Hadirkan Syekh dari Gaza, Ratusan Orang Ikuti Pengajian Akbar Peduli Palestina di Univet Bantara

Pengajian Akbar Peduli Palestina” menghadirkan Ulama asal Palestina, Mohammed Ahed Abu Younis Hafizahullah

DEPOKPOS – Dalam rangka Dies Natalisnya yang ke-56, Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo bersama BMM (Baitulmaal Muamalat) DIY – Jateng, menggelar “Pengajian Akbar Peduli Palestina”. Menghadirkan Ulama asal Palestina, Mohammed Ahed Abu Younis Hafizahullah (Syekh dan Imam Masjid Abu Hurairah Gaza Palestina), acara ini digelar di Auditorium Univet Bantara, pada Jumat (15/3).

Acara yang digerlar menjelang waktu Shalat Jum’at ini dihadiri oleh pimpinan dan pengurus YPPP Sukoharjo, seluruh Pimpinan, Dosen, dan Karyawan Univet Bantara Sukoharjo, Guru dan Karyawan SMA dan SMK Veteran 1 Sukoharjo, Belasan Guru dan Siswa dari sekolah-sekolah lain di Sukoharjo, serta dihadiri jamaah dari beberapa Majelis Taklim Masjid di Sukoharjo. Total sekitar 650 orang jemaah menghadiri pengajian tersebut.

Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum dalam sambutannya mengatakan bahwa pengajian akbar ini merupakan rangkaian acara Dies Natalis Univet Bantara yang ke-56 dan akan menjadi barokah bagi Univet Bantara ke depannya karena acara ini dilaksanakan dalam rangka peduli Palestina.

“Kita sebagai negara yang Merdeka, ingat Sejarah, senantiasa bersaudara dengan Palestina. Maka kita harus banyak bersyukur karena kita bernasib lebih baik dari Palestina yang sekarang sedang berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Guru Besar Linguistik itu mengajak kepada hadirin untuk menunjukkan simpati, empati, dukungan berupa tenaga, pikiran, atau apa pun yang mampu diberikan untuk membantu warga Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaannya.

“Semoga warga Palestina dikuatkan dan dirahmati Allah SWT dengan berbagai kebahagiaan dan niat yang kuat untuk berjuang menjadi merdeka,” harapnya.

Ketua Panitia, Ahmad Rosyid, M.Pd.I. dalam laporan menyampaikan, pengajian ini merupakan bentuk realisasi kerjasama kemitraan antara Univet Bantara dengan BMM yang merupakan lembaga terpercaya dalam penyaluran zakat, infaq, wakaf, dan aktivitas sosial keagamaan yang secara konsisten dan aktif melakukan penggalangan dana untuk disumbangkan ke Palestina.

“Semoga dengan adanya acara ini, keluarga besar Univet Bantara senantiasa berusaha bertaaruf mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehingga Univet Bantara selalu mendapatkan rahmat dan ridho Allah SWT serta semakin maju dan berkembang,” tuturnya.

Kepala Cabang BMM DIY, Zainul Muttaqin, S.T. menyampaikan bahwa disadari atau tidak, Univet Bantara memiliki visi misi nilai kejuangan yang tidak terlepas dari historis sejarah perjuangan para tokoh-tokoh pejuang terdahulu meraih kemerdekaan dan mampu pertahankan kemerdekaan didukung secara moral, politik internasional maupun materi oleh salah satunya Palestina.

“Nilai kejuangan gayung bersambut dukungan Palestina. Insya Allah kegiatan kita ini menjadi bukti bahwa kita tidak hanya fokus ke depan berjuang tetapi tidak melupakan sejarah,” ujar Zainul Muttaqin.

Dalam sesi ceramah, Mohammed Ahed Abu Younis Hafizahullah menceritakan sejarah dan kondisi warga Palestina yang saat ini sedang berjuang dalam mempertahankan negaranya.

“Orang-orang Israel berkeyakinan ideologi dasar Yahudi sebagai bangsa pilihan Tuhan. Tanah Palestina yang diberikan Tuhan untuk mereka, kawasan Masjidil Aqsha adalah kawasan peninggalan Sulaiman atau istana Sulaiman. Orang-orang Palestina mengorbankan dirinya melindungi Masjidil Aqsha yang merupakan tempat suci ketiga kaum muslimin. Kiblat pertama kaum muslimin,” Ungkap Mohammed Ahed Abu Younis.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa umat Islam harus membangun kesadaran mengenai persoalan Palestina.

“Kita harus aktif mencari tahu lebih jauh tentang Palestina. Kemudian mengajarkan, menyampaikan hal tersebut pada teman-teman kita, anak-anak kita, siapa pun yang kita kenal bahwa Masjidil Aqsha tempat suci ketiga kaum Muslimin, kiblat pertama kaum muslimin, yang harus kita jaga,” Imbuhnya.

Setelah penyampaian ceramah, kemudian acara dilanjutkan dengan penggalangan dana lewat infaq dan lelang amal serta diakhiri doa bersama. Dana terkumpul dari infaq dan lelang amal sebesar Rp. 75.401.600.