KWK Pusat Harus Diawasi, Ini Kata FSPTI

Taufik Azhar Janji Akan Benahi Trayek KWK B08 Cengkareng

JAKARTA – Perhimpunan Anggota Pemilik Koperasi Wahana Kalpika (KWK) B08 Jakarta Barat kembali sambangi kantor KWK Pusat berlokasi di jalan Kayu putih Empat, Jakarta Pusat (19/4/2024).

Kedatangan mereka untuk memenuhi undangan Ketua Umum KWK sebagai pemenuhan bentuk aspirasi yang belum tersampaikan.

Wakil ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) Ramout Saut Sumihardo, (alias Ardo-red) didampingin perwakilan dari para pemilik angkutan umum KWK B08 Jakarta Barat serta adanya undangan khusus dari ketua KWK Jakarta Barat Drs. Marfuad Hamzar dimana hasil pertemuan sebelumnya dengan Sudiono Husen selaku dewan pengawas KWK Pusat pada Rabu (17/4) lalu telah meminta para pihak hadir kembali pada hari Jum’at (19/4/2024) untuk bertemu langsung dengan pimpinan KWK.

Ironisnya, pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup, awak media yang hadir tidak diperkenankan masuk untuk meliput hingga menjadi suatu pertanyaan dikalangan awak media yang hadir.

Sekitar lebih kurang dua jam rapat digelar, akhirnya Ramout Saut Sumihardo (Ardo-red) keluar dari gedung KWK Pusat, sebagai perwakilan dari Perhimpunan anggota pemilik Koperasi KWK B08 secara siaran pers Ardo mengungkapkan hasil ada yang didapat dari rapat tersebut, “saya mendapatkan pernyataan langsung dari ketum KWK Taufik Azhar terkait permasalahan Trayek B08, hal ini akan segera dikaji ulang sebelum launcing. “Kata Aldo.

BACA JUGA:  Taufik Azhar Janji Akan Benahi Trayek KWK B08 Cengkareng

Dia menjelaskan launching trayek yang direncanakan pada awal bulan Mei 2024 ini, menurut para pengurus KWK Pusat harus dikaji ulang, hal itu diutarakannya beberapa alasan, diantaranya untuk jalur yang lama, saat ini dianggap kurang pas untuk dilewati oleh KWK B08, hal itu terkait dengan jarak dan juga kondisi jalan yang belum maksimal.

Sambung Ardo, pada intinya pihaknya akan tetap meminta 7 point yang sudah diutarakannya pada hari sebelumnya, yang mana pihaknya tidak akan merubah tuntutannya hingga saat ini.

“Pada intinya, kami selaku putra wilayah, harus diberikan hak prioritas secara otonom, serta berhak mencari rejeki diwilayah kami sendiri. Kami akan kawal terus hingga launcing trayek baru itu dilaksanakan. Jangan sampai kuota trayek diwilayah ini, malah diberikan kepada pemilik kendaraan yang bukan dari wilayah kami,” tegas Ardo.

Selanjutnya, saat awak media ingin mengkonfirmasi Taufik Azhar selaku ketua umum KWK dari keterangan petugas keamanan kantor KWK Pusat, ketum KWK Taufik Azhar sudah tidak ada ditempat.

BACA JUGA:  Libur Nataru, Pertamina Siapkan Program Pemerataan Energi

“Pak Taufik sudah jalan keluar ada urusan lain, sepertinya beliau mau melayat,”terang Petugas keamanan tersebut.

Saat ditanya kemana awak media bisa minta keterangan dari pengurus KWK pusat terkait hasil rapat antara Pemilik KWK B08 dengan KWK Pusat, petugas keamanan mengatakan, “coba aja di sebelah sana pak, situ ada pak Agus, “ujarnya.

Ketika para awak media mencari tahu siapa Agus yang dimaksud, ternyata orang yang itu bukanlah pengurus dari KWK Pusat ataupun KWK wilayah manapun.

Agus yang dimaksud, ternyata diduga seorang Kepala Desa Cemplong, Kecamatan Ciomas, yang berada di wilayah Kabupaten Serang, Provinsi Banten, entah kehadirannya dirapat tersebut kapasitasnya sebagai apa belum diketahui.[]

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di Majalah Ekonomi? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818