Hoaks! 10 WNI jadi Tentara Bayaran Ukraina Lawan Rusia

Benarkah 10 WNI jadi tentara bayaran Ukraina melawan Rusia?

ANTI HOAKS – Sebuah unggahan video di Facebook berdurasi delapan menit menarasikan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi tentara bayaran Ukraina untuk melawan Rusia.

Selain itu, dijelaskan juga, karena hal tersebut, kini Rusia telah mengirimkan para ahli nuklir ke Indonesia.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“10 WNI DIKLAIM JADI TENTARA BAYARAN UKRAINA, KEMLU RI & TNI BUKA SUARA, PARA AHLI NUKLIR RUSIA DATANGI RI, ADA APA ??

Okehh lagi kabar yang cukup panas kini datang dari rusia ukraina dan indonesia

Nah seperti yang kalian tau konflik di wilayah ukraina kini masih terus memanas bos

Ntah sampai kapan akan berlanjut ,, silahkan tanya sama pak putin dan amerika dan juga geng natonya

Nah kali ini ada kabar yang cukup menarik dimana

Pihak rusia mengatakan bahwa ada 10 tentara bayaran indonesia yang ternyata ikut berjibaku di medan laga ukraina,,Bahkan dikatakan dari 10 orang itu ,, 4 orang nya udah amsyong alias pindah ke alam spongebob

Nahh pertanyaanya kini lantas bagaimanakh pernyataan rusia yang mengatakan ada 10 tentara bayaran dari indonesia,, bagaiamnakah tanggapan kemlu RI dan juga tanggapan pihak TNI kita

Setelah ini kita bahas

Kemudian kabar kedua yang tak kalah mantap baru barau ini

Ternyata rusia telah mengirimkan para ahli2 nuklir nya ke indonesia

Nahh lohhLantas ada apakah gerangan apakah ada proyek nuklir baru rusia bersaama indoensia

Penasaran beritanya cuss tanpa banyak bacorr mari kita bahas cerita lengkapny satu persatu boss kuhh”

Namun, benarkah 10 WNI jadi tentara bayaran Ukraina melawan Rusia?

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menepis adanya isu tentang 10 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi tentara bayaran Ukraina.

“Kami sudah cek ke Kedutaan Rusia, juga tidak ada, hoaks itu,” kata Agus, dilansir dari ANTARA.

Selain telah melakukan pengecekan data, Agus menyebut bahwa isu tersebut tidak benar karena di Indonesia tidak menganut konsep tentara bayaran.

Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga memastikan bahwa tidak mungkin ada 10 WNI yang merupakan prajurit TNI menjadi tentara bayaran Ukraina. Sebab, pihaknya akan mengetahui sekiranya ada prajurit TNI yang tidak ada sebab pihaknya melakukan apel setiap pagi.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menilai laporan tentang 10 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi tentara bayaran Ukraina perlu didalami lebih lanjut.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Federasi Rusia di Indonesia merilis data dari Kementerian Pertahanan Rusia yang mencatat dan mendata semua tentara bayaran asing yang tiba di Ukraina untuk berpartisipasi dalam pertempuran. Mereka juga mencatat 10 tentara bayaran dari Indonesia, dengan empat di antaranya telah tewas.

Selain itu, sejumlah ahli nuklir Rusia dari ROSATOM State Atomic Energy Corporation mengunjungi Indonesia pada 4-8 Maret 2024. Kedutaan Besar Rusia di Indonesia mengatakan para ahli itu datang ke acara seminar yang diselenggarakan oleh ITB dan Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia (BRIN).