<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Health Arsip - MAJALAH EKONOMI</title>
	<atom:link href="https://majalahekonomi.com/kategori/health/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahekonomi.com/kategori/health/</link>
	<description>Majalah Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 May 2026 03:29:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/w_100,h_100,c_fill,g_auto/f_auto,q_auto/v1725623573/MEfav/MEfav.jpg?_i=AA</url>
	<title>Health Arsip - MAJALAH EKONOMI</title>
	<link>https://majalahekonomi.com/kategori/health/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kasus Hantavirus di RI Tembus 23 Orang, 3 Meninggal</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/kasus-hantavirus-di-ri-tembus-23-orang-3-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 03:29:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Hantavirus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=99380</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan sebanyak 23 kasus positif hantavirus ditemukan di Indonesia sepanjang...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/kasus-hantavirus-di-ri-tembus-23-orang-3-meninggal/">Kasus Hantavirus di RI Tembus 23 Orang, 3 Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan sebanyak 23 kasus positif hantavirus ditemukan di Indonesia sepanjang periode 2024 hingga 2026.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, tiga pasien meninggal dunia sehingga tingkat fatalitas kasus atau case fatality rate (CFR) tercatat mencapai 13%.</p>
<p>Kasus tersebut ditemukan di DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, hingga Kalimantan Barat.</p>
<p>Data Kemenkes menunjukkan, dari total 251 kasus suspek yang diperiksa, sebanyak 23 kasus dinyatakan positif hantavirus. Sementara 20 pasien lainnya dinyatakan sembuh.</p>
<p>Menanggapi temuan kasus tersebut, pemerintah mengaku telah memperkuat berbagai langkah antisipasi mulai dari skrining di pintu masuk negara, penguatan surveillance rumah sakit, hingga penyiapan rumah sakit rujukan dan laboratorium pemeriksaan.</p>
<p>Juru Bicara Kemenkes RI, Widyawati, mengatakan pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional masih terus dilakukan melalui thermal scanner di pintu masuk negara.</p>
<p>“Screening gejala pada pelaku perjalanan di pintu masuk negara melalui thermal scanner saat ini masih terus berlanjut,” ujar Widyawati dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).</p>
<p>Selain thermal scanner, Kemenkes juga melakukan pengamatan visual terhadap pelaku perjalanan serta memanfaatkan aplikasi pemantauan kesehatan.<br />
Pemerintah turut menyiapkan surveillance sentinel di 21 rumah sakit untuk mendeteksi potensi kasus lebih dini.</p>
<p>Di sisi fasilitas kesehatan, Kemenkes memastikan sebanyak 198 rumah sakit jejaring pengampuan infeksi emerging telah disiapkan sebagai rujukan penanganan hantavirus.</p>
<p>“Jangan khawatir bahwa saat ini sudah ada 198 rumah sakit di jejaring pengampuan infeksi emerging yang ada di Indonesia,” katanya.</p>
<p>Lebih dari itu, Kemenkes juga menyiapkan laboratorium rujukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK), Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan, serta jejaring laboratorium kesehatan masyarakat guna mendukung pemeriksaan kasus.</p>
<p>Widyawati menjelaskan, gejala hantavirus yang saat ini menjadi perhatian berasal dari tipe HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome). Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri badan, lemas, hingga kondisi tubuh yang terasa sangat tidak nyaman.</p>
<p>“Kalau kita punya gejala seperti itu, langsung saja dibawa. Nanti kan ada pemeriksaan di sana, apakah itu karena virus hanta atau virus lainnya,” ungkapnya.</p>
<p>Kemenkes turut meminta masyarakat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/kasus-hantavirus-di-ri-tembus-23-orang-3-meninggal/">Kasus Hantavirus di RI Tembus 23 Orang, 3 Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/c_scale,w_575,h_309/f_webp,q_auto:low/v1778383474/sebaran-23-kasus-hantavirus-di-indonesia-1778309134146_copy_650x350/sebaran-23-kasus-hantavirus-di-indonesia-1778309134146_copy_650x350.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>WHO Bagikan 7 Cara Pencegahan Hantavirus</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/who-bagikan-7-cara-pencegahan-hantavirus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 03:15:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Hantavirus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=99377</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasus hantavirus semakin memicu kekhawatiran global setelah ditemukan 3 orang meninggal di kapal pesiar. Organisasi...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/who-bagikan-7-cara-pencegahan-hantavirus/">WHO Bagikan 7 Cara Pencegahan Hantavirus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kasus hantavirus semakin memicu kekhawatiran global setelah ditemukan 3 orang meninggal di kapal pesiar.</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun membagikan 7 cara pencegahan yang efektif.</p>
<p>Pertama yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja. Kedua, menutup celah yang memungkinkan hewan pengerat masuk ke bangunan rumah, kantor dan kapal pesiar.</p>
<p>“Ketiga menyimpan makanan dengan aman. Keempat menggunakan praktik pembersihan yang aman di area yang terkontaminasi oleh hewan pengerat. Kelima menghindari menyapu kering atau menggunakan penyedot debu pada kotoran tikus,” kata WHO dalam siaran pers di website resmi.</p>
<p>“Keenam, membasahi area yang terkontaminasi sebelum dibersihkan, dan ketujuh memperkuat praktik kebersihan tangan,” tambah WHO.</p>
<p>Selama wabah atau ketika ada dugaan kasus, identifikasi dini dan isolasi kasus, pemantauan kontak erat, serta penerapan langkah-langkah standar pencegahan infeksi penting dilakukan untuk membatasi penyebaran lebih lanjut.</p>
<h3>Mengenal Hantavirus</h3>
<p>Hantavirus adalah kelompok virus yang menyebabkan gangguan pada paru-paru (hantavirus pulmonary syndrome) atau pembuluh darah dan ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome). Virus ini dibawa dan disebarkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya.</p>
<p>Dilansir alodokter, enyakit hantavirus tergolong ke dalam penyakit zoonosis, karena penyebarannya dimulai dari hewan ke manusia. Penularan infeksi hantavirus ke manusia umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan feses, urine, dan air liur tikus yang terinfeksi.</p>
<p>Penyakit hantavirus tergolong jarang terjadi, tetapi bisa berbahaya. Tingkat kematian akibat hantavirus pulmonary syndrome sekitar 40% dan pada hemorrhagic fever with renal syndrome sekitar 5–15%.</p>
<p>Penyebab Infeksi Hantavirus<br />
Hantavirus adalah kelompok virus yang disebarkan oleh tikus atau hewan pengerat lain. Meski begitu, penularan infeksi hantavirus antarmanusia sangat jarang terjadi.</p>
<p>Berikut ini adalah sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan seseorang terinfeksi hantavirus:</p>
<ul>
<li>Menyentuh feses, liur, atau urine, dari tikus yang terinfeksi hantavirus</li>
<li>Menghirup partikel udara yang mengandung hantavirus</li>
<li>Mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi hantavirus</li>
<li>Mengalami luka akibat gigitan tikus yang terinfeksi hantavirus</li>
<li>Menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah kontak dengan benda yang terkontaminasi hantavirus</li>
</ul>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/who-bagikan-7-cara-pencegahan-hantavirus/">WHO Bagikan 7 Cara Pencegahan Hantavirus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/gray-ktuu-prod.gtv-cdn.com/resizer/v2/25Y7SDC52FBYZMEP5Y27E3X4H4.png?auth=56c0af4806945d9cd787511fee7221403c5707785fb3b588e97571b686073551&#038;width=800&#038;height=450&#038;smart=true&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Ini Alasan Perempuan Butuh Tidur Lebih Lama</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/mahasiswa-universitas-ciputra-surabaya-gugat-relevansi-kurikulum-film-production-konflik-kelompok-meledak-di-evaluasi-rehearsal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 05:53:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=99059</guid>

					<description><![CDATA[<p>Anggapan bahwa perempuan membutuhkan tidur lebih lama memang kerap muncul. Namun, benarkah ini murni soal...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/mahasiswa-universitas-ciputra-surabaya-gugat-relevansi-kurikulum-film-production-konflik-kelompok-meledak-di-evaluasi-rehearsal/">Ini Alasan Perempuan Butuh Tidur Lebih Lama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Anggapan bahwa perempuan membutuhkan tidur lebih lama memang kerap muncul. Namun, benarkah ini murni soal perbedaan biologis?</p>
<p>Sejumlah penelitian menunjukkan jawabannya tidak sesederhana itu. Ada faktor tubuh, tetapi juga peran besar dari rutinitas dan beban sehari-hari.</p>
<p>Sebuah ulasan berjudul The Yin and Yang of Sleep-Wake Regulation: Gender Gap in Need for Sleep menemukan adanya kesenjangan kebutuhan tidur antara laki-laki dan perempuan.</p>
<p>Dalam berbagai studi berbasis kuesioner, perempuan cenderung melaporkan kebutuhan tidur yang lebih tinggi. Namun, peneliti menegaskan bahwa perbedaan ini tidak bisa langsung dianggap murni biologis.</p>
<p>Sebagian selisih tersebut justru dipengaruhi oleh faktor keseharian, seperti:</p>
<p>• beban pekerjaan,</p>
<p>• tanggung jawab rumah tangga,</p>
<p>• hingga peran pengasuhan.</p>
<p>Dengan kata lain, bukan hanya tubuh perempuan yang terasa membutuhkan lebih banyak tidur, tetapi waktu tidur mereka juga lebih sering terpotong atau tidak optimal. Kondisi ini membuat perempuan lebih rentan merasa lelah, meskipun secara durasi tidur terlihat cukup.</p>
<p>Dari sisi medis, ada faktor lain yang tak kalah penting, yakni perubahan hormon. Ulasan ilmiah Sleep in Women: A Narrative Review of Hormonal Influences, Sex Differences and Health Implications menjelaskan bahwa kualitas tidur perempuan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi hormon, seperti:</p>
<p>• estrogen dan progesteron saat siklus menstruasi,</p>
<p>• perubahan hormon selama kehamilan,</p>
<p>• hingga penurunan hormon saat menopause.</p>
<p>Perubahan ini dapat memengaruhi pola tidur, membuat tidur lebih mudah terganggu, atau menurunkan kualitas istirahat. Akibatnya, meskipun durasi tidur terlihat cukup, tidur yang didapat belum tentu benar-benar memulihkan energi.</p>
<p>Tak heran jika banyak perempuan tetap merasa lelah meski sudah tidur dalam waktu yang dianggap ideal.</p>
<p>Dari dua temuan ini, terlihat bahwa pembahasan soal tidur tidak cukup hanya berhenti pada jumlah jam. Yang lebih penting adalah apakah tidur tersebut berkualitas, apakah tubuh benar-benar pulih, dan apakah waktu tidur tidak terus-menerus terpotong.</p>
<p>Dalam banyak kondisi, perempuan menghadapi kombinasi antara kualitas tidur yang lebih rentan terganggu dan jadwal harian yang lebih padat atau terfragmentasi.</p>
<p>Pertanyaannya bukan lagi siapa yang lebih membutuhkan tidur, melainkan siapa yang lebih sulit mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas?</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/mahasiswa-universitas-ciputra-surabaya-gugat-relevansi-kurikulum-film-production-konflik-kelompok-meledak-di-evaluasi-rehearsal/">Ini Alasan Perempuan Butuh Tidur Lebih Lama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/apakabaronline.com/wp-content/uploads/2025/08/tidur-2.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>7 Olahraga Terbaik untuk Usia 50 Keatas</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/7-olahraga-terbaik-untuk-usia-50-keatas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 00:26:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=99042</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi anda yang telah menginjak usia di atas 50 tahun, berikut sejumlah olahraga yang direkomendasikan.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/7-olahraga-terbaik-untuk-usia-50-keatas/">7 Olahraga Terbaik untuk Usia 50 Keatas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahekonomi.com/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Seseorang yang berusia di atas 50 tahun akan rentan mengalami sejumlah penyakit, seperti sakit <a href="https://majalahekonomi.com/go/2024/12/manfaat-bawang-merah-tingkatkan-fungsi-otak-hingga-sehatkan-jantung/">jantung</a>, diabetes, tekanan darah tinggi, serta stroke. Lantas, apa saja olahraga untuk lansia yang tepat dilakukan?</p>
<p>Bagi anda yang telah menginjak usia di atas 50 tahun, berikut sejumlah <a href="https://majalahekonomi.com/go/2024/11/satu-dari-tiga-kematian-disebabkan-oleh-jantung-ini-6-cara-cegah-serangan-jantung/">olahraga</a> yang direkomendasikan.</p>
<p><strong>1.Berjalan Kaki</strong></p>
<p>Berjalan kaki menjadi salah satu olahraga sederhana yang sangat efektif guna menunjang kesehatan tubuh. Olahraga yang satu ini dapat memperkuat otot tubuh bagian bawah, serta membantu mencegah penyakit pada tulang, seperti osteoporosis.</p>
<p><strong>2.Bersepeda Santai</strong></p>
<p>Saat kamu memiliki sendi yang terasa kaku atau sakit, bersepeda bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengatasinya. Olahraga ini baik dilakukan karena tidak menopang berat badan. Bersepeda akan membuat darah bergerak dan membentuk otot di bagian depan dan belakang kaki, serta pinggul.</p>
<p><strong>4.Joging</strong></p>
<p>Joging untuk lansia dapat dilakukan dengan gerakan yang lambat, tetapi pasti. Jangan lupa untuk memakai sepatu yang tepat, dengan bantalan yang empuk, sehingga persendian tetap aman. Jangan lupa untuk memilih trek yang rata atau empuk guna mengurangi risiko terjadinya cedera.</p>
<p><strong>5 .Berenang</strong></p>
<p>Berenang menjadi salah satu olahraga untuk lansia yang sangat baik dilakukan. Olahraga ini tidak akan memberikan tekanan pada persendian, sehingga risiko terjadinya cedera akan semakin kecil. Berenang juga dapat membakar kalori dalam tubuh, serta membuat jantung berdetak layaknya melakukan joging atau bersepeda. Keuntungannya adalah, tubuh tidak berada dalam suhu yang panas.</p>
<p><strong>6.Tai Chi</strong></p>
<p>Tai chi merupakan kesenian bela diri yang berasal dari Tiongkok. Tai chi juga bisa disebut dengan meditasi bergerak, yang dilakukan dengan menggerakkan tubuh secara perlahan dan lembut, mengalir dari satu posisi ke posisi lainnya, dan dilakukan dengan menarik napas dalam. Gerakan dalam olahraga ini bukan hanya baik untuk keseimbangan, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan jantung dan tulang.</p>
<p><strong>7.Yoga</strong></p>
<p>Yoga secara efektif mampu meregangkan dan memperkuat otot-otot dalam tubuh. Gerakan dalam olahraga yang satu ini mampu menguatkan tendon dan ligamen, yang dapat menyatukan tulang. Untuk melakukannya, tarik napas penuh dan konsentrasi. Melakukan gerakan yoga secara teratur dapat membantu menurunkan detak jantung, mengurangi tekanan darah tinggi, serta mengurangi rasa cemas berlebihan dan depresi</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/7-olahraga-terbaik-untuk-usia-50-keatas/">7 Olahraga Terbaik untuk Usia 50 Keatas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/img-cdn.medkomtek.com/VEP1xqsC-_k7OInxOiZxYntGxm8=/0x0/smart/filters:quality(100):format(webp)/article/Oucjk5Ga3935DVRJVoUA5/original/011773000_1617699250-Olahraga_yang_Sehat_dan_Aman_untuk_Lansia.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/tropicana-slim-dorong-remisi-diabetes-melalui-beat-diabetes-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 12:59:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahekonomi.com/?p=98878</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tropicana Slim menggelar Beat Diabetes 2026 di 35 kota untuk mendorong literasi kesehatan, inspirasi gaya...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/tropicana-slim-dorong-remisi-diabetes-melalui-beat-diabetes-2026/">Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong>Tropicana Slim menggelar Beat Diabetes 2026 di 35 kota untuk mendorong literasi kesehatan, inspirasi gaya hidup sehat, dan harapan remisi diabetes.</strong></em></p></blockquote>
<p><strong>DEPOK</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia, Tropicana Slim kembali menggelar kampanye tahunan Beat Diabetes untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap diabetes, sekaligus memahami peluang remisi diabetes melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan konsisten. Program Beat Diabetes 2026 dilaksanakan secara serentak di 35 kota di Indonesia, sebagai bentuk komitmen Tropicana Slim yang telah dipercaya lebih dari 50 tahun oleh dokter, ahli gizi, dan masyarakat dalam membantu mengelola asupan gula, garam, dan lemak.</p>
<p>Rangkaian kegiatan Road to Beat Diabetes 2026 telah berlangsung sejak awal tahun melalui edukasi kesehatan di berbagai komunitas. Puncak kegiatan Beat Diabetes 2026 melibatkan masyarakat dan komunitas kesehatan melalui berbagai aktivitas yang mendorong gaya hidup sehat, mulai dari cek gula darah gratis, olahraga bersama, sesi edukasi kesehatan bersama dokter, hingga peluncuran produk Tropicana Slim Diabtx Milk, susu dengan formula Diabet-X (baca: Diabet-eks) formula yang mengandung habbattusauda (jintan hitam), kromium, biotin, dan tinggi serat pangan larut yang bantu menurunkan kadar gula darah setelah makan dengan didampingi pola hidup sehat.</p>
<p>Mengusung tema “Beat Diabetes, Kejar Remisi”, kampanye tahun ini menekankan pesan bahwa diabetes bukanlah akhir dari segalanya. Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim, mengatakan, “Kampanye Beat Diabetes 2026 merupakan bagian dari komitmen Tropicana Slim untuk mengedukasi masyarakat bahwa pengelolaan diabetes perlu menitikberatkan perubahan gaya hidup. Dengan pengelolaan yang tepat dan konsisten, diabetes, khususnya tipe 2, dapat mencapai kondisi remisi, yaitu saat kadar gula kembali ke batas normal dan dapat dipertahankan selama minimal 3 bulan tanpa mengonsumsi obat, selama pola hidup sehat dijaga secara konsisten,” ujar Noviana.</p>
<p>Keberhasilan program remisi diabetes dapat diprediksi dari sejumlah faktor, seperti usia, penurunan berat badan, lama diagnosis, perubahan pola makan, serta tingkat aktivitas fisik. dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, MM, MARS, Dip.SN, FINASIM, FRSPH, IDF-F, Founder Komunitas Sobat Diabet, juga menekankan pentingnya pendekatan nutrisi yang menyeluruh bagi diabetesi. “Pola makan seimbang dengan porsi terkontrol sangat penting. Asupan serat membantu menurunkan lonjakan gula darah, sementara bahan alami seperti Habbatussauda terbukti membantu menurunkan gula darah puasa dan HbA1c pada penderita diabetes tipe 2. Mikronutrisi, seperti Chromium dan Biotin, dapat mendukung kontrol glikemik serta meningkatkan efektivitas obat diabetes. Selain itu, asupan protein perlu dicukupi untuk menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga kalori tetap terkendali dan penurunan berat badan dapat tercapai untuk mendukung remisi,” jelas dr. Rudy.</p>
<p>Melalui event Beat Diabetes 2026, Tropicana Slim ingin sekaligus mengenalkan inovasi terbarunya, Tropicana Slim Diabtx Milk, susu yang mengandung protein tinggi (9g) dan serat multifiber untuk membantu rasa kenyang lebih lama dan menekan lonjakan gula darah. Dilengkapi Habbatussauda, Chromium 100% AKG, Omega-3, serta tanpa tambahan gula pasir dan rendah lemak, sehingga nutrisinya lengkap dengan kalori yang tetap terkontrol.</p>
<p>Melalui kampanye Beat Diabetes 2026, Tropicana Slim berharap dapat terus menjadi teman masyarakat Indonesia dalam perjalanan menuju hidup yang lebih sehat, aktif, dan bermakna. “Melawan diabetes adalah perjalanan bersama. Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak menyerah, tetap bergerak, dan percaya bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa dampak besar,” tutup Noviana.</p>
<p>Berkolaborasi dengan RS EKA HOSPITAL DEPOK, Persadia Depok dan materi yang disampaikan oleh narasumber dari Eka Hospital Depok dr. Randhy Fazralimanda, Sp.PD, FINASIM kita mencoba untuk mengajak dan merangkul seluruh masyarakat, baik para diabetesi maupun yang sehat, untuk bersama-sama menjaga kualitas hidup dengan menjalankan pola hidup sehat.</p>
<p>Selain itu kita juga berkolaborasi dengan Shopee, marketplace terkemuka di Indonesia, Tropicana Slim menghadirkan akses produk sehat yang lebih mudah, terjangkau, dan praktis lewat berbagai promo menarik serta gratis ongkir. Nikmati promonya segera, hanya di Nutrimart Official Store!</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/tropicana-slim-dorong-remisi-diabetes-melalui-beat-diabetes-2026/">Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/c_scale,w_575,h_325/f_webp,q_auto:low/v1775912163/IMG20260411093311_copy_1156x652/IMG20260411093311_copy_1156x652.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/tropicana-slim-dorong-remisi-diabetes-melalui-beat-diabetes-2026-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 12:57:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98936</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tropicana Slim menggelar Beat Diabetes 2026 di 35 kota untuk mendorong literasi kesehatan, inspirasi gaya hidup sehat, dan harapan remisi diabetes.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/tropicana-slim-dorong-remisi-diabetes-melalui-beat-diabetes-2026-2/">Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong>Tropicana Slim menggelar Beat Diabetes 2026 di 35 kota untuk mendorong literasi kesehatan, inspirasi gaya hidup sehat, dan harapan remisi diabetes.</strong></em></p></blockquote>
<p><strong>DEPOK</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia, Tropicana Slim kembali menggelar kampanye tahunan Beat Diabetes untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap diabetes, sekaligus memahami peluang remisi diabetes melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan konsisten. Program Beat Diabetes 2026 dilaksanakan secara serentak di 35 kota di Indonesia, sebagai bentuk komitmen Tropicana Slim yang telah dipercaya lebih dari 50 tahun oleh dokter, ahli gizi, dan masyarakat dalam membantu mengelola asupan gula, garam, dan lemak.</p>
<p>Rangkaian kegiatan Road to Beat Diabetes 2026 telah berlangsung sejak awal tahun melalui edukasi kesehatan di berbagai komunitas. Puncak kegiatan Beat Diabetes 2026 melibatkan masyarakat dan komunitas kesehatan melalui berbagai aktivitas yang mendorong gaya hidup sehat, mulai dari cek gula darah gratis, olahraga bersama, sesi edukasi kesehatan bersama dokter, hingga peluncuran produk Tropicana Slim Diabtx Milk, susu dengan formula Diabet-X (baca: Diabet-eks) formula yang mengandung habbattusauda (jintan hitam), kromium, biotin, dan tinggi serat pangan larut yang bantu menurunkan kadar gula darah setelah makan dengan didampingi pola hidup sehat.</p>
<p>Mengusung tema “Beat Diabetes, Kejar Remisi”, kampanye tahun ini menekankan pesan bahwa diabetes bukanlah akhir dari segalanya. Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim, mengatakan, “Kampanye Beat Diabetes 2026 merupakan bagian dari komitmen Tropicana Slim untuk mengedukasi masyarakat bahwa pengelolaan diabetes perlu menitikberatkan perubahan gaya hidup. Dengan pengelolaan yang tepat dan konsisten, diabetes, khususnya tipe 2, dapat mencapai kondisi remisi, yaitu saat kadar gula kembali ke batas normal dan dapat dipertahankan selama minimal 3 bulan tanpa mengonsumsi obat, selama pola hidup sehat dijaga secara konsisten,” ujar Noviana.</p>
<p>Keberhasilan program remisi diabetes dapat diprediksi dari sejumlah faktor, seperti usia, penurunan berat badan, lama diagnosis, perubahan pola makan, serta tingkat aktivitas fisik. dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, MM, MARS, Dip.SN, FINASIM, FRSPH, IDF-F, Founder Komunitas Sobat Diabet, juga menekankan pentingnya pendekatan nutrisi yang menyeluruh bagi diabetesi. “Pola makan seimbang dengan porsi terkontrol sangat penting. Asupan serat membantu menurunkan lonjakan gula darah, sementara bahan alami seperti Habbatussauda terbukti membantu menurunkan gula darah puasa dan HbA1c pada penderita diabetes tipe 2. Mikronutrisi, seperti Chromium dan Biotin, dapat mendukung kontrol glikemik serta meningkatkan efektivitas obat diabetes. Selain itu, asupan protein perlu dicukupi untuk menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga kalori tetap terkendali dan penurunan berat badan dapat tercapai untuk mendukung remisi,” jelas dr. Rudy.</p>
<p>Melalui event Beat Diabetes 2026, Tropicana Slim ingin sekaligus mengenalkan inovasi terbarunya, Tropicana Slim Diabtx Milk, susu yang mengandung protein tinggi (9g) dan serat multifiber untuk membantu rasa kenyang lebih lama dan menekan lonjakan gula darah. Dilengkapi Habbatussauda, Chromium 100% AKG, Omega-3, serta tanpa tambahan gula pasir dan rendah lemak, sehingga nutrisinya lengkap dengan kalori yang tetap terkontrol.</p>
<p>Melalui kampanye Beat Diabetes 2026, Tropicana Slim berharap dapat terus menjadi teman masyarakat Indonesia dalam perjalanan menuju hidup yang lebih sehat, aktif, dan bermakna. “Melawan diabetes adalah perjalanan bersama. Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak menyerah, tetap bergerak, dan percaya bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa dampak besar,” tutup Noviana.</p>
<p>Berkolaborasi dengan RS EKA HOSPITAL DEPOK, Persadia Depok dan materi yang disampaikan oleh narasumber dari Eka Hospital Depok dr. Randhy Fazralimanda, Sp.PD, FINASIM kita mencoba untuk mengajak dan merangkul seluruh masyarakat, baik para diabetesi maupun yang sehat, untuk bersama-sama menjaga kualitas hidup dengan menjalankan pola hidup sehat.</p>
<p>Selain itu kita juga berkolaborasi dengan Shopee, marketplace terkemuka di Indonesia, Tropicana Slim menghadirkan akses produk sehat yang lebih mudah, terjangkau, dan praktis lewat berbagai promo menarik serta gratis ongkir. Nikmati promonya segera, hanya di Nutrimart Official Store!</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/tropicana-slim-dorong-remisi-diabetes-melalui-beat-diabetes-2026-2/">Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Sehat: Jalan Kaki Sekaligus Membentuk Otot</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/tips-sehat-jalan-kaki-sekaligus-membentuk-otot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 07:46:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Kaki]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tips sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98803</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jalan kaki saja kurang optimal untuk membentuk massa otot. Jadi, penting untuk mengombinasikannya dengan latihan kekuatan</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/tips-sehat-jalan-kaki-sekaligus-membentuk-otot/">Tips Sehat: Jalan Kaki Sekaligus Membentuk Otot</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahekonomi.com/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; <a href="https://majalahekonomi.com/go/2025/10/mengenal-japanese-walking-bakar-lemak-lebih-banyak-dari-jalan-kaki-biasa/">Jalan kaki</a> memang dapat meningkatkan daya tahan <a href="https://majalahekonomi.com/go/2026/01/peran-nordic-hamstring-exercise-dan-prone-hang-exercise-terhadap-fleksibilitas-otot-hamstring/">otot</a> atau kemampuan otot untuk bekerja dalam waktu lama. Namun, menurut Grace Horan, fisiolog olahraga bersertifikat, jalan kaki bukanlah cara paling efektif untuk membentuk massa otot.</p>
<p>&#8220;Untuk membangun otot, tubuh manusia harus terus-menerus ditantang dengan meningkatkan resistansi dan atau volume latihan, yang dikenal sebagai beban progresif,&#8221; kata Horan, melansir Women&#8217;s Health.</p>
<p>Jalan kaki lebih mengaktifkan serat otot tipe lambat (slow-twitch) yang berfungsi meningkatkan daya tahan otot, bukan serat otot tipe cepat (fast-twitch) yang berperan dalam pembentukan massa otot.</p>
<p>Meski begitu, olahraga jalan kaki secara rutin tetap bermanfaat, terutama untuk mencegah penurunan massa otot yang terjadi seiring bertambahnya usia.</p>
<p>Jadi, bagi yang memasuki masa lansia atau memiliki gaya hidup kurang aktif, jalan kaki bisa membantu mempertahankan massa otot. Dengan catatan, latihan beban masih menjadi pilihan terbaik untuk membangun kekuatan dan massa otot.</p>
<h3>Tips membangun massa otot saat olahraga jalan kaki</h3>
<p>Jalan kaki saja kurang optimal untuk membentuk massa otot. Jadi, penting untuk mengombinasikannya dengan latihan kekuatan minimal dua kali seminggu, seperti latihan beban atau bodyweight exercises.</p>
<p>Berikut beberapa tips agar jalan kaki Anda lebih efektif dalam membentuk massa otot:</p>
<p><strong>1. Jalan kaki di medan menanjak</strong></p>
<p>Berjalan di tanjakan atau naik turun tangga akan mengaktifkan otot gluteus di bagian bokong, hamstring di area belakang paha, otot pinggul, dan otot inti lebih maksimal dibanding jalan di permukaan datar.</p>
<p>Jika tidak memungkinkan berjalan di luar, Anda bisa mencoba treadmill dengan kemiringan 12 persen selama 30 menit atau menggunakan alat stair climber selama 25 menit dengan level intensitas tinggi untuk hasil maksimal.</p>
<p><strong>2. Tambahkan latihan kekuatan</strong></p>
<p>Setiap 5-10 menit saat berjalan, berhentilah sejenak untuk melakukan beberapa repetisi latihan kekuatan, seperti squat. Jika berjalan di taman, Anda juga bisa memanfaatkan bangku untuk push-up agar otot tubuh bagian atas juga terlatih.</p>
<p><strong>3. Gunakan alat tambahan untuk menambah beban</strong></p>
<p>Menggunakan alat tambahan seperti pemberat pergelangan tangan, pergelangan kaki, atau rompi berbobot dapat meningkatkan beban saat berjalan, sehingga otot bekerja lebih keras.</p>
<p>Nordic walking atau berjalan dengan menggunakan dua tongkat khusus, juga dapat mengaktifkan otot tubuh bagian atas. Mulailah dengan beban ringan agar terhindar dari cedera.</p>
<p><strong>4. Coba HIIT saat jalan kaki</strong></p>
<p>High intensity interval training atau HIIT bisa diterapkan saat jalan kaki dengan cara bergantian berjalan cepat dan berjalan santai. Misalnya, Anda berjalan cepat selama satu menit lalu berjalan santai selama lima menit.</p>
<p>Seiring waktu, tingkatkan durasi berjalan cepat untuk merangsang otot bekerja lebih keras dan membentuk massa otot.</p>
<p><strong>5. Variasikan medan jalan kaki</strong></p>
<p>Berjalan di berbagai jenis permukaan, seperti pasir pantai, tanah berbatu, atau jalur trekking di hutan dapat melatih otot dan jaringan ikat di kaki serta pergelangan kaki. Cara ini lebih efektif ketimbang berjalan di trotoar biasa.</p>
<p>Perubahan medan jalan kaki bisa membuat otot bekerja lebih keras dan meningkatkan kekuatan serta keseimbangan.</p>
<p>Itu dia beberapa tips olahraga jalan kaki sambil membentuk massa otot. Dengan cara ini, jalan kaki tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan jantung, tetapi juga membentuk massa otot yang sehat dan kuat. Selamat mencoba!</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/tips-sehat-jalan-kaki-sekaligus-membentuk-otot/">Tips Sehat: Jalan Kaki Sekaligus Membentuk Otot</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/pantirapih.or.id/rspr/wp-content/uploads/2021/04/jalan-kaki-3jpg.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Virus Nipah: ‘COVID-19 Part 2’ atau Ancaman yang Belum Kita Sadari?</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/virus-nipah-covid-19-part-2-atau-ancaman-yang-belum-kita-sadari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 00:43:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Virus]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Nipah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98679</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Siti Zulfa Khoiruni, mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/virus-nipah-covid-19-part-2-atau-ancaman-yang-belum-kita-sadari/">Virus Nipah: ‘COVID-19 Part 2’ atau Ancaman yang Belum Kita Sadari?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh Siti Zulfa Khoiruni, mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.</strong></em></p>
<p><a href="https://majalahekonomi.com/go/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Dalam beberapa dekade terakhir, dunia dihadapkan pada ancaman penyakit menular baru yang semakin kompleks dan sulit diprediksi.</p>
<p>Sebagian besar penyakit tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkaitan dengan interaksi manusia dengan hewan dan lingkungan yang semakin intens. Interaksi ini terlihat dalam praktik konsumsi satwa liar maupun aktivitas pasar yang memperjualbelikan hewan hidup, yang sering kali tidak disadari sebagai risiko kesehatan.</p>
<p>Kelelawar, yang di beberapa daerah dikonsumsi sebagai pangan, diketahui menjadi reservoir berbagai virus berbahaya yang berpotensi menular ke manusia. Fenomena ini menempatkan zoonosis sebagai isu krusial dalam kesehatan global.</p>
<h3>Apa itu Zoonosis?</h3>
<p><strong>Zoonosis adalah</strong> penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Secara global, sekitar 60% penyakit infeksi pada manusia berasal dari hewan, dan lebih dari 70% penyakit infeksi baru merupakan zoonosis. Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan, konsumsi makanan terkontaminasi, maupun lingkungan yang tercemar.</p>
<p>Zoonosis menjadi penting karena tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga memiliki potensi penyebaran lintas negara, terutama di era mobilitas tinggi. Selain itu, beberapa zoonosis memiliki tingkat kematian yang tinggi serta dapat menimbulkan dampak besar terhadap ekonomi dan stabilitas sosial. Pandemi COVID-19 menjadi contoh nyata bagaimana penyakit dari hewan dapat berkembang menjadi krisis global. Oleh karena itu, zoonosis termasuk dalam isu health security dan berpotensi menjadi Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).</p>
<p>Salah satu zoonosis yang perlu diwaspadai adalah virus Nipah. Virus ini pertama kali ditemukan di Malaysia pada tahun 1998 dengan reservoir utama kelelawar buah (Pteropus). Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi, sekitar 40–75% pada kasus yang terinfeksi, dan dapat menular dari hewan ke manusia maupun antar manusia.</p>
<p>Di Indonesia, hingga saat ini belum terdapat kasus terkonfirmasi pada manusia. Namun, kondisi ini tidak berarti risiko tersebut tidak ada. Luasnya habitat kelelawar serta tingginya interaksi manusia dengan hewan dan lingkungan menunjukkan bahwa potensi penularan tetap perlu diwaspadai. Hal ini menegaskan pentingnya deteksi dini, surveilans, dan kesiapsiagaan sistem kesehatan.</p>
<p><strong>Lalu, bagaimana cara mencegah risiko penyakit yang berasal dari interaksi manusia, hewan, dan lingkungan ini?</strong></p>
<p>Dalam menghadapi ancaman tersebut, pendekatan One Health menjadi relevan.</p>
<p><img decoding="async" class="size-full aligncenter" src="https://onehealthlab.net/wp-content/uploads/2023/07/Picture1.jpg" /></p>
<p>Pendekatan ini melihat kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan dari kesehatan hewan dan lingkungan. Dalam konteks zoonosis, banyak penyakit muncul dari interaksi ketiganya. Jika pencegahan hanya berfokus pada manusia, sumber penularan sering terlewat sehingga risiko tetap tinggi. Oleh karena itu, One Health menekankan kolaborasi lintas sektor, termasuk kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.</p>
<p>Pendekatan ini berjalan seiring dengan kerangka International Health Regulations (IHR), yang berfungsi dalam mendeteksi dan merespons ancaman kesehatan secara global. Jika IHR berperan dalam sistem pelaporan dan respons, maka One Health memperkuatnya melalui deteksi dini berbasis integrasi data manusia, hewan, dan lingkungan. Integrasi ini memungkinkan surveilans yang lebih menyeluruh dan respons yang lebih cepat terhadap potensi wabah.</p>
<h4><strong>Namun, sejauh mana kesiapan Indonesia dalam surveilans zoonosis?</strong></h4>
<p>Berdasarkan Joint External Evaluation (JEE) IHR 2023, Indonesia memperoleh skor 4 untuk indikator surveilans zoonosis, yang menunjukkan bahwa sistem sudah berjalan secara nasional. Meski demikian, masih terdapat tantangan seperti pendanaan yang belum berkelanjutan, rencana kontingensi yang belum lengkap, serta komunikasi lintas sektor dan laboratorium yang belum optimal sehingga pertukaran data terhambat.</p>
<p>Penilaian Risiko Cepat Nipah tahun 2026 juga menunjukkan bahwa hanya sekitar 8% kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki Tim Gerak Cepat terlatih dan bersertifikat. Artinya, tidak semua daerah memiliki kesiapan yang sama dalam merespons potensi wabah. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberadaan sistem saja tidak cukup. Surveilans memerlukan dukungan pelatihan, komunikasi, dan supervisi agar berjalan efektif. Supervisi berperan penting dalam memastikan kualitas pelaksanaan melalui pemantauan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.</p>
<p>Tantangan juga terjadi pada komunikasi risiko kepada masyarakat. Kemampuan komunikasi di daerah belum merata, ditambah kendala birokrasi dan keterbatasan umpan balik. Akibatnya, informasi penting sering terlambat atau tidak tersampaikan secara utuh, sehingga kesadaran masyarakat terhadap zoonosis masih rendah.</p>
<h3>Rekomendasi dalam menghadapi Zoonotic Disease</h3>
<p>Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesiapsiagaan zoonosis di Indonesia masih menghadapi kesenjangan. Untuk itu, penguatan koordinasi lintas sektor dalam kerangka One Health perlu menjadi langkah utama, baik dalam kondisi normal maupun saat wabah. Koordinasi yang kuat memungkinkan data dan temuan lapangan segera dibagikan dan ditindaklanjuti bersama.</p>
<p>Selain itu, surveilans berbasis masyarakat perlu menjadi prioritas karena masyarakat merupakan pihak yang paling awal mendeteksi perubahan di lingkungan, seperti kematian hewan atau aktivitas berisiko. Tanpa keterlibatan aktif masyarakat, sistem surveilans akan kehilangan komponen deteksi paling awal.</p>
<p>Penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan Tim Gerak Cepat juga perlu dilakukan secara lebih merata melalui pelatihan berkelanjutan, supervisi, dan kesiapan sarana pendukung. Dengan demikian, tenaga kesehatan dapat mengenali kasus lebih awal dan merespons secara cepat serta tepat.</p>
<p>Pada akhirnya, penanganan zoonosis seperti virus Nipah bukan hanya soal ada atau tidaknya kasus, tetapi tentang kesiapan mencegah risiko sebelum berkembang menjadi wabah. Dengan kolaborasi lintas sektor, keterlibatan masyarakat, dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan, pendekatan One Health dapat menjadi langkah nyata dalam melindungi masyarakat dari ancaman zoonosis di masa depan.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/virus-nipah-covid-19-part-2-atau-ancaman-yang-belum-kita-sadari/">Virus Nipah: ‘COVID-19 Part 2’ atau Ancaman yang Belum Kita Sadari?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/pantirapih.or.id/rspr/wp-content/uploads/2026/02/nipah-pic-720x380.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Psikologi Anak Penting bagi Orang Tua?</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/mengapa-psikologi-anak-penting-bagi-orang-tua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 14:42:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98185</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Fadhlan Rizqy Fadillah, Mahasiswa IAI SEBI DEPOKPOS &#8211; Setiap orang tua tentu menginginkan...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/mengapa-psikologi-anak-penting-bagi-orang-tua/">Mengapa Psikologi Anak Penting bagi Orang Tua?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh : Fadhlan Rizqy Fadillah, Mahasiswa IAI SEBI</strong></em></p>
<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan memiliki karakter yang baik. Namun, dalam proses mendidik dan membesarkan anak, tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan fisik seperti makanan, pakaian, dan pendidikan formal. Anak juga memiliki kebutuhan emosional dan psikologis yang sangat penting untuk diperhatikan.</p>
<p>Psikologi anak merupakan ilmu yang mempelajari perkembangan mental, emosi, perilaku, serta proses berpikir anak sejak usia dini hingga remaja. Memahami psikologi anak membantu orang tua mengenali perasaan, kebutuhan, serta cara berpikir anak pada setiap tahap perkembangannya. Dengan pemahaman tersebut, orang tua dapat memberikan pola asuh yang tepat sehingga anak dapat tumbuh secara optimal baik secara emosional, sosial, maupun intelektual.</p>
<p>Memahami psikologi anak memiliki peran yang sangat penting dalam proses pengasuhan. Anak bukanlah “orang dewasa kecil”, melainkan individu yang sedang mengalami proses perkembangan yang unik. Cara mereka berpikir, merasakan, dan merespons sesuatu berbeda dengan orang dewasa.</p>
<p>Dengan memahami psikologi anak, orang tua dapat lebih sabar dan bijak dalam menghadapi perilaku anak. Misalnya, ketika anak menunjukkan sikap keras kepala atau sering menangis, hal tersebut sering kali merupakan bentuk ekspresi emosi yang belum mampu mereka ungkapkan dengan kata-kata.</p>
<p>Selain itu, pemahaman tentang psikologi anak membantu orang tua membangun hubungan emosional yang lebih kuat dengan anak. Ketika anak merasa dipahami dan didengarkan, mereka akan merasa aman dan nyaman dalam keluarga. Hal ini sangat penting dalam membangun kepercayaan diri dan kesehatan mental anak.</p>
<p>Dampak Pola Asuh terhadap Perkembangan Anak</p>
<p>Pola asuh orang tua memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan psikologis anak. Cara orang tua berkomunikasi, memberikan perhatian, serta memberikan batasan akan membentuk kepribadian anak di masa depan.</p>
<p>Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, komunikasi yang baik, serta dukungan emosional cenderung memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan kemampuan sosial yang baik. Sebaliknya, anak yang kurang mendapatkan perhatian atau sering mengalami tekanan emosional dapat mengalami berbagai masalah psikologis seperti rasa takut berlebihan, rendah diri, atau kesulitan bersosialisasi.</p>
<p>Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa setiap sikap dan tindakan mereka dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan anak.</p>
<p>Orang tua memiliki peran utama dalam mendukung kesehatan psikologis anak. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan perhatian dan waktu yang cukup kepada anak. Kehadiran orang tua secara emosional sangat dibutuhkan oleh anak untuk merasa dicintai dan dihargai.</p>
<p>Selain itu, orang tua juga perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Anak perlu merasa bahwa mereka dapat berbicara tentang perasaan, masalah, maupun pengalaman mereka tanpa takut dimarahi atau diabaikan.</p>
<p>Memberikan dukungan, penghargaan, serta bimbingan yang tepat juga akan membantu anak berkembang menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.</p>
<p>Agar perkembangan psikologis anak dapat berjalan dengan baik, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua, antara lain:</p>
<p>1. Melakukan komunikasi yang terbuka dengan anak, sehingga anak merasa didengar dan dihargai.</p>
<p>2. Memberikan perhatian dan kasih sayang secara konsisten, karena anak sangat membutuhkan dukungan emosional dari orang tua.</p>
<p>3. Memahami tahap perkembangan anak, sehingga orang tua dapat menyesuaikan cara mendidik sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.</p>
<p>4. Memberikan contoh perilaku yang baik, karena anak belajar banyak melalui pengamatan terhadap orang tua.</p>
<p>5. Menghindari pola asuh yang terlalu keras atau terlalu memanjakan, dan berusaha menerapkan pola asuh yang seimbang.</p>
<p>Psikologi anak merupakan aspek penting yang perlu dipahami oleh setiap orang tua. Dengan memahami perkembangan psikologis anak, orang tua dapat memberikan pola asuh yang lebih tepat, membangun hubungan emosional yang kuat, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.</p>
<p>Pada akhirnya, perhatian terhadap kesehatan psikologis anak tidak hanya membantu mereka tumbuh menjadi individu yang bahagia dan percaya diri, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat secara mental dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/mengapa-psikologi-anak-penting-bagi-orang-tua/">Mengapa Psikologi Anak Penting bagi Orang Tua?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/penerbitlitnus.co.id/wp-content/uploads/2025/01/Perkembangan-Optimal-Psikologi-Anak.png?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Menjemput Sehat di Bulan Suci: Menjadi Lebih Sehat di Bulan Ramadan</title>
		<link>https://majalahekonomi.com/menjemput-sehat-di-bulan-suci-menjadi-lebih-sehat-di-bulan-ramadhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 07:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=97935</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ramadan sebenarnya adalah laboratorium kesehatan yang luar biasa</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/menjemput-sehat-di-bulan-suci-menjadi-lebih-sehat-di-bulan-ramadhan/">Menjemput Sehat di Bulan Suci: Menjadi Lebih Sehat di Bulan Ramadan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Bagi sebagian orang, Ramadan sering kali dianggap sebagai ujian fisik semata. Namun, jika kita melihat dengan kacamata sains, Ramadan sebenarnya adalah laboratorium kesehatan yang luar biasa. Saat pola makan berubah, tubuh tidak sedang menderita; melainkan ia sedang melakukan pembersihan besar-besaran yang mungkin tidak sempat dilakukan di sebelas bulan lainnya.</p>
<p>Secara biologis, saat perut kosong selama lebih dari 12 jam, tubuh memasuki fase yang disebut autofagi. Ini adalah proses alami di mana sel-sel tubuh membersihkan diri dengan membuang komponen yang rusak dan menggantinya dengan yang baru. Hal ini menjadikan pergantian sel yang bekerja pada tubuh kita dari yang sudah bekerja dan tua menjadi sel muda yang lebih baik kinerjanya.</p>
<p>Namun, tantangan sering muncul saat berbuka. Budaya &#8220;balas dendam&#8221; dengan makanan manis dan berlemak tinggi sering kali merusak proses detoksifikasi ini. Alih-alih sehat, banyak dari kita yang justru merasa lemas dan mengalami kenaikan berat badan setelah lebaran. Di sinilah letak pentingnya menjaga kesederhanaan sesuai tuntunan agama dan kaidah kesehatan. Padahal logikanya ketika kita berpuasa maka jumlah makanan yang masuk di dalam tubuh kita seharusnya menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan bulan bulan sebelumnya.</p>
<p>Kesehatan di bulan Ramadan juga mencakup aspek mental. Praktik pengendalian diri (self-control) saat berpuasa secara langsung melatih prefrontal cortex di otak kita—bagian yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan regulasi emosi. Ramadan melatih kita untuk tidak reaktif, yang secara klinis mampu menurunkan level hormon stres (kortisol).</p>
<p>Menjadikan Ramadan sebagai momentum sehat berarti menyelaraskan antara ibadah spiritual dan perawatan raga. Dengan nutrisi yang tepat saat sahur dan tidak berlebihan saat berbuka, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga &#8220;hadiah&#8221; berupa tubuh yang lebih bugar dan jiwa yang lebih tenang untuk menghadapi bulan-bulan berikutnya. (Ahmad Syamil Muzzakkir)</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahekonomi.com/menjemput-sehat-di-bulan-suci-menjadi-lebih-sehat-di-bulan-ramadhan/">Menjemput Sehat di Bulan Suci: Menjadi Lebih Sehat di Bulan Ramadan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahekonomi.com">MAJALAH EKONOMI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/prodiaohi.stakcdn.com/app/assets/2022/06/29152403/Ramadan-Waktu-untuk-Hidup-Sehat-di-Bulan-yang-Suci-scaled.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
