Kuliah Ramadhan Mahir Digital 2.0

Kuliah Ramadhan Mahir Digital 2.0

JAKARTA – Sukses dengan penyelenggaraan Kuliah Ramadan (KURMA) Mahir Digital 1.0, pada tahun lalu yang dihadiri sekitar 300 peserta, KURMA Mahir Digital 2.0 yang diselenggarakan pada hari Minggu, 8 Maret 2026 di Convention Hall Menara 165, dibanjiri peserta.

Total peserta yang hadir mulai dari jam 09.00 hingga jam 21.00 malam, tidak kurang dari 800 orang. Sampai jelang selesai acara yang diselingi dengan berbuka puasa bersama lalu dilanjutkan dengan shalat tarawih berjamaah, ruangan masih terisi penuh.

Menariknya, peserta yang hadir sangat variatif. Semua generasi ada. Mulai dari generasi baby boomer (1946-1964), hingga generasi alpha (2013-sekarang), ikut hadir.

Semua peserta sangat antusias menyimak kata kata semangat, motivasi, dan perjuangan from zero to hero dari semua pembicara yang hadir. Miftah Armia, founder Aermi, menyihir peserta dengan kisahnya membangun gurita bisnis dari nol.

”The Power of Wining With Organic Marketing” menjadi kata kuncinya. Miftah memulai bisnisnya dari minus dimana dia mendapatkan warisan hutang orang tuanya sebesar 300 juta.

Kini pemegang brand parfum AERMI ini sudah beromzet puluhan miliar.
Sandiaga Salahudin Uno yang hadir sebagai pembicara kunci mengatakan Indonesia adalah negara terbesar ketiga dalam bisnis ekonomi digital dunia, dan tertinggi di Asia Tenggara dengan nilai ekonomi digital sebesar USD 130 Miliar.

”Wirausaha digital adalah pencipta dan pencetak lapangan kerja. Dan harus dilakukan dengan mencari keberkahan,” tegas Sandi yang membagikan kiatnya itu dalam formula FAST, yaitu Fathonah, Amanah, Sidik, dan Tablig.

Fahmi Auditya, founder/CEO Mahir Digital menegaskan bahwa saat ini sudah ada lebih dari 10.000 member Mahir Digital di seluruh Indonesia.

”Target Mahir Digital adalah 1 juta member,” ujarnya dengan santai. Pria generasi milenial yang biasa disapa Audi ini berharap, semakin banyak orang yang berhasil dan closing.

Sebelum membangun Mahir Digital, Audi adalah youtuber dengan konten-konten digital marketing yang sangati dicari. Dalam hampir semua youtube yang dibagikannya, semua berkomentar bahwa apa yang Audi sampaikan adalah daging yang selama ini mereka cari. Dari komentar-komentar itulah, Audi melihat bahwa sangat banyak orang, semua usia, ingin belajar tentang marketing digital. Itu salah satu alasan yang mendorongnya mendirikan kampus digital, Mahir Digital.

”Jika mau berhasil dalam bidang apapun, satu hal yang paling utama adalah jangan pernah menyalahkan siapapun,” ujarnya. ”Temukan solusi, jangan mencari alasan,” tegasnya. Melalui Mahir Digital, Audi ingin lebih banyak lagi orang yang sukses dan closing. ”Belajar langsung praktek itu baru bener,” lanjutnya.

Pembicara lain Berto Saksono Jati berbagi kiat bagaimana memanfaatkan TikTok affiliate untuk meraup cuan. Malu dan malas adalah musuh utama.
”Anda harus berani mencoba, jika ingin berhasil,” tandasnya.

Menurut Berto hampir semua orang sudah bisa dipastikan fb, Instagram, dan TikTok. Selama ini mungkin hanya ikut-ikutan dan hanya tahu sebatas menonton video orang. Seringkali munkin merasa risih melihat orang lain di video yang anda tonton bagi bagi duit, jualan produk segala rupa produk.

”Namun apakah anda tahu bahwa orang-orang yang yang membuat anda risih itu, sudah menghasilkan uang mulai dari yang nilainya puluhan ribu sampai puluhan miliar,” tegas Berto.
Pria pemillik produk ”tahu go” – dan sudah dijual, kini fokus menjadi TikTok affiliate dan meninggalkan bisnis konvensional.

”Saya pernah diundang CNN hanya untuk ditanya rahasia bangkit dari bangkrut,” selorohnya yang disambut gerr hadirin.

Deni Santoso, founder dan CEO Brainboost, yang menjadi pembicara terakhir mengajak semua peserta untuk menghilangkan rasa takut dengan berani bermimpi.

Seorang teman, yang duduk di sebelah saya bertanya.

”Saya pengen jualan online, tapi gak tahu bagaimana cara memulainya”, keluhnya mengingat usianya yang tidak lagi muda. Saya hanya menjawab singkat Bapak beruntung hadir di acara ini. Jawaban atas pertanyaan Bapak ada disini semuanya. Bravo Mahir Digital! (red)