Disnaker Depok Tegaskan 2.846 Perusahaan di Depok Wajib Bayarkan THR Sebelum H-7

Sidik Mulyono mengultimatum dengan ancaman tindakan tegas  jika pembayaran THR tidak dilakukan tepat waktu

DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok memberikan peringatan serius kepada 2.846 perusahaan yang ada di wilayah Kota Depok

2.846 perusahaan ini diwajibkan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Disnaker Depok juga mengultimatum dengan ancaman tindakan tegas  jika pembayaran THR tidak dilakukan tepat waktu.

Kepala Disnaker Kota Depok, Sidik Mulyono, menegaskan bahwa THR harus diberikan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor: M/2/HK.04/III/2024. Sidik juga menekankan bahwa pemerintah akan melakukan monitoring ketat terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

Jika terjadi pelanggaran, Disnaker Depok akan melaporkan kasus tersebut kepada Disnaker Jawa Barat.

Posko pelaporan THR telah disediakan untuk memastikan karyawan yang tidak mendapat THR dapat melaporkan kasusnya. Tim pemantauan yang terdiri dari berbagai unsur akan memastikan kepatuhan perusahaan terhadap aturan.

Selain menegaskan kewajiban pembayaran THR, Disnaker Depok juga menjalankan program pembinaan kepada perusahaan-perusahaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan memenuhi aspek kesejahteraan para pekerjanya.

Karyawan yang merasa haknya dilanggar dapat menghubungi posko THR yang telah disediakan. Disnaker Depok siap memberikan solusi yang tepat sesuai dengan aturan ketenagakerjaan.

Dengan adanya penegakan aturan ini, diharapkan suasana kondusif dapat terjaga menjelang hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Perusahaan-perusahaan di Kota Depok diimbau untuk mematuhi aturan pembayaran THR yang telah ditetapkan.