananta.