Belum Selesai DBD, Kini Wabah Flu Singapura Hantui Warga Depok

Tercatat sedikitnya 45 kasus yang dicurigai sebagai Flu Singapura di Depok

Tercatat sedikitnya 45 kasus yang dicurigai sebagai Flu Singapura di Depok

DEPOK – Belum selesai penanganan meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), masyarakat Kota Depok kini juga dihantui oleh wabah Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) yang telah menyerang puluhan warga.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok melakukan penelusuran dan penanganan serius untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Depok, Umi Zakiat, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat 45 kasus yang dicurigai sebagai HFMD sepanjang tahun 2024.

Namun, belum ada kepastian mengenai penyakit tersebut karena belum dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Para pasien secara klinis mengarah ke Flu Singapura, tetapi hasil laboratorium belum menunjukkan hal tersebut. Kami terus memeriksa ke laboratorium yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI,” jelasnya.

Dinkes Kota Depok telah menyebarkan informasi mengenai pencegahan dan pemahaman tentang penyakit ini melalui puskesmas di seluruh wilayah Kota Depok.

Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap beberapa kasus yang dilaporkan oleh fasilitas kesehatan di Kota Depok.

BACA JUGA:  Komunitas Kaum Muda di Depok Siap Pakai Cara Kreatif Olah Sampah

Umi Zakiat menekankan pentingnya masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna menjaga imunitas tubuh tetap stabil.

Jika mengalami gejala yang mengarah ke Flu Singapura, masyarakat diharapkan segera berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ASA Kota Depok, Enny Ekasari, menyatakan bahwa RSUD ASA telah menangani beberapa pasien dengan gejala HFMD pada tahun 2024, di antaranya seorang balita dan seorang pasien dewasa yang melakukan perawatan rawat jalan.

Direktur Utama RSUD Khidmat Sehat Afiah (KiSA), Sobari, juga mengonfirmasi peningkatan jumlah pasien yang terinfeksi virus Flu Singapura sejak awal tahun. Gejala penyakit ini meliputi demam dan ruam merah pada tangan, kaki, dan mulut.

Penanganan wabah Flu Singapura ini memerlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam penerapan langkah-langkah pencegahan serta penanganan yang cepat dan tepat.***

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di Majalah Ekonomi? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818