Oase  

Bolehkah Mengganti Puasa Ramadhan dengan Puasa Asyura?

Pada bulan muharam pun kita disunahkan untuk melaksanakan puasa sunnah yaitu puasa tasu’a dan puasa ‘asyura

Bolehkah Mengganti Puasa Ramadhan dengan Puasa Asyura?

MAJALAH EKONOMI – Dalam bulan islam terdapat empat bulan yang haram yakni zulkaidah,zulhijjah, muharam, dan rajab. Muharram juga termasuk kedalam kategori bulan suci, sehingga banyak peristiwa- peristiwa yang terjadi pada bulan muharam.

Pada bulan muharam pun kita disunahkan untuk melaksanakan puasa sunnah yaitu puasa tasu’a dan puasa ‘asyura yang dimana puasa ‘ asyura ini merupakan puasa yang paling utama pada bulan muharam, adapun balasan dari puasa ‘asyura selain mendapatkan pahala puasa asyuro’ juga dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu.

Kemudian bagaimana jika seseorang yang belum selesai mengqada’ puasa ramadhan akan tetapi ingin melaksanakan puasa asyura’.

Seperti yang kita ketahui bahwasanya qadha puasa ramadhan wajib dibayar sebelum tiba waktu ramadhan berikutnya. Dimana seorang umat muslim wajib mengganti puasa ramadhan sebanyak jumlah hari yang ia tinggalkan. Telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 185

وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ

Artinya: Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. (Qs. Al-Baqarah:185)

BACA JUGA:  Jangan Jadi Ramadhaniyyun

Dalam surah ini dijelaskan bahwa umat muslim yang mempunyai hutang puasa pada saat ramadhan wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkannya.

Lalu Apakah boleh mengganti atau menggabungkan puasa ramadhan dengan puasa ‘asyura? Simak penjelasannya.

Berkaitan dengan boleh atau tidaknya menggabungkan puasa qadha dengan puasa ‘asyura terdapat perbedaan pendapat imam mazhab.

Dari kalangan mazhab Syafi’i dan maliki berpendapat bahwa puasa ‘asyura tapi masih memiliki hutang ramadhan hukumnya adalah makruh, dari pendapat ini berpandangan bahwa ibadah yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah qadha puasa adalah wajib sehingga harus dikerjakan terlebih dahulu.

Pendapat kedua mayoritas pendapat yang kuat dalam mazhab Syafi’i hukumnya boleh ini berpandangan bahwa puasa ‘asyura tanggal 10 muharram itu disamakan seperti sholat tahiyatul masjid.

Demikian pula puasa ‘asyura dimana hari itu ditekankan bagaimana orang itu berpuasa ketika kebetulan ia mempunyai qadha ramadhan sekaligus ia niati di hari itu maka tidak ada masalah.

Jadi sudah tercakup di dalam pahala keberadaan puasa di hari itu bahkan diniati dua-duanya pun mwndapat puasa qafha ramadhannya sudah sudah selesai dan puasa ‘asyyranya mendapat kesunahan di hari ‘asyura.

BACA JUGA:  Keistimewaan Doa Malam Isra' Mi'raj 27 Rajab

Pendapat ketiga dari imam Ahmad mendahulukan puasa sunnah sementar memiliki hutang puasa ramadhan hukumnya haram meskipun waktu mengqadha puasa ramadhan memiliki waktu yang banyak sampai ramadhan berikutnya hal ini didasari hadits riwayat Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu : “Siapa yang berpuasa sunnah namun ia masih memiliki tanggungan ramadhan (yang harus di-qadha) puasa sunnah tidak diterima sampai ia menyelesaikan puasa wajibnya”.

Pendapat keempat dari imam Abu Hanifah membolehkan puasa sunnah meski belum mengganti puasa ramadhan. Imam Abu Hanifah berpandangan bahwa qadha puasa termasuk kedalam kategori al-wajib al-muwassa’ yaitu kewajiban dengan waktu yang luas.

Kesimpulannya jika puasa wajib yang ditinggalkan karena sengaja tidak mau puasa maka ia tidak boleh mengerjakan puasa sunnah sama sekali karena telah melalaikan waktu.

Sedangkan orang yang memiliki hutang puasa ramadhan karena udzur maka ia boleh mengerjakan puasa sunnah meskipun masih ada hutang puasa ramadhan.

Jika ia memiliki hutang puasa karena udzur haid, nifas, menyusui, atau sakit, setelah ramadhan pada hari-hari puasa sunnah anda dibolehkan mengerjakan puasa sunnah asalkan masih ada kesempatan untuk membayar hutang.

BACA JUGA:  Momen Menjadi Muslimah Versi Terbaik

Adapun niat puasa ramadhan yang digabung dengan puasa ‘asyura hanya boleh dikerjakan dengan satu niat saja yaitu dengan niat qadha puasa ramadhan.

نويت صوم غد عن قضاء فرض شهر رمضان لله تعالى

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa ramadhan esok hari karena Allah ta’ala”.

Imas, mahasiswa UIN Jakarta

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di Majalah Ekonomi? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818